
Pagi pagi sekali istana iblis telah di kejut kan dengan menyerah nya satu orang dari 7 Iblis besar. Ini membuat Sang Pemimpin merasa sangat marah.
Saat ini di ruangan yang gelap gulita, dua pria sedang dalam keadaan yang sangat canggung.
"Kau benar benar akan pergi ?" Tanya salah satu lelaki tampan yang memiliki wajah yang sangat angkuh.
"Ya dan keputusan ku sudah bulat, aku harap kau tidak melarang ku untuk pergi. " Kata pria yang satu lagi, itu tidak lain tidak bukan adalah Fen Shengqi, Sang Iblis Kemarahan.
"Apa kau akan bergabung dengan Dewa seperti Abbadon ?" Tanya Xu Rong.
"Mungkin tapi seperti nya tidak, aku lebih berharap tidak ikut campur lagi dalam masalah ini." Kata Fen Shengqi yang sedikit membuat Xu Rong tenang.
"Paling tidak, jika kau ingin mengundur kan diri kau harus memberikan alasan nya pada ku. Jika yang lain aku masih bisa memahami. Tapi jika kau, aku sungguh benar benar bingung. " Kata Xu Rong.
"Pertama, aku akan segera menikah. Jadi jangan ganggu aku atau aku akan terpaksa untuk bergabung dengan Dewa, aku paling tidak suka jika ada orang yang mengusik hidup ku. Kedua, aku tidak ingin ada yang terjadi pada keluarga baru ku. Aku tidak ingin membuat mereka menjadi sasaran kemarahan dari kelompok Dewa. " Kata Fen Shengqi dengan dingin lalu berniat untuk berjalan keluar dari tempat itu.
"Seperti nya kau sudah merencanakan semua nya dengan baik, kalau begitu aku tidak bisa menahan mu lebih lama lagi untuk berada di pihak ku. Aku tidak akan menganggu mu, maka dari itu jangan bergabung dengan mereka. Kau sendiri tahu kondisi kita sekarang sedang berada di titik terendah, aku harap pernikahan mu berjalan dengan lancar. " Kata Xu Rong pada Fen Shengqi yang sudah memegang pintu
"Ya, Terima kasih. Mari menjadi orang yang tidak saling mengganggu satu sama lain. " Kata Fen Shengqi sebelum menghilang dari pandangan Sang Raja Iblis, Xu Rong.
Selepas kepergian Fen Shengqi , Xu Rong membanting seluruh benda yang ada di dalam ruangan sampai sampai asisten nya masuk.
"Xu Jin, cari tahu siapa calon istri nya. " Perintah Xu Rong sambil menyeringai.
"Tuan, bukan kah anda sudah mengatakan kalau kau tidak akan menganggu nya ?"Tanya Xu Jin, asisten pribadi Xu Rong.
"Apa menurut mu aku semudah itu di tindas oleh nya ?"Tanya Xu Rong dengan senyum gila nya.
Sedang kan dari luar ruangan, Fen Shengqi yang mendengar seluruh percakapan hanya tersenyum miring.
"Kau memang tidak pernah berubah Xu Rong, aku akan menunjuk kan pada mu apa arti perkataan ku. " Kata Fen Shengqi dengan tangan yang mengepal.
Fen Shengqi pulang ke Desa Fen dan menyuruh seluruh penduduk desa untuk pindah ke tempat yang lebih layak.
Awal nya beberapa orang menolak, tapi setelah di bujuk oleh nya mereka semua setuju. Dia membawa mereka semua ke tempat yang aman, seorang wanita muda menemui nya.
"Aku tidak mengira akan bertemu dengan mu secepat ini. " Kata suara wanita di belakang nya.
"Qing Yu, sudah lama tak bertemu. " Ucap nya.
"Ya sudah lama, apa kau setuju dengan tawaran ku yang kemarin ?"Tanya Qing Yu tanpa basa basi.
