PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
254. Lega


__ADS_3

Duk


Wanita cantik yang merupakan murid nya ini menabrak diri nya.


"Maaf , maaf kan aku. Aku sedang terburu buru, maaf kan aku. Aku sedang mencari seseorang." kata Nangong Ling menunduk dan tidak melihat siapa yang di tabrak nya.


"Apa kau begitu buru buru ?" tanya nya dengan pelan , Nangong Ling yang bersiap untuk pergi langsung terdiam.


"Shifu !" Teriak Nangong Ling lalu memeluk tubuh Zhang Wei dengan erat.


"Kenapa kau terburu buru ?" tanya nya pura pura tidak tahu, di dalam dimensi Hu Yin semakin merasa bersalah melihat kekhawatiran kakak seperguruan nya ini.


"Shifu, maaf kan aku. Aku telah lalai menjaga Hu Yin , dia..... dia hilang." kata Nangong Ling sambil berlutut di tanah.


Air mata yang dari tadi di tahan oleh wanita muda itu tumpah keluar. Pemandangan itu menjadi perhatian semua orang, apa lagi tampang sepasang manusia itu yang tidak manusiawi.


"Kenapa shifu tidak panik ? Apa shifu tidak khawatir dengan Yin'er ?" tanya Nangong Ling sambil mengguncang guncang kaki Zhang Wei.


"Berdiri lah, dan lihat lah siapa yang ada di belakang mu." kata nya sambil tersenyum tipis.


Nangong Ling menyeka air mata nya dan berdiri lalu menoleh ke belakang dengan pelan pelan. Betapa terkejut nya ia saat melihat orang yang di cari nya.


"Hu Yin !" Teriak Nangong Ling lalu memeluk tubuh mungil Hu Yin erat.


Bersama selama bertahun tahun membuat hubungan mereka menjadi dekat. Lebih dekat dari pada saudara sendiri.


Mereka seperti satu nyawa yang tidak dapat berpisah.


"Kakak Ling, maaf kan aku karena kabur dan tak mendengar perintah mu. " kata Hu Yin saat berada di pelukan Nangong Ling.


"Tidak apa apa , tapi jangan mengulangi nya lagi. Kau tahu ? Aku sangat khawatir dengan keadaan mu. Jika kau kenapa napa apa yang harus ku katakan pada shifu ?" tanya Nangong Ling.


"Sudah lah , lanjut kan nanti acara peluk pelukan kalian. Ayo pulang, aku sudah menyelesaikan seluruh tugas ku." kata nya dengan santai.


"Baik , shifu !" kata dua murid nya dengan serempak.


Di dalam perjalanan pulang, kedua gadis cantik lebih tepat nya satu cantik dan satu lagi imut seperti lukisan sedang bercerita tentang apa yang di alami oleh si gadis imut.


Sesampai nya di Sekte Embun Salju, dia menyuruh kedua murid nya untuk kembali lebih dahulu ke paviliun Murong dan renungkan kesalahan mereka.


Mereka berdua mengangguk setelah memastikan kedua murid nya berjalan pulang ke Paviliun Murong, kaki nya melangkah menuju Aula Misi.


Sesampai nya di sana , tetua misterius yang selalu menjaga aula misi menatap nya dengan tatapan merendahkan.


"Apa kau menyesal karena sudah mengambil misi itu ?" tanya tetua penjaga Aula Misi.


"Tidak, aku sudah menyelesaikan semua nya." kata nya sambil menyerahkan pelat pengenal milik nya.


Tetua penjaga aula misi itu tidak percaya hingga akhir nya seorang bawahan tetua penjaga itu datang sambil membawa informasi mengejutkan.

__ADS_1


"Tuan , penjahat Liang Yi dan bandit Desa Serigala mati dengan tragis dan terlihat mati dengan cara yang sama. Mereka seperti nya mati di tangan orang yang sama , lalu monster di perbatasan telah mati semua ." Ini membuat tetua itu terdiam sebelum melihat kembali pelat pengenal nya.


