
Keluarga Zhang saat ini sangat jauh berbeda dengan yang berada di ingatan Zhang Wei. Saat ini, diri nya dan Zhang Luo sedang menatap bangunan Keluarga Zhang yang sudah di pindah kan menuju Provinsi Gagak Emas.
"Mereka sekarang sangat berbeda. " Kata Zhang Luo.
"Ya, bisa di bilang posisi mereka saat ini di topang oleh darah orang orang yang di tindas oleh mereka. " Kata nya, dengan mata dingin tanpa emosi.
Dia melihat Zhang Rui keluar dari dalam Keluarga Zhang, pemuda yang dulu merupakan bocah ingusan berubah menjadi seorang pria dewasa dengan wajah seperti preman pasar.
Pengemis langsung lari ketakutan saat melihat tampak Zhang Rui, sayang sekali ada seorang anak kecil yang mungkin baru berumur 11 tahun di tahan oleh Zhang Rui.
Saat ini, anak itu di injak di bawah sepatu si bajingan Zhang Rui.
"Ayo kita turun ! Kakak, kau harus segera memberi anak itu pertolongan atau aku takut nyawa nya tidak akan tertolong. " Kata nya.
"Ya , aku mengerti. Kau bisa bermain dengan puas pada musuh lama mu. " Kata Zhang Luo dengan penuh makna.
"Ck.... seorang sampah yang hanya bisa menindas orang lain ingin menjadi musuh ku, apa kah dia layak ?" Tanya nya dengan nada sinis.
Zhang Luo hanya terkekeh sebelum menarik tangan nya untuk langsung ke tempat Zhang Rui.
Shiuttt
Suara benda yang melewati udara dengan kecepatan tinggi terdengar di telinga nya dan kakak nya.
Buk
Batu dengan kuat menghantam kepala bawahan Zhang Rui.
"Siapa yang melakukan ini ?!" Teriak Zhang Rui dengan marah.
"Aku yang melakukan nya. " Ucap nya dengan gaya yang elegan.
"Kau ? Siapa kau ? Zhang Wei ?!" Teriak Zhang Rui dengan terkejut.
"Aku senang kau masih mengingat ku. " Ucap nya.
"Ha ha ha langit memang memberi ku jalan untuk balas dendam ! Sekarang, aku tidak lemah seperti dulu lagi. Aku akan membunuh mu ! " Teriak Zhang Rui marah.
"Lingkaran Hitam Iblis ! " Raung Zhang Rui sambil menerkam nya.
"Ck, aku ketakutan. " Ucap nya dengan nada mengejek.
Lingkaran hitam terbentuk di sekeliling tubuh ny, dia hanya menatap malas.
"Ha ha ha , lihat lah kau bahkan tidak melawan. " Kata Zhang Rui dengan sombong.
"Seperti nya kau hidup dengan baik belakangan ini. " Ucap nya.
__ADS_1
"Tentu saja, aku hidup dalam kemewahan. Apa kau menyesal karena sudah menyinggung ku ? Aku akan menerima mu jika kau berjalan mengelilingi kota sambil merangkak seperti anjing dan bersujud seratus kali di hadapan ku. " Kata Zhang Rui.
"He he he, kau memang pintar melucu. Aku akan memberi tahu mu, apa itu kekuatan yang sebenar nya. " Dia menyeringai.
Dalam waktu singkat, aura mengerikan keluar dari tubuh nya.
Prangg
Lingkaran hitam di sekeliling nya hancur berkeping-keping. Zhang Rui terlihat terkejut, pria bajingan itu perlahan lahan berjalan mundur karena takut dengan aura yang di keluar kan oleh Zhang Wei.
"Jangan mendekat ! Jangan mendekat !" Teriak Zhang Rui sambil menghancurkan sebuah giok berwarna biru.
Tidak lama, dari dalam Keluarga Zhang keluar lah seorang pria paruh baya dengan kumis tipis. Pria ini bahkan lebih mirip seperti bajak laut, dia bisa menebak kalau ini adalah Zhang Yu.
"Zhang Yu, lama tak bertemu. Penampilan mu terlihat baik, apa kah ini hasil dari kejahatan mu ?" Tanya Zhang Luo tanpa basa basi.
"Humph, si sampah Zhang Luo dan adik nya yang tak berguna. Untuk apa datang kemari ? Apa kah kalian ingin mengemis dengan kami ?" Tanya Zhang Yu dengan arogan.
"Zhang Yu, dari mana kesombongan mu ini berasal ? Apa kah dari bangsa Iblis ? Aku takut mereka bahkan tak bisa menyelamat kan mu jika kami berdua menyerang, karena....... untuk menyelamat kan diri sendiri saja sudah sulit. " Kata Zhang Luo dengan nada sinis.
"Puih ! Kau kira aku akan percaya dengan gertakan mu itu ? Kau tahu apa soal bangsa Iblis ?!" Tanya Zhang Yu sambil meludah.
"Jangan sembarangan meludah, aku tidak ingin tertular bajingan seperti mu. " Kata Zhang Wei sambil memasang wajah jijik.
"Kau ?!" Zhang Yu menunjuk nya dengan marah.
"Aku ? Kenapa ? Kau tidak setuju dengan kata kata ku ?" Tanya nya sambil melangkah maju.
