PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
280. Mengusir Ye Lu


__ADS_3

Keesokan hari nya, istana sudah dalam keadaan yang tak berbahaya. Tapi beberapa penjaga meninggal serta beberapa bangunan istana hancur dan gosong.


Ini membuat kemuliaan yang telah bertahun tahun atau bahkan puluhan tahun melapisi istana itu menghilang dalam sekejap karena ulah Zhang Wei.


Saat ini Ye Lu sedang duduk di kursi kebesaran nya dengan ekspresi marah dan geram.


"Sialan ! Bocah ingusan itu ! " Geram nya dengan marah.


Pranggg


Vas bunga yang berada di samping nya pun ikut merasa kan emosi nya yang meluap luap, wanita yang biasa mengipasi nya serta memijat nya pun memasang wajah ketakutan.


Sudah berapa banyak barang yang hancur di tangan tuan muda mereka hari ini, mereka takut jika mereka mendekat maka mereka lah yang akan di jadi kab pelampiasan.


"Tuan, total nya ada 3 bangunan yang hancur dan bagian utama istana yang hancur sedikit di bagian depan. 30 anggota kita mati terbakar hingga hangus dan 107 luka parah , 301 luka ringan. " Kata bawahan nya.


"Sialan...... Zhang Wei itu memang harus ku hancur kan. " Geram nya sambil mengcengkram kursi.


"Ha ha ha, aku bingung kenapa telinga ku terasa gatal dari tadi pagi. Ternyata Tuan Ye yang dari tadi memanggil nama ku. " Kata seorang pemuda dengan nada menantang.


"Zhang Wei ! Kau yang datang ke sini, maka jangan repot repot untuk pergi !" Teriak Ye Lu langsung berdiri.


"Aku tidak pernah bilang kalau aku ingin pergi, apa kah kah begitu kesepian sampai sampai meminta ku untuk menemani mu ?" Tanya Zhang Wei dengan seringai.


Dia mengangkat pedang Jiwa Naga nya dengan penuh kebanggaan, wajah Ye Lu tampak sedikit pucat.


Seperti nya sepak terjang Pedang Jiwa Naga sudah terdengar sampai ke telinga Para Iblis Besar. Dia jadi merasa terhormat.


"Tuan Ye, apa kah Anda tahu kenapa ini bisa menjadi berwarna merah ?" Tanya nya.


Ye Lu terlihat diam saja dan terlihat sedikit bingung tapi berusaha untuk menyembunyikan nya.


"Ini karena aku menghancurkan satu Kekaisaran secara langsung, aku ingin melihat apa kah jika aku membunuh semua yang ada di sini, pedang ku akan berubah menjadi hitam ?" Tanya nya.


"Kau ! Jangan coba coba berpikir untuk melukai bawahan ku !" Teriak Ye Lu.


"Itu semua tergantung kepada kekuatan Tuan Ye. Jika Tuan Ye memiliki kekuatan maka seluruh bawahan anda akan aman, jika diri mu tidak memiliki kekuatan yang cukup maka....... " Dia tidak melanjut kan tapi menyeringai.


Ye Lu terlihat sedikit berkeringat dingin, dan tangan Iblis pria itu yang mengenggam pedang itu terlihat sedikit gemetar.


"Jadi, aku harap Tuan Ye tidak menahan kekuatan nya. " Ucap nya memanas manasi.


"Potongan Anggur Kegelapan !" Ucap Ye Lu langsung.


Kegelapan menyebar dan membuat pandangan nya menjadi lebih pendek, ini membuat nya sedikit mengerut kan dahi sebelum kembali tersenyum.


Dia yakin, dengan ekspresi nya yang tenang dan di penuhi senyuman akan membuat Ye Lu lebih ragu ragu.


"Apa kah kau hanya bisa mengeluarkan ini saja ?" Tanya nya mengejek.


"Diam ! Aku ingin melihat mu bagai mana bisa keluar dari Asap Kegelapan ini. " Kata Ye Lu dengan dingin.

