
Kedua pedang itu terus bertarung dengan sengit bahkan membuat badai angin kecil di samping mereka yang membuat semua ternganga.
Semua nya merasa kagum dengan pertarungan yang sangat menakjubkan itu. Mereka yang melihat pertarungan itu yakin kalau pertarungan itu akan menjadi salah satu sejarah pertarungan paling sengit sepanjang masa.
Cresshh
Suara tubuh yang di tembus pun dapat di dengar oleh mereka. Darah menetes dari kabut di atas, ini membuat pihak Zhang Wei merasa cemas terutama Xi Rong.
Xi Rong berjongkok dengan mata yang memerah, dia hanya bisa berharap yang terbaik untuk Zhang Wei.
Buk
Suara jatuh pun terdengar, kedua orang jatuh dengan pedang yang saling menancap satu sama lain.
"Kau kalah. " Gumam Zhang Wei dengan pelan dan darah yang berada di sudut mulut nya.
Sedang kan Jiao Yun memuntah kan darah dengan Pedang Jiwa Naga yang menancap di jantung nya, darah mengalir deras.
"A... aku tidak menyangka kalau aku akan kalah dengan anak kecil seperti mu. Aku mengakui kekalahan ku, aku rasa kematian tidak terlalu buruk untuk hidup seperti ini. Tolong beri kan surat ini kepada Jiu Zhi dan kata kan kalau aku mencintai nya. " Kata Jiao Yun dengan air mata yang menetes deras dan menyerah kan sebuah surat kepada Zhang Wei.
"Dulu, aku ingin memberikan surat itu secara pribadi pada nya. Tapi seperti nya aku tidak memiliki waktu lagi untuk itu, maaf kan aku Jiu Zhi. Aku yang seperti ini, tidak layak bagi mu. " Gumam Jiao Yun sebelum kembali memuntah kan seteguk darah.
Zhang Wei melepas kan genggaman nya pada Pedang Jiwa Naga, Jiao Yun jatuh ke tanah dalam posisi telentang dan tangan yang berusaha untuk menjangkau langit.
Sebelum benar benar menghembus kan nafas terakhir nya, dia memuntah kan seteguk darah sambil berusaha untuk mencabut pedang yang menancap dalam di bahu nya.
__ADS_1
Setelah berhasil melepas kan pedang itu, tubuh nya langsung ambruk ke tanah tapi sudah lebih dulu di tahan oleh Xi Rong.
"Zhang Wei ! Zhang Wei ! Kau tidak boleh meninggal kan ku ! Zhang Wei !" Teriak Xi Rong dengan air mata, dia tersenyum tipis.
Tangan nya terangkat dan menyentuh pipi Xi Rong yang di lapisi oleh air mata, dia menyeka air mata itu dari wajah cantik Xi Rong.
"Jangan menangis, kau akan menjadi jelek apa bila sedang menangis. Melihat air mata mu membuat ku merasa sedih, jangan menangis lagi. Aku baik baik saja. " Gumam nya dengan pelan sebelum pandangan nya menjadi sepenuh nya kabur, yang dia dengar kan hanya lah teriakan teriakan histeris milik Xi Rong.
Sebelum akhir nya suara itu benar benar hilang dari indera pendengaran nya. Jiwa nya seperti tenggelam ke dasar laut yang dalam.
Benar benar jatuh ke tempat yang di penuhi dengan kegelapan. Rasa dingin menjalar ke seluruh tubuh nya, rasa sakit yang menempel di jiwa nya juga perlahan lahan menghilang.
Saat ini, yang di rasa kan oleh nya hanya rasa kekosongan, kesepian, kegelapan, ketakutan dan rasa putus asa yang sangat besar.
Sebuah kekuatan asing juga tampak nya menarik jiwa nya untuk pergi ke tempat yang jauh lebih gelap dan jauh. Dia berusaha melawan kekuatan asing itu, tapi sayang nya dia tidak memiliki kemampuan untuk itu.
