PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
251. Memetik 3 Bunga


__ADS_3

Zhang Wei menggendong tubuh Shifu nya di punggung nya sampai ke kamar yang berada di lantai 2 paviliun Murong.


Tangan Ju Jiangniang merasa bagian dada Zhang Wei yang membuat tubuh nya gemetar. Dia menjatuhkan tubuh Ju Jiangniang di atas kasur milik wanita itu.


"Shifu, kau diam diam di sini. Aku akan pergi membuat obat untuk mu." kata nya , tapi saat ingin pergi tangan nya langsung di tarik oleh Ju Jiangniang.


"Zhang Wei , kau di sini saja dan temani aku. Aku mencintai mu dengan sangat tulus, bukan hanya ingin memanfaatkan mu !" Teriak Ju Jiangniang dengan gaya yang menggoda.


Cup !


Bibir nya menabrak benda kenal yang tidak lain adalah bibir wanita di depan nya ini. Tanpa di duga duga , Ju Jiangniang memeluk leher nya dan menarik nya.


Jika tangan nya tak menahan maka sudah bisa di pasti kan tubuh nya akan menimpa tubuh mungil Ju Jiangniang.


Ju Jiangniang 'memakan' bibir nya dengan rakus, ini membuat nya kewalahan. Lalu setelah itu , dia di dorong ke bawah oleh Ju Jiangniang.


"Zhang Wei aku sangat mencintai mu , kau tahu itu bukan ? " kata Ju Jiangniang sambil membuka pakaian Zhang Wei satu persatu.


Dia menghilang nafas pasrah , percuma untuk menahan , kekuatan wanita di depan nya ini dua kali lipat lebih kuat di banding kan diri nya.


Dari dalam dimensi , keluar 2 wanita cantik yang menggunakan pakaian tipis.


"Kalian adalah kekasih Zhang Wei ?" tanya Ju Jiangniang dengan sombong.


"Humph, apa peduli mu ?" kata Wang Xirong sebelum maju dan membuka seluruh pakaian di tubuh nya.


"Dari pada nanti kalian bertengkar lagi, lebih baik putus kan siapa lebih dulu." kata nya dengan nafas tertutup putus.


Ketiga wanita itu tampak tersadar sebelum membuat urutan dengan Ju Jiangniang menjadi nomor satu. Dia menimpa tubuh Ju Jiangniang.


Tubuh wanita di bawah nya ini juga sudah tidak memiliki sehelai benang yang tersisa. Dia menghisap gundukan kembar milik Ju Jiangniang dengan rakus seolah olah sedang menghisap permen.


Sedang kan Wang Xirong sedang berusaha untuk membangunkan naga yang tertidur. Dengan lincah lidah nya menjulur dan menjilati nya seperti sedang memakan permen.


Naga yang sebelum nya tidur , menjadi naga yang perkasa dan penuh dengan kekuatan. Setelah melakukan banyak 'pemanasan'.


"Jiangniang , tahan lah sebentar. Kata kan pada ku jika sakit, kau bisa mengcengkram ku atau mencakar ku tapi jangan cakap wajah ku. Nanti kau tidak menyukai ku lagi." Canda nya sebelum mendorong naga perkasa nya untuk masuk ke dalam gua.


Dia merasa ada yang menghalangi naga nya untuk masuk ke dalam gua, dia mendorong naga nya lebih kuat ke dalam.


Creshh


Pelindung gua pun berhasil di tembus, tangan Ju Jiangniang secara otomatis langsung mencengkram punggung nya.


"Apa kah ingin aku berhenti sebentar ?" tanya nya dengan khawatir.


"Tidak apa apa ,lanjut kan saja." kata Ju Jiangniang ,dia melanjutkan dan menghentak kan naga naga nya untuk keluar dan masuk.


"Emh , lebih cepat." kata Ju Jiangniang dengan penuh desahan.


Dia semakin bersemangat mendengar nada indah yang mengalir keluar dari bibir tipis milik Ju Jiangniang.


Selain memompa naga nya dengan kuat, bibir nya mendarat di gunung kembar milik Ju Jiangniang.


"Zhang Wei !!!" Teriak Ju Jiangniang dengan lemah sebelum terkulai dengan lemas ke kasur.


Ju Jiangniang sudah mendapat kan puncak wanita itu tapi naga milik nya belum puas. Wang Xirong langsung maju dan mengelus naga milik nya dengan perlahan lahan.

