PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
213. Ramuan Kemurkaan Surga


__ADS_3

Zhang Wei berdiri dengan tegap di hadapan murid murid Keluarga Zhang, yang berjumlah hampir 2.000 orang.


"Kalian, bantu aku membuat kolam besar untuk 500 orang jadi mungkin membuat 4 kolam. Nanti kalian akan berendam di sana sambil ber kultivasi selama 2 jam. Jika di lakukan berbulan bulan maka kultivasi kalian akan cepat meningkat. Apa kalian setuju ?" tanya nya.


"Tentu saja, tuan muda Zhang !" Jawab mereka dengan semangat.


"Aku harap kalian nanti bisa membantu banyak di perang antara Keluarga Zhang dan Kekaisaran Qiu. " Kata nya dengan pelan.


"Kami akan menggunakan nyawa kami untuk melindungi keluarga Zhang ! " Jawab mereka dengan serempak.


Zhang Wei tersenyum senang sebelum memerintah kan untuk mulai menggali tanah. Tugas ini di bagi dua, ada yang pergi mengambil air di sumur.


Ia membantu menggali tanah, dengan kerjasama yang baik, mereka menjadi lebih cepat.


3 hari lagi adalah waktu untuk menyambut Petir Hukuman para cacing cacing nya.


"Ayo semangat semua nya !" Teriak nya.


Teriakan nya bagaikan tenaga untuk murid Keluarga Zhang yang sedang menggali di hari yang terik seperti ini.


6 Jam berikut nya, terbentuk lah 4 kolam yang sangat besar bahkan ini bisa cepat selesai setelah di bantu para tetua.


"Nah sudah selesai semua nya, terima kasih atas bantuan kalian. Sekarang adalah waktu nya bagi yang membawa air. " Perintah nya.


Orang orang yang sedari tadi bersantai langsung berjalan membawa ember ember air. Ia juga ikut membantu membawa air.


Hitung hitung untuk menambah kekuatan fisik nya. Dia dengan susah payah mengangkat air sumur dari atas bukit menuju kolam.


"Para tetua, bantu aku juga untuk ini !" Teriak nya dengan suara lantang.


"Tentu saja !" Jawab tetua tetua yang sudah istirahat.


Dia mulai kembali ke atas bukit dan mengambil air hingga malam hari pun tiba.


"Tetua tetua dan saudara yang lain, sebaik nya kita istirahat dulu dan besok melanjut kan nya. Mungkin saja malam ini akan hujan deras di lihat dari warna langit. " kata nya yang membuat pengangkat air merasa sangat bahagia.


Karena dengan hujan maka pekerjaan mereka akan terselesaikan.


Ia tersenyum pelan melihat murid Keluarga Zhang yang sangat senang dengan kata kata nya. Ia langsung membawa mereka ke Aula Tengah.


Di sana, hidangan yang di buat oleh Zhang Li dan berbagai wanita wanita lain dalam Keluarga Zhang.


Meja kayu yang sangat panjang, di bagi menjadi 4 meja. Ruangan ini hanya di gunakan saat ada kegiatan tertentu.

__ADS_1


Keluarga Zhang sendiri memiliki pengrajin pengrajin senjata yang handal di tambah dengan menguasai 1 pasar.


Keluarga Zhang juga memiliki tanah berhektar hektar sebagai lahan untuk pertanian sehingga menambah penghasilan.


"Ibu, selain keluarga Zhang, siapa yang memegang bagian pengrajin senjata ?" tanya nya.


"Nanti ibu akan menulis nya di kertas dan akan mengirim nya kepada mu besok. Karena, akan sangat panjang jika di jelas kan. Sebaik nya kau nikmati makanan mu karena ibu membuat nya dengan sepenuh hati. " kata ibu nya mengalihkan pembicaraan.


"Baik lah, aku akan menunggu itu. Tapi besok seperti nya aku akan sangat sibuk untuk mengajar kan murid murid untuk pertama kali nya. " Jawab nya.


"Jangan terlalu serius dan kau melupakan makanan mu. Ibu juga sudah mulai menyuruh para tetua dan ayah mu untuk mulai berlatih lagi. " kata Zhang Li.


"Itu ide bagus ibu, para tetua sudah di pastikan sudah lama tidak memegang pedang pasti akan sedikit kaku lebih baik berlatih lagi. Ibu nanti jika sudah selesai melewat kan perang ini, maka ibu harus berjanji untuk mengajarkan aku membuat senjata. " kata Zhang Wei.


"Baik tidak masalah, lagi pula seluruh keluarga Zhang akan di ajarkan cara membuat senjata. Apa kau ingin membuat nya untuk diri mu atau untuk kekasih mu ?" Goda Zhang Li.


Ia sudah menceritakan apa yang terjadi pada nya, tentang kedua murid nya serta Qing Yu dan Wang Xi Rong.


"Untuk mereka, aku tidak membutuh kan senjata baru."


"Kau benar, ibu lihat senjata mu kemarin sangat bagus. Ibu bahkan terkagum kagum saat melihat pedang sebagus itu ternyata berasal dari dimensi Rendah. " kata Zhang Li lagi.


