PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
Chapter 165 - Terluka Parah


__ADS_3

Dia kembali ke penginapan dengan kondisi yang mengenas kan, ia segera melepaskan kekuatan dari garis darah dan Jiwa Naga nya.


Dia memuntah kan darah berkali kali , setelah membilas wajah nya yang di penuhi darah, ia menyender kan tubuh nya di dinding dengan nafas yang tidak stabil.


"Huh, aku seperti nya harus istirahat dulu, terima kasih banyak Naga tua dan maaf kan aku sudah menggunakan satu jiwa Naga mu. " kata nya dengan kesulitan.


"Hm, kau bahkan berbicara sulit tapi sempat sempat nya mengucap kan maaf. Lagi pula ini juga berkat bantuan mu mengumpul kan inti Naga ini." kata Leluhur Tu Long.


Di sisi lain, Qian Bei, Patience, Chastity, Diligence sedang mengikat Sloth dan Wrath.


Sejak tadi, Wrath terus terusan melayang kan sumpah serapah entah pada siapa, mereka tidak sengaja berhasil melepas kan Envy.


Sebenar nya bukan nya tidak sengaja, hanya saja Wrath dan Sloth menggunakan seluruh kekuatan mereka yang tersisa untuk membiar kan Envy pergi memanggil iblis besar lain nya.


"Sialan kalian !! Kalian para Dewa sungguh licik !! Kalian membunuh Envy dan lagi lagi mencabut tanduk nya !!" Raung Wrath.


"Hm ? Membunuh ? Kami semua ada di sini, tidak ada yang lain. Sisa nya menjaga istana, jangan sembarangan menuduh kami. " kata Diligence.


"Aku tidak sembarangan menuduh !! Lihat ini, kristal kehidupan milik Envy sangat redup yang arti nya ia sedang tertidur dengan lelap, di tambah lagi ini ! Kekuatan nya berkurang jauh, arti nya ada yang mematahkan tanduk nya !!" Kata Wrath dengan marah sedang kan Sloth hanya mengangguk angguk kan kepala.


Karena bagai mana pun ia adalah kemalasan sehingga untuk bergerak mau pun berbicara saja malas.


"Kalian tunggu di sini, aku akan pergi melihat. " kata Qian Bei setelah melihat kristal kehidupan milik Envy.


"Kalian bertiga buat mereka tertidur, aku akan pergi untuk melihat keadaan nya. " kata Qian Bei dan langsung pergi meninggal kan Chastity, Patience, Diligence.


Patience : kesabaran


Chastity : Kemurnian


Diligence : ketekunan


Qian Bei dengan panik terbang menuju rumah Wang Xi Rong, Xi Rong yang sedang menyiram perkebunan nya terkejut dengan kehadiran Qian Bei yang tiba tiba.


"Apa kau melihat Envy di sini ?" tanya Qian Bei panik.


"Tidak, aku tidak menemui nya. Bukan kah kalian sudah mengepung nya ?" tanya Xi Rong dengan bingung.

__ADS_1


"Tidak, dia berhasil kabur. Tapi wrath dan sloth mengatakan kalau Envy berhasil di kalah kan oleh seseorang. Sedang kan di dimensi ini tidak ada yang sekuat Envy. " kata Qian Bei.


"Tapi bukan kah kata mu kalau kekuatan mereka turun 50 persen jika di dunia manusia dan dengan tanduk yang di cabut kekuatan nya turun 30 persen ? " tanya Xi Rong lagi dengan santai.


"Masalah nya, setiap orang yang berhadapan dengan nya pasti mengalami rasa iri yang berat meski pun kekuatan mereka jauh di atas kekuatan Envy saat di dunia manusia. Kekuatan Envy sendiri setelah di cabut tanduk nya berada di tingkat Immortality. Dengan kondisi di dunia manusia maka kekuatan nya setidak nya berada di Petir Dewa puncak. " kata Qian Bei.


"Menurut mu, seorang ahli Petir Dewa yang bahkan agak sulit di temukan di dimensi atas dapat datang kemari, di tambah lagi apa mereka mampu melawan rasa iri yang di beri kan oleh Envy, tidak." Kata Qian Bei menjelaskan lagi.


"Kalau begitu hanya ada satu kemungkinan, ia mungkin melawan Zhang Wei. Tapi dengan kekuatan nya saat ini bagai mana mungkin Zhang Wei dapat mengalah kan nya ?" tanya Xi Rong masuk akal.


"Bisa." Jawab Qian Bei dengan wajah muram.


"Maksud mu ?"


"Ia mungkin saja mengambil resiko besar, sebaik nya aku segera ke sana untuk melihat kondisi nya." kata Qian Bei panik.


Qian Bei langsung pergi dan tidak memperdulikan teriakan Xi Rong lagi.


Sesampai nya di penginapan Zhang Wei, ia melihat seorang kakek tua berbentuk roh sedang merawat luka luka Zhang Wei.


Zhang Wei sendiri sedang tertidur dengan lelap, kakek tua itu menatap Qian Bei dengan tajam.


