
Ju Jiuniang yang mendengar kata kata ayah nya itu langsung melepaskan genggaman nya pada pria tua itu.
Ju Liantao langsung berjalan menjauh sambil menarik istri nya. Dia berjongkok sambil menatap kepergian kedua orang tua nya.
Ibu nya menatap nya dengan khawatir dari kejauhan , dia hanya tersenyum menenangkan agar ibu nya tak khawatir.
Setelah kedua orang tua nya tak terlihat lagi, air mata yang sedari tadi di tahan oleh nya akhir nya runtuh seketika.
Dia menangis dengan kencang , dada nya terasa sangat sesak. Kaki nya terasa sangat tak bertenaga. Dia berjalan ke Paviliun Murong dengan deraian air mata.
Saat melihat Zhang Wei yang sedang duduk dengan tatapan kosong, hati nya terasa sedikit tenang. Murid sekaligus pujaan hati nya ini benar benar tampan dan tidak manusiawi.
Dia mengelus wajah Zhang Wei sebelum memindahkan tubuh pria itu ke kamar.
Flashback End
1 Bulan berlalu
Ju Jiangniang sangat jarang keluar dari Paviliun Murong dan hanya berkultivasi dengan keras di dimensi Furong milik Zhang Wei.
Pria itu saat ini sedang duduk di bagian depan Paviliun Murong sambil menatap langit pagi yang terlihat indah.
Ju Jianiang berlatih lebih dari 1 tahun di dalam dimensi Zhang Wei. Tiba tiba suara wanita mengejutkan nya.
"Zhang Wei." Panggil suara wanita yang sangat halus.
"Xirong, apa yang terjadi ? Kenapa kau keluar ?" tanya nya dengan lembut.
"A..aku tidak tahu apa kah kau akan setuju dengan ku atau tidak." kata Wang Xirong dengan terbata bata.
Kekuatan Wang Xirong sekarang berada di atas nya , kekuatan wanita itu sudah mencapai puncak tingkat suci.
Sangat sulit untuk mencari tanding bagi wanita itu.
"Kata kan saja apa yang kau ingin kan ?" tanya nya dengan lembut sambil mengelus rambut panjang Wang Xirong.
"Aku ingin pergi menjelajah sendirian. Menurut ku seharusnya kita memiliki jalan sendiri sendiri seperti yang di takdir kan. Aku tidak ingin hanya terus menerus berlindung. Aku ingin membentuk pasukan sendiri yang bisa membantu bangsa Dewa nanti nya saat perang." kata Wang Xirong dengan tekad yang kuat.
Zhang Wei yang melihat tekad itu di mata Wang Xirong hanya bisa menghela nafas berat, dia tidak boleh egois dan mengekang keinginan Wang Xirong.
"Baik lah , asal kau berhati hati. Lagi pula dengan kekuatan mu , seharusnya kau sudah mampu untuk melindungi diri." kata nya setelah terdiam sebentar.
"Terima kasih banyak Zhang Wei !" Wang Xirong memeluk tubuh nya dengan erat.
Dia membalas pelukan itu sambil tersenyum pahit , sulit untuk kehilangan seseorang yang sangat dekat dengan nya.
__ADS_1
"Jaga diri mu, apa kau sudah pamit dengan yang lain ? Kapan kau akan pergi ? Kemana tujuan mu sekarang ?" tanya nya beruntun.
"Sabar , jangan banyak banyak tanya nya. Aku sudah pamit dengan semua nya, lalu aku akan pergi sekarang dan untuk tujuan....... aku masih belum tahu." kata Wang Xirong sambil mengangkat bahu nya.
"Kalau begitu berhati hati lah, ayo bertemu lagi di perang selanjutnya !" kata nya.
"Ya , kita akan bertemu. Ini hanya perpisahan sementara." kata Wang Xirong sebelum melepaskan pelukan dan berjalan menjauh.
Dia menatap tubuh Wang Xirong yang semakin lama semakin hilang dari pandangan nya sampai tidak terlihat sama sekali.