Di sisi lain, Xi Rong menangis kencang sebelum akhir nya menyimpan surat yang di pegang oleh Zhang Wei.
Dia menyender kan tubuh Zhang Wei ke salah satu pilar Istana, sebelum berdiri dan menatap ke arah 10 tetua Lembah Hantu Kematian dengan marah.
Xue Fenghuang berniat untuk membantu tetapi di tahan oleh Feng Taoran.
"Biar kan dia, dia ingin melampias kan kemarahan nya. Kematian sebenar nya tidak seburuk yang di bayang kan, tapi sayang nya mereka tidak pernah merasa kan nya sehingga menganggap itu adalah hal yang sangat mengerikan. "Ucap Feng Taoran.
"Tapi, dia akan mati kalau dia menghadapi semua nya sendiri. " Kata Xue Fenghuang memberontak.
__ADS_1
"Tidak akan, saat merasa marah pada batas tertentu maka tubuh akan mengerahkan seluruh kekuatan terpendam. Lagi pula, para tengkorak itu tidak akan banyak melawan. Mereka sudah terluka parah karena formasi tadi. Lalu, sudah ku bilang, kematian tidak terlalu buruk. " Kata Feng Taoran.
"Tidak terlalu buruk kepala mu ! Itu karena kau sudah mati 2 kali ! " Kata Xue Fenghuang dengan marah.
"Jangan lupa Fenghuang, kau juga sudah pernah merasa kan apa itu kematian meski pun tidak lama. " Ucap Feng Taoran dengan tenang.
"Kematian adalah hal yang paling buruk yang pernah ku rasa kan. Semua nya terasa dingin dan penuh dengan keputus asaan !" Teriak Xue Fenghuang.
"Lalu ? Kau hanya tinggal selama beberapa hari di akhirat. Bagai mana dengan ku yang sudah tinggal lebih dari 100 tahun di akhirat ? Hidup dan mati bukan lah hal yang penting lagi bagi ku. Itu bukan lah hal yang mengejut kan atau membahagiakan atau bahkan menyedihkan. " Kata Feng Taoran dengan tatapan rumit sebelum melepas kan tangan Xue Fenghuang.
Xue Fenghuang terdiam dan menatap Xi Rong dengan tatapan khawatir. Tapi setelah itu dia merasa tenang melihat apa yang di lakukan oleh Xi Rong.
Di sisi lain, Xi Rong yang tidak mengetahui kalau diri nya menjadi topik perdebatan antara Xue Fenghuang dan Feng Taoran hanya menatap para tetua Lembah Hantu Kematian dengan penuh kemarahab.
Dia merasa kalau tubuh nya mengeluarkan sebuah ledakan kekuatan, dia mengangkat kedua tangan nya sejajar dengan dada.
Para tetua itu mengeluarkan cahaya hijau dari tubuh mereka, yang terbang menuju tangan Xi Rong. Cahaya itu terus menerus di serap oleh tubuh Xi Rong.
Cahaya terang menyelimuti tubuh nya, angin bertiup sangat kencang. Rambut panjang nya berkibaran, tubuh nya mulai terasa melayang.
Para tetua itu terus menerus meraung sebelum jatuh ke tanah dalam posisi berlutut. Mata nya memancar kan cahaya hijau terang.
Tubuh para tetua itu berubah menjadi seperti kayu kering tanpa ada nya tanda kehidupan, karena seluruh aura kehidupan yang di miliki oleh mereka telah di serap oleh nya sampai kering.
"Arghhh !" Dia meraung, angin kencang entah dari mana datang nya menghempas tubuh para tetua yang sudah tak bernyawa itu.
__ADS_1
Dia jatuh ke tanah sambil menggenggam dada nya yang terasa sakit dan sesak. Air mata kembali menetes dari mata nya yang indah ketika melihat kondisi Zhang Wei.