PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
238. Peperangan II


__ADS_3

"Racun mu itu akan sia sia !" Kata wanita itu yang mengundang tawa pengikut nya sebelum berteriak kesakitan.


"Argghhh Wajah ku terbakar !!" Teriak wanita itu memegangi wajah nya yang melepuh.


"Aku kira racun yang kau buat sangat kuat ternyata tidak lebih tinggi dari debu." Ejek nya.


"Nyonya ! Tolong kami !! Kulit kami sangat sakit !!" Teriak pengikut nya sambil menggaruk garuk wajah , tangan dan banyak bagian lain.


"Ada beberapa orang yang kalian tidak bisa singgung, karena aku sedang baik hati aku akan memperingatkan kalian kalau sebaik nya tidak di garuk atau racun yang kalian makan akan berbalik menyerang kalian." kata nya sebelum berjalan meninggal kan mereka yang terbaring di tanah dengan rasa sakit dan gatal.


"Tunggu dulu ! Aku mohon , tolong berikan penawar nya pada kami ! Dengan begitu kami akan menarik diri dari peperangan ini , kalau tidak bunuh lah kami secara langsung ! Penyiksaan ini begitu menyakitkan !!" Teriak wanita itu.


"Kalian tidak pantas untuk mati cepat , menyinggung ku sama saja dengan kematian kalian apa lagi kau berusaha untuk menyakiti murid ku." kata nya dengan dingin dan pergi meninggal kan mereka.


Di dalam klan sudah banyak orang yang terluka kembali sehat seperti semula berkat pil yang di beri kan oleh Zhang Wei.


Wang Xi Rong ada di ujung ruangan di penuhi dengan luka , dia mengeluar kan Nangong Ling yang sudah dalam keadaan tidak sadar kan diri.


Serta Hu Yin yang sudah berganti pakaian menjadi lebih baik tapi sisa sisa air mata masih tersisa di pipi gadis kecil itu.


Wajar saja Hu Yin ketakutan untuk pertama kali nya membunuh orang dan di kelilingi oleh banyak orang di umur nya yang baru menginjak 10 tahun.


Jika anak biasa nya mungkin sedang bermain lumpur dengan teman teman seumuran nya, dia memeluk Hu Yin agar tidak terlalu takut lagi.


"Tunggu sebentar , guru akan menyembuhkan Kakak Ling mu dulu." Bisik nya.


"Ya guru tenang saja , aku akan baik baik saja. Kakak Ling dalam kondisi yang berbahaya, aku akan melihat keadaan kakak Xi Rong." kata Hu Yin pergi ke sudut ruangan.


Sebenar nya dari tadi Zhang Wei masih menahan sakit dari pertarungan kedua elemen yang sangat bertentangan yang ada dalam Dantian nya.


Tapi dia tidak memperdulikan itu dan lebih memilih untuk merawat murid nya terlebih dahulu, keributan di luar bangunan klan menjadi lebih berkurang.


"Yang sudah dalam keadaan baik , sebaik nya kembali keluar dan berjuang karena pasukan kita kekurangan orang. Yan Yi , Yin Yi pergi ke luar dan cari orang yang terluka." Perintah nya.

__ADS_1


Semua mengangguk dan keluar , menyisakan kakek Yan dan Yin yang masih belum sadar juga tapi warna wajah mereka sudah membaik.


Xi Rong, Qing Yu, Hu Yin sedang berada di sudut ruangan , sedang kan kondisi Nangong Ling agak parah.


"Racun kalajengking Api."Desis nya.


"Racun sudah masuk ke aliran darah , menggunakan titik akupuntur pun percuma, hanya ada satu jalan keluar nya." Dia mengambil tangan Nangong Ling.


Dia menggigit tangan mungil dan seputih salju itu sampai berdarah, tapi aneh nya darah itu tidak berwarna merah melainkan berwarna oranye oranye.


Ini adalah salah satu efek dari binatang beracun yang berbahaya seperti Kalajengking Api.


Dia menghisap darah itu sebelum membuang nya ke botol yang sudah di sediakan nya. Dia terus menghisap sampai sampai darah Nangong Ling berubah menjadi merah kembali.


Warna kebiruan di wajah Nangong Ling berkurang banyak dan hanya menyisakan bibir yang biru.


Zhang Wei mengeluarkan dua pil yang satu berwarna merah. Pil ini guna untuk menambah darah, Nangong Ling saat ini pasti kekurangan darah.