__ADS_1


"Humph, permainan anak anak. " Balas nya.


Kretakk


kretakk


Suara pecahan seperti suara kaca hancur terdengar ke seluruh penjuru istana, Zhang Wei dengan mudah membelah dua asap kegelapan.


Setelah berhasil di belah dua oleh nya, asap kegelapan itu perlahan lahan hancur dan menghilang.


Ye Lu tampak sedikit gugup melihat ini, karena bagai mana pun Potongan Anggur Kegelapan adalah salah satu jurus andalan nya untuk melawan orang lain.


"Sekarang, adalah giliran ku untuk menyerang. Pedang tanpa Tanding !" Teriak nya, pedang nya maju dengan kecepatan yang tak tertandingi.


Ye Lu yang tidak menyangka kecepatan pedang nya langsung kewalahan menyambut pedang nya. Suara tabrakan pedang terdengar mengalun dengan indah.


Seolah olah mereka sedang bermain alat musik, gerakan mereka berdua tidak terlihat oleh orang dari jauh.


Tapi jika di perhatikan dari dekat, maka akan terlihat jika gerakan pedang nya sangat baik, anggun dan tanpa celah.


Bruakkkk


Ye Lu terlempar ke belakang dengan kejam dan menghantam dinding.


"Aku tidak percaya kalau aku akan kalah begitu saja !" Teriak Ye Lu.


"Ck, di lihat dari sini saja sudah jelas siapa yang menang dan siapa yang kalah. " Ejek nya.


Dia bisa merasa tenang bertarung di sini karena kakak nya, Zhang Luo sudah menyuruh beberapa warga yang tinggal di dekat istana untuk pindah sementara.


Dia maju dan kembali beradu pedang dengan Ye Lu, serangan nya semakin cepat dan cepat membuat Ye Lu benar benar kewalahan.


Traanggh


Suara pedang jatuh terdengar, itu adalah pedang Ye Lu yang terlempar ke luar istana dalam keadaan retak.


"Kau sudah kalah. " Ucap nya.


"Aku tidak menyangka hal ini akan terjadi. " Ucap Ye Lu dengan marah, tiba tiba kegelapan memenuhi penglihatan nya.


Dia diam saja setelah beberapa saat, baru lah dia membuang asap kegelapan ini.


"Bukan kah tidak seru jika aku membunuh nya di sini ? Kita akan bertemu lagi di pertarungan nyata nanti. " Ucap nya dengan senyum miring.


Dia mengeluarkan pasukan lotus yang sedang berdiri dengan senjata mereka.


"Bunuh semua nya yang ada di sini, jangan sampai ada yang tersisa. " Perintah nya.


"Baik Tuan. " Kata Pasukan Lotus sebelum pergi membagi tugas.


Pasukan Lotus harus di biasa kan untuk membunuh iblis sehingga tidak kaku ketika perang nanti berlangsung.

__ADS_1


Dia berjalan dengan langkah ringan mencari kaka nya, di kejauhan dia bisa melihat Zhang Luo sedang berbicara dengan 9 anak anak yang seumuran dengan Fan Liu Jing.


"Mereka tidak mempunyai rumah, jadi aku memutus kan untuk membawa mereka. " Kata Zhang Luo langsung.


"Hm, ayo masuk ke dalam dimensi. " Ajak nya.


"Baik."


Mereka pun masuk ke dalam dimensi, tapi sebelum nya mereka telah pindah ke dalam penginapan terlebih dahulu.


"Tu Long, di mana mainan baru ku ?" Tanya nya.


"Di ujung sana, aku mengikat nya agak jauh. Agar kedua bocah itu tidak mendengar apa apa ketika kau menyiksa nya. " Kata Tu Long sambil mengacungkan jari jempol nya.


"Baik, terima kasih Tu Long. Aku akan menyelesaikan ini dengan cepat dan bersih. " Ucap nya sambil mengedipkan mata.