"Ibu selama ini takut untuk turun ke dimensi bawah karena kakek itu mengatakan kalau kau yang akan menemui ibu. Ibu tidak perlu datang melihat mu atau keberadaan mu akan di ketahui oleh musuh. Oh ya, dia mana kakek yang itu ? Bukan kah kata mu kau sudah bertemu dengan nya ?" tanya Zhang Li.


"Ia sudah meninggal bu, ia mengorbankan nyawa nya untuk menyelematkan orang yang tak tahu diri. " Jawab nya dengan wajah kesal.


Mengingat betapa tidak tahu terima kasih nya Xian Mu pada Qian Bei. Bahkan saudara Xian Mu, Qing Yu merasa geram dengan sikap nya.


Xian Mu adalah perwujudan asli dari iblis. Ia akan membuat Xian Mu menyesal karena sudah memilih untuk meninggal kan Qian Bei.


Tanpa terasa tangan nya mengepal erat yang membuat ibu nya khawatir.


"Wei'er, ada apa dengan mu ? Apa pertanyaan ibu menyinggung mu ?" tanya Zhang Li dengan hari hati.


"Tidak, hanya saja aku telalu kesal jika mengingat orang tidak tahu diri itu. " Jawab nya dengan senyuman agar ibu nya menjadi tenang.


"Emh baik lah, ibu kira kau marah dengan pertanyaan ibu. " kata Zhang Li.


Keesokan hari nya, sesuai dengan ramalan yang di berikan nya, malam hari nya memang hujan sangat deras.


Air yang terkumpul sangat bersih bahkan layak untuk di minum. Zhang Wei mengeluar kan 16 botol bubuk kecil berwarna hitam.


Sebelum menuang kan masing masing 4 botol, air langsung berubah menjadi hitam pekat.

__ADS_1


Setelah itu ia langsung berdiri dan menatap ke arah para murid yang terlihat sangat antusias.


"Air akan berubah menjadi putih lagi setelah kandungan Qi yang habis, jadi selama masih hitam itu arti nya masih ada Qi yang terkandung. Kalian juga sebaik nya menaruh kaki dulu sebelum mencebur kan diri karena rasa nya seperti menusuk nusuk pelan. " Ucap nya.


Para murid itu mengangguk sebelum memilih untuk memasuki kolak mana dan menuruti ucapan Zhang Wei.


Byurr


Berbeda dengan Zhang Wei yang langsung menyebur karena ia sudah pernah merasakan yang lebih menyakitkan di banding kan ini.


Setelah semua nya berendam, Zhang Wei keluar dari kolam dengan posisi tidak memakai baju hanya menggunakan celana.


Kolam wanita dengan kolam pria juga terpisah dengan sendiri nya bahkan tanpa ia perintah kan.


Wanita wanita keluarga Zhang langsung berteriak dengan kagum saat melihat perut nya yang rata serta tubuh nya yang tegap.


"Tuan muda, anda sudah di tunggu oleh Nyonya. " kata pria tua itu sambil memberikan handuk kepada nya.


Ia menerima handuk itu dan berjalan mengikuti pria tua itu menemui ibu nya.


"Ibu kira kau kenapa hingga membuat keributan ternyata karena kau tidak menggunakan pakaian sampai sampai wanita wanita dalam keluarga Zhang berteriak histeris. " Ucap Ibu nya sambil menggeleng geleng kan kepala nya.


"He he he, karena jika menggunakan baju maka Qi akan lebih sulit untuk di gunakan. Jadi lebih baik tidak berbaju bukan ?" Tanya nya.


"Ya ya ya terserah pada mu, sebaik nya kau segera memakai baju atau kau akan masuk angin dengan musim hujan seperti ini. " kata Ibu nya sebelum membantu nya menggunakan baju.


Pakaian nya kali ini berbeda dengan sebelum nya, kali ini menggunakan pakaian dengan motif yang sama seperti milik ayah nya.


"Ini adalah pakaian untuk penerus Keluarga Zhang. Hanya ketua dan penerus nya yang boleh menggunakan nya, ibu sudah menulis apa yang kau ingin kan dan besok kau harus mulai melatih teknik pedang milik keluarga Zhang. " kata ibu nya sambil menyerah kan gulungan kertas yang cukup tebal.


"Baik ibu, aku pergi dulu. " Dia memikir kan tentang jurus jurus nya, Pedang Angin Barat sudah sampai tingkat 9 tinggal 3 tingkat lagi.


Pukulan Bintang Hitam sudah mencapai tingkat 7 tinggal 5 tingkat lagi.


Langkah kaki Serigala Angin sudah mencapai tingkat 1 menengah masih ada 2 tingkat lagi.


Ia sendiri sangat menginginkan belajar jurus yang di gunakan oleh Zhang Long dan Zhang Liu. Jurus itu memiliki kekuatan penghancur yang besar tapi kecepatan yang rendah.


Tapi jika di campur dengan Langkah Kaki Serigala Angin nya maka, itu akan menjadi serangan yang sangat sempurna bagi nya.


Ia terus berpikir sampai sampai tidak sadar kalau ia sudah sampai ke depan pintu kamar nay dari tadi.


**bonus : 1 / 2

__ADS_1


Note : Senang nya karena sudah 100 k like, Terima kasih kepada semua pembaca, jaga kesehatan kalian** !!


__ADS_2