__ADS_1


"Aku selanjutnya." kata Wang Xirong tanpa malu malu , bahkan sekarang wanita itu tidak memiliki sehelai benang pun yang menempel di tubuh nya.


"Hm." Dia tidak banyak bicara , tatapan nya berkabut dan di penuhi oleh nafsu, tanpa banyak bicara lagi dia langsung mendorong naga nya.


Rasa nikmat menjalar ke seluruh tubuh nya, ini membuat nya lebih bersemangat untuk memompa naga nya.


"Emh Zhang Wei , lanjut kan." kata Wang Xirong dengan penuh kenikmatan.


Setelah selesai dengan Wang Xirong dia mendekati Qing Yu yang sudah siap , dan malam itu adalah malam yang akan di ingat nya seumur hidup.


Keesokan hari nya , 4 orang sedang terbaring tanpa pakaian dengan berbagai cairan. Keempat orang itu terlihat sedang kelelahan.


Hingga akhir nya Zhang Wei bangun dengan wajah mengantuk nya.


"Hoamm , aku benar benar tidak menyangka akan melakukan hal ini secepat ini. Tapi memang tak dapat di gambar kan rasa nya. Pantas saja aku lihat banyak sekali yang datang ke Keindahan Musim Semi untuk melakukan hal ini." Gumam nya sambil memakai pakaian.


Dia tersenyum tipis melihat ketiga wanita yang ada di kasur tanpa sehelai benang pun. Setelah selesai memakai pakaian , dia pergi ke dapur untuk memasak.


"Xirong menyukai Sawi Putih , Qing Yu suka kepiting dan Jiangniang menyukai bakpao kukus, sama seperti ku." kata nya dengan semangat.


Di dalam dimensi , Hu Yin merasa bingung karena tidak bisa melihat keluar.


"Kakak Ling, kenapa kita tidak bisa melihat keluar ?" tanya Hu Yin dengan polos.


Wajah Nangong Ling langsung memerah , dia lah yang menutup pandangan Hu Yin ke luar dimensi.


"Hem karena ada terjadi sedikit masalah. Tapi kau tenang saja , kakak Xirong dan Qing Yu sudah pergi membantu Guru." kata Nangong Lin mencari alasan.


'Dasar guru tak benar, untung saja aku cepat tanggap. Kalau tidak apa jadi nya jika Hu Yin melihat kegiatan nya.' Pikir Nangong Ling dengan kesal.


Memikirkan hal yang di lihat nya tadi malam membuat nya menjadi lebih malu dan kesal.


Grep


Dia menahan tangan Hu Yin dan tatapan mereka pun bertabrakan. Dia terdiam untuk sejenak sambil memperhatikan mata Hu Yin yang sangat indah.


"Ada apa kakak Ling ?" tanya Hu Yin yang menyadar kan nya dari Lamunan.


"Ah tidak apa apa, aku tidak sakit Hu Yin hanya kepanasan. Kau lupa kalau sekarang kita berada di bagian selatan ? Ayo pergi ke utara untuk bermain salju !" kata Nangong Ling sambil menyerat Hu Yin pergi ke utara.


"Hore ! Bermain salju ! Apa kau berubah pikiran kakak Ling ? Kemarin aku mengajak mu dan kau menolak ku mentah mentah." Tanya Hu Yin cemberut.


"Soal itu...... Kemarin aku sedang kelelahan karena berlatih. Jadi sekarang ayo pergi !" kata Nangong Ling yang tak ingin di tanya lebih lanjut.


Di sisi lain , hidangan enak sudah tersedia dalam jumlah besar. Ketiga wanita itu sedang mandi dan berganti pakaian.


Tok tok


Suara pintu di ketuk pun terdengar ini membuat nya mengerut kan dahi.


"Siapa yang datang di pagi pagi hari seperti ini ?" Gumam nya bertanya tanya.


"Siapa itu Zhang Wei ?!" Tanya Ju Jiangniang dari lantai atas.


"Aku juga tidak tahu ! Ini baru mau ku buka pintu nya !" Balas nya.


Dia berjalan menuju pintu , semakin dekat dengan pintu dia mendengar suara dua orang yang sangat si kenal nya.

__ADS_1


"Tetua Lingling, Tetua Lixing. Silakan masuk ke dalam." kata nya dengan sopan.


