PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
249.Asosiasi Matahari Bintang


__ADS_3

Zhang Wei menyuruh Qiu Lin untuk menyimpan kristal roh terlebih dahulu,sedang kan sekarang ia sedang lari larian pulang ke rumah.


Malam mulai menunjuk kan diri dan matahari sudah menghilang sepenuh nya. Pedulap atau apa pun itu melakukan atraksi di setiap sudut Chang Xue.


Sebelum pulang ke sekte Embun Salju, tidak lupa untuk membeli beberapa permen tanghulu, berharap itu bisa meredakan amarah guru nya.


Hingga akhir nya , setelah melewati banyak nya kerumunan orang orang,dia berhasil kembali ke Sekte Embun Salju.


Di lihat nya Shifu nya sedang berdiri di depan gerbang sekte dengan wajah yang gelisah. Zhang Wei memberanikan diri nya untuk memanggil wanita cantik itu.


"Shifu !" Panggil nya dengan suara sedang.


"A - Wei , akhir nya kau pulang. Kau tahu ,aku sangat khawatir kau di ganggu oleh Ju Xun. Jika kau tidak pulang sebentar lagi maka aku akan mencari mu ke seluruh penjuru kota." kata Ju Jiangniang sambil memeluk Zhang Wei dengan erat.


"Shifu,aku baik baik saja. Maaf kan aku karena membuat mu khawatir. Lihat lah , apa yang ku bawa kan ini !" kata nya sambil mengeluarkan 1 permen tanghulu.


"Ini untuk ku ?" tanya Ju Jiangniang dengan kaku.


"Ya ini untuk mu Shifu, aku melihat nya di pinggir jalan tadi. Apa kau tidak suka ? Apa kau tidak makan makanan manis ?" Tanya nya dengan khawatir.


"Tidak,tentu saja tidak. Aku suka permen Tanghulu ." kata Ju Jiangniang dengan cepat sebelum membalikkan kan badan.


Ju Lingling dan Ju Lixing terdiam melihat itu, setahu mereka , nona muda mereka ini tidak suka makanan manis , apa lagi seperti permen tanghulu.


Sungguh keajaiban wanita itu tidak membuang nya , apa lagi memakan nya. Ju Jiangniang memutar tubuh nya untuk menyembunyikan wajah merah padam nya.


Dia dan yang lain nya masuk ke dalam paviliun Murong, lalu menyuruh Zhang Wei untuk masuk ke dalam kamar lalu beristirahat.


"Nona muda, seumur hidup kau belum pernah makan permen, bahkan saat kau masih kecil. Lalu sekarang kau ingin makan permen ? Apa kah kau disambar oleh petir dari langit ?" kata Ju Lingling yang berubah dari pelayan menjadi sahabat.


"He he aku hanya ingin saja, lagi pula tidak baik untuk menolak pemberian orang lain bukan ?" kata Ju Jiangniang mengelak.


"Jangan mengelak lagi ,aku sudah mengikuti mu hampir 3 tahun. Kau bahkan pernah menyingkirkan manisan yang di beri oleh pangeran mahkota tepat di depan mata nya." kata Ju Lixing dengan wajah malas.


Wajah Ju Jiangniang memerah menahan malu, seakan akan seluruh rahasia nya telah di bongkar di depan umum.


"Kata kan seumur nya pada kami......... kau menyukai anak baru itu kan ?" tanya Ju Lingling sambil menoleh kemana mana, guna memastikan tidak ada yang menguping.


Kali ini benar benar memerah bahkan hingga ke ujung telinga.


"Tolong jangan kata kan pada siapa siapa soal ini." kata Ju Jiangniang dengan memelas.


"Tentu saja tidak. Kalau kau mau maka kejar tapi menurut anak buah ku, dia sudah memiliki dua kekasih yang bisa menghilang di manapun." kata Ju Lingling memanas manasi.


"Benar kah ? Apa kah kekasih nya melihat ku selama ini dari dalam dimensi ?" Gumam nya dengan pelan.


"Ah aku tidak peduli mau jadi yang ke 3 , mau jadi yang ke 10 aku pun tak keberatan." Kata kata nya membuat 2 orang lain nya membuka mulut.


