
Dia meluruskan kaki nya di kursi panjang yang si sediakan dan memutuskan untuk tidur sebentar karena menurut nya ber kultivasi di sini sangat lah tidak berguna.
Untuk nya yang sudah tingkat 2 ranah bumi, makan 1.000 pil rubah laut tidak akan membuat nya naik tingkat.
Dia harus segera naik ke dimensi menengah dan menciptakan pil yang lebih bermanfaat untuk nya, dia juga berniat meninggal kan 5.000 pil rubah laut untuk provinsi phoenix dan provinsi vermilion selama ia pergi.
Dengan jumlah Qi di sini, ia bahkan tidak dapat membuat kolam Qi nya bertambah sedikit pun karena memiliki banyak faktor, salah satu nya adalah ada sangat banyak orang dan juga Qi di sini sangat tipis bagi nya.
Dia berniat untuk mengarungi dunia luas tanpa bergabung dengan kekuatan manapun nanti nya, karena ia tidak suka terkurung dan di kekang.
Dia akan menyukai apa yang di sukai oleh nya dan dia akan membenci apa yang ia benci, tanpa di kendalikan oleh orang.
"Huh, sebaik nya aku tidur sebentar. Masih ada lebih dari 1 jam. " kata nya dengan mengantuk.
1 jam 15 menit berikut nya.
"Astaga, itu kan nona Yan Yi !!" teriak orang yang membuat nya terbangun dari tidur nyenyak nya.
"Kau benar, nona Yan Yi memang sangat cantik ! Gaun itu tampak sangat cocok dengan nya !!"
"Jika aku dapat istri secantik nona Yan Yi maka aku tidak akan menyesal jika aku langsung meninggal saat itu juga. " Kira kira itu adalah pembicaraan orang orang.
Dia melihat Yan Yi itu, sangat berbeda dengan yang tadi di temui nya. Jika tadi menggunakan baju dengan celana.
Kali ini menggunakan gaun dan rambut nya di ikat rapi, juga Yan Yi menggunakan riasan yang memaksimalkan kecantikan nya.
"Hm, menarik. Tapi tetap saja masih lebih cantik
Xi Rong. Ah kenapa aku bisa tiba tiba ingat dia ya ?" tanya nya dengan bingung pada diri nya sendiri.
"Aku sudah sangat lama tidak bertemu dengan nya, meskipun hanya bertemu sekali tapi itu sangat mengesankan di dalam ingatan ku. " kata nya dengan bingung sambil mengingat ngingat pegawai wanita saat ia masih di desa Fu Yang.
Dia tiba tiba teringat juga kalau nanti akan sangat berbahaya jika dia pergi tanpa persiapan dan rencana yang matang ke dimensi menengah..
Karena menurut nya, ranah bumi hanya lah tingkat rendahan bagi orang orang dimensi menengah.
Berikut adalah tingkat tingkat kultivasi yang akan di lalui nya :
- Ranah Langit
- Kemurkaan Dunia
- Kemurkaan Langit
- Kemurkaan Surga
- Qi Surgawi
- Petir Surgawi
- Petir Raja
Dan masih banyak lagi tingkatan yang belum ia ketahui, karena menurut nya orang seperti kakek Qian, tidak mungkin hanya seorang tingkat Petir Raja. Pasti lah jauh di atas tingkatan itu.
"Hah, wanita itu sungguh menarik. Aku kira ia hanya seorang pegawai biasa. " gumam nya sambil nenyeringai.
"Baik lah, kita akan memulai pelelangan hari ini. " kata Yan Yi.
Yan Yi tampak melihat ke ruangan nya sekilas sebelum mengalihkan pandangan nya lagi.
"Kita akan mulai dari barang pertama !! Pil Giok Bulan, dalam 1 botol ini ada 10 pil dan satu botol berharga mulai dari 5 koin emas. Ada 10 botol di sini dan ini semua di buat secara langsung oleh Grandmaster Alkemis Ling !!" kata Yan Yi dengan senang.
