
Lu Xin berkeringat dingin dan gemetaran, dia menatap anak nya dengan marah sekaligus iba. Dia marah karena anak nya dapat berbuat dengan begitu tidak sopan nya dan dia iba karena tidak tahu hukuman apa yang akan di alami oleh anak nya itu.
Dia sendiri tahu kalau kekuatan yang di miliki oleh Zhang Wei lebih besar dari pada apa yang bisa di bayang kan nya.
Dia sendiri ikut membantu untuk melawan serangan dari Sekte Tombak Emas dan melihat dengan mata nya sendiri kalau Zhang Wei dengan mudah melawan pasukan itu.
Dia sendiri merinding saat memikir kan itu, Bagai mana tidak ? Yao Xin yang mendapat gelar sebagai orang paling kuat sendiri tidak berdaya di hadapan Pasukan Sekte Tombak Emas.
Dia segera berlutut dan tak lupa untuk menarik anak nya untuk ikut berlutut bersama nya memohon pengampunan.
"Tu... Tuan Zhang, mohon maaf kan lah anak ku yang bodoh dan sombong ini !! Aku yakin tidak akan membiarkan nya bersikap seperti ini lagi !!" mohon nya pada Zhang Wei.
Di sisi lain, Zhang Wei merasa hati nya sedikit sakit melihat permohonan yang di buat oleh Lu Xin, yang cukup untuk menggambar kan betapa sayang nya Lu Xin pada anak nya.
"Jika aku memaafkan anak mu, Apa yang akan kau beri kan sebagai imbalan ?" tanya nya.
"A.. aku akan memberi kan apa saja !! " teriak Lu Xin putus asa.
Lu Xin tidak lagi memperhatikan keadaan sekitar nya meski pun banyak orang yang menonton nya. Dia hanya bisa berharap kalau Zhang Wei akan memaafkan anak nya.
"Apa saja ? Sungguh orang tua yang murah hati. " kata nya dengan dingin.
"Tuan Zhang, aku akan memberi kan mu harga gratis untuk pemesanan kali ini !!" kata Lu Xin pelan.
Dia berjongkok di depan wajah Lu Xin lalu mengangkat wajah pria paruh baya itu untuk menatap mata nya.
"Kau akan memberi kan ku barang gratis ? lalu memotong gaji dari pegawai mu yang tidak bersalah ? sungguh hebat sekali !!" kata nya sambil menampar wajah Lu Xin.
Dia berjalan mendekati Lu Xuo yang sekarang bergetar hebat,
"Tu.. tunggu !! Jangan, aku akan menuruti seluruh permintaan tuan !!" teriak Lu Xin sambil menangis.
Dia yang melihat tangisan itu menghenti kan langkah nya dan menatap ke arah Lu Xin dengan tajam.
"Kalau kau begitu bersikeras, aku akan memaafkan anak mu dengan tiga syarat. "kata nya dengan dingin.
"A.. aku akan memenuhi nya tuan !!" kata Lu Xin gembira.
"tunggu, jangan senang dulu. Syarat pertama adalah aku ingin kau mengurung anak mu selama 1 tahun, jika aku melihat nya sebelum 1 tahun maka aku akan membuat nya merasa kan kalau lebih baik mati dari pada hidup. Kedua, aku ingin 20 persen saham toko kayu mu ini. ketiga, Aku ingin anak mu bersujud dan meminta maaf kepada ku. " kata nya dingin.
"Ya, ya baik lah. Cepat lakukan apa yang tuan Zhang Minta !!" bentak nya pada anak nya.
Lu Xin masih merasa beruntung karena anak nya di lepas kan oleh Zhang Wei meski pun harus melepas kan 50 persen saham nya ia masih akan setuju.
Lu Xuo bersujud dan menangi kencang di hadapan nya sedang kan dia hanya menatap jengah akan penampilan yang di tunjuk kan oleh Lu Xuo.
"Maaf kan aku tuan Zhang !! Mata ku buta karena tidak dapat melihat keagungan tuan Zhang !!" Kata Lu Xuo sambil menghantam kan dahi nya ke dinding.
__ADS_1
"Ya, dan bangun lah. Jika kau melakukan hal yang sama maka aku pasti kan kalau aku akan mematah kan satu persatu jari mu dan ikuti hukuman yang ku perintah kan atau kau akan menyesal. " kata nya dingin. Lu Xuo segera mengangguk sekuat mungkin untuk menunjuk kan kepatuhan nya.
Beberapa saat kemudian Lu Xin pun membubarkan pengumuman dan mengajak nya untuk masuk ke ruangan kerja Lu Xin.
Dia menatap ruang kerja itu dengan datar lalu mata nya tertarik dengan lemari yang di miliki oleh Lu Xin di ruang kerja nya.
Lu Xin memutus kan untuk turun tangan sendiri melayani Zhang Wei karena takut terjadi kesalahan yang sama.
"Tuan tinggal tanda tangani surat perjanjian ini, kalau tidak tuan dapat membaca nya terlebih dahulu. " Kata Lu Xin sambil menyerah kan sebuah kertas yang berisi surat perjanjian.
Dia membaca dengan serius surat perjanjian itu, tidak ada satu kata pun yang ia lewat kan. Lalu setelah melihat surat perjanjian itu aman, baru lah dia menanda tangani nya.
"Aku akan menyimpan ini. " kata nya lalu menyimpan surat perjanjian itu.
"Tuan ingin membeli apa sehingga repot repot datang kemari ?" tanya Lu Xin sopan.
"Aku hanya melihat lihat, tapi saat aku masuk aku tertarik dengan pintu yang di depan itu. " Kata nya dengan santai.
