PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
273. Penaklukan III


__ADS_3

Dia membalut perban pada kuda itu setelah mengoles kan krim yang di buat nya khusus.


"Nah sudah, luka nya akan sembuh besok atau lusa. Sekali lagi, maaf kan aku. " Ucap nya.


"Tidak apa apa, lagi pula kau telah menahan setengah kekuatan mu karena jika kau benar benar serius bertarung maka aku pasti sudah mati. " Kata Kuda yang terluka itu.


"Apa kalian setuju untuk menjadi bawahan ku ?" Tanya nya dengan tatapan serius.


"Tentu saja, tidak ada salah nya mengikuti orang yang lebih kuat dari kami. Belum lagi usia mu terlihat masih sangat muda. " Kata Kuda yang pertama dengan kagum.


"Aku baru berumur 21 tahun, ayo pegang tangan ku. Aku akan menunjuk kan tempat tinggal baru untuk kalian. " Ucap nya, kuda kuda itu mengangguk dan seketika pemandangan di sekitar mereka telah berubah.


Di sana sangat banyak orang yang sedang berjalan jalan , para pengrajin besi yang sebelum nya ia bawa telah memiliki banyak keturunan.


Membuat dimensi itu menjadi lebih hidup dan di penuhi keceriaan.


"Ini di mana ? Sangat berlimpah. Seandai nya aku bisa tinggal di sini. " Kata Kuda pertama.


"Tenang, ini adalah tempat tinggal kalian yang baru. " Kata nya dengan ceria.


"Hah ?! Kami akan tinggal di sini mulai sekarang ?"Tanya Kuda kedua dengan terkejut.


"Hm, Tu Long !" Panggil nya dengan suara yang lumayan kencang.


Yang di panggil pun segera datang dan menatap ketiga kuda yang berada di samping nya dengan tatapan kagum.


"Kau bawa mereka untuk tempat tinggal di bagian selatan, mereka biasa tinggal di tempat yang panas. Jangan kau bawa pergi ke tempat Zhang Binghua. " Canda nya.


"Tentu saja aku tahu soal itu, apa kau lupa aku ini Naga !" Kata Tu Long dengan bangga.


"Ya ya ya Naga yang takut luka. " Ejek nya.


"Haish, kau masih saja membahas hal tersebut. Hei, aku merasa kan aura Naga di dekat sini. Sebaik nya kau berhati hati, seperti nya ada Naga di sekitar sini. "Kata Tu Long sambil mencium cium.

__ADS_1


"Memang, aku sudah bertanya pada He Tianhu dan kata nya ada seekor Naga seperti mu. Aku akan berusaha menunduk kan nya dan meminta nya untuk memberikan Inti Naga. " Ucap nya, memberi tahu niat nya.


"Sebenar nya kau tidak perlu repot, hanya perlu berikan pedang leluhur dengan begitu dia akan tunduk dan jika dia tidak tunduk maka aku akan keluar dan menghajar nya. " Kata Tu Long sambil menunjuk kan kepalan tangan nya.


"Tidak perlu sampai seperti itu, itu tidak akan seru lagi. Lagi pula aku ingin melatih kekuatan baru ku, bertarung dengan Naga adalah kesempatan yang sangat langka. " Kata nya.


"Ya kau benar, jika bersama ku kau sudah sering. Lebih baik bersama orang yang baru sehingga kemampuan mu meningkat. " Kata Tu Long mengangguk setuju.


"Tentu saja aku benar, memang nya aku pernah salah ? Sudah lah, sana bawa mereka ke tempat tinggal baru untuk mereka. Aku akan mengecek perkembangan Pasukan Lotus, apa kah mereka sudah siap untuk perang atau belum. " Ucap nya meninggal kan tempat itu dalam hitungan detik.


Sedang kan Tu Long yang masih ingin berbicara hanya bisa mendengus kesal karena di tinggal kan oleh Zhang Wei.


"Kalian semua, ayo ikuti aku. " Kata nya langsung merubah ekspresi nya.


"Ya, apa kah kami bebas untuk memakan rumput di sini ?" Tanya kuda ketiga yang bagian perut sebelah kiri nya masih masih menggunakan perban.


