PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
87. Li Xiu


__ADS_3

Seolah olah adalah lubang yang tidak berujung, tapi dia tidak khawatir dan terus terusan mengalir kan Qi nya ke dalam garis darah nya.


Tanpa dia sadari di dalam lautan Qi atau dantian nya, terdapat banyak bintang bintang kecil yang bertaburan.


Kultivasi nya pun naik, menjadi tingkat 9 Ranah Jiwa. Pemahaman terhadap garis darah nya telah mencapai 80 persen.


Tinggal 12 bintang utama yang harus di pelajari nya. Mulai dari bintang biru, ia akan melatih kekuatan bintang biru sampai 100 persen jika memungkinkan,


2 hari berlalu


Zhang Yui telah sadar, lalu melihat sekeliling yang hanya terdapat Zhang Luo.


"Ayah sudah bangun!" kata Zhang Luo senang, dia hanya tersenyum tipis melihat reaksi anak nya itu.


Dia mencoba untuk berdiri tapi tidak dapat melakukan nya. kaki nya mati rasa dan tidak bisa di gerak kan.


"Tunggu ayah !! jangan berdiri dulu ! kata adik wei , jika ayah sadar jangan langsung berdiri. Ayah istirahat saja dulu dan adik wei juga mengatakan kalau kaki ayah akan kembali seperti semula besok." jelas Zhang Luo.


"Apa kah Zhang Wei sudah pulang ?! " tanya bahagia.


"Sudah ayah. Ayah, adik wei memberi kan pil ini untuk ayah. kata nya agar ayah memakan pil ini satu hari 3 kali dan ini sumber daya yang menurut nya paling cocok dengan tubuh ayah. Aku akan memanggil ketua klan dulu. "


"Kenapa tidak kau dan wei'er yang menggunakan nya ? dan memang nya apa yang terjadi dengan ku ? terakhir kali aku meminum teh yang di antar kan bibi mu, bibi Li. " tanya nya bingung.


Bibi Li adalah orang dari luar klan Zhang yang kebetulan di bawa oleh Zhang Yui ke klan Zhang. Bibi Li sendiri adalah pengurus rumah Zhang Yui saat ia tidak di rumah dan menjadi teman yang baik bagi Zhang Luo.


Tapi tidak bagi Zhang Wei, entah kenapa Bibi Li sangat lah membenci Zhang Wei. Jika Zhang Luo ingin mainan maka Bibi Li akan mengusahakan berbagai cara untuk membelikan nya mainan sedang kan jika Zhang Wei yang meminta maka ia akan menjadi sangat marah.


Zhang Wei sendiri sangat bermusuhan dengan Bibi Li, jika tidak memberi muka pada ayah dan kakak nya maka sudah lama kepala Bibi Li berpindah tempat.


Bagi Zhang Wei , Bibi Li hanya lah sampah di mata nya. Bibi Li hanya di tingkat 5 penempaan Qi, jadi jika ia ingin membunuh maka itu akan menjadi hal yang sangat mudah.


Bibi Li sendiri telah pulang kampung sebelum Zhang Wei menjadi kuat, entah mendapat angin dari mana untuk kembali lagi ke klan Zhang.


"Benar kah ayah?! Di mana Bibi Li sekarang ? " tanya Zhang Luo dengan marah.


Bagai mana tidak ? seseorang yang tidak ada kabar tiba tiba kembali. meski pun bibi Li baik pada nya tapi dia tidak menyukai sikap kasar bibi Li pada adik nya, Zhang Wei.


Lalu saat dia pertama kali pulang ayah nya tiba tiba terkena racun mematikan dari teh yang di buat oleh nya.


"Hmm dia tidak ada ? Entah lah mungkin di dapur klan. "


"Ayah, jangan panggil bibi Li kemari lagi. Bisa jadi dia ingin menghancur kan klan kita. Ayah kemarin terkena racun yang sangat berbahaya. " kata Zhang Luo khawatir.