"Ah ternyata sedang makan makan ya , apa kah kami boleh ikut makan juga ?" tanya Ju Lingling tanpa malu.


"Oh ternyata kalian , aku kira siapa. " kata Ju Jiangniang.


Di dalam sudah ada 4 wanita cantik yang sedang makan , Ju Lingling tidak terkejut dengan kehadiran ke 4 wanita itu.


Berbeda dengan Ju Lixing yang tampak terkejut dengan kehadiran ke 4 wanita itu atau lebih tapi nya Nangong Ling.


Wajah Nangong Ling langsung menjadi dingin saat mengetahui ada yang memperhatikan nya. Ju Lingling langsung cemberut melihat Ju Lixing menggunakan pandangan memuja terhadap Nangong Ling.


Karena cemburu dengan Nangong Ling, Ju Lingling berniat untuk menyenggol kaki Nangong Ling yang sedang berjalan sambil membawa banyak piring.


Dak


Kaki Ju Lingling di tendang pelan oleh Zhang Wei. Wajah Zhang Wei mendingin melihat ada yang berniat untuk mencelakai murid nya.


"Tetua Lingling , aku menghormati mu tapi jangan melewati batas." Peringat nya dengan dingin.


"Aku tidak akan ragu ragu untuk menghancurkan mu jika kau menganggu orang terdekat ku." Lanjut nya lagi dengan tatapan tajam.


Ju Lingling terdiam dan tubuh nya gemetar, baru kali ini wanita itu merasakan aura penindasan yang begitu kuat.


"Sudah sudah , Lingling jangan sembarangan. Ketidakmampuan mu jangan menyalahkan nya pada orang lain." kata Ju Jiangniang ikut memperingatkan.


Ju Lingling tidak berbicara lagi dan langsung pergi dari Paviliun Murong dengan kesal , Ju Lixing pun mengikuti dengan berat hati.


"Maaf kan karena keributan yang di timbulkan oleh teman ku." kata Ju Jiangniang.


"Tidak apa apa , aku tidak akan menganggap masalah kecil itu." kata Nangong Ling dengan ekspresi datar nya.


"Tunggu sebentar, entah kenapa jika di lihat lihat lagi wajah mu ini cukup familiar." kata Ju Jiangniang dengan keheranan.


"Kita pernah bertarung saat di Dimensi Api Hitam." kata Ju Jiangniang dengan jujur.


Meski pun mereka berbincang dengan seru dia tidak berniat untuk ikut berbicara karena ternyata makanan yang dia buat ini sangat enak.


"Nikmati makanan kalian dulu , aku takut nanti makanan ini akan habis dengan cepat." Kata Wang Xirong angkat bicara sambil menunjuk diri nya.


"Aku tidak seganas itu untuk menghabiskan seluruh makanan." kata Zhang Wei.


"Lagi pula kalian harus makan yang banyak , kalian begitu ganas semalam. Lihat lah ini, aku seperti makanan manis yang di kerubungi semut semalam." Goda nya sambil membuka leher nya yang tertutup pakaian.


Tampak lah banyak bercak merah di leher Zhang Wei.


"Eh itu apa ?" Tanya Hu Yin dengan polos.


Semua nya langsung terbatuk batuk dengan canggih mendengar pertanyaan Hu Yin.


"Kalian seharusnya tidak membahas ini di depan anak 9 tahun." kata Nangong Ling dengan wajah memerah.


"Yin'er , kau lupa guru memiliki alergi dengan beberapa jenis makanan, salah satu nya kacang. Kemarin guru makan kacang , itu lah kenapa aku bilang kemarin ada sedikit masalah." kata Nangong Ling dengan otak cerdas nya.


"Ah begitu , aku jadi mengerti. Guru, kau harus lebih perhatikan makanan mu lain kali." kata Hu Yin.


"Eh.... Iya tentu saja Yin' er , terima kasih atas perhatian mu Hu Yin." Kata nya sambil memaksa kan senyum.

__ADS_1


Jujur saja dia lupa kalau Hu Yin masih berumur 9 tahun dengan otak nya yang pintar mengalah kan orang dewasa membuat nya lupa kalau murid nya ini masih kecil.


(Note : Gk berani terlalu jelas juga dan panjang karena takut nya enggak lolos review, tapi yah lumayan lah. Terima kasih semua nya !)


__ADS_2