
Lu Xiuran berjalan keluar dengan gaun hitam sepanjang mata kaki, dengan belahan yang tinggi yang menunjuk kan paha mulus nya.
Lu Xiuran bahkan menggunakan sepatu hak tinggi yang berwarna senada dengan sepatu nya.
Sekarang, wanita itu tampak seperti iblis penggoda yang dapat menaklukkan dunia. Wajah cantik nya juga membuat semua orang merasa tunduk, tapi tidak dengan nya.
"Zhang Wei, aku tidak menyangka kalau kau benar benar akan datang. " Kata Lu Xiuran sambil terkekeh dan menutupi mulut nya dengan jari jari lentik nya.
"Tentu saja aku datang untuk menantang mu, aku tidak mungkin mengingkari kata kata ku sendiri. " Balas nya sambil terkekeh.
"Hm pemikiran yang baik, sayang sekali orang seperti mu akan segera mati. " Kata Lu Xiuran tetap dengan senyum khas nya.
"Kita belum tahu hasil nya bukan ? Dia baik untuk terburu buru. " Ucap nya.
"Kau terlalu percaya diri, aku takut itu akan mengecr diri mu sendiri. " Kata Lu Xiuran dengan penuh ejekan.
"Tidak apa apa, percaya diri itu baik. "Ucap nya sambil mengangkat bahu.
"Bagai mana kalau langsung saja ?" Tanya Lu Xiuran dengan senyum menggoda nya.
Dia tersenyum tidak kalah dari Lu Xiuran dan mengeluarkan Pedang nya, dia menggunakan Pedang Jiwa Naga.
Dia tidak takut kalau Lu Xiuran akan mengetahui pedang di tangan nya ini, karena bagai mana pun pedang ini sudah berubah.
Meski pun ukiran nya sama, tapi warna nya sudah berubah jauh. Jika kata Han Long Chun dulu berwarna hitam gelap, maka sekarang berwarna merah darah.
Lu Xiuran tampak terke siap sebentar kala melihat pedang milik nya.
"Ada apa ? Apa kau takut ?" Tanya nya memprovokasi.
"Takut ? Kau bermimpi. Aku hanya melihat pedang mu mirip dengan seseorang yang pernah ku temui. " Kata Lu Xiuran dengan senyum kecil.
"Oh ya ? Pedang ku ini hanya ada satu di dunia ini, jangan ngaku ngaku. " Ucap nya dengan tampang membual.
__ADS_1
"Puih ! Untuk apa juga aku mengaku ngaku. Pedang ini benar benar pernah ku temui, tapi milik nya berwarna hitam. Sedang kan milik mu berwarna merah dan tampak lebih rapuh dari milik nya. " Kata Lu Xiuran sambil menerawang masa lalu.
"Benar kah ? Aku jadi penasaran siapa yang memiliki pedang lebih baik dari ku. " Ucap nya dengan penuh ejekan.
"Han Feng ! Tidak, lupa kan saja. Aku hanya membual. " Kata Lu Xiuran dengan panik.
"Han Feng ? Aku tidak pernah mendengar nama itu. Apa kah dia seseorang yang tidak terkenal ? Kau menyukai nya ?"Tanya nya memancing Lu Xiuran.
"Lupa kan saja ! Dia sudah memiliki wanita dalam hidup nya, dia menghilang sejak seratus tahun yang lalu. Tidak ada yang tahu tentang kabar nya. " Kata Lu Xiuran.
Dia membulat kan mata kala mendapat jawaban itu, dia tidak menyangka kalau wanita di depan nya ini benar benar menyukai Han Feng.
"Ayo mulai bertarung. " Ajak nya, Lu Xiuran mengambil inisiatif untuk menyerang terlebih dahulu.
Dia dengan mudah menangkis nya, lalu menyerang balik. Tidak lupa dia mendarat kan beberapa racun di tubuh Lu Xiuran dalam bentuk bubuk.
Dia menjatuh kan salah satu kantung kain dalam ukuran kecil dan tidak menarik. Api keluar dari tangan nya dan menyerang Lu Xiuran.
"Kau cukup cepat, tapi jangan senang dulu. " Ucap nya, dia mengangkat pedang nya sebelum mengayunkan nya ke atas.
Lu Xiuran mengeluarkan kuku kuku besi yang seperti cakar, sebelum mendorong nya ke arah nya. Dia membungkukkan tubuh nya ke belakanh untuk menghindari kuku itu.
