PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
Chapter 141 - Wabah Kegelapan


__ADS_3

"Tapi Ning Yang memiliki kekuatan di bawah ku, bagaimana mungkin ia bisa mencuri di bawah pengawasan ku ?" Tanya Kaisar tidak terima.


"Huh, apa nya yang di bawah, kekuatan mu hanya lah tingkat 6 ranah bela diri dan dia adalah tingkat 9 ranah bela diri. Sungguh naif sekali !" katanya dengan kesal.


"Apa tingkat 9 ranah bela diri ?! Bukan kah ini sedikit berlebihan ?" Tanya Kaisar lagi.


"Tidak juga, baik lah biar kan saja Sekte Es Abadi itu membusuk. Aku akan kembali membahas Wabah Kegelapan. " Kata nya.


Tiba tiba ketukan pintu kembali terdengar dan masuk lah Kasim kepercayaan Kaisar yang lain nya.


Kasim yang pertama dan Kasim yang kedua saling bertatapan dengan dingin dan tajam, dia hanya tertawa kecil di dalam hati melihat kedua orang ini berusaha untuk menjadi yang paling baik di mata Kaisar.


"Yang Mulia Kaisar, dalam jangka waktu 30 menit belakangan ini, ada 157 orang yang terkena wabah dan yang paling banyak adalah desa Kuda yang merupakan desa paling dekat dengan Kuil Api Surgawi. " kata Kasim itu dengan penuh hormat.


"Baik lah, isolasi desa kuda untuk sementara, jangan biar kan orang dari desa kuda untuk masuk ke dalam kota atau dari desa lain yang berkunjung ke desa kuda. "


"Yang Mulia, 8 merupakan prajurit Kekaisaran, mereka semua sudah di bawa ke ruang isolasi dan korban pertama sudah dalam keadaan yang sangat buruk. "kata Kasim itu.


"Hm ha hm ha. "dia mencium cium bau dari baju Kasim yang membawa laporan itu.


"sebaik nya kau ikut mengisolasi diri karena tinggal tunggu waktu untuk kau terkena aura kematian. " kata nya dengan dingin.


"Apa ?! Cepat isolasi diri mu !" Perintah Kaisar.


"Boleh kalian bawa aku ke tempat isolasi ?" tanya nya.


Akhir nya ia di bawa oleh Kasim yang pertama menuju ruangan isolasi, di dalam ruangan itu sudah berisi beberapa alkemis maupun tabib yang menggunakan kain untuk menutupi mulut dan hidung mereka agar tidak terkena wabah juga.


"Halah, begini saja membuat mereka kesulitan. Bagaimana jika mereka tadi berada di Kuil Api Surgawi ?"Gumam nya.


"Gunakan ini !" kata tabib yang berada di dekat nya.


"Tidak perlu, aura kematian yang tipis seperti ini tidak akan bisa menyakiti ku. " kata nya percaya diri lalu berjalan mendekati pasien dan menyerap aura kematian itu.


Zhang Wei mengubah aura kegelapan itu menjadi bola dan pergi dari sana. Dia berjalan kembali menuju ruang kerja Kaisar.


"Aku sudah menemukan cara untuk memusanah kan ini dari tubuh korban nya, sebenar nya aku bisa menyerap nya satu persatu tapi akan membutuhkan waktu yang lama, jadi aku akan memberi kan cara yang lebih mudah. " kata nya di hadapan Kaisar.


"Apa itu ?" Tanya Tu Long bingung.


"Meracik obat. " kata nya.


"Ambil kan aku kertas, aku akan menulis seluruh bahan yang ingin ku gunakan. " kata nya dan Kasim langsung memberikan kertas dengan kuas serta tidak lupa dengan tinta nya.


'Bunga XunYi Cao : 300 gram


Bunga Bai He : 240 gram


Cabai Api 5 tahun : 500 gram


Jamur Api 5 tahun : 300 gram' Tulis nya


"Siap kan aku sebuah ruangan untuk meracik obat." Perintah nya.


"Baik, Kasim cepat siap kan apa yang tuan Zhang ingin kan. Semua nya ada di perbendaharaan Kekaisaran. Tuan Zhang, mari aku tunjuk kan tempat nya." kata Kaisar langsung mengajak nya menuju ruangan alkemis.