" Harga akan naik ber kelipatan 5 koin emas !!"
"10 koin emas....
15 koin emas......
20 koin emas....... "
"Apakah tidak ada yang ingin menawar lebih dari 20 koin emas ?"
"1.... 2....3..... Pil Giok Bulan botol pertama jatuh kepada ruangan nomor 1." kata Yan Yi.
Dia hanya menghela nafas kesal melihat pil seperti itu saja bisa terjual 20 koin emas, karena untuk membuat 100 pil Giok bulan, hanya membutuhkan bahan kurang dari 1 koin emas.
Bahkan kualitas pil Giok bulan yang di jual nya jauh lebih baik daripada kualitas yang di jual oleh pelelangan.
"Itu sedikit lebih buruk daripada milik guru. " gumam nya kecil.
Dia memejamkan mata karena tidak tertarik dengan barang barang yang di tawar kan oleh pelalangan.
__ADS_1
1 jam kemudian
"Kami akan menawarkan barang yang kami temukan di reruntuhan kuno !!" kata Yan Yi sambil mengeluarkan satu kotak pedang dari cincin penyimpanan nya.
Yan Yi membuka wadah pedang itu dan pedang itu cantik, sangat cantik dengan ukiran kupu kupu dan warna putih yang sangat menarik.
"Ini adalah Pedang Es Spiritual !! Kami akan membuka harga dari 10.000 koin emas dan harga akan naik dengan kelipatan 100 koin emas!!" kata Yan Yi.
Dia langsung tertarik dengan pedang itu untuk memberikan nya pada Hu Yin, karena menurut pengamatan nya, pedang itu bukan lah pedang biasa.
"11.000!" kata ruangan sebelah nya
"11.100!"
"12.000!!"
"13.000!!"
"13.400!!"
"20.000 !" kata seseorang dengan dingin.
Dia hanya menyeringai untuk hal ini sedang kan Yan Yi tersenyum senang karena harga ini melebihi harapan nya.
"Apakah ada yang ingin menawar lagi ? atau pedang ini akan jatuh ke ruangan 15." kata Yan Yi bahagia.
"22.000" kata nya.
Orang orang menahan napas saat mendengar harga yang di tawarkan nya.
"23.000!" kata orang tadi.
"24.000!" balas nya lagi.
"25.000, aku harap kau dapat memberikan nya pada ku. " kata orang dari ruangan 15 dan berusaha menekan nya dengan aura.
Dia menyeringai dan Yan Yi yang melihat itu pun sedikit panik dan marah.
"30.000!" kata nya.
"Maaf sekali tapi aku juga membutuhkan nya. " kata nya tanpa rasa bersalah.
"Kau !!"
Dia hanya tertawa kecil, seorang tingkat 7 ranah jiwa berniat untuk menekan nya, sungguh hal yang lucu sekali.
"Permisi !" Seorang pria masuk sambil membawa Pedang Es Spiritual.
"Oh ini koin nya, terima kasih. " kata nya.
Dia tertawa kecil saat melihat pria berbadan kekar ini berkeringat dingin dan bergetar saat berdekatan dengan nya.
"Pergi lah. " kata nya dengan lembut.
Pria itu memberikan salam dan langsung segera pergi, Yan Yi yang sedang beristirahat langsung di kejutkan oleh kehadiran pria itu.
"Kenapa kau gemetaran seperti itu ?" tanya Yan Yi.
"No.. nona, sebaiknya kita tidak menyinggung orang dari ruangan 12. Menurut ku , lebih baik menyinggung pangeran ke 6 yang ada di ruangan ke 15 daripada orang yang ada di ruangan 12." kata pria berbadan kekar itu dengan cepat.
" Memang nya apa yang di miliki nya sampai membuat mu takut begitu ?" Kata Yan Yi.