"Ah aku hampir saja melupakan mu, sudah 3 juta tahun bukan ? Kau masih saja tidak melupakan dendam itu. Aku sendiri merasa menyesal karena tidak dapat menyelamat kan nya. " kata Qian Bei dengan wajah menyesal.


Leluhur Tu Long yang mendengar perkataan Qian Bei itu hanya mendengus dingin.


"Kalian para Dewa, tidak ingin terluka sehingga menyuruh tuan ku untuk melawan para Iblis itu sendirian. Sedang kan saat tuan ku terluka parah, kalian tidak membantu sedikit pun ! " Teriak nya.


"Siapa bilang tidak membantu nya ? Kami memang tidak bisa menyembuhkan nya, karena pada saat itu kami para Dewa sedang berada di masa kegelapan yang arti nya kekuatan kami berada di titik terendah. Hanya saja kami sempat bertemu dengan nya di saat saat terakhir. " kata Qian Bei.


"Jadi.... Dia benar benar sudah mati ? " tanya nya dengan tidak percaya.


"Ya, hanya saja kami mengabulkan permintaan kecil nya. Karena kau pasti tahu kalau ia pada awal nya tidak dapat bereinkarnasi kan ? Pada saat terakhir dia meminta untuk bereinkarnasi kembali. Saat mendengar itu aku dan kakak ku langsung menemui 'Yang Maha Kuasa' untuk memohon supaya ia bisa di reinkarnasi lagi dan sekarang reinkarnasi nya sudah tiba. Ia akan menguasai dunia sama seperti ia yang dulu. " kata QianBei sambil tertawa.


Han Feng, seorang anak muda yang selalu penasaran dengan dunia luar. Memiliki bakat yang mengerikan sehingga di menjadi buronan di mana pun ia tinggal.


Orang orang tidak ingin ia hidup supaya tidak mengancam posisi mereka, sehingga memaksa Han Feng untuk berpindah pindah.

__ADS_1


Selama berpindah pindah itu, ia tidak sendirian melain kan di temani oleh seekor Naga muda. Ia yang memberi kan nama Han Long pada naga muda itu.


Dan sejak itu lah ia bisa mengelilingi dunia hingga tumbuh dewasa menjadi pria yang menawan dengan kekuatan yang besar.


Ia bahkan bisa menjadi Dewa di umur nya yang ke 300 , dia pun di angkat menjadi Dewa yang paling muda di dalam sejarah.


Han Feng selalu berada di garis paling depan kalau masalah untuk melawan Iblis hingga akhir nya ia masuk ke dalam perangkap yang di buat oleh Iblis.


Para Dewa yang sedang berada di masa kegelapan tidak dapat berbuat apa pun, Han Feng ini sedikit berbeda dari Para Dewa lain.


Jika Dewa lain mengalami masa kegelapan yang datang 10.000 tahun sekali maka ia tidak mengalami nya.


Karena ia berasal dari manusia bukan dari keturunan Dewa.


"Reinkarnasi ? Dimana reinkarnasi nya sekarang ? Apa kah hidup dengan baik ? Apa kah masih di kucil kan seperti dulu ?" tanya Han Long dengan sendu.


"Tidak tentu saja, kau sendiri melihat nya. Aku rasa ia selamat karena bantuan mu juga. " kata Qian Bei sambil tersenyum penuh makna.


"Maksud mu siapa ? Bocah buruk rupa ini ? Ia melawan Iblis dan mengingatkan ku dengan dia, sehingga aku meminjamkan satu jiwa naga ku. " kata Han Long.


"Dia menggunakan sebuah kekuatan misterius yang ada di dalam tubuh nya hanya saja kalau menurut ku, ia saat ini belum dapat menggunakan nya untuk waktu yang lama. Tubuh nya tidak sanggup menahan tekanan yang mendominasi itu." kata Han Long.


"Apa kau masih tidak mengerti juga ? Dia ini adalah reinkarnasi tuan mu, Han Feng. Orang yang memiliki sejarah paling baik di dunia ini." kata Qian Bei dengan kesal.


"Apa ?! Bagaimana mungkin ? Tapi aku tidak merasakan sedikit pun kemiripan, jika dia sangat kalem, anak ini sangat pecicilan dan sangat cepat berubah perasaan. " kata Han Long tidak percaya.


"Hm itu karena sedikit kesalahan dari Diligence, tapi ini memang reinkarnasi tuan mu. Lalu soal masalah tidak ada kemiripan adalah karena aku mengubah garis darah kaisar nya. " kata Qian Bei.


"Kalau kau mencabut garis darah kaisar nya, bagaimana ia akan bertumbuh dengan baik ?!" Bentak Han Long marah.


"Tenang kan diri mu, aku sudah memberi kan garis darah paling baik yang ada di dunia ini. Karena bagai mana pun ia akan membantu kami nanti. " kata Qian Bei sambil tertawa.


"Jangan bilang.... Garis Darah Tuhan !" Teriak Han Long yang langsung di bekap oleh Qian Bei.


"Diam !!" kata Qian Bei dengan marah.


"Pkpkk, lepas kan tangan mu !" Raung Han Long.

__ADS_1


Mereka terus bertengkar hingga sebuah suara mengejut kan merek berdua.


__ADS_2