PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
314. Bertarung


__ADS_3

Mereka pun makan dengan puas tanpa mengetahui kalau di dalam istana sedang memanas. Sekte Tengkorak Hantu melakukan sidang untuk ketiga kali nya.


Tapi mereka membawa 100 murid unggul mereka, tentu saja ini adalah penghinaan dan provokasi dari Sekte Tengkorak Hantu untuk Kekaisaran.


Para prajurit Kekaisaran sudah siap untuk menyerang 100 murid unggul Sekte Tengkorak Hantu kapan saja.


Di dalam aula pertemuan, sedang ada beberapa menteri, penasihat Kaisar serta Kasim kepercayaan Kaisar di dalam ruangan.


Tidak lama, pintu di buka dan masuk lah seorang pria tua dengan rambut putih sepanjang pinggang dengan tubuh yang gagah.


"Ketua Sekte Tengkorak Hantu telah tiba !" Teriak Kasim Kepercayaan Kaisar.


"Salam kepada Kaisar Chen, aku harap kondisi mu baik baik saja. " Kata Ketua Sekte Tengkorak Hantu hanya menunduk kan kepala dan tidak berlutut.


"Lancang ! Bagai mana mungkin kau tidak berlutut dan bersujud di hadapan Kaisar ?!" Teriak Kasim dengan marah.


Kaisar Chen mengangkat tangan nya yang arti nya tidak memperpanjang persoalan ini.


"Yang Mulia, aku sudah bilang pada mu. Tidak ada dari kami, 10 hantu yang menggunakan Racun Mayat. " kata Ketua Sekte Tengkorak Hantu.


Pria tua itu adalah Ketua Sekte Tengkorak Hantu, Chen Xi. Dia adalah sepupu Kaisar, ayah mereka masih bersaudara sehingga masih terikat darah.


"Aku ingin percaya dengan mu adik ke enam, tapi bagai mana dengan bukti yang ada di tangan ku ?" Tanya Kaisar Chen dengan tenang.


"Yang Mulia, bisa saja tabib itu yang berbohong dan berniat untuk mengadu domba antara aku dan kau. " Kata Chen Xi.


"Tapi, darah yang ku pegang ini memang mengandung racun mayat. Aku sudah memberikan nya pada seluruh Tabib Kekaisaran dan mereka memberikan jawaban yang sama. " Kata Kaisar Chen dengan kekeh.


Dari kecil mereka sudah bersaing karena selalu di banding banding kan. Mereka memiliki umur yang tidak jauh sehingga, perselisihan antara mereka berdua tidak dapat di hindari.


"Yang Mulia, entah berapa kali pun kau mengatakan ini, jawaban ku akan tetap sama. Jangan pikir kalau aku takut dengan Kekaisaran, jangan lupa siapa yang memberi mu jabatan. " Kata Chen Xi dengan penuh ancaman.

__ADS_1


"Lancang sekali ! Kau mengancam Kaisar, kau pantas mendapat kan hukuman mati !" Kata Kasim Kepercayaan Kaisar dengan cepat bahkan melebihi Kaisar itu sendiri.


Kasim itu adalah Kasim baru, baru 3 tahun tapi sudah bisa menjadi Kasim kepercayaan Kaisar. Tapi dia tidak puas dan ingin terus menerus menjilat Kaisar.


Dia tidak tahu tentang 3 sekte utama yang membantu Kaisar Chen, Chen Yang mendapat kan posisi. Banyak orang tidak tahu dengan kondisi keluarga Han, hanya orang orang tua yang mengetahui itu.


"Apa yang kau tahu anak muda ?! Apa kah Kaisar mu ini tidak mengajari mu dengan baik ?!" Tanya Chen Xi dengan marah.


"Chen Xi. " Panggil Kaisar dengan khawatir.


"Apa kau tidak tahu keburukan nya di masa lalu ?! Dia adalah seseorang yang naik tahta karena keberuntungan bukan karena kepandaian atau bakat !" Kata Chen Xi marah.


Brakkk


Kaisar memukul lengan kursi nya sampai hancur menjadi kepingan kepingan kecil.


"Chen Xi ! Jangan melewati batas mu ! Jangan lupa kalau kau hanya seorang putra dari selir !" Teriak Chen Yang.


"Lalu kenapa ? Kenapa kalau ibu ku selir ? Apa kah itu pekerjaan yang hina ? Apa kah aku bisa memilih harus di lahir kan oleh siapa ?!" Teriak Chen Xi sambil membanting meja di depan nya.