"Bukan kah aku tidak memiliki pilihan lain ?" Tanya Fen Shengqi sambil tersenyum pahit.
"Entah lah, mungkin kalau untuk menyelamatkan diri sendiri kau masih memiliki banyak pilihan lain tapi jika ingin menyelamat kan keluarga mu maka kau hanya memiliki satu pilihan ini. " Kata Qing Yu dengan nada santai.
Wanita yang masih terlihat muda itu sebenar nya jauh lebih tua di banding kan Fen Shengqi.
"Wajah mu terlihat tak berubah, padahal umur mu dua kali lipat di banding kan diri ku. " Puji Fen Shengqi.
"Aku akan meralat sedikit, umur ku baru 240 tahun , jadi tidak sampai dua kali lipat umur mu. Jangan melebih lebih kan, aku masih ingin hidup lama dengan kekasih ku. " Kata Qing Yu sambil mendengus.
"Eh siapa ini ?" Tanya gadis kecil yang akan menikah dengan nya.
"Apa kah dia calon istri yang kau sebut kan ?" Tanya Qing Yu merasa tertarik.
"Ya benar, Yun Niang ini adalah Qing Yu, kenalan lama ku. Qing Yu ini adalah Fen Yun Niang, calon istri ku. " Kata nya.
"Hm lumayan, tapi dia belum memiliki tingkat kultivasi. Akan sangat sulit untuk berlatih dari umur nya sekarang. " Kata Qing Yu dengan jujur.
"Kau benar, tapi itu bukan berarti tak bisa. Aku akan mencarikan tempat dengan waktu yang lebih lambat untuk melatih diri nya lebih lama. " Kata nya tidak putus asa.
"Sebenar nya aku pernah menemukan tempat seperti itu. " Kata Qing Yu ragu ragu.
"Benar kah ?" Tanya nya antusias.
"Ya, tapi itu merupakan dimensi pribadi, itu adalah milik Zhang Wei. " Kata Qing Yu.
"Bukan kah itu nama kekasih mu ?" Tanya nya dengan bingung.
"Ya, benar. Dia juga melatih dari usia yang tidak bisa di bilang muda, kalau tidak salah umur 14. Bahkan dia memiliki murid yang lebih tua 2 tahun dari nya, murid nya baru mulai berlatih saat berumur 20 tahun. " Kata Qing Yu sambil mengingat ngingat.
"Nah murid nya sekarang berada di Petir Surgawi tingkat 6." Lanjut Qing Yu, itu tidak lain adalah Nangong Ling.
"Nah kalau begitu, bukan kah Yun Niang akan memiliki kesempatan untuk berlatih ? Dimana posisi kekasih mu ? Aku akan membicarakan ini secara pribadi dengan nya. " Kata Fen Shengqi.
"Masalah nya, Zhang Wei adalah salah satu orang pilihan dan latar belakang nya tidak sesederhana yang kau lihat, maka dari itu bakat nya benar benar menggila. " Kata Qing Yu.
"Ya aku tahu kalau dia salah satu orang pilihan, tapi murid nya bukan satu dari 4 orang pilihan bukan ? " Tanya nya masih optimis.
"Memang bukan orang pilihan, tapi....... " Qing Yu ragu untuk melanjutkan.
"Tapi apa ?" Tanya nya tak sabaran.
"Murid nya bahkan lebih gila, gadis itu adalah pemilik Tubuh Yin Yang Surgawi yang bakat nya setara dengan milik Zhang Wei atau bahkan sedikit lebih tinggi. Lagi pula keberadaan nya tidak di ketahui, hanya Qian Xun yang mengetahui nya. Dia sudah menghilang selama 1 tahun . " Kata Qing Yu dengan ekspresi sedih.
Sedang kan dia terdiam, Tubuh Yin Yang Surgawi ? Tubuh itu bahkan lebih langka mungkin hanya 1 di antara 1 miliar manusia.