"Kau benar benar menyukai nya ?" tanya Ju Lixing lagi untuk memastikan.


"Ya, aku sendiri tidak tahu kenapa bisa jatuh cinta secepat ini. Bulan depan adalah waktu yang tepat bagi nya untuk masuk ke Pengadilan Tahap Dalam. Lalu dengan rekomendasi ku, dia bisa masuk ke Murid Inti dengan mudah." kata nya dengan mata yang bersinar.


Prok prok

__ADS_1


Ju Lingling menepuk bahu nya lalu merangkul nya dengan erat.


"Akhir nya kau menemukan orang yang kau suka, kejar terus. Aku bahkan takut kau akan melajang hingga akhir hidup mu. "kata Ju Lingling.


"Lingling benar, aku bahkan ikut khawatir melihat mu banyak menolak pemuda berstatus tinggi bahkan putra mahkota." kata Ju Lixing.


"Aku hanya tidak suka terlibat dalam politik. Politik kekaisaran bahkan lebih mengerikan lagi, mereka bisa saling membunuh tanpa mengotori tangan sendiri. Semua hal di larang, harus bersikap baik di depan kaisar. Padahal semua itu hanya lah palsu, karena kalau asli mereka sudah lama mati di dalam istana." kata nya dengan masuk akal.


"Kau benar , istana memang terlihat megah dari depan tapi mengerikan di dalam nya. Aku bahkan kesulitan untuk membedakan yang mana topeng yang mana wajah asli mereka." kata Ju Lingling.


"Ah iya,aku melihat kalian berdua berjalan berdua sambil bergandengan tangan. Kata kan pada ku, apa yang terjadi di antara kalian ? Apa kah kalian menyembunyikan sesuatu dari ku ?" Goda nya dengan wajah nakal.


"Eh eh itu......." Kata Ju Lingling dengan wajah merah padam.


"Kami memang berkencan kemarin, jadi mohon jangan berikan kami tugas yang susah susah ya ?" kata Ju Lixing sambil tertawa ringan.


Mereka semua langsung tertawa bebas.


1 Bulan kemudian , Kultivasi Zhang Wei tidak berkembang masih di tingkat 2 Petir Kaisar.


Nama Zhu Tianjin telah menyebar ke seluruh penjuru kota Chang Xue. Zhang Wei yang saat ini sedang mengantri untuk mendapat kan giliran masuk ke Pengadilan bagian dalam.


Ada beberapa syarat yang harus di penuhi ketika ingin masuk ke murid pengadilan dalam dari murid pengadilan luar.


Salah satu nya adalah sebagai berikut :


- Minimal kekuatan adalah Petir Surgawi tingkat 5


- Umur paling tua adalah 25 tahun


- Mendapat rekomendasi dari 3 tetua


- Menantang 1 dari 100 murid inti dalam Sekte Embun Salju.


- Umur di bawah 25 tahun


Beberapa orang yang melebihi batas umur untuk menjadi murid inti akan di angkat sebagai tetua.


Zhang Wei maju ke depan dan menaruh tangan nya di batu ujian , batu umur terus berjalan hingga akhir nya berhenti di angka 20.


"Silakan , kau lolos tahap pertama." kata penjaga itu dengan santai.


Karena kebanyakan banyak orang yang mencoba untuk mengelabui petugas, orang orang mungkin tidak lewat umur.


Tapi kebanyakan tidak mencapai batas minimal kekuatan.


Dia menempel kan tangan nya di batu kultivasi , lampu terus naik hingga akhir nya berhenti di Petir Surgawi tingkat 9.


Di sisi lain, tempat Ju Lingling, Ju Lixing, Ju Jiangniang berada.


"Dia sungguh hebat, bahkan bisa mengelabui batu kultivasi. Selama ribuan tahun belakangan , belum ada yang berhasil mengelabui batu kultivasi milik kita." kata Ju Jiangniang dengan penuh kekaguman.


"Apa kah itu bukan kekuatan asli nya ? Bahkan untuk umur nya , itu masih di anggap jenius." kata Ju Lixing tidak percaya.