Tu Long terdiam sambil memeluk diri nya sendiri, jika Zhang Wei sudah berkata begitu maka bukan kah itu tidak akan berakhir dengan baik.


Dia tidak bisa tidak merasa kasihan dengan nasib Zhang Rui yang sangat malang karena harus berurusan dengan iblis berwujud malaikat seperti Zhang Wei.


"Kira kira apa yang akan di lakukan nya pada pemuda itu ? Tulang patah ? Tangan putus ? Kaki putus ? Tiap inci tulang patah ? Leher putus ? " Tu long merasa dingin menjalar di seluruh tubuh nya hanya karena memikir kan ini.


Di sisi lain, Zhang Wei yang sedang berjalan mendekati Zhang Rui yang di ikat di pohon hanya tersenyum ringan dengan kipas nya.


"Zhang Rui, lama tak bertemu dengan mu. Ternyata kau menjadi semakin berani. " Ucap nya.


"Sialan ! Lepas kan aku !" Teriak Zhang Rui.


"Untuk apa di lepas kan ? Seluruh keluarga mu telah mati dalam keadaan mengenas kan. " Ejek nya.


"Kau ! Dasar tak tahu malu ! Membunuh keluarga sendiri. " Kata Zhang Rui dengan geram.


"Aku ? Membunuh keluarga sendiri ? Itu bukan keluarga ku. Seluruh keluarga ku telah lama mati, lagi pula bukan kah aku tidak berhutang apa pun pada Keluarga Zhang mu ? Ayah ku sudah meninggal, jadi secara langsung aku tidak memiliki keterikatan apa pun dengan keluarga Zhang Mu. "


"Kau hanya bisa menyalah kan diri sendiri karena tidak cukup kuat untuk menyelamat kan keluarga mu. Kau hanya bisa menindas orang yang lebih lemah, padahal dengan bakat mu dan bantuan para iblis maka kau bisa mencapai sesuatu yang lebih tinggi. "


"Kau itu hanya sampah yang menyusah kan orang lain. Jika aku adalah orang tua mu, maka aku sudah akan membunuh mu sejak kau di lahir kan. Jika kau tidak sembarangan menindas, maka aku tidak akan mencari mu dan membunuh keluarga mu. Kau membuat orang ku hidup dengan sulit dan menderita, kau harus membayar itu dengan hidup dalam penyesalan. " Kata nya sambil menyeringai.


Dia tidak akan melukai secara fisik kepada Zhang Rui dan hanya menyiksa mental nya secara perlahan lahan, belakangan ini dia mengetahui kalau cara ini jauh lebih kejam di banding kan kekerasan fisik.


"Aku tidak tahu, apa kah leluhur mu akan memarahi mu atau tidak di alam sana ? Yang pasti mereka akan kecewa karena memilih untuk membesar kan sampah yang tak berguna seperti mu ini. "


"Hidup lah dengan baik dalam penyesalan. Tenang, aku akan membawakan minuman dan makanan setiap hari. Aku ingin melihat, apa kah kau sanggup untuk makan dan minum di atas kematian keluarga mu ?"


Dia melangkah menjauh dan tak memperdulikan teriakan Zhang Rui yang sangat sangat marah. Dia harus menerima bayaran kepada Zhang Rui karena telah membuat mental nya tertekan selama beberapa tahun dulu.


"Apa yang kau lakukan ?" Tanya Tu Long dengan antusias.


"Tidak ada, aku hanya memberi nya beberapa kata kata. "


"Tidak mungkin, jika hanya beberapa kata kata maka tidak mungkin dia menggil seperti itu. " Kata Tu Long sambil memaju kan bibir nya.

__ADS_1


"Aku ingin dia hidup dalam penyesalan. Dia tidak akan mati dengan mudah, seluruh kekuatan mental nya telah hancur. Dia hanya bisa meraung raung terus terusan dan menunggu kematian nya. " Ucap nya dengan kilat mata kejam.


"Kau memang kejam, tidak di ragu kan lagi ini adalah kerjaan mu. " Kata Tu Long.


__ADS_2