"Huft, pada akhir nya dia memiliki potensi dan jalan sendiri. Aku hampir melupakan kalau dia adalah salah satu orang yang terpilih. Berada di sisi ku juga bukan lah pilihan yang paling baik, kekuatan nya akan terbatas dan pengalaman nya akan sangat tipis. Mari berharap kalau dia akan baik baik saja sampai ke perang antara Dewa dan Iblis." Gumam nya dengan pelan sebelum melangkah ke dalam Paviliun Murong.
Di Sisi lain dimensi tempat Zhang Wei dan Xirong berada , seorang wanita dengan wajah cantik seperti lukisan sedang menatap dengan dingin ke arah depan.
Di depan nya ada seorang pria yang sedang merangkul tubuh wanita yang sangat di benci nya. Wanita cantik dengan wajah lukisan itu menghela nafas , sebelum memilih untuk pergi menjauh dengan tetesan air mata.
Pria tersebut tidak sadar kalau ada wanita cantik dengan wajah seperti lukisan di belakang nya. Dan terus tertawa dengan wanita yang di rangkul nya.
Di sisi lain dimensi wanita cantik berwajah lukisan tersebut, ada seorang pria dengan wajah penuh senyum sambil memetik tanaman.
Wajah pria ini bahkan bisa membuat wanita iri karena terlalu cantik dan manis. yang membuat siapa pun meleleh melihat senyum nya yang lebar dan manis.
Di belakang ada seorang pria berwajah datar yang menatap pria manis itu dengan mata yang sulit di tebak.
Bisa pemujaan , bisa terkagum kagum atau bahkan rasa cinta sangat sulit untuk di simpul kan dari tatapan pria datar itu.
Seorang pria dengan baju berwarna merah menyala mengelilingi papan kayu yang ada tubuh Mo Xuanyu , Iblis Rasa Iri dan Dengki.
Itu tidak lain adalah kembaran Qing Yu , pria berbaju merah itu mengelilingi tubuh Xian Mu sambil menyiramkan darah dari orang yang penuh rasa iri.
Orang orang yang membunuh saudara nya karena iri atau orang orang yang tidak pernah puas. Pria berbau merah itu tertawa ringan tapi terasa sangat mengerikan bagi orang orang di ruangan batu itu.
"Tuan, jangan terlalu banyak menuangkan nya atau Xian Mu tidak akan bisa mengendalikan kekuatan nya sendiri." kata seorang wanita dengan pakaian hitam yang sangat terbuka di bagian kaki nya.
"Diam ! Aku tahu tentang hal ini, aku tidak butuh diri mu untuk memberi tahu ku !" Bentak pria berbaju merah dengan kesal.
Wanita dengan pakaian terbuka itu langsung menunduk kan kepala nya dan tubuh nya bergetar ketakutan.
"Mohon maaf kan aku tuan, maaf kan aku tuan !" kata wanita itu langsung bersujud di tanah.
Buk
Pria berbaju merah itu menendang wanita berpakaian terbuka itu sampai jatuh dari tangga yang tak terlalu tinggi.
"Pergi lah ,dan jangan muncul lagi di hadapan ku sampai aku memanggil mu." kata pria berbaju merah itu dengan dingin.
__ADS_1
Wanita berpakaian terbuka itu langsung berterima kasih sebelum berlari keluar dengan ketakutan.
Dia adalah orang yang sangat benci di ajari oleh orang lain, dia adalah iblis kesombongan ,Xu Rong (Lucifer).
Xu Rong duduk di pinggir papan kayu dan mengenggam tangan Xian Mu dengan erat. Pria itu berkali-kali mengecup tangan Xian Mu dengan hati hati.
"Cepat lah sadar , belakangan ini terlalu banyak orang yang berkhianat dari ku. Hanya kau satu satu nya kepercayaan ku." kata Xu Rong dengan penuh kasih sayang pada Xian Mu.