"Apa yang kau bicara kan luo'er? bibi mu tidak mungkin meracuni ku. Lagi pula apa yang kau maksud dengan racun berbahaya. Bukti nya aku sekarang baik baik saja !!" kata ayah nya kesal berpikir kalau Zhang Luo membohongi nya.

__ADS_1


"Aku tidak bohong ayah !!! Jika adik Wei tidak datang maka mungkin ayah sudah meninggal !!!" kata Zhang Luo dengan mata yang memerah.


"Tidak mungkin. Bukan kah Li Xiu sudah bekerja dengan ku selama 14 tahun ? .. " ucapan Zhang Yui terpotong dengan ketukan pintu yang kencang.


Tok tok


"Ayah, kakak kalian tidak perlu berdebat lagi. aku sudah menemu kan siapa pelaku nya. " kata Zhang Wei sambil menangkap leher Li Xiu.


"Tuan !! tolong aku !! aku di siksa dengan kejam oleh Zhang Wei !!" teriak Li Xiu dengan gaya yang menyedih kan.


"Sekarang aku tahu kenapa kalau masalah percintaan rubah adalah yang paling maju. bisa di lihat dari sikap mu mengambil perhatian seseorang." kata nya sambil menjatuh kan Li Xiu ke lantai dengan sangat kuat.


Tiba tiba dari luar datang lah Jiu Zhi sambil menggosok gosok kan tangan nya.


"Hmm aku mencium ada seekor rubah ekor sembilan. Dimana dia aku ingin memakan nya ?" kata Jiu Zhi semangat.


"Ahhh tuan tolong aku !!! Bagai mana mungkin ada Ras Ular Ilahi di sini ?!!" teriak Li Xiu.


"Jangan lari makanan ku !! aku sudah sangat lama tidak memakan rubah kecil, pasti sangat enak jika aku memanggang mu terlebih dahulu. "kata Jiu Zhi mengejar Li Xiu.


20 menit lalu


Sebenar nya, Zhang wei masih belum mau keluar dari kultivasi nya. Tapi tiba tiba dia merasa kan aura orang yang sangat dia benci.


Tok tok


"Boleh kah aku masuk ?" tanya nya pelan.


"Masuk saja, aku sudah selesai memakan makanan ku. " kata Jiu Zhi.


"Jiu Zhi, kau kan binatang ilahi. Apa kah kau merasa kan kalau ada aura binatang ilahi lain ?"


"Hmm kau juga merasakan nya ? aku kira itu berasal dari tubuh mu. kau kan banyak berinteraksi dengan berbagai binatang ilahi. " kata Jiu Zhi.


"Bukan, itu bukan berasal dari tubuh ku. Aku merasakan kalau itu berasal dari dapur. Aku juga merasa kan aura orang yang sangat ku benci. " kata nya kesal.


"Benar kah ? Apa kah kau yakin ini bukan aura mu ? atau kau pernah bertemu dengan sebuah rubah kecil ?" tanya Jiu Zhi tidak yakin.


"Rubah ? aku tidak pernah bertemu dengan rubah. Apa kah aura yang kita rasa kan ini berasal dari seekor rubah ?"


"Tentu saja, hidung ku tidak pernah salah. Tambah lagi rubah adalah makanan favorit ras ular ku. Aku sendiri sangat senang memakan rubah kecil dulu. " kata Jiu Zhi.


"Kalau begitu bagai mana kalau kita ikuti aura ini dan melihat rubah ini?"ajak nya.


"Ayo kita cari rubah nya!! aku sangat menyukai berburu rubah dan bulu mereka yang lucu. Aku iri dengan rubah yang memiliki bulu yang tebal sedang kan aku tidak memiliki bulu hanya ada kulit yang keras ini. " kata Jiu Zhi yang sedang dalam wujud manusia nya.

__ADS_1


"Ya ya, berubah saja jadi rubah. lalu nanti di makan teman teman ras ular mu. " kata nya sambil memutar kan mata nya malas.