"Apa kau ingin melihat juga ?"Tanya nya saat sudah berada di depan ruangan alkemis kepada Kaisar dan Tu Long.

__ADS_1


"Aku mau saja, kalau kau tidak keberatan. " kata Tu Long.


"Aku juga. " kata Kaisar.


"Baik lah, ayo masuk. Aku akan menggunakan kuali ku sendiri. " kata nya menyingkirkan kuali yang di sediakan.


Tok tok


"Maaf menganggu, ini adalah pesanan Tuan Zhang. " Kata Kasim itu lalu mengundur kan diri dari ruangan.


Dia menghirup wangi bunga XunYi Cao dan bunga Bai he.


"Hm tidak buruk. Aku sangat suka dengan wangi harum dari bunga XunYi Cao. " kata nya lalu mengambil piring dan batu.


Dia mulai menumbuk bunga XunYi Cao dengan batu hingga halus dan setelah itu ia menyimpan nya di sebuah botol giok.


Hal yang sama ia lakukan pada tanaman tanaman yang lain nya, lalu ia ingat kalau ia masih memiliki banyak inti monster.


Ia akan menggunakan nya untuk meningkatkan persentase keberhasilan, karena ia merasa bertanggung Jawab untuk menyelesaikan wabah ini.


Dia menuang bubuk XunYi Cao dan bubuk Jamur Api lalu mencampurkan nya dengan perlahan lahan dan hati hati.


Lalu Zhang Wei pun memanaskan kuali nya, dia membuka tutup kuali lalu memasuk kan bubuk campuran antara XunYi Cao dengan Jamur Api 30 gram dan Bunga Bai he 12 gram , Cabai Api 50 gram.


Tidak lupa ia memasuk kan satu inti monster ke dalam kuali nya, dia menutup kuali nya lalu menambah suhu dari api nya.


Hingga api menutupi seluruh kuali, kejadian itu berlangsung hingga beberapa menit sebelum ia mengecilkan api nya.


10 menit kemudian dia memadamkan api nya dan membuka tutup kuali obat nya, wangi harum menyeruak ke seluruh bagian raungan.


Asap tebal juga menutupi bagian dalam kuali hingga beberapa saat terlihat lah pil indah dengan warna merah menyala.


"Aura kematian mengandung aura Yin yang sangat tebal sehingga kita hanya bisa membuat sesuatu yang berkebalikan dari itu, yaitu Pil yang mengandung aura Yang, yang kuat untuk melawan aura Yin. " jelas nya.


"Aku mengerti apa maksud mu, ayo coba dulu pada pasien jika ini berhasil mari buat lagi. " kata Tu Long langsung berdiri dari duduk nya.


Dia memasuk kan Pil itu ke dalam botol giok lain nya untuk di bawa ke ruang isolasi.


"Ayo Kaisar, aura kematian itu tidak akan dapat melukai diri mu. " kata nya lalu berjalan menuju ruangan isolasi.


Sesampai nya di ruangan isolasi, orang orang yang terkena bertambah menjadi 15 dan ini hanya lah orang dari dalam istana.


"Yang Mulia, jumlah korban bertambah lagi. " kata Kasim.


"Ya, kalian semua pergi dulu selain alkemis dan tabib. " Perintah Kaisar.


Tu Long yang merasa bukan Alkemis mau pun Tabib langsung berdiri dan bersiap untuk berjalan keluar.


"Tuan Tu, duduk lah di tempat mu. Aku hanya menyuruh keluar para Kasim dan pelayan agar tidak membuat ruangan menjadi sesak. " kata Kaisar dengan canggung.


"Ah ya, baik lah. " Balas Tu Long dengan canggung juga.


Dia memasuk kan pil buatan nya pada orang yang dalam kondisi sangat parah.


"Tunggu ! Apa yang kau masuk kan ke dalam mulut nya ?!" Bentak Grandmaster Alkemis Ling.


Itu terlihat dari baju yang di gunakan nya, tertulis jelas ' Grandmaster Alkemis Ling'

__ADS_1


"Diam ! Kau bahkan tidak dapat membuat pil giok bulan yang lebih baik dari pada diri ku , jadi sebaik nya diam. " Bentak nya dengan marah.


