
"Apa ?! Tidak mungkin, Dewi Qing, jangan sembarangan menuduh !" Teriak seorang pengunjung tidak terima.
"Kalian percaya atau tidak bukan urusan ku, hanya saja aku tidak percaya kalau ada pedagang yang begitu kejam menggunakan nyawa sesama nya untuk uang. Bahkan kami bangsa iblis tidak melakukan hal sekotor itu. " kata Qing Yu dengan penuh rasa jijik.
Suara Qing Yu begitu menggelegar, membuat Old Qi yang sedang berjalan jalan mendekati pondok itu.
"Nah, kebetulan sekali. Ini ada Senior Qi, kalian bisa menanyakan nya, apa kah yang aku katakan adalah kebenaran atau aku hanya asal bicara ? Bukan kah begitu paman ?" tanya Qing Yu sambil menyeringai.
Penjual itu terduduk di tanah dan menangis, keringat dingin mengalir di sepanjang pelipis nya. Zhang Wei hanya diam dan menatap tajam ke arah penjual itu.
"Apa yang terjadi di sini ?" tanya Old Qi tidak mengerti.
"Coba kau cek daging ini. " kata nya yang sedari tadi diam sambil memberikan mangkok mi yang belum ia makan sama sekali pada Old Qi.
Wajah Old Qi menjadi muram, wajah nya yang sudah tua di penuhi oleh kerutan. Old Qi langsung menatap ke arah nya dan Qing Yu, mangkok mi ayam yang di tangan nya juga hancur berkeping-keping.
"Ini daging manusia, di lihat dari daging yang memiliki serat yang berbeda dengan daging ayam." kata kata Old Qi bagaikan pukulan pada para pengunjung itu.
Mereka langsung muntah, bahkan iblis iblis kelaparan yang di bawa oleh nya. Dia menatap jijik pada muntahan mereka dan menutup telinga nya menggunakan Qi.
Dia menepuk nepuk pundak Qing Bing sebelum berkata.
"Bukan kah kata mu daging nya sangat enak ? Aku membiar kan mu untuk mengambil semua nya. " Ejek nya.
"Kau !! Huwe... Hweee!" Qing Bing kembali muntah saat mendengar kata kata nya.
Dia tertawa lantang, melihat itu.
"Kau sangat jahil, kau sudah tahu itu pukulan yang cukup besar untuk nya dan kau masih mengejek nya. Aku yakin kau adalah seorang ahli di peperangan, dilihat dari cara mu yang langsung menusuk di titik terlemah. "Puji Old Qi.
"Ha ha terima kasih atas pujian mu Senior Qi. " Jawab nya dengan sederhana.
Semua orang pergi meninggal kan kedai mi ayam itu sambil mengumpat dan melayangkan kutukan kepada paman penjual mi.
Dia berjongkok untuk menyamakan tinggi nya dengan penjual itu.
__ADS_1
"Paman, katakan pada ku sudah berapa lama kau melakukan ini ?" tanya nya dengan serius.
"Aku sudah melakukan nya selama 2 bulan belakangan. " kata paman itu sambil menangis.
"Berapa orang yang sudah menjadi korban mu ?" tanya nya.
"3 orang menjadi korban, aku layak mati. " kata paman itu sambil memukul mukul kepala nya.
"Katakan pada ku, apa yang kau ingin kan sampai sampai mengambil jalan ini ?" tanya nya dengan prihatin.
Ia sudah menangkap gelagat aneh dari paman penjual saat membuat mi milik nya. Paman penjual mi menyajikan mi nya dengan penuh rasa sedih dan rasa bersalah.
"Itu.... itu, anak laki laki ku satu satu nya ingin melamar kekasih nya dan membutuh kan banyak uang. Ia menyarankan aku untuk melakukan ini, ia menggunakan uang itu untuk memuaskan kekasih nya. " kata paman penjual dengan rasa sedih.
"Tunggu aku di sini, aku akan mendatangi anak mu untuk melihat lihat. Aku akan datang ke sini lagi dalam 5 hari ke depan. Aku percaya kalau kau. tidak akan kabur paman. " kata nya dengan senyuman.