Mereka berdua pergi ke dapur sekte diam diam, dia dan Jiu Zhi dapat melihat seorang wanita sedang memasak.


"Itu adalah orang yang sangat aku benci sekali, Dia selalu menghina ku sebagai sampah. Sedang kan kakak ku, dia sangat menyayangi nya karena dulu kakak ku adalah jenius yang sangat terkenal. " jelas nya pada Jiu Zhi.


"Oh ya ? menarik sekali kalau begitu. Orang yang kau benci itu adalah rubah yang kita cari. Ha ha soal yang kau di benci itu bukan lah sesuatu yang aneh. "


"Maksud mu bukan hal yang aneh ? " tanya nya bingung.


"Ehmm biar aku jelas kan secara cepat dan singkat. Ras Rubah sendiri memiliki harga diri yang sangat tinggi, Mereka hanya menghargai orang jenius bukan sampah. Bahkan jika anak dari ketua klan rubah adalah sampah, mereka masih akan membenci nya atau mungkin tidak menganggap nya. " kata Jiu Zhi dengan santai.


"Oh pantas saja. aku sendiri menyadari betapa tidak berguna nya dulu aku. Sekarang biar kan aku pergi dulu menghampiri rubah itu. Aku akan melihat tanggapan nya, lagi pula dia hanya di tingkat 4 ranah jiwa. "


Sebenar nya Li Xiu tidak pernah menunjuk kan kultivasi nya yang asli. kalau tidak bagai mana mungkin seekor rubah ilahi hanya berada di penempaan Qi.


Sebenar nya kebencian Li Xiu pada Zhang Wei adalah hal yang normal, kalau sesuai dengan yang Jiu Zhi katakan. Jadi dia bisa memaklumi hal tersebut.


"Halo bibi, kau merindukan ku ? ha ha ha sudah lama tidak bertemu. " kata Zhang Wei pada Li Xiu seolah oleh bertemu dengan teman lama.


"Humph !!kau masih berani di hadapan ku !! kau hanya lah sampah !!" kata Li Xiu sambil mendengus.


Li Xiu masih belum menyadari kultivasi Zhang Wei yang jauh lebih tinggi dari milik nya.


"Kalau aku sampah kau apa ? kotoran ?" tanya nya dengan dingin.


"Kau !!! apa ?!! tidak mungkin !!" saat Li Xiu sedang berbicara.


Zhang Wei melepas kan aura nya yang menunjuk kan nya berada di tingkat 9 ranah jiwa. Li Xiu perlahan lahan mundur ketakutan dan tidak percaya dengan aura yang di rasa kan nya.


"Ka.. kau !! tingkat 9 ranah jiwa !! tidak mungkin, saat aku pergi kau bahkan tidak memiliki kultivasi." kata Li Xiu tidak percaya.


Saat Zhang Wei ingin berbicara dia mendapat kan pesan mental dari Jiu Zhi.


'Hei, jika kau bisa membuat rubah itu berhutang pada mu. maka mungkin kau bisa mendapat keuntungan lumayan besar dari situ. Rubah memiliki kebiasaan untuk membalas jasa orang lain. Rubah akan selalu membayar hutang mereka . contoh nya seperti ayah mu , aku yakin dia pasti membantu rubah ini dan karena itu rubah ini setuju untuk mengikuti ayah mu. 'Jiu Zhi.


'Oh benar kah? jadi dia mengikuti ayah ku karena membantu nya ?'


'Kira kira seperti itu, kalau tidak dengan harga diri mereka yang tinggi. Apa kah menurut mu itu hal yang biasa saja ? di tambah lagi ayah mu juga sangat lemah. '


'Ya, akhir nya hal yang membingungkan ku terjawab. ' kata Zhang Wei lalu memutus kan pesan mental tersebut.


...----------------...


JANGAN LUPA BUAT LIKE, COMMENT DAN SHARE. KALAU LIKE SUDAH 10 K AKAN UP 2 CHP. TERIMA KASIH.

__ADS_1


__ADS_2