Sebuah kebetulan yang benar benar indah untuk melihat 2 orang dengan Tubuh Yin Yang Surgawi sekaligus.
Meski pun Zhang Wei tidak mendapat tubuh Yin Yang Surgawi, tapi bisa di kata kan bakat nya menyamai pemilik Tubuh Yin Yang Surgawi.
"Dulu aku, Zhang Wei, kedua murid nya dan salah satu orang pilihan lain nya berkumpul. Tapi aku menyadari kalau kami harus menempuh jalan masing masing. Xirong harus membentuk kekuatan nya sendiri saat perang nanti. " Kata Qing Yu sambil menghela nafas.
"Aku benar benar tak bisa membayang kan akan ada kejadian mengejut kan seperti ini. " Ucap nya menyerah, jika harus di banding kan dengan pemilik Tubuh Yin Yang Surgawi maka istri nya bukan lah apa apa.
Bukan berniat merendah kan tapi memang kenyataan nya seperti itu. Lebih baik berkata jujur dari pada membohongi diri sendiri.
__ADS_1
"Kau lebih baik berbicara dengan nya saja secara langsung, ada kemungkinan dia bisa membantu istri mu. Kakak nya , sebelum nya hanya lah orang yang tak berguna tapi dengan bantuan nya menjadi orang yang lebih berguna. " Kata Qing Yu sambil mengangkat bahu nya bingung.
Di Gua Kematian yang panas dan tandus.
Di tempat ini sekarang sudah malam, meski pun sudah malam tapi hawa panas terus menerus melekat di tempat ini.
Meski pun tidak seterik saat siang hari, Zhang Wei sedang membuat beberapa makanan untuk mereka semua.
Semua orang dalam dimensi nya kecuali orang orang yang di bawa nya dari dimensi bawah seperti, Fang Lin, kedua guru nya dan prajurit lotus. Ia mengajak mereka semua untuk makan.
Dia merasa makan kali ini terasa agak sepi, biasa nya ada suara keributan dari Jiu Zhi dan Long Nie atau Jiu Zhi dan Tian Li.
Tapi mereka bertiga telah kembali ke keluarga masing masing, bahkan mungkin Long Nie telah melahirkan.
Dia ingin pergi melihat tapi seperti nya takdir tidak memperkenan kan nya untuk pergi melihat keponakan nya.
Umur nya sudah 21 tahun sekarang, wajah nya menjadi lebih tampan dan tubuh nya menjadi lebih terbentuk dengan indah.
"Guru, kenapa kau melamun ?" Panggil suara melengking yang tidak lain adalah Hu Yin.
Hu Yin menatap nya dengan khawatir, sedang kan dia hanya tersenyum tipis menandakan bahwa dia baik baik saja.
Murid nya itu sekarang telah berumur 10 tahun dan Nangong Ling berumur 23 tahun. Sangat aneh rasa nya memiliki murid yang berumur 2 tahun lebih tua dari nya.
"Guru ! Kau kembali melamun !" Panggil Hu Yin.
"Ah maaf kan aku. " Kata nya tersadar dari lamunan nya lalu dengan cepat membalik kan daging yang di bakar nya.
"Guru, apa kau sakit atau kelelahan ? Kalau lelah sebaik nya kau beristirahat terlebih dahulu. " Kata Hu Yin dengan khawatir.
Dia tersenyum gemas sebelum mengacak rambut gadis kecil di hadapan nya ini.
"Tenang, aku baik baik saja. " Jawab nya.
"Guru, jangan memberantak kan rambut ku. " Kata Hu Yin sambil cemberut.
"Apa kau akan segera memiliki kekasih sampai sampai mengikat rambut mu dengan rumit seperti itu ?" Canda nya.
Wajah Hu Yin memerah, apa lagi dengan sinar dari api unggun membuat semua nya menjadi lebih jelas.