Kuku itu dengan cepat kembali lagi ke tangan Lu Xiuran. Untung dia dengan cepat menghindar, atau kepala nya akan bolong.
Cakaran itu, melayang tepat di atas wajah nya. Mereka paling paling tidak berjarak lebih dari satu kuas, benar benar mengejut kan.
(Satu kuas yang di maksud adalah panjang kuas, karena setahu author di jaman dulu masih belum ada meteran yang kayak sekarang. CMIIW)
Dia mengangkat pedang nya dan membelah cakaran itu dengan sekuat tenaga. Dan tidak di duga duga, cakaran itu terbelah menjadi dua.
Bahkan Lu Xiuran tampak terkejut, para penjaga atau murid murid Sekte Tengkorak Hantu telah mundur jauh agar tidak terkena imbas dari pertarungan.
Dia menatap ke kantung kain yang mengeluarkan asap dan hampir terbakar habis.
__ADS_1
"Kau..... Bagai mana mungkin pedang mu bisa membelah cakaran ku ? Kecuali...... " Lu Xiuran tidak melanjut kan kata kata nya dan menatap nya dengan penuh teror.
"Aku kira memang sesuai dengan rumor, cakaran milik mu memang tidak terlalu kuat. Aku juga sudah dengar kalau cakaran mu sudah beberapa kali di hancur kan oleh seseorang. " Kata nya dengan penuh ejekan.
"Jangan sembarangan bicara ! Dari mana kau mendapat kan pedang itu ?!"Teriak Lu Xiuran dengan suara melengking nya.
"Kenapa ? Kau tidak senang ? Kata mu pedang ku ini sangat rapuh, apa kah itu arti nya cakaran milik mu lebih rapuh lagi ?" Tanya nya sambil menyeringai.
"Kau ! Bajingan, kau menipu ku ! Kata kan pada ku dari mana kau mendapat kan pedang itu !" Teriak Lu Xiuran dengan marah.
"Sebaik nya kau tidak banyak berteriak, karena itu akan terus menghalangi saluran pernafasan mu dan kau akan mati karena tidak bisa bernafas. " Kata nya berjalan mengelilingi Lu Xiuran yang jatuh ke tanah.
Lu Xiuran ini, hanya seorang hantu yang paling lemah jika di banding kan tetua tetua Sekte Tengkorak Hantu yang lain.
Wanita di depan nya ini juga tidak memiliki pasukan mayat seperti tetua tetua yang lain, sehingga muda untuk mengalah kan nya.
"Kau !" Lu Xiuran mengcengkram dada nya sendiri sambil berusaha untuk menunjuk Zhang Wei dengan geram.
Zhang Wei hanya terkekeh sebelum berjongkok di sebelah Lu Xiuran dan berbisik.
"Han Feng sudah mati, jika kau benar benar suka pada nya, bagai mana mungkin kau tidak tahu pedang milik nya ? Biar kan aku membantu mu untuk bertemu dengan sisa sisa jiwa nya. Karena, jiwa inti nya sudah menjadi milik ku. " Bisik nya dengan senyum yang mengerikan sebelum menusuk jantung Lu Xiuran dengan pedang nya.
"Ka kau adalah reinkarnasi nya ?" Tanya Lu Xiuran dengan gagap dan tubuh yang berlumuran darah.
"Kau benar, tapi aku lebih ingin menjadi diri ku sendiri. Dengan memusnah kan kalian , aku bisa melunasi hutang ku dengan nya dan jiwa ini menjadi sepenuh nya milik ku, Zhang Wei. " Jawab nya.
Lu Xiuran tampak menggapai tangan nya dan mengelus nya sebelum jatuh ke tanah tanpa daya. Wanita itu menghembus kan nafas terakhir nya dengan cara yang menyedihkan.
Dia membiar kan racun penghalang nafas terus hidup, karena dia tahu ini baru lah awal karena tantangan selanjut nya adalah tantangan yang sebenar nya.
Entah dia dapat menghadapi nya atau tidak, dia merasa kan ada 3 orang dengan kecepatan tinggi terbang ke arah nya.
Mata nya terbuka, tatapan tajam tampak menghiasi wajah nya ubah sempurna. Dia tampak seperti seorang Dewa Perang yang menguasai seluruh peperangan.
__ADS_1