"Apa kah kau tahu , kenapa Kultivator yang mati setiap hari nya sangat banyak ?" Tanya nya sambil mendekat kan wajah nya ke arah Zhang Yu.
"Tentu saja karena mereka tidak mampu. " Kata Zhang Yu dengan lantang.
"Humph, mereka mati karena mereka tidak mengukur kemampuan mereka sendiri, sama seperti kalian. " Bisik nya, dia memundur kan kepala nya lagi dengan senyum tipis.
"Kakak, selesai kan ini semua. Sisa kan yang itu untuk ku. " Ujar nya yang langsung di angguki oleh Zhang Luo.
Dengan semangat penuh, Zhang Luo langsung mencekik Zhang Yu yang tidak siap.
Sedang kan dia hanya berjalan dengan langkah ringan menuju Zhang Rui yang sudah gemetaran. Sesampai nya di depan Zhang Rui, dia mengelus rambut Zhang Rui.
"Kau harus tahu, apa akibat nya jika melukai orang orang ku. Kau berani menyiksa murid ku, maka kau bahkan tak pantas untuk hidup. "
"Bisa hidup selama ini adalah berkah untuk mu, bagai mana jika kita bersenang senang terlebih dahulu sebelum membunuh mu ?" Tanya nya sambil menyeringai.
"Jangan main main !" Teriak Zhang Rui ketakutan.
"Apa kau ketakutan ? Perasaan ini lah yang di rasa kan oleh murid ku ! " Ucap nya dengan mata menggelap sambil memukul pohon di belakang Zhang Rui.
__ADS_1
"Berapa banyak orang tua yang mati di tangan mu ? Apa menurut mu itu hebat dengan menginjak orang yang lebih lemah dari mu ?" Tanya nya dengan sinis.
"Orang seperti itu hanya lah sampah, pengecut yang tak bertanggung jawab. Kau bahkan lebih menjijikkan dari pada hewan. " Ujar nya dengan wajah jijik.
Zhang Rui terduduk ke tanah dengan lemas.
"Kau tidak boleh mati dengan cepat, kita akan bersenang senang nanti. " Ucap nya, dia memasukkan kan Zhang Rui ke dalam dimensi nya.
Di sana sudah ada Tu Long yang menunggu dan menahan Zhang Rui. Dia pergi meninggal kan Zhang Luo menuju istana Kekaisaran yang sudah di penuhi dengan Iblis.
"Kau tidak boleh masuk. " Kata salah satu Iblis.
"Jika aku ingin masuk, apa kah kalian bisa menghalangi ku ?" Tanya nya dengan sinis dan seketika kedua iblis penjaga itu langsung jatuh ke tanah dengan leher yang patah.
"Penyerangan ! Penyerangan !" Teriak penjaga dari sisi lain yang melihat aksi nya.
Dia tersenyum tipis dan mengulur kan tangan nya, penjaga yang berteriak tadi ikut jatuh ke tanah dengan leher yang patah.
"Kau mengatakan sesuatu yang seharus nga tak kau kata kan. " Ucap nya dengan dingin.
Dia pun berjalan masuk ke dalam. Di pintu Istana, itu di jaga dengan ketat, sekitar 10 iblis. Penjaga ini jauh lebih kuat di banding kan yang di depan.
"Siapa kau ?! Kenapa kau bisa masuk ?" Tanya salah satu penjaga dengan waspada.
"Karena......... Apa kau penasaran ?" Tanya nya.
"Diam ! Jawab pertanyaan ku ! Bagai mana kau bisa masuk ?!" Teriak penjaga itu dengan geram.
"Karena aku membunuh mereka. Bukan kah itu sangat hebat ? Penjagaan kalian sangat lemah, padahal yang tinggal di sini adalah salah satu dari 7 iblis besar. " Ucap nya dengan nada meremeh kan.
"Kau ?! Bagai mana kau bisa tahu soal itu ?! Serang !" Teriak penjaga itu.
Dia tersenyum remeh melihat serangan para iblis ini yang bahkan tak bisa membunuh semut.
"Jika aku tebak maka yang tinggal di dalam adalah Iblis Nafsu yang baru karena aura nya masih sangat lemah. " Kata nya dengan tepat.
"Tidak perlu ikut campur !"
"Apa kah kalian mendapat kan hadiah jika mati karena berusaha untuk menahan ku ? " Tanya nya.
"Kalian hanya di perdaya guna kan oleh atasan kalian. Jika kalian mati maka tidak akan ada yang peduli, keluarga kalian akan kesulitan. Bagai mana jika aku memberi kan pilihan kepada kalian ? "
"Kalian melepas kan ku dan aku tidak akan membunuh kalian ?"
"Hm bilang saja kau tidak berani untuk melawan kami !"
"Ha ha ha kalau kau memang ingin bertarung maka aku tidak akan masalah. " Ucap nya, serangan nya berubah arah menjadi lebih tajam.
__ADS_1
Jika sebelum nya ia hanya menghindar atau bertahan yang membuat posisi nya terlihat sedang terpojok, maka sekarang dia lah yang mengendalikan pertarungan ini.
Zhang Wei tersenyum ringan sebelum memutus kan untuk tidak bermain terlalu lama dengan semut semut ini.