PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
Chapter 156 - Kedatangan Qian Bei


__ADS_3

Nafas Zhang Wei telah stabil tapi belum juga kunjung sadar, Xi Rong hanya menghela nafas berat.


"Tubuh nya juga panas, baju nya robek. Aku akan mengganti baju nya saja, lalu mengambil kain untuk melapisi dahi nya dengan kain basah supaya demam nya tidak naik. " kata Xi Rong lalu berjalan ke dapur untuk mengambil kain.


Setelah itu ia mengganti baju milik Zhang Wei dengan sedikit kesulitan tapi akhir nya tetap berhasil.


Saat ia sedang memeras kain , muncul suara yang sangat di kenal nya.


"Sedang apa kau di sana ? Apa aku baik baik saja ?" tanya Zhang Wei dengan lemah.


"Kau sudah sadar ? Kau memuntah kan sedikit darah saat menerima petir tadi. Dan kau langsung pingsan setelah itu, panas tubuh mu juga meningkat. " kata Xi Rong menjelaskan.


"Ah memalukan sekali karena langsung pingsan, maaf kan aku karena sudah merepot kan mu. " kata Zhang Wei dengan rasa bersalah.


"Tidak perlu meminta maaf karena jika itu adalah aku maka aku juga akan pingsan atau bahkan tidak selamat. " kata Xi Rong sambil merinding membayang kan petir emas tadi.


"Tidak selamat ? Apa maksud mu ?" tanya nya lagi dengan bingung.


"Ini agak sulit di jelas kan tapi singkat nya adalah petir yang berhasil kau tarik berbeda jauh di banding kan dengan semua petir yang ku ketahui. Petir tersebut berwarna emas dan awan gelap menutupi seluruh kota serta suara gemuruh petir yang sangat menakut kan. Aku yang sudah mundur beberapa ratus meter saja masih mengalami tekanan yang sangat mengerikan. " kata Xi Rong menjelaskan apa yang di lihat nya.


"Aku minta maaf atas hal itu, tapi yang aku rasa kan berbeda. Aku memasuki sebuah dimensi di mana aku bertemu dengan ayah ku, aku mendengar bisikan bisikan untuk menyuruh ku membunuh ayah angkat ku, aku menolak nya dan akhir nya aku tertusuk pedang ayah ku. Ia membunuh ku dan murid ku, Hu Yin mendorong ku untuk jatuh ke dalam jurang. Ini terjadi dalam waktu yang cepat di kesadaran ku tapi ternyata di dunia nyata itu cukup lama. Awal nya aku berpikir kalau itu adalah kenyataan dan aku sudah siap untuk menerima kematian ku, tapi nyata nya kesadaran ku justru kembali ke sini. " kata nya.


"Hm, itu mungkin terjadi karena langit ingin melihat apa kah kau pantas untuk menjadi lebih kuat atau tidak, karena kemungkinan besar jika kau membunuh ayah angkat mu di sana maka kau akan gagal. Meski pun itu bukan benar benar tubuh atau pun jiwa asli milik Ayah angkat mu. " kata Xi Rong berspekulasi.


Ia mengangguk kan kepala saat mendengar spekulasi yang di beri kan oleh Xi Rong karena kemungkinan itu adalah hal yang sebenar nya.


"Apa kau sudah makan ? Biar aku yang memasak nya. " kata nya mencoba untuk berdiri tapi kepala nya terasa sangat pusing.


Hingga hal itu membuat tubuh nya hampir hilang keseimbangan, untung saja Xi Rong menangkap tubuh nya dan membantu nya untuk kembali berbaring.


"Biar kan aku saya yang memasak, meski pun tidak seenak masakan mu tapi masakan ku masih layak untuk di makan. " kata Xi Rong sambil bercanda.


"Ha ha, kalau begitu terima kasih Xi Rong. " kata nya sambil tersenyum manis.


"Hm, jangan sering sering tersenyum seperti itu kepada ku. " kata Xi Rong dengan marah.