"Kau yang membunuh semua nya ? Aku benar benar terkejut , setiap tugas mendapat kan 300 poin. Kau bisa menukarnya di aula harta. Ini adalah rekomendasi dari ku untuk mu." kata tetua itu terdiam.


"Tetua, bukan kah itu sedikit lebih banyak ? Bukan kah seharusnya aku hanya mendapat kan 225 poin dari setiap tugas ?" tanya nya dengan ekspresi bingung .


"Memang benar , tapi karena kau sangat cepat jadi aku memberi mu hadiah tambahan." kata tetua itu.


"Baik terima kasih tetua !" kata nya dengan gembira.


Yang dia inginkan bukan lah poin tapi lebih tepat nya rekomendasi. Sesampai nya di Paviliun Murong, guru nya menyerahkan 3 surat rekomendasi lain nya.


"Ju Lingling sudah meminta maaf dan memberikan mu surat rekomendasi. Ini dari Ju Lixing dan ini dari aku." kata Ju Jiangniang.


"Hm bagus lah , dengan begini akan lebih baik. Lihat lah , aku berhasil untuk mendapat kan surat rekomendasi dari tetua penjaga aula misi." kata nya sambil menunjuk kan surat rekomendasi dari tetua penjaga Aula Misi.


"Kau berhasil mendapat kan rekomendasi dari tetua itu ? Hebat sekali. Kau kemungkinan bisa langsung menjadi murid inti hari ini." kata Ju Jiangniang dengan semangat.


Murid inti hanya ada 100 , jika dikalahkan oleh yang lain maka akan di angkat menjadi tetua inti. Tetua inti adalah seperti tetua penjaga aula misi, tetua penjaga aula harta , Ju Jiangniang.


Saat ini hanya ada murid inti peringkat 98 yang masih aktif sedang kan kebanyakan yang lain memilih untuk melakukan pelatihan tertutup.


Setiap 1 tahun sekali, 10 murid inti paling baik akan di bawa menuju Sekte Embun Salju Pusat. Sebentar lagi waktu satu tahun akan tiba.


Sekitar waktu 3 bulan lagi dan dalam waktu itu ia harus bisa mencapai peringkat 10. Dia berjalan menuju Aula Pertarungan.


"Apa kau murid tetua Jiangniang ?" tanya tetua itu.


"Ya, aku memang murid tetua Jiangniang." kata nya.


"Baik lah, kau tunggu lah di sini. Aku akan memanggil Lu Tianjie kemari." kata tetua itu.


Semua orang menatap Zhang Wei dengan tatapan merendahkan.


"Lihat lah, pria itu baru masuk menjadi murid pengadilan dalam tidak sampai 1 bulan tapi sudah berniat naik menjadi murid inti." Bisik salah satu dengan nada mengejek.


"Kau benar , dia benar benar tidak tahu malu."


"Ayo lihat bagaimana dia mengatasi iblis betina Lu Tianjie. "


"Hentikan ucapan kalian, dia adalah murid tetua Jiangniang. Jika ada yang mendengar kata kata kalian maka mungkin akan membawa bencana bagi kalian sendiri." kata salah satu dengan takut takut.


"Memang nya kenapa ? Tidak ada yang mendengar juga. Aku tidak tahu apa yang di lihat tetua Jiangniang dari bocah ingusan ini selain wajah nya. Tetua Jiangniang memiliki tubuh yang begitu indah membuat ku membayangkan nya setiap malam." kata salah satu tak tahu malu.


Shiutt


Pisau Angin memotong rambut pria itu dengan tajam. Belum lagi tatapan dingin dari nya yang membuat pria itu terdiam dan ketakutan.


"Apa kau sudah dengar bagaimana tragis nya kematian Bandit Desa Serigala dan Liang Yi ?" Tanya nya sambil menyeringai sebelum kembali menghadap kedepan.

__ADS_1


Tangan nya terlipat di depan dada, sampai akhir nya ada seorang murid pengadilan dalam yang terkenal dengan kemampuan menggosip nya.