__ADS_1


"Ya, kekuatan asli nya berada di Petir Kaisar tingkat 2. Jadi untuk masuk ke murid inti adalah hal yang mudah bagi nya." kata Ju Jiangniang dengan bangga.


"Astaga , ternyata bakat nya memang benar benar mengerikan. Bisa menciptakan 2 teratasi dalam waktu 1 bulan, memiliki kekuatan yang begitu tinggi di umur yang masih muda." kata Ju Lingling dengan kagum.


"Eh bagaimana kalau nanti sore kita pergi ke Keindahan Musim Semi. Di sana di katakan ada pendongeng yang terkenal ,kalau tidak salah nama nya adalah......." Ju Lixing terlihat memikirkan nama si pendongeng.


"Nama nya Zhu Tianjin, sudah terkenal dari 1 bulan lalu. Aku penasaran tapi belum pernah datang , ide yang bagus untuk pergi ke Keindahan Musim Semi. Bagaimana Jiangniang ?" tanya Ju Lingling.


"Ehm aku boleh saja , paling memberi tahu ke pada Zhang Wei untuk berhati hati." kata Ju Jiangniang setuju.


Zhang Wei yang sudah berganti baju, sebelum nya menggunakan seragam putih bersih menjadi putih dengan beberapa garis biru.


Itu menunjuk kan identitas nya sebagai murid pengadilan dalam. Guru nya bilang ingin pergi bersama dua teman nya.


Zhang Wei menggunakan jubah hitam dan topeng bersiap untuk pergi ke Keindahan Musim Semi.


Selama 1 bulan ini dia pergi diam diam lewat jendela,dan seperti nya guru nya ini tidak tahu.


Saat ini meski pun dia harus nya sudah mendapat kan satu rumah yang dapat di tinggalin oleh 5 murid pengadilan dalam.


Dia masih memilih untuk tinggal di Paviliun Murong, karena bagaimana pun paviliun Murong 10 kali lebih luas di banding kan rumah itu.


Dia berjalan menuju Keindahan Musim Semi, saat ini posisi nya sebagai pendongeng telah tetap.


Banyak orang yang menatap nya dengan penuh pemujaan. Selama ini mereka mengagumi cerita buatan milik nya.


"Itu adalah Tuan muda Zhu Tianjin !"


"Lihat lah langkah nya yang anggun !"


"Aku penasaran dengan wajah nya !"


"Wajah nya pasti indah di lihat dari mata , dan bibir nya yang tipis itu. Belum lagi rahang nya yang indah dan menawan." Zhang Wei mengabaikan seluruh pujian yang di lontarkan kepada nya.


Dan hanya membalas pujian pujian itu dengan senyuman manis. Kemampuan memainkan kecapi nya jauh lebih baik di banding ka sebelum nya.


Sesampainya di Keindahan Musim Semi, Qiu Lin tampak telah sangat menunggu kedatangan nya.


"Aku pikir kau akan telat ,karena belum menunjuk kan batang hidung mu." kata Qiu Lin sambil menghilang nafas lega.


"Aku tidak mungkin terlambat. Lagi pula jika terlambat, bukan kah aku yang rugi ?" Ucap nya sambil tertawa ringan.


"Kau benar, aku juga yang rugi jika terlambat. Seharusnya aku memikirkan hal itu." Canda Qiu Lin.


"Cerita kan banyak hal menarik, hari ini kita kedatangan tamu spesial. Kau tidak akan melayani umum melainkan hanya melayani tamu ini. Mereka bersedia membayar mahal untuk mendengar cerita mu." kata Qiu Lin.


"Tamu spesial ? Dari sekte mana ? " kata nya dengan malas.


"Dari Sekte Embun Salju ! Kau harus mendekati mereka supaya bisa memperluas koneksi kita." kata Qiu Lin.


Tubuh nya terpaku saat mendengar tamu dari Sekte Embun Salju sebelum memilih untuk kembali tenang.


'Tidak mungkin Shifu pergi ke tempat ini.' Pikir nya untuk menenangkan diri sendiri.

__ADS_1


Bonus like : 1 / 2


__ADS_2