
"Ha ha ha , Han Long Chun yang perkasa yang berdarah dingin , yang kejam di tanyai soal percintaan oleh bocah ingusan !" kata Han Liu Liang masih twrtawa.
Zhang Wei sudah berhasil di tenang kan di istirahat kan di kamar pemuda itu , saat ini kedua roh senjata ini sedang duduk sambil melanjut kan meminum arak.
"Henti kan ejekan mu , ini lah beda nya , anak ini terlalu ragu ragu. Mungkin juga karena kurang nya pengalaman. Dia dulu hidup di dimensi rendah yang semua orang nya lemah sehingga kurang informasi dan pengalaman." kata Han Long Chun.
"Aku justru senang jika dia memang benar benar berasal dari dimensi rendah. , dengan begitu tidak terlalu banyak menderita. Kehidupan sebelum nya , pria itu terlalu banyak menderita. Apa kah ia masih dengan sikap sok pahlawan nya itu ?" tanya Han Liu Liang sambil mendengus.
"Tentu saja masih , mereka berdua sangat mirip kalau soal itu. Mereka suka berkorban demi orang lain , tapi saat mereka susah tidak ada yang ingin berkorban demi mereka , ini sedikit menyedihkan sebenar nya." kata Han Long Chu.
"Bukan nya tidak mau berkorban tapi lebih tepat nya mereka tidak mampu."kata Liu Liang dengan ekspresi kesal nya.
Keesokan hari nya
Zhang Wei sudah siap dengan pakaian serba hitam nya , Han Long Chun dan Han Liu Liang keluar dalam wujud manusia mereka.
Entah kenapa kali ini ada yang terasa aneh dengan Klan Zhu , biasa nya selalu ada anak anak kecil yang berlari lari .
Kali ini tidak ada yang berlari lari , Ketua Klan Zhu sudah mengumumkan kalau Dia membeli seruling kematian dengan uang nya sendiri.
"Ayo pergi !" Ajak Han Long Chun sambil menarik tangan nya.
"Baik lah baik lah." Mereka berjalan keluar di tengah pasar yang di penuhi oleh orang orang.
Di klan Zhu
Semua nya langsung keluar dan mulai mendekor klan Zhu menjadi lebih baik.
"Hari ini Zhang Wei ulang tahun , dia pasti tidak tahu kalau kita sudah bekerja sama dengan leluhur." kata Tu Long dengan bersemangat.
Sebenar nya mereka hanya mendekor tempat yang paling Zhang Wei sukai di dalam klan Zhu , kolam teratai.
Semua nya di rias sebaik mungkin , Han Long Chun si suruh untuk mengajak Zhang Wei jalan jalan sampai sore.
Di tempat Zhang Wei , pemuda itu memesan 5 porsi mie daging yang terkenal sangat lezat di ibu kota.
"Em ini sangat enak." Gumam nya.
"Kau benar." kata Han Long Chun.
__ADS_1
Setelah puas bermain main dan berjalan jalan di temani oleh dua roh pedang , mereka kembali ke klan Zhu.
Zhang Wei dan dua lain nya terkejut melihat kondisi Klan Zhu yang kacau balau di karena kan oleh serangan Klan Zhong.
Ada bendera Klan Zhong yang tertancap di depan pagar Klan Zhu. Mata nya memerah karena marah , tubuh nya bergetar dan mengeluar kan aura kematian yang begitu pekat.
"Zhang Wei !!" Teriak Zhu Hong , Dia terkejut karena melihat ada Qing yu.
Qing Yu tidak di per boleh kan membunuh mahkluk hidup tanpa alasan karena masa hukuman nya yang sebentar lagi habis.
"Qing Yu , hentikan !" Teriak nya sambil menarik tangan Qing Yu sebelum memasuk kan nya ke dalam dimensi.
Dia mengeluar kan seruling dan mulai bermain dengan nada yang menusuk musuh dan memberi kesan menenang kan untuk pihak Klan Zhu.
Dia terus maju sampai sampai Klan Zhong langsung mundur dan menjerit kesakitan , ada yang mengeluarkan darah dari setiap indera nya.