"Apa aku melakukan kesalahan ?" tanya nya bingung.


"Karena jika kau terus tersenyum seperti itu maka hanya butuh waktu 1 minggu untuk aku jatuh hati kepada mu. " kata Xi Rong dengan malu malu sebelum langsung berlari ke dapur.


Dia tertegun sebentar sebelum tertawa kecil, ia memegang wajah nya yang sangat sempurna tanpa cacat sedikit pun.


"Ah wajah ku memang adalah salah satu bakat yang indah. Aku bahkan memiliki kaki yang panjang dan ramping. Aku tidak menjamin kalau tidak ada wanita yang iri dengan kaki ku ini. " kata nya sambil bercermin menggunakan Cermin Abadi.


Jika para Dewa atau pun Iblis melihat ini maka mereka akan sangat tertekan karena Cermin Abadi yang Agung di gunakan hanya untuk berkaca.


Cermin Abadi adalah artefak pertama yang di buat oleh 'Yang Maha Kuasa ' Jika ia sudah menampakkan diri maka Dewa atau pun Iblis akan tunduk di hadapan nya.


Iblis berniat untuk menggunakan ke 10 artefak Dewa untuk mengambil alih kepemimpinan, bukan hanya mengalah kan para Dewa.


Hanya saja Para Dewa tidak mengetahui rencana Iblis yang ini, yang mereka ketahui adalah para Iblis mencoba untuk mengumpulkan ini supaya bisa mengalah kan mereka.


"Zhang Wei, Ayo Makan !" Teriak Xi Rong dari luar.


"Baik, tunggu aku !!" Balas nya dan berdiri dengan hati hati.


Ia berpegangan ke dinding untuk menjaga keseimbangan nya, dalam seumur hidup baru kali ini ia merasakan 'sakit'.


Dia duduk di hadapan Wang Xi Rong, di depan nya sudah ada mangkuk berisi kan nasi hangat.

__ADS_1


(Wang Xi Rong mungkin kepanjangan jadi kadang kadang hanya di tulis sebagai Xi Rong, untuk penjelasan ini adalah orang yang sama. )


"Apa saja yang kau masak ?"


"Ini sayur kangkung rebus dan ini adalah telur kukus, ini daging sapi kecap. " kata Xi Rong dengan semangat memperkenalkan masakan masakan nya.


"Coba lah !!" kata Xi Rong lagi.


"Baik aku akan mencoba nya. " kata nya dang mengambil sumpit nya.


"Hm, ini enak. Hanya saja telur kukus nya kurang rasa asin sehingga membuat telur terasa kurang pas tapi ini sudah sangat enak. Aku ingin kita membagi waktu aku memasak 4 hari dan kau 3 hari. Bagaimana ?" tanya nya sambil makan dengan lahap.


"Baik aku akan melakukan nya, jika kau ingin menambah, maka nasi masih sangat banyak di dapur. Aku dengar dari kakek Qian kalau kau memakan dalam porsi yang sangat sangat banyak. " kata Xi Rong santai.


"Ha ha kau tahu saja, baik lah aku akan pergi ke dapur dan mengambil nasi lagi. " dia berjalan ke belakang dan terkejut dengan 1 ember penuh nasi.


"Ini cukup untuk 20 orang. Ah dia memang sangat pengertian sekali. Aku bahkan tidak pernah meminta nya. Meski pun ini mungkin tidak cukup untuk membuat ku benar benar kenyang tapi ini sudah lebih dari cukup untuk ala kadarnya. "Gumam nya dengan wajah senang.


Ia mencuci mangkok nya yang sebelum nya dan mengambil wadah yang lebih besar, dia menampung sekitar setengah dari nasi yang ada di ember tersebut.


Saat berada di depan, Xi Rong terkejut dengan jumlah nasi yang ia ambil.


"Apa kau tidak takut akan gendut ?" tanya Xi Rong khawatir.


