
"Pedang Angin Barat : Tahap 6 !" Teriak nya yang membuat angin terdorong untuk menyerang leluhur yang di lawan nya saat ini.
"Siapa nama mu ?" tanya nya.
"Yun Liao !" Kata leluhur itu.
Dia melakukan gerakan berputar, Yun Liao yang melihat itu langsung memasang posisi untuk bertahan. Tapi sayang nya ia terkecoh, karena Zhang Wei bukan ingin berputar melainkan menendang nya dengan kuat.
Zhang Wei tersenyum bangga, tapi meski pun begitu ia tidak mengurangi tendangan nya sama sekali.
"Kekuatan mu meningkat jauh, apa kau menggunakan obat terlarang atau menggunakan seni bela diri terlarang ?" tanya Yun Liao penasaran.
"Obat terlarang ? Apa itu ?" tanya nya balik.
Bukan nya pura pura polos hanya saja ia memang tidak tahu apa itu obat terlarang. Ia baru kali ini mendengar nya.
"Obat yang bisa membantu menguat kan kekuatan beberapa kali lipat tapi dengan bayaran yang besar seperti masa hidup atau apa pun itu. " kata Yun Liao.
"Benar kah ada obat seperti itu di alam semesta ini ? Sungguh menarik. " Balas nya dengan senang.
Dia terus menyerang Yun Liao dengan pedang nya dan perlahan lahan energi Yun Liao pun berkurang secara terus menerus dan tangan nya berubah menjadi hitam.
Byurr
Yun Liao memuntah kan seteguk darah dengan darah yang berwarna hitam.
"Apa yang terjadi dengan ku ?! Kenapa tangan ku berubah menjadi hitam seperti ini ?!" Tanya Yun Liao histeris.
"Itu arti nya racun yang sudah ku berikan sejak tadi, sudah berkembang biak di dalam tubuh mu. " kata nya dengan senyum tenang.
"Kau ! Kau memiliki wajah yang indah tapi dengan hati yang busuk ! Kau tidak layak menggunakan wajah itu !" Bentak Yun Liao dengan marah sambil memegang dada nya.
"Siapa kau ? Kau hanya lah mayat busuk yang hidup sedikit lebih lama dengan mengorbankan ratusan nyawa orang lain. Kau tidak layak untuk menilai ku. " kata nya lagi.
"Tunggu lah sebentar lagi karena tubuh mu akan segera berubah menjadi debu dan kau akan hancur termasuk dengan jiwa mu. " kata Zhang Wei yang membuat Yun Liao bergidik ngeri.
__ADS_1
"Saudara Liao !" Teriak yang lain saat melihat tubuh Yun Liao yang berubah menjadi debu dan keluar lah ulat ulat hitam dengan bau busuk yang menyengat.
"Sayang sayang ku, kembali lah ke tempat tinggal kalian. " panggil nya dengan penuh kasih sayang.
Ulat ulat itu menurut dan masuk ke dalam dimensi yang terhubung dengan jiwa nya. Jika ada yang bertanya kenapa ia tidak menggunakan ke 2 phoenix nya.
Maka ada 2 alasan untuk melakukan itu, alasan pertama ia takut phoenix nya akan terluka saat di kepung oleh jutaan orang.
Alasan kedua adalah kedua phoenix nya sedang dalam pelatihan tertutup dan tak bisa di ganggu gugat.
"Kau !" leluhur yang melawan Xi Rong berusaha untuk melepas kan diri, tapi Xi Rong malah membunuh nya.
Untuk yang bertanya tanya kenapa ia bisa memiliki cacing cacing imut tapi mengerikan itu adalah karena itu adalah kesalahan.
Ia salah dalam meracik racun, sehingga saat ia memberikan racun pada cacing itu. Mereka menjadi semakin kuat bukan nya mati.
Tubuh mereka juga menjadi sangat menyengat bau nya, ia yang bingung kegunaan cacing itu berniat untuk membunuh mereka.