Di sisi lain, ada seorang wanita yang kecantikan nya sangat mendominasi menggunakan cadar untuk menutupi wajah nya dan hanya menyisakan mata nya sedang berjalan melewati padang pasir yang sangat terik dengan seekor kuda.
Wanita yang mendominasi itu di halangi oleh wanita lain dengan wajah yang lembut dan aura suci.
"Dewi Kesabaran , ada apa ? Kenapa kau mendatangi ku ?" tanya wanita mendominasi itu dengan nada rendah.
"Aku telah menunggu lama sampai kau mengambil keputusan ini, aku bahkan takut kalau kau memilih untuk bersama dengan pria itu terus menerus dan tidak mengembangkan bakat mu." kata wanita yang di sebut dewi Kesabaran tersebut.
"Tentu saja, aku akan menjalankan sesuai dengan takdir ku. Dari kami berempat kami semua sudah memiliki jalan sendiri sendiri. Hanya saja aku terlalu berpikiran optimis dan terlalu nyaman berada di dekat nya sampai sampai melupakan apa yang menjadi kewajiban ku." kata Wanita Mendominasi itu dengan senyum pahit.
"Jangan sedih, cinta adalah kekuatan paling hebat di dunia ini. Jika memang kalian berjodoh maka kau akan segera bertemu lagi dengan nya. Ayo pergi, dia akan segera mendapat bimbingan dari yang lain."
"Kalian berdua di takdir kan untuk berkelompok dan dua yang lain juga di takdir kan untuk menjadi rekan kerja sama. Kita harus bergerak cepat karena kemungkinan besar Iblis akan mempercepat perang ini." Kata Dewi Kesabaran pada wanita mendominasi itu.
Itu tidak lain adalah Wang Xirong yang sudah berpindah dimensi. Di tempat Zhang Wei, pria itu memilih berlatih dengan giat.
Qing Yu duduk dengan tenang sebelum akhir nya ketenangan itu hilang saat mendengar ucapan bawahan nya.
"Nona, aku membawa 2 kabar , satu yang baik dan satu yang buruk." kata Qing Yu.
"Yang buruk dulu." kata Qing Yu dengan tenang.
"Xu Rong mengangkat salah satu bawahan handal nya untuk menggantikan anda , lalu yang baik adalah....." bawahan Qing Yu menghela nafas sebentar sebelum mengucapkan sesuatu yang mengejutkan.
"Abbadon sudah menyerah dan memilih untuk mengundurkan diri dan berpihak pada Dewa." kata bawahan Qing Yu.
Ketenangan yang sedari tadi ia pertahankan langsung hilang ke udara tipis, ini membuat nya pusing karena pemikiran Abbadon yang terlalu cepat berubah.
"Ini kabar baik, tapi dengan kelicikan Xu Rong, kita masih harus berhati hati." kata Qing Yu.
"Dengan pengakuan Qian Xun, dia mengangkat Abbadon sebagai Dewa Rendah Hati." kata bawahan Qing Yu yang membuat rahang nya terlepas.
"Dewa Rendah Hati ? Mengganti guru ku ? Qian Xun ?" tanya Qing Yu dengan tidak percaya.
"Memang sulit di percaya tapi Qian Xun kemarin sudah di bawa keluar oleh seorang wanita dengan wajah seperti lukisan. " kata bawahan nya.
"Apa mereka sudah bergerak ?" tanya nya.
__ADS_1
"Ya, mereka sudah bergerak. Mereka juga melakukan pemberantasan besar besaran di beberapa dimensi terhadap iblis." kata bawahan nya sedang kan Zhang Wei hanya mendengar kan dengan seksama.
"Baik lah kalau begitu, sudah saat nya untuk aku pergi dan menunjuk kan taring. Perang akan lebih cepat terjadi , kau dan Wang Xirong tidak boleh bertemu dengan kedua orang terpilih lain nya." kata Qing Yu yang membuat Zhang Wei bingung setengah mati.