Kaisar juga memberi tanda untuk Grandmaster alkemis Ling untuk segera diam dan tidak melanjut kan pertengkaran.


Tubuh korban Wabah yang sebelum nya meronta kesakitan karena di lilit oleh asap hitam menjadi tenang.


Asap hitam juga perlahan lahan mulai memudar dan wajah orang itu menjadi sedikit lebih baik dan lebih berwarna meskipun tidak kembali menjadi muda seperti sebelum nya.


"Huh, energi kehidupan nya telah di serap. Aku tidak dapat mengembalikan nya. Dia hanya perlu memakan 2 pil lagi sebelum sembuh total. " kata nya pada Kaisar.


"Untuk saat ini ia tidak akan merasa kesakitan seperti sebelum nya tapi masih akan merasakan sedikit sesak nafas, setelah makan pil kedua baru lah ia akan sembuh. " kata nya.


"Kaisar sebaik nya kau membuat sebuah gedung yang dapat menampung seluruh orang yang terkena wabah dan dengan begitu kau dapat memperlambat penyebaran wabah dan juga dapat membantu saudara Zhang untuk lebih mudah dalam membagikan pil buatan nya. " kata Tu Long.


"Rencana yang bagus, aku sudah memiliki gedung yang tidak terpakai. " Kata Kaisar lalu menepuk tangan guna untuk memanggil Kasim nya.


"Ya, Yang Mulia. " jawab Kasim nya.


"Suruh selir An dan Selir Ling untuk pindah sementara, karena gedung akan di gunakan untuk orang yang terkena wabah, lalu setelah itu jemput semua orang yang terkena wabah, entah itu orang yang memiliki uang atau pun tidak. Pindah kan semua nya ke sana, aku akan memberi mu 3 hari. " kata Kaisar dengan nada yang tidak dapat di bantah.


"Kaisar, kenapa kau memindah kan cucu ku hanya untuk orang orang tidak berguna ini ?" Tanya Grandmaster Ling marah.


"Nyawa setiap orang berguna, apa kau pikir satu nyawa cucu mu dapat kau banding kan dengan nyawa ribuan orang ?" tanya nya.


"Tentu saja, martabat dan harga diri cucu ku jauh lebih penting dari pada orang orang di luar sana yang tidak memiliki uang tapi terkena wabah, mereka hanya membuat repot saja. " kata Grandmaster Ling dengan bangga nya.


"Oh yang seperti ini di sebut sebagai alkemis dan tabib, yang seharus nya bertugas untuk menolong orang. Kau tidak layak untuk hidup. Jadi, aku akan membuat mu lebih menderita dari pada pasien pasien yang terkena wabah. " kata nya dengan dingin lalu melemparkan aura kematian yang ia kumpul kan ke tubuh Grandmaster Ling.


Karena pada dasar nya Grandmaster Ling adalah kultivator yang tidak berbakat hanya di bidang pengobatan saja yang lebih unggul.


Tubuh tua Ling Gu, jatuh berlutut di lilit oleh aura kematian yang sangat pekat, lalu dia menabur kan sedikit Racun Mimpi Buruk dan melumpuhkan kultivasi milik Ling Gu.


"Ingat lah untuk tidak meremehkan nyawa orang lain di kehidupan mu selanjut nya, meskipun aku tidak yakin kau akan mati dalam waktu dekat. " kata nya.


Ling Gu meraung raung kesakitan dan berguling guling di tanah, alkemis lain tidak memiliki niat sama sekali untuk membantu Ling Gu.


Karena selama ini Ling Gu selalu menindas mereka dan mengejek kinerja mereka yang kurang baik atau kurang bagus atau jika ada sebuah kesalahan yang Ling Gu buat, itu masih akan di limpah kan ke pada mereka.


Brukk


Pintu di buka secara paksa dan menampilkan wanita cantik dengan wajah marah dan sedang menangis.


......................


...****************...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bonus : 2 / 2


Challenge bonus Desember :


- Like 34 k up 2 chapter √


- Like 37 k up 2 chapter

__ADS_1


- Like 40 k up 3 chapter kalau tepat tanggal 15 Desember, kalau like 40 k lewat dari tanggal 15 maka akan di ganti jadi up cuma 2 chptr jadi budayakan untuk like terus teman teman !


__ADS_2