Tidak ada anggota klan Zhu , dia menghela nafas lega karena tidak datang terlambat.
Nyanyian seruling nya tidak berhenti , Han Long Chun dan Han Liu Liang telah masuk ke dimensi masing masing.
"Semua nya mundur !" Teriak salah satu jenderal perang milik klan Zhong.
"Kalian sudah datang kemari , kenapa masih ingin pergi ?" tanya nya.
Ternyata itu adalah Qilin Api dan Kura Kura Hitam.
"Senior Mu Xing Qiao , Senior Liao Wu !" Salam nya dengan hormat pada kedua manusia di hadapan nya ini.
"Biar kan mereka pergi." kata Zhu Ming.
Brushhhh
Kembang api yang sangat cerah tampak di langit yang ada di ibu kota .
"Itu permintaan tolong dari klan Yan dan Yin !!" kata nya.
"Kau benar, mereka mungkin menyerang dengan kekuatan penuh ke klan Yan dan Yin." kata Mu Xing Qiao.
"Ayo pergi ke sana !" kata Liao Wu.
__ADS_1
Dia mengangguk setuju dan langsung menaiki kuda yang di sedia kan bersama dengan Zhu Ming dan beberapa tetua lain.
Anak anak dan yang lain nya tinggal di klan Zhu untuk menjaga klan. Kuda yang mereka naiki ini bukan kuda biasa melainkan kuda yang telah di latih dengan keras .
Bisa berlari 2 kali lebih cepat dan stamina dua kali lipat di banding kan kuda biasa. Jadi karena pada dasar nya Klan Yan dan Yin tidak terlalu jauh , mereka hanya perlu setengah jam.
Di tempat klan Yan dan Yin, semua nya memegang senjata dan di kelilingi oleh ribuan pasukan yang mengepung.
"Bagaimana ini ?" tanya Yan Yi.
"Sebaik nya gunakan Tanda Bahaya untuk meminta pertolongan !" kata Yin Yi dengan kesulitan..
Mereka terus menerus di paksa untuk mundur , tidak lama ada serangan api yang besar.
"Kang Mei ! Apa yang kau lakukan ?!" Bentak Kakek Yan.
"Maaf kan aku tapi Klan Long memberi ku lebih banyak keuntungan." kata Kang Mei sambil tertawa.
"Kau !" Kakek Yan langsung muntah darah saat terkena tapak Kang Mei.
Kakek Yin juga karena terdorong oleh Jiao Chou, Yan Yi dan Yin Yi langsung menolong kakek mereka.
"Kakek , kakek mohon tetap sadar lah. Mereka pasti akan mengirim kan bantuan." kata Yan Yi sambil menangis melihat keadaan kakek nya yang sekarat.
"Kalian pergi lah ke ruang rahasia untuk melindungi diri , tunggu sampai nanti pasukan bantuan datang." kata Kakek Yin mengeluarkan Gelang Giok yang merupakan kunci untuk ruangan rahasia.
"Tidak , bagai mana mungkin kami pergi meninggal kan kakek ?" tanya Yin Yi menangis.
"Dasar gadis bodoh , pergi lah ." kata kakek Yin sambil menyentil dahi Yin Yi.
Yin Yi dan Yan Yi di dorong untuk pergi ke dalam sekte , sedang kan kakek Yan dan Kakek Yin menahan musuh sekuat tenaga.
Bruk bruk.
Suara kaki kuda terdengar di iringi dengan suara seruling yang sangat melengking dan menusuk.
Mu Xing Qiao langsung turun dari kuda nya dan melawan Ketua Klan Long , perhatian musuh langsung teralih kan ke pasukan bantuan.
"Zhang Wei !!" Teriak Yan Yi dan Yin Yi dengan penuh semangat.
__ADS_1
Zhang Wei tidak tinggal diam setelah memain kan seruling, dia mengeluarkan pedang dan lagi lagi dia berlumuran darah.
Pedang nya tanpa memiliki keraguan menebas atau pun menusuk untuk mencabut nyawa lawan nya.