"Untuk apa khawatir ? Aku tidak akan gendut meski pun makan 10 kali lebih banyak dari ini. " kata nya dengan datar.


Mulut Xi Rong terbuka dan tertutup seolah olah ingin berbicara sesuatu tapi tidak ada 1 kata pun yang keluar.


20 Hari kemudian


Kultivasi Zhang Wei naik ke tingkat 3 Kemurkaan Dunia. Sesuai janji Qian Bei, saat ini 4 orang sedang duduk di sebuah kedai yang terkenal di kota Hijau Daun ini.


Sedang kan di depan nya Seorang laki laki muda tampan sedang duduk dan makan dengan anggun, itu tidak lain adalah Qian Bei.


Di samping nya seorang wanita dengan wajah yang sangat dingin seperti es tapi juga sangat cantik, makan dengan pelan.


Itu tidak lain adalah Nangong Ling, penampilan Nangong Ling sudah berubah jauh dan kultivasi nya sudah berada di tingkat penempaan pondasi tingkat 4.


Tingkat kultivasi nya sudah melebihi tingkat kultivasi milik Hu Yin, padahal ia memulai kultivasi lebih baru.


Dan untuk Xi Rong, wanita itu duduk dengan tenang di samping Qian Bei dan sesekali berbincang.


"Selamat untuk terobosan terbaru mu dan juga dengan ulang tahun mu ke 18." kata Qian Bei dengan senang dan bertepuk tangan.


Pelayan langsung mengeluar kan kue indah di hiasi lilin, Sedang kan Nangong Ling menepuk tangan dengan wajah semangat.


Orang orang di kedai tersebut tampak sangat terpesona dengan kecantikan Nangong Ling hingga akhir nya ada seorang pria berotot menghampiri mereka.


"Gadis cantik mau kah kau menjadi istri ke 12 ku ?" tanya pria botak itu.


"Ah itu kan ketua Perkumpulan Serigala Tanah !! Ada seorang ahli Ranah Langit tingkat 7 dan kalau tidak salah itu adalah anak dari ketua Perkumpulan Serigala Tanah !!" Teriak seseorang.


"Diam kau !!" kata orang di belakang pria botak itu sambil menjambak rambut orang yang berteriak tadi.


"Gadis cantik, aku adalah pewaris Perkumpulan Serigala Tanah. Kau akan mendapat banyak harta dan kekuasaan hanya dengan menjadi istri ku. Aku juga tidak keberatan untuk melamar mu juga. " kata pria botak tidak tahu malu itu pada Xi Rong.


Dia hanya menghela nafas melihat pria botak itu yang mengulur kan tangan nya pada Xi Rong.


"Kakek, apa perlu kita membantu menyelesaikan ini semua ?" bisik nya.

__ADS_1


"Tidak perlu, karena sebentar lagi akan ada pertunjukan menarik. " kata Qian Bei sambil menyeringai.


Dia hanya menghela nafas, Xi Rong menyambut jabatan tangan pria botak itu dan seketika pria botak itu langsung jatuh ke tanah.


"Tuan !! Arghh !!" pengikut pria botak itu jatuh ke tanah dengan kesakitan.


Sedang kan tangan pria botak itu lemas dan tidak memiliki kehidupan lagi, tampak seperti di sedot hingga kering.


Hal itu terus menjalar naik, mulai ke lengan atas hingga pria botak itu jatuh bersujud di hadapan Xi Rong.


"Arghh, apa yang terjadi dengan tangan ku !!" Teriak Pria botak itu dan tangan kanan nya sudah sepenuh nya membusuk.


Orang orang segera berlari keluar dengan sangat ketakutan, ada beberapa yang muntah karena kondisi tubuh pria botak itu yang buruk.


"Kau mencari masalah sendiri dengan ratu ini, kau tidak pantas untuk menyentuh ratu ini Dan kau berani berani nya berniat untuk menjadi kan ratu ini sebagai istri mu ke 13 ?!" Teriak Xi Rong sambil menendang tubuh pria botak itu jatuh menggelinding ke lantai bawah.