Dia keluar dan tak lupa meninggal kan beberapa keping kristal roh tingkat rendah di meja. Jika itu orang lain maka ia akan membunuh nya, hanya saja ia bisa melihat rasa bersalah yang menghantui pria paruh baya itu.
Bahkan tanpa ia bunuh, pria paruh baya itu akan mati juga cepat atau lambat karena di penuhi oleh rasa bersalah.
"Kau melepas kan pria tua itu ?" tanya Qing Yu.
"Kau bisa melihat hantu ?" tanya Qing Yu yang tampak nya tertarik.
"Kau juga bisa jangan merendah senior Qing. Aku juga tidak tahu kapan aku memiliki kemampuan ini tapi ya begitu lah. " Ujar nya sambil menaik kan bahu tanda tak peduli.
"Kau memiliki banyak bakat tersembunyi, bergabung lah dengan kami, bangsa iblis maka kami akan mendorong semua potensi mu menjadi maksimal. " kata Qing Yu.
Dia menghentikan langkah nya, Qing Yu tersenyum penuh kemenangan karena merasa berhasil menunduk kan nya.
"Sayang nya aku tidak tertarik. "Ujar nya sambil mengulas senyum tipis.
"Apa kau yakin ?" tanya Qing Yu.
"Kau berbeda dari yang lain. " Gumam nya sambil tertawa.
__ADS_1
"Berbeda ? Dengan siapa ?" Tanya Qing Yu dengan penasaran.
"Kau tidak perlu tahu. " Yang dia maksud adalah Envy, Wrath, dan yang lain lain.
Dari semua 7 dosa utama yang pernah di jumpai nya, hanya Qing Yu yang masih lebih baik. Kesan nya dengan Wrath sangat buruk, iblis. buruk rupa itu terus menerus mengumpat dan mengutuk orang lain, sungguh menyebalkan.
Dari 7 Dosa Utama, ada 1 iblis besar lagi yang sangat kuat, ia adalah Abbadon, iblis yang membawa kehancuran, bencana dan berbagai hal buruk lain nya.
Ia sebisa mungkin tidak ingin berhubungan dengan iblis ini.
"Kenapa melamun ?Ayo jalan lagi, perlombaan selanjut nya akan di mulai sedikit lebih cepat. " Panggil Old Qi.
Dia mengangguk dan sesampai nya di sana, orang orang menatap nya dengan penuh rasa iri karena dapat berjalan dengan 2 ahli paling kuat di dimensi ini.
Dia maju ke garis awal, murid Old Qi yang di tinggal kan nya tadi menatap nay dengan tajam. Jika tatapan itu adalah pedang maka tatapan itu sudah akan mengoyak tubuh nya.
"Apa lihat lihat ? Aku masih suka pada wanita ?"Canda nya.
"Kau ! Lihat saja, aku akan menjadi pahlawan bagi semua orang. Kau akan menyesal karena sudah menyinggung ku !" Kata pria itu dengan marah.
"Aku tidak peduli, bahkan jika kau anak dewa aku masih akan mengalahkan mu. " kata nya dengan tidak peduli.
Pria itu tampak akan marah lagi tapi sebelum membiar kan itu terjadi, dia menutup mulut pria itu menggunakan roti daging.
"Jangan banyak bicara, lebih baik bukti kan saja langsung. Telinga ku akan mengalami kerusakan dingin karena mendengar teriakan mu. Dan jangan sering sering menunjuk pada ku kalau kau masih sayang tangan mu. " Bisik nya.
"1..... 2.....3.... Mulai !!" Teriak Old Qi.
Dia segera berlari kencang, perlombaan kali ini cukup mudah, kita hanya perlu lari sejauh 10 kilometer tanpa menggunakan Qi.
Bagi nya ini hanya lah permainan anak anak jika di banding dengan latihan nya saat berada di dimensi Kakek Qian.
Dia berlari dengan santai tidak seperti orang orang yang di samping nya, mereka semua lari seperti sedang kerasukan.
Bahkan ada beberapa yang saling menaruh kaki agar saling jatuh dan pada akhir nya mereka berdua jatuh.
__ADS_1
Dia tertawa puas melihat pertunjukan pertunjukan lucu yang ada di sekitar nya.
bonus : 2 / 2