"Kau sangat tidak tahu terima kasih ! Ayah ku sudah di korban kan oleh ayah mu supaya kau bisa naik tahta ! Kurang apa lagi ? Ayah dan anak sama saja, sama sama tidak tahu terima kasih. " Kata Chen Xi sambil berjalan berdiri dan menuju pintu keluar.


"Jangan kira kalau aku adalah ikan yang berada di papan pemotong. " Kata Chen Xi dengan dingin, dia berjalan keluar.


"Mau kemana kau ?!" Teriak Chen Yang dengan marah.


Chen Xi tidak menjawab dan terus berjalan keluar tanpa memerdulikan teriakan Kaisar Chen.


"Jika kau melangkah satu langkah lagi maka mulai sekarang kita tidak akan ada hubungan lagi ! Aku akan menyuruh Prajurit untuk menyerang pasukan mu !" Teriak Chen Yang.


"Kakak, kakak, apa kau pikir aku datang kemari tanpa persiapan ? Aku takut kau yang akan menderita banyak kerugian kali ini. " Kata Chen Xi sambil tertawa dingin.

__ADS_1


Tawa nya sangat dingin dan membeku kan tulang, orang orang yang berada di sana gemetar karena tawa Chen Xi yang sangat mengerikan menurut mereka.


Chen Xi membuat keributan yang besar selama 100 tahun belakangan ini, Prajurit di racuni oleh murid murid unggu Sekte Tengkorak Hantu.


Bahkan beberapa di bunuh, Chen Xi dan 50 murid nya yang tersisa kabur dengan selamat.


Kaisar Chen mengepal kan tangan nya dengan marah.


"Yang Mulia, Tabib Sakti Zhang Han tidak dapat di temu kan. Bahkan ada orang orang kita yang di bunuh saat menjalan kan patroli, selama beberapa hari belakangan sudah ada 7 kelompok di yang di bunuh. " Kata Kasim itu sambil menunduk.


"Yang Mulia, racun itu tidak dapat di sembuh kan. Mereka menggunakan racun mayat untuk meracuni Prajurit, aku takut kita tidak bisa bertahan apa bila kita di serang oleh 3 Sekte Besar. " Kata Kasim yang lain dengan gemetar.


"Sialan ! Dua orang itu ! Aku sudah salah menilai mereka ! Chen Xi, Zhang Han, aku akan memotong kalian menjadi 10 bagian !" Kata Chen Yang.


Di sisi lain, Zhang Wei yang baru mengetahui kabar ini tidak menyia nyiakan kesempatan itu dan berjalan masuk ke dalam Istana Kaisar di bantu oleh Chen Yuan.


Dia berniat untuk mengambil Pedang Petir Abadi yang berada di dalam Kekaisaran, sampai di ruangan penyimpanan harta. Chen Yuan tampak berdiri dengan tatapan kosong.


"Pegang ini untuk ku. " Ucap nya memberikan sebuah sarung pedang pada Chen Yuan.


Chen Yuan memegang sarung pedang dengan patuh, dia masuk ke dalam ruangan penyimpanan dan mengambil pedang yang sama dengan sarung pedang yang di pegang oleh Chen Yuan.


Dia sengaja menginjak salah satu alarm yang terpasang di sana untuk jebakan, dia langsung menghilang dan menyisakan Chen Yuan.


Kaisar Chen yang mendengar suara alarm berbunyi langsung berlari dengan panik menuju penyimpanan harta Kekaisaran, sekali dia membuka nya.


Betapa panik nya dia melihat kalau seluruh Kristal Roh serta perhiasan telah kosong dan hanya menyisakan Chen Yuan yang memegang Pedang Petir Abadi palsu.


Di sisi lain, Zhang Wei tertawa dengan senang kala melihat 2 cincin ruang yang ada di tangan nya. Tidak cukup untuk menyimpan semua harta dalam satu cincin ruang sehingga memerlukan satu cincin ruang lain nya.


Dia juga melepas kan mantra Boneka Tanpa Jiwa milik Chen Yuan, habis ini pasti akan ada berita kalau pangeran ke tujuh di hukum mati atas kejahatan nya.

__ADS_1


Dia terkekeh kala memikir kan itu, dia mengeluarkan salah satu kertas di saku nya yang bertulis kan Kekaisaran Chen lalu merobek nya dan membakar nya.


"Satu misi sudah selesai, tinggal 3 lain nya. Aku akan membuat pertunjukan besar !" Dia terkekeh dan berjalan melewati atap rumah ke atap rumah yang lain.


__ADS_2