Karena mereka berada di lantai 3 jadi saat berada di lantai 1 , keadaan tubuh pria botak itu sudah sangat sangat buruk sekali.


Saat Xi Rong ingin bertindak lebih jauh, sebuah teriakan menghentikan tindakan nya. Ia langsung memegang tangan Nangong Ling.


"Hentikan itu !! Atau aku akan membunuh kedua orang ini ?!" Teriak seorang pria tua menunjuk kan Zhang Wei dan Qian Bei sedang di sandera.


"Ha ha ha, aku ingin melihat kau dapat melukai mereka atau tidak, jadi bagaimana kalau aku tidak takut dengan ancaman mu dan berniat untuk tetap membunuh putra mu ?" tanya Xi Rong tidak dapat menahan geli melihat siapa yang di sandera oleh mereka.


Ia menggandeng tangan Nangong Ling dan membuat kan pelindung untuk nya, dia menginjak dada pria botak itu hingga tubuh nya hancur dan tercecer kemana mana.


"Anak ku !! Kalian berdua bunuh 2 orang ini !! Aku akan membunuh Jal*ang yang membunuh anak ku itu !!" Teriak pria tua itu dengan sangat marah dan berlari ke arah Xi Rong.


Xi Rong mencekik leher pria tua itu dan berkata.


"Masih banyak yang jauh lebih kuat dari mu, menyinggung dia adalah sebuah kutukan besar untuk mu. Jangan pernah berharap untuk masuk ke surga dan reinkarnasi setelah menyinggung hakim akhirat. " kata nya sambil menunjuk Qian Bei.


"Apa ?! Hakim Akhirat ?! Tidak mungkin !!" Pria tua itu memukuk mukul kepala nya, ia melepas kan cekikan nya pada pria tua itu.


Pria tua itu langsung berlari dan meracau tidak jelas seolah olah ia adalah orang gila. Kultivasi nya sudah lumpuh kan oleh Xi Rong.


"Kenapa kau melepas kan pria itu ?" tanya Zhang Wei sambil mengambil kain untuk membersihkan noda darah.


Para pengawal yang menahan nya sudah dalam kondisi tanpa kepala.


"Para warga kota membicarakan hal yang tidak sesuai dengan kenyataan, dan itu membuat Xi Rong marah. " kata Qian Bei.


"Terus ? Hubungan nya apa ?" tanya nya.


"Hubungan nya ? Ya baik baik saja. Tidak, bukan begitu. Xi Rong akan menyebar kan wabah untuk memperingati para warga untuk tidak berbicara sembarangan. " kata Qian Bei bercanda.


"Wabah ? Lewat pria tua itu ? Ini kesempatan bagus untuk aku mengumpul kan uang dan pindah ke kota pusat dimensi ini. " kata nya dengan bahagia.


"Uang ? Apa maksud mu ?" tanya Xi Rong.


"Aku akan membuat kan penawar untuk wabah mu itu dan mereka akan berlomba lomba menggunakan penawar buatan ku. Lagi pula, wabah ini hanya menyebar pada orang yang membicarakan mu kan ? " tanya nya .


"Hm, ada sekitar 900 atau mungkin 1.000." kata Xi Rong.


"Itu bagus, aku hanya perlu membuat 100 pil dan dengan begitu mereka akan melelang dan harga akan terus naik naik. Kita akan mendapat keuntungan besar dari ini. " kata nya.


"Dasar otak bisnis, tapi aku lumayan setuju dengan mu. Ini adalah pelajaran supaya mereka menjadi lebih hati hati dalam berbicara dan lebih rendah hati seperti ku. " kata Qian Bei dengan bangga.


Mereka bertiga selain Nangong Ling memasang ekspresi ingin muntah saat mendengar ucapa Qian Bei.

__ADS_1


__ADS_2