"Tidak ada, hanya saja saat aku mendekati tubuh nya, aura nya sangat tajam dan mendominasi, seolah olah ia adalah kaisar. " kata pria itu dengan jujur terhadap apa yang di rasakan nya.
"Ah mana mungkin begitu, sudah lah. " Yan Yi pun berjalan, meski pun berkata begitu ia sendiri tidak yakin.
Dia jadi mengingat nama ruangan yang di berikan oleh Zhang Wei yang bernama 'Huang Di' atau kaisar.
"Siapa sebenarnya diri mu ?" Gumam nya pelan, entah mengapa tambah lama ia merasa kalau Zhang Wei menjadi lebih dan lebih misterius di banding kan dengan sebelum nya.
Di sisi lain, Zhang Wei sedang membuka kotak Pedang Es Spiritual dan mengecek kualitas dari pedang tersebut.
"Lumayan, meskipun kualitas nya di bawa pedang jiwa naga tapi ini masih di atas rata rata. " kata nya dengan senang.
Dia yakin kalau Hu Yun pasti akan sangat senang dengan hadiah yang di berikan nya, dengan begini ia hanya perlu berbelanja sedikit lagi sebelum bisa bertemu dengan kepala pelelangan Mata Elang.
1 jam kemudian
" Kami akan menjual pil baru yang saja di buat oleh Grandmaster alkemis Ling !! Pil Pohon Kehidupan !!! Ini memiliki kemampuan untuk menyembuhkan yang sangat baik !!" kata Yan Yi.
Sedang kan dia hanya memutar bola mata nya malas saat melihat Pil Pohon Kehidupan yang di buat oleh Grandmaster Alkemis Ling.
__ADS_1
" Kata nya dia adalah alkemis terkenal di provinsi gagak emas, tapi nyata nya membuat pil saja hampir tidak bisa di katakan layak untuk di makan. Tapi meskipun begitu, masih banyak orang yang membeli nya. Aku jadi tergiur untuk menjual Pil Rubah Laut yang 100 kali jauh lebih baik daripada pil pohon kehidupan itu. " kata nya sambil berpikir pikir.
Hingga akhir nya acara pelelangan sudah akan habis dan ini adalah barang terakhir yang akan di lelang.
"Perhatian, dari seluruh barang yang tadi di tawarkan ini adalah pedang yang menurut kami paling berharga, Pedang Api Phoenix !!" Dia tampak tertarik dengan Pedang Api Phoenix ini.
Tiba tiba, pedang nya bergetar dan menampakkan seekor naga tua yang tidak lain adalah leluhur Tu Long.
"Beli lah pedang itu, itu adalah pedang yang baik di banding kan dengan ku saat ini. Tapi jika kau berhasil mengumpul kan 100 inti naga monster dan 100 inti naga ilahi maka pedang ini tidak akan terkalahkan. " kata leluhur Tu Long dengan sombong.
"Apa kah itu adalah pedang spiritual ?" tanya nya.
"Hm, itu mengandung jiwa Phoenix api dan Phoenix es, tapi sayang Phoenix es sedang tersegel dan Phoenix api juga tidak dalam keadaan yang baik. " kata leluhur Tu Long dengan serius.
"Kalau begitu berharga, kenapa pihak pelelangan menjual nya ?" tanya nya lagi.
"Itu adalah pertanyaan bodoh, karena tentu saja mereka tidak bisa menggunakan nya dan hanya merasakan aura yang kuat saja. " kata leluhur Tu Long dengan wajah meledek.
"Berhenti lah mengejek ku, aku sedang tidak memiliki niat untuk bertengkar dengan mu naga tua. "kata nya dengan dingin.
"Dasar kurang ajar ! Ya sudah, pokok nya kau harus membeli pedang itu ! Aku tidak menerima penolakan!" kata Leluhur Tu Long tegas.
Lalu leluhur Tu Long pun akhir nya kembali ke pedang nya lagi. Dia menghela nafas berat melihat sikap leluhur Tu Long yang seperti anak anak itu.