"Ba bagai mana guru bisa tahu maksud ku ?" Tanya Hu Yin dengan malu malu, ini membuat nya terkejut setengah mati.
"Aku hanya bercanda, tapi kau memang benar benar sedang menyukai seseorang ?" Tanya nya tidak percaya.
" Hm, guru jangan kata kan ini pada siapa pun. Hanya kau dan Ling Jiejie yang mengetahui hal ini. Jika diketahui oleh Xirong jiejie maka dia akan mengejek ku habis habisan. " Kata Hu Yin dengan malu malu.
"Sebenar nya siapa yang kau sukai ? Aku tidak akan membiar kan mu dengan pria sembarangan. Kau tahu kita sudah bersama cukup lama aku bahkan sudah menganggap mu sebagai keluarga ku sendiri. " Kata nya panjang lebar.
"Tenang, ini adalah orang yang sangat guru kenal. Dia berada dalam dimensi Furong dan guru pasti akan terkejut jika aku menyebut kan nama nya. " Kata Hu Yin.
"Siapa itu ?" Tanya nya, rasa penasaran nya naik ke tingkat yang tidak terkendali.
Dia membuka mulut nya lebar lebar bahkan beberapa kali mencubit diri nya sendiri, memastikan kalau ini bukan mimpi.
Murid nya yang masih kecil dan polos, berniat untuk menikah dengan kakak nya yang jauh lebih dewasa dari nya ?
Memang sih di lihat dari penampilan, Zhang Luo yang terlihat seumuran dengan nya bisa membuat banyak gadis terpesona.
Tapi hal yang tak pernah di bayang kan nya adalah murid nya, berniat untuk menjadi kakak ipar nya. Bukan kah ini sama saja di menjadi turun pangkat ?
"Bagai mana guru? Jangan beri tahu siapa pun ya ?" Kata Hu Yin tanpa rasa bersalah.
"Kau tidak salah bicara kan ? Kenapa kau bisa menyukai kakak ku ?" Tanya nya.
"Entah lah, aku merasa hati ku menghangat setiap kali dia bermain seruling. " Kata Hu Yin dengan berbunga bunga.
"Tapi......umur nya jauh dari umur mu. " Kata nya masih tidak bisa menerima kenyataan.
"Kalau begitu, aku akan bertanya pada guru. Kenapa guru menyukai Qing Yu jiejie ? Umur nya bahkan jauh lebih tua dari pada guru. " Dia terdiam, sejak kapan murid nya ini menjadi sangat pintar bicara.
"Baik lah, baik lah aku menyerah. Aku tidak akan membantu pendekatan mu, jika kau berhasil menarik perhatian kakak ku maka aku tidak akan melarang mu untuk bersama nya. " Kata nya dengan pasrah.
Dia merasa takdir seolah olah mempermainkan diri nya, sebenar nya takdir macam apa ini. Mulai dari jatuh cinta pada guru sendiri sampai dari murid menjadi kakak ipar.
Bukan kah ini takdir yang benar benar tak tertebak ? Tapi melihat siapa yang di sukai oleh Hu Yin membuat nya tenang.
Kakak nya bisa di pasti kan adalah orang yang bertanggung jawab dan baik. Pasti bisa menjaga murid nya dengan baik , hanya saja dia tetap sulit menerima kenyataan ini.
Mereka berdua membawa daging yang telah mereka panggang ke depan dan seperti tidak terjadi percakapan apa pun di antara mereka.
Tidak ada yang berbicara sampai makanan habis. Dia akhir nya membuka suara.
"Bagai mana kalau kita bermain melatih kekompakan ?" Tanya nya sambil tersenyum penuh makna ke arah Nangong Ling.
Nangong Ling yang melihat senyuman penuh makna milik guru nya terkejut dan langsung mengerti.
"Karena kita kebetulan ada 8 orang maka akan di bagi 4 tim, masing masing berdua."