"Hei semuanya ! Biar ku beritahu , ada berita yang sangat penting ! Apa kah kalian sudah tahu tentang kematian Bandit Desa Serigala dan Liang Yi ? Ternyata yang membunuh nya adalah murid sekte kita, murid tetua Jiangniang ! Lebih baik kalian tidak usah menganggu nya , apa lagi kata nya dia berhasil membunuh seluruh monster di perbatasan." orang tukang gosip tersebut berhenti sejenak untuk mengambil nafas.


"Dia juga menyelesaikan semua nya dalam waktu 3 hari ! Sungguh monster yang mengerikan , ingat , jangan menganggu nya." kata tukang gosip itu dengan wajah bangga seolah olah telah menyelamatkan banyak nyawa orang.


"Kenapa tidak boleh menganggu nya ? Bukan kah kita sama sama murid ?" Tanya nya sambil menahan tawa.


"Tentu saja, apa kau ingin mati ? Aku sudah baik hati untuk memberitahu kan ini kepada kalian semua." kata tukang gosip itu.


"Kau menyelamatkan banyak orang, bagaimana kalau kau yang bertemu dengan Murid Tetua Jiangniang langsung ? Kau mengejek nya sebagai monster. Apa dia tidak akan tersinggung. Biar aku beritahu kau, Zhang Wei bukan lah orang yang mudah mengampuni apa lagi jika di ejek." kata nya sambil menakut nakuti tukang gosip tersebut.


"Apa kau Zhang Wei ? Kau orang yang menantang ku ?" tanya wanita yang di ikuti oleh tetua yang menjaga tempat ini.


"Ya, aku Zhang Wei. Kau pasti Saudari Tianjie." kata nya basa basi.


Lu Tianjie ini berdandan seperti seorang pria, kekuatan yang di miliki wanita ini juga cukup kuat.


Mereka berdua naik ke arena sedang kan tukang gosip itu terduduk ke tanah.


"Apa kah dia benar benar murid tetua Jiangniang ?" tanya Tukang Gosip itu dengan ketakutan.


"Ya benar. Lihat lah rambut ku, aku mengatakan sesuatu yang menyinggung nya. Untung hanya rambut yang hilang bukan nyawa." kata pria yang tadi di tebas oleh Zhang Wei menggunakan pisau angin.


Di dalam arena pertarungan


"Aku tidak akan sungkan Saudari Tianjie." kata nya. Lu Tianjie diam saja dan mengeluarkan kecapi berwarna cokelat.


"Ah ternyata kecapi, aku akan menggunakan seruling ku kalau begitu. " kata nya mengeluarkan sepulang kematian dari saku pakaian nya.


"Tidak perlu ragu untuk menggunakan senjata. Jangan meremehkan kekuatan ku karena menggunakan alat musik." kata Lu Tianjie tersinggung.


"Aku tidak berniat untuk menyinggung, aku memang sering menggunakan seruling ini. Ayo mulai !" Teriak nya .


Lu Tianjie memainkan permainan kecapi nya dengan kejam , serangan serangan energi mental membuat nya mau tidak mau menghindar.


Tidak sampai situ ,bahkan petikan kecapi milik Lu Tianjie membuat lantai Sekte retak, dia melompat mundur untuk menghindari retakan.


Setelah itu retakan besar yang di lihat nya seketika langsung hilang. Ini membuat nya menyadari satu hal .


"Ilusi !" Teriak nya sebelum memainkan seruling nya.


Energi mental mereka bertabrakan tapi karena Seruling Neraka tidak hanya mengeluarkan energi mental melainkan juga aura kematian.


Ini perlahan lahan mendorong Lu Tianjie ke pojok, Dia mempercepat alunan seruling nya. Lu Tianjie juga tidak ingin dengan mudah menyerang sebelum memainkan kecapi nya dengan suara sumbang yang sangat menyakitkan telinga.


bahkan tidak sedikit yang telah jatuh pingsan karena tidak sanggup menahan energi mental sampai akhir nya tetua penjaga menyegel mereka berdua.


Ini membuat nya lebih leluasa untuk menyerang Lu Tianjie.

__ADS_1


__ADS_2