"Hm, di sini bebas untuk memakan apa pun. Bisa buah atau apa pun yang ada di sini boleh di makan, Zhang Wei tidak pernah pelit kalau soal ini. Itu lah sifat yang aku sukai dari nya, dia juga setia kawan. Jadi adalah keputusan tepat untuk mengikuti nya, cuma kalian harus tahan dengan sifat agak gila nya itu. " Kata Tu Long sambil berbisik bisik agar tidak di dengar Zhang Wei.


Di sisi lain, Zhang Wei yang sedang berjalan ke bagian selatan melihat Zhang Luo dan pasukan Lotus yang terus menerus berkembang.


"Salam Senior Zhang. " Kata Pasukan Lotus dengan hormat.


"Ya." Jawab nya, sebelum berjalan mendekati Zhang Luo.


"Kakak, kenapa berkurang 56 murid ? Bukan kah seharus nya 101 orang ? Kenapa menjadi 45 orang ?" Tanya nya dengan bingung.


"Dengan latihan yang kau beri kan, yang lain mati dan yang kuat bertahan. " Kata Zhang Luo.


"Hm, aku mengerti. Padahal itu sudah aku ringan kan untuk beberapa latihan. Ini baik untuk membentuk kekuatan fisik, apa bila Qi habis tapi masih mampu bertahan. Ini juga membantu pernafasan agar tidak mudah lelah saat bertarung di perang atau di mana pun. " Ucap nya menjelaskan pada Pasukan Lotus..


"Kami mengerti Senior Zhang !" Kata mereka dengan serempak.


Dia mengangguk puas dan mereka melanjut kan latihan mereka, dia berjalan mengelilingi mereka dengan tatapan tajam nya.

__ADS_1


"Tangan mu kurang di angkat, sejajar kan di depan dada. Lalu saat berputar, jangan angkat 1 kaki mu atau keseimbangan mu akan berkurang. " Nasihat Zhang Wei pada salah satu pasukan lotus.


Orang yang di beri nasihat itu menunduk menahan malu dan hampir menangis. Dia memegang bahu orang itu dan menenangkan nya.


"Tidak apa apa, yang pasti jangan lakukan kesalahn yang sama lagi. Aku tidak akan menghukum mu. " Kata nya.


"Terima kasih Senior Zhang. " Kata orang itu dengan wajah memerah dan langsung menunduk di hadapan nya.


Dia berjalan ke belakang lagi dan melihat seorang wanita yang salah dalam menggunakan cambuk nya.


"Genggam dengan erat cambuk mu, bukan berarti mengcengkram nya seperti itu. Pegang seperti ini dengan kekuatan, lalu ayunkan sesuai dengan ilmu yang kau latih. Jangan terlalu tegang, ikuti saja aliran Qi nya. " Nasihat nya pada wanita itu.


Wanita itu memerah karena malu, malu entah karena apa.


"Senior Zhang, terima kasih banyak atas nasihat mu. "Kata wanita itu dengan senyum malu malu sambil sesekali mencuri curi pandang untuk melihat wajah nya.


Dia tersenyum tipis sebelum menggeleng geleng kan kepala nya.


Dia terus menerus memberikan nasihat yang membuat nama nya menjadi lebih mendalam di hati masing masing pasukan lotus.


"Perhatikan semua yang ku kata kan tadi, akan ku perhatikan perkembangan kalian setelah aku kembali ke sini lagi. " Ucap nya dengan tegas.


"Baik, senior Zhang. Terima kasih banyak atas arahan mu yang berharga. " Ucap mereka bersamaan dengan kompak.


Dia mengangguk sambil tersenyum tipis.


"Kakak Luo, aku pergi ke utara dulu ya. Aku ingin melihat perkembangan Zhang Binghua. Oh ya, apa kah guru sudah keluar dari latihan tertutup ?" Tanya nya pada Zhang Luo.


"Belum, mereka masih berlatih. Lalu, Hu Yin juga sudah memulai latihan tertutup nya dan tidak di ketahui akan mengakhiri latihan tertutup nya kapan. "Kata Zhang Luo.


"Ya, aku mengerti. Selamat tinggal kakak Luo dan kalian semua. Ingat, jangan pernah bersantai sedikit pun untuk berlatih. " Peringat nya dengan nada dingin.


Pasukan Lotus mengangguk dan membungkuk di depan nya, mereka semua gemetar , takut dengan Zhang Wei.

__ADS_1


__ADS_2