"Aku akan bersama dengan Nangong Ling, Hu Yin dengan Kakak Luo, Tu Long dengan He Tianhu dan kalian berdua. " Kata nya pada kedua orang tua He Tianhu semua nya mengangguk setuju terutama Hu Yin yang sangat antusias.
"Habis makan memang perlu berolah raga. " Kata Tu Long sambil menepuk perut nya.
He Tianhu berubah ke wujud manusia nya, awal nga mereka bertiga ras harimau Emas. Tidak bisa menjadi manusia tapi karena bantuan Tu Long, mereka semua bisa menjadi manusia.
Tangan mereka di ikat, Nangong Ling langsung berbisik ke arah nya.
"Guru, kau sudah tahu ya ?" Bisik Nangong Ling dengan suara yang benar benar kecil.
__ADS_1
"Tenang lah, aku sudah tahu. Aku sudah mengatakan tidak akan membantu nya. " Bisik nya lagi.
"Tapi ini bukti nya, kau membantu nya. " Kata Nangong Ling cemberut.
"Tunggu sebentar, kenapa kau cemberut ?" Tanya nya.
"Jangan jangan........ " Dia tidak melanjut kan kata kata nya dan menatap dengan penuh kengerian yang terpampang jelas di mata nya.
"Ya memang, aku juga menyukai Zhang Luo. " Kata Nangong Ling dengan kesal sambil berjalan duluan.
"Hei tunggu ! Tangan ku juga tertarik ! Dasar murid tak berbakti !" Teriak nya saat di seret oleh Nangong Ling.
Dia menoleh ke belakang,
"Kalian lanjut kan saja permainan nya, ada yang perlu aku lakukan dengan Ling'er !" Teriak nya pada yang lain.
Yang lain mengangguk bingung tapi tidak memerdulikan itu dan terus melanjut kan permainan.
Setelah agak jauh, baru lah Nangong Ling melepas kan ikatan nya.
Dia mengelus tangan nya yang terlihat memerah, sambil mendengus.
"Di sini lebih baik. " Kata Nangong Ling dengan kesal.
"Aku tidak tahu, kalian berdua sangat menyukai kakak ku. Apa kalian memiliki dendam tersembunyi dengan ku sampai sampai semua nya berniat untuk menjadi kakak ipar ku ?" Tanya nya dengan sinis.
"Aku tahu ini salah, aku akan mengubur perasaan ini dalam dalam. Lagi pula Hu Yin sudah menyukai Zhang Luo dari dulu, sedang kan aku baru baru ini menyukai nya. " Kata Nangong Ling sambil menunduk.
"Aku ini, memiliki hati yang lemah karena itu lah aku selalu bersikap dingin pada semua orang. Maaf kan aku karena tidak bisa mengendalikan perasaan ku sendiri. " Lanjut gadis itu dengan sedih..
"Hanya beberapa orang yang tahan berada di dekat ku karena sikap ku yang angkuh salah satu nya adalah diri mu, Hu Yin, Xirong dan Qing Yu jiejie.Aku pikir itu semua akan baik baik saja karena kau adalah guru ku. "
"Tapi tiba tiba, dia datang. Zhang Luo merupakan orang yang perhatian ke setiap orang, dan bodoh nya aku menyalah arti kan hal tersebut. Dia tidak menjauhi ku karena sifat dingin ku, ini membuat pertahanan ku runtuh seketika. " Ucap gadis itu dengan tetesan air mata yang mulai berjatuhan.
"Aku tidak menyarankan mu untuk mengubur perasaan mu, hanya saja aku tidak ingin kalian bertengkar hanya karena hal ini. Aku harap kalian dapat bersaing dengan sehat sehingga tidak melukai satu sama lain. " Nasihat nya yang langsung di sambut antusias oleh si pendengar.
"Ja jadi, aku tidak perlu mengubur atau menutup perasaan ku ?" Tanya Nangong Ling antusias sambil menyeka air mata nya.