Cacing itu berjumlah sekitar 11 ekor, saat itu kebetulan lewat seekor tikus. Cacing cacing itu langsung mendekati tikus itu dan tikus itu berubah menjadi abu.
Semenjak itu ia mulai menyuruh mereka untuk menilai kemampuan mereka, Kebetulan para cacing itu menurut pada nya dan kedua phoenix.
Kalau menurut laporan kedua phoenix, cacing cacing itu tidak menganggu mereka saat mereka sedang ber kultivasi.
Kadang kadang juga Phoenix itu bermain dengan para cacing itu. Awal nya ia tidak berharap banyak kalau para cacing itu bisa membunuh salah satu leluhur Sekte Pedang Surgawi.
Kata Lin Yi, para cacing ini juga menyerap Qi yang ada di dalam dimensi nya guna untuk berkultivasi.
Ia yang mendengar itu hanya menghela nafas, bingung harus melakukan apa karena baru kali ini bertemu dengan kasus seperti ini.
Xi Rong tidak mengetahui sama sekali masalah cacing cacing ini. Cacing cacing ini tidak makan banyak, melain kan tanaman beracun yang ada di dimensi nya.
Tanaman itu bernama Rumput Racun, rumput ini memiliki ciri khas warna yang mencolok dan itu tumbuh dengan subur di dimensi nya.
Cacing itu sangat senang dengan rumput Racun. Seperti di berikan makanan mewah, ia membiar kan para cacing itu untuk makan sepuas nya.
__ADS_1
30 menit kemudian
Semua nya sudah selesai, ia menghela nafas lega sebelum jatuh lemas ke batu besar yang ada di dalam gua.
Ia memakan banyak Pil Penambah Qi bahkan mungkin sudah menyentuh angka 50 . Ia mengeluar kan 1 guci arak dari dalam cincin ruang nya.
Dia meminum nya dengan rakus seperti tidak pernah di beri kan minuman. Xi Rong menatap nya dengan penuh rasa bersalah.
"Maaf kan aku karena gagal menjalan kan misi ini dan membuat mu repot seperti ini. Karena seharus nya kami menyelesaikan ini dulu sebelum kami membantu ke sana. " kata Xi Rong dengan rasa bersalah.
"Tidak perlu merasa bersalah, dengan pasukan bantuan semua nya sudah selesai. Lagi pula kondisi di sana sama sekali tidak buruk. Aku yakin jika kita ke sana sekarang maka mereka pasti sudah selesai juga. " kata nya dengan lembut.
Ia hanya sedikit kelelahan karena menggunakan garis darah nya, penggunaan nya sudah mencapai maksimal.
"Ayo kita pergi ke Sekte Pedang Surgawi. " ajak nya.
Untuk penyerangan di gua ini, tidak memakan korban sama sekali dari pihak nya. Semua nya bekerja sama dengan baik.
"Kerja bagus kalian semua. " Ucap nya pada 10 orang yang di bawa nya.
Mereka hanya mengangguk dengan hormat, tubuh mereka sudah sembuh setelah mendapat perawatan langsung dari Zhang Wei dan Xi Rong.
Dia memberikan mereka masing masing 100 kristal roh menengah.
Dia menatap bingung pada patriark patriark yang menatap nya dengan penuh harap.
"Kenapa ? kalian ingin juga ? Bukan kah kalian kepala sekte ? Apa kalian se miskin itu ? " tanya nya dengan sarkas.
Langsung saja semua nya memasang wajah sedih, akhir nya ia memberi mereka semua masing masing 100 kristal roh menengah.
Mereka berjalan kembali tanpa istirahat, tubuh mereka di penuhi dengan darah. Itu bukan lah darah mereka melainkan darah para leluhur Sekte Pedang Surgawi.
Sesampai nya di sana, semua nya sudah selesai. Terbentuk lah sungai darah di depan gerbang Sekte Pedang Surgawi.
pasukan melakukan pesta kecil kecilan untuk merayakan kemenangan mereka.
__ADS_1
bonus : 2 /2
maaf untuk chapter ini agak pendek hanya 1.040 kata.