"Kenapa aku merasakan yang di dalam pedang itu bukan lah Phoenix melainkan naga. Jangan jangan itu adalah kekasih naga tua itu. Ah jangan pikirkan lagi. " kata nya pusing.
Sedang Yan Yi sedang tersenyum senang saat melihat antusias dari para penonton untuk Pedang Api Phoenix.
"Aku akan melelang pedang ini dari harga 50.000 koin emas dengan kelipatan 1.000 koin !!" kata Yan Yi.
Saat mendengar harga yang di buka, banyak orang langsung memilih mundur. Karena menurut mereka untuk sebuah pedang mereka harus membuang buang 50.000 koin emas adalah sebuah pemborosan.
Sehingga yang saling menawar hanya lah yang memiliki ruangan pribadi.
"52.000!" kata ruangan 3
"53.000" kata ruangan 7
"54.000"
"60.000! " kata Ruangan 15 lagi.
"Apa kah masih ada yang ingin menawar ? Atau pedang ini akan jatuh ke tangan ruangan 15 !!" kata Yan Yi.
"62.000!" kata nya dengan dingin.
" Kau lagi, kau lagi. Mengalah lah untuk pangeran ini !!" kata orang yang ada di dalam ruangan 15.
"Kenapa aku harus mengalah pada mu pangeran ke 5 ? Sungguh menarik sekali !! Seorang pangeran ingin menggunakan status nya untuk menekan aku yang lemah ini. Padahal ini lelang yang dapat menawar harga lebih tinggi akan mendapat barang nya. " kata nya.
"Apa kah itu benar nona Yan Yi ?" Tanya nya lagi.
"Itu benar !!" Kata Yan Yi serius.
"Kau, tunggu saja. Aku akan menghabisi mu di kompetisi 3 provinsi, apa kau ikut atau tidak ?"
"Aku ikut, kita akan bertemu nanti pangeran ke 5 , ingat nama ku Yi Yang !!" kata nya dengan tegas.
Untuk saat ini ia harus menyembunyikan nama nya supaya permainan dengan pangeran bodoh ini menjadi lebih seru.
"65.000!" Kata Ruangan 15.
"70.000 koin emas !!" kata nya.
Tidak ada jawaban lagi dari ruangan 15 sedang kan wajah Yan Yi sedikit mengerut karena berpikir kalau pedang ini dapat terjual dengan harga lebih dari 100.000 koin emas.
"Baik lah, pelelangan ini sudah selesai. Silakan kembali lagi untuk acara pelelangan selanjut nya. Sedang kan tuan di ruangan 12 , silakan ikut aku ke belakang untuk melakukan pembayaran. " kata Yan Yi.
Dia menunggu orang sudah sepi, baru lah ia keluar. Tatapan nya bertemu dengan pangeran ke 5 yang sedang menatap nya dengan rasa permusuhan yang tinggi.
Dia berjalan ke belakang panggung dan mengikuti Yan Yi, hingga memasuki ruangan seorang wanita.
"Kakak, orang ini adalah orang yang membeli Pedang Api Phoenix. Dia juga ingin berbicara kepada mu. " kata Yan Yi.
"Ini koin emas nya. " kata nya sambil menyerahkan sekantung koin emas pada kakak Yan Yi.
"Ini pedang mu, pertama tama perkenalkan aku adalah Yan Ling. Aku sudah tahu mengenai diri mu sedikit, ini adalah barang yang di titipkan oleh pangeran ke 7." Dia mengambil nya dan membalik kan badan.
Tepat saat ia membuka pintu, Yan Ling lagi lagi berbicara pada nya.
"Apa kau tidak takut menyinggung pangeran ke 5 ?" tanya Yan Ling.
__ADS_1
"Kalau aku bilang aku bahkan berani untuk menyerang istana, apa kau akan percaya ? " tanya nya sambil menyeringai.
"Kalau begitu aku pulang dulu. " kata nya meninggalkan kakak adik yang terdiam karena ucapan nya itu.