"Kalau boleh aku tahu, berapa jumlah yang ingin tuan pesan dari pintu itu ? "
"Aku hanya akan memesan 6 pasang pintu. Aku juga tertarik dengan lemari itu . " kata nya sambil menunjuk lemari yang ada di sudut ruangan.
"6 pasang ? satu pintu seharga 300 koin emas dan jika ada 12 buah maka itu akan seharga 3.600 koin emas. Sedang kan lemari itu terbuat dari kayu pohon pinus yang langka, satu lemari seharga 600 koin emas. " kata Lu Xin menjelaskan.
"Aku akan memesan 10 buah lemari itu. " kata nya santai.
"Ini uang nya, aku akan membayar nya langsung. Kapan kita kira barang nya akan selesai?" tanya nya.
Lu Xin tampak terdiam lalu menghitung sebentar uang yang di beri kan nya, dia sendiri tidak keberatan akan hal itu,
"Ehmm, jika begitu kami memerlukan waktu hingga 1 bulan, aku akan menyuruh mereka untuk mengutamakan pesanan tuan terlebih dahulu dari pada pesanan lain. " kata Lu Xin.
"Tidak perlu, aku akan mengantri. Yang lain telah memesan lebih dulu dan lagi pula aku tidak membutuhkan dalam waktu dekat. " kata nya.
"jika menunggu urutan maka akan membutuhkan waktu 2 hingga 3 bulan untuk menyelesaikan nya."
"Pas sekali ! Jika barang nya sudah selesai kau bisa mencari ku di Sekte Pedang Putih. Aku akan datang lagi di akhir bulan untuk mengurus uang dari saham ku. " kata nya senang .
"Kalau begitu, apa kah tuan memiliki pesanan lain ?"
"Tidak, aku akan pergi. Semoga bertemu lagi Paman Lu. " kata nya lalu meloncat dari jendela dan menghilang.
Lu Xin terduduk lemas di tempat nya dengan keringat yang mengalir deras di dahi nya. Dia mengelap dahi nya yang di penuhi keringat.
Bohong kalau dia tidak gemetaran saat berinteraksi langsung dengan Zhang Wei. Dia berusaha untuk menstabilkan detak jantung nya.
Di sisi lain Zhang Wei pergi ke Surga Senjata Abadi untuk memesan senjata yang telah di gambar nya.
__ADS_1
Dia berjalan jalan dan terus maju untuk menuju Surga Senjata Abadi, lama lama dia mengerut kan dahi nya bingung.
Saat ini ia telah berada di ujung pasar dan masih belum bertemu dengan Surga Senjata Abadi dan tidak lama dia pun menepuk dahi nya.
"Astaga !! Aku lupa kalau Surga Senjata Abadi telah pindah ke tempat baru !! Hah, aku merasa sangat bodoh. " Dia pun memutar arah jalan nya menuju ke tengah pasar lagi.
2 menit kemudian akhirnya dia sampai di depan sebuah bangunan mewah dengan gambar senjata besar di depan nya.
Dia masuk ke dalam, manajer Surga Senjata Abadi langsung menghampiri nya. Karena dia sendiri sudah cukup terkenal di surga senjata abadi.
"Apa yang bisa saya bantu tuan Zhang ?" tanya manajer dengan sopan.
"Hmm, aku ingin menempa 3 macam senjata ini. Apa kalian dapat melakukan nya ?" tanya nya pelan.
Manajer itu mengamati sketsa senjata yang di beri kan nya dengan sangat teliti setiap bagian tanpa ada yang terlewat .
"Bisa saja tuan, Yang busur dan pedang ini kami bisa menyelesaikan dalam 1 hari. Hanya saja akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk membuat anak panah dan cambuk. "kata manajer nya.
"Ya, aku ingin memesan busur itu 5 dan pedang juga 5.Aku ingin memesan 100 anak panah dan 10 cambuk. Aku ingin bahan menggunakan kayu pohon pinus. "
"Kalau begitu, aku perkirakan kalau itu semua akan selesai dalam 3 bulan ke depan. "
"Ya, kalau begitu berapa harga nya ? biar ku bayar dulu. "tanya nya
"Ini semua akan berjumlah sekitar 9.708 koin emas tuan. "
"Hem, ini uang nya. " dia menyerah kan sebuah tas kecil dengan koin emas lalu pergi kembali ke sekte pedang putih.
Tapi sebelum nya dia harus kembali ke tempat pembangunan untuk bertemu dengan Li zhu.
"Li Zhu !!" panggil nya dengan keras.
"Iya tuan !"
"Aku sudah membeli semua yang kau rinci kan. Ini adalah bahan bahan utama, nanti untuk batu dan yang lain nya akan datang. Aku harap kau dapat menerima nya sendiri. "perintah nya.
"Baik lah tuan. "
"Ya, nanti kau periksa barang yang datang apa kah sesuai atau tidak dengan barang yang ada di kertas ini. " dia menyerah kan selembar kertas yang berisi barang barang yang di beli nya.
"Hah ?!! tuan kau membeli sangat banyak !! Bukan kah ini semua sangat mahal ?!" tanya Li Zhi terkejut.
"Ya, jadi lakukan lah yang terbaik untuk bangunan ini. " kata nya lalu berjalan pergi.
Li Zhi masih terdiam saat melihat rincian barang yang di beli oleh Zhang Wei, bagai mana tidak ada kayu pohon persik empat musim yang sangat langka di provinsi phoenix.
...----------------...
__ADS_1
JANGAN LUPA BUAT LIKE, COMMENT DAN VOTE CERITA PEDANG JIWA NAGA. TERIMA KASIH 🙏💕