"Seperti yang ku kata kan tadi. " Kata nya sambil mengangkat bahu, sejak hari itu perebutan di mulai.
Sudah 1 minggu berlalu di dalam dimensi Furong, keahlian pedang nya meningkat pesat dengan bantuan pemahaman dari garis darah nya.
Dia sudah sampai ke bagian 3 dan kultivasi nya sudah memasuki tingkat petir Dewa. Sebenar nya alasan kenaikan kultivasi nya yang tiba tiba agak aneh..
Dia tidur sangat nyenyak bahkan tidur sampai siang dan ketika bangun, kultivasi nya sudah naik. Bukan kah itu mengejut kan ?
Mulai minggu depan atau 7 bulan di dalam dimensi Furong maka dia akan mulai menunduk kan satu persatu hewan yang ada di dalam Gua Kematian.
Dia saat ini sedang merapikan kamar nya yang sangat sangat berantakan.
Tok Tok
"Zhang Wei, apa kau sedang sibuk ?" Tanya suara pria dari depan, dia langsung mengenali pemilik suara ini.
"Masuk lah kakak Luo, aku tidak mengunci pintu nya." Kata nya dengan tenang.
Zhang Luo masuk dengan jubah sederhana dan duduk di sebelah Zhang Wei.
Dia diam diam membuat pembatas , supaya tidak ada yang bisa mendengar percakapan mereka berdua.
"Zhang Wei, aku ingin meminta izin mu untuk melakukan sesuatu. " Kata Zhang Luo, jantung nya berdetak dengan cepat.
Apa kah ini membahas tentang perasaan kedua murid nya ?
"Tentu saja, kata kan saja kakak Luo. " Kata nya, dia berusaha untuk menyembunyikan rasa penasaran nya.
"Aku...... aku ingin memelihara domba dan sapi agar makanan di dimensi Furong tidak memerlukan dari luar dimensi lagi. " kata Zhang Luo dengan ragu ragu.
"Itu saja ?" Tanya nya dengan kecewa.
"Tentu nya tidak. " kata Zhang Luo.
"Aku juga ingin menanam sayur sayuran jika kau memperbolehkan nya. " Kata Zhang Luo dengan berbinar binar.
"Itu saja ?" Tanya nya lagi untuk kedua kali nya.
"A.. aku menyukai salah satu murid mu, jika kau tidak memperbolehkan nya maka lupa kan saja kata kata ku kali ini. " Kata Zhang Luo sambil menautkan jari jemari nya dengan gugup.
Dia ikut gugup, jika menilai dari kata kata Zhang Luo maka hanya ada satu yang di sukai oleh Kakak nya ini.
Itu arti nya salah satu murid nya harus bersiap siap untuk sakit hati.
"Siapa yang kau sukai kakak Luo ?" Tanya nya dengan gugup.
"Aku menyukai......... " Zhang Luo terdiam sebentar.
"Hu Yin . " Lanjut Zhang Luo.
'Sangat tidak beruntung bagi mu Ling'er, aku tidak menyangka dengan kecantikan mu kau masih akan merasa kan patah hati. ' Pikir nya sambil memejam kan mata nya.
Zhang Luo menatap dan memegang bahu nya dengan khawatir.
"Jika kau tidak setuju maka lupa kan saja. " kata Zhang Luo dengan khawatir.
"Aku setuju, jika kau memang menyukai nya maka cepat lah mengejar nya. Aku takut akan banyak pria lain yang berusaha merebut nya jika kau terlambat. " Ucap nya memanas manasi kakak nya ini.
Kakak nya ini terlalu kaku untuk soal ini sehingga dia memberi kan beberapa masukan, tanpa menyadari kalau diri nya sendiri juga adalah seorang amatir dalam hal ini.
__ADS_1
(Note : Jangan lupa vote ! Supaya cerita pedang jiwa naga bisa masuk ke ranking atas dan di kenal oleh banyak orang, Terima kasih !)