Zhang Wei membalik kan tubuh Xi Rong menjadi telungkup sebelum menusuk kan 4 jarum di punggung dan 1 di pinggang , dari situ baru lah seluruh kebiruan di wajah Nangong Ling hilang.


Dia mengirim kan tenaga untuk mengisi Qi Nangong Ling yang benar benar kosong.


"Huft , akhir nya selesai. Kondisi nya sudah tidak berbahaya lagi , jika dia sampai kenapa kenapa aku takut aku akan sangat malu untuk menghadap Kakek Qian di Surga nanti." Gumam nya dengan pelan.


"Yin'er , kemari lah." panggil nya dan hu Yin langsung datang.


"Apa kau masih ketakutan ?" tanya nya pada gadis kecil di pelukan nya ini.


Kasih sayang nya pada murid pertama nya ini benar benar tulus, seperti kasih sayang nya pada Nangong Ling.


Dia akan berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi kedua murid nya , dia memiliki pemikiran yang tidak di miliki banyak orang.


Jika seseorang sudah menjadi murid nya , maka dia harus memberi perlindungan penuh pada murid nya entah apa pun yang terjadi.

__ADS_1


"Aku sedikit ketakutan guru ,tapi tenang saja aku akan baik baik saja. Aku ini mudah beradaptasi." Gadis kecil di depan nya ini menunjuk kan gigi putih nya yang rapih dan bersih.


"Ya , aku percaya pada mu. Tapi jika kau memiliki suatu keinginan maka jangan ragu ragu untuk memberi tahu kan pada guru mu ini." Kata nya samb8l mengelus kepala Hu Yin.


Hu Yin ini sudah di anggap sebagai keluarga nya sendiri, adik sendiri.


"Kalau begitu , aku ingin guru baca kan cerita dongeng pada ku ! Tapi tunggu kalau guru tidak sibuk , aku tidak ingin menganggu pekerjaan guru." kata Hu Yin dengan ragu ragu.


"Baik lah , aku akan menceritakan sebuah cerita yang menarik untuk mu nanti malam." kata nya yang membuat gadis kecil di pelukan nya ini antusias.


Tidak lama , masuk lah Yan Yi yang mengarah kan 5 orang dengan tubuh yang penuh luka.


Zhang Wei melepaskan pelukan nya pada Hu Yin , dan Hu Yin pun langsung mengerti dan menyingkir dari pangkuan guru nya.


Zhang Mei berjalan maju dan memeriksa keadaan orang orang di depan nya sebelum memberi masing masing makan satu pil putih susu.


Pil ini di sebut sebagai Pil Nyawa Kedua , pil ini adalah buatan Zhang Wei secara pribadi. Dia memproduksi pil ini sangat banyak karena efektivitas pil ini dalam menyembuhkan luka.


Perlahan lahan satu persatu luka mulai tertutup dan kembali.seperti semula , hanya saja masih menyisakan bekas sedikit , tapi tenang saja bekas luka itu akan hilang seiring berjalan nya waktu.


"Kalian istirahat lah sebentar sebelum kembali berperang, kumpul kan tenaga kalian dengan pil pengisi Qi tingkat tinggi ini." kata nya sambil menyodor kan pil biru muda yang bercahaya.


"Terima kasih banyak tuan muda Zhang." kata para pemuda itu, nama Zhang Wei sudah sangat terkenal atas kerja nya dalam perang.


Mulai dari pengobatan serta memukul mundur musuh. Tiba tiba dada nya terasa sangat sakit seperti di tusuk tusuk , Yan Yi menatap nya dengan tatapan khawatir.


"Duduk lah dan istirahat lah. Kultivasi mu masih belum stabil , kau bisa bahaya jika begini. Maaf kan aku karena aku kau jadi begini ." kata Yin Yi yang baru datang dengan wajah penuh rasa bersalah.


"Ha ha hanya karena ini , jangan merasa bersalah. Aku hanya perlu sedikit beristirahat, lagi pula ini adalah tugas ku sebagai tabib." kata nya menenang kan Yin Yi.


"Jangan berbohong, berhenti lah merawat orang, biar kan kami yang mengurus nya. Masuk lah dulu ke bagian dalam klan , situasi di luar tidak baik , kemungkinan besar mereka akan menerobos masuk." kata Yan Yi.


"Ya , aku akan istirahat setelah melakukan sesuatu."

__ADS_1


__ADS_2