SAYANG

SAYANG
Episode 101


__ADS_3

Alex benar benar merasa sangat kesal hari ini. Bagaimana tidak, kerjaannya masih menumpuk di tambah dengan beberapa pertemuan yang harus dia hadiri, tapi kedua orang tuanya justru memintanya untuk datang ke rumah dengan membawa serta Sherin. Parahnya lagi mamahnya tidak mengatakan secara langsung padanya dan malah mengatakan pada Sherin yang tentu saja membuat Alex tidak punya kesempatan untuk menolak.


“Kamu dimana Alex? Aku dan bibi sudah siap dari tadi.” Ujar Sherin di seberang telepon.


Alex berdecak kesal. Sherin benar benar bersikap seenaknya karena Alex selalu menuruti kemauan nya. Malas menanggapi ocehan Sherin, Alex pun memilih untuk memutuskan sambungan telepon yang baru dia angkat. Alex merasa di perlakukan semena mena sekarang. Mereka melakukan segala hal tanpa memperdulikan perasaan Alex.


“Brengsek !!” Umpat Alex memukul stir mobilnya. Alex tidak menyangka kehidupannya akan seperti itu. Apa lagi dirinya harus hidup bersama dengan Sherin, wanita yang sedikitpun tidak dia cintai.


“Kamu nggak bisa seenaknya sama aku Sherin. Kamu tidak berhak bersikap seperti itu sama aku.” Geram Alex yang merasa sangat muak dengan sikap Sherin yang sok manis padanya.


Alex kemudian menambah laju kecepatan kendaraan beroda empatnya. Mulai sekarang Alex tidak akan bersikap baik lagi pada Sherin kecuali jika di depan kedua orang tuanya. Alex tidak perduli lagi dengan apapun kecuali perasaan nya juga dirinya sendiri.


Begitu sampai di depan gedung apartemen nya, ternyata Sherin sudah menunggu disana dengan bibi yang memayunginya. Kebetulan siang itu begitu terik sehingga Sherin harus mengenakan payung agar dirinya tidak kepanasan.


Alex kemudian turun dari mobilnya dan mendekat pada Sherin juga bibi yang berdiri sejajar.


“Kamu lama banget sih Alex. Aku udah dari tadi tau nungguin kamu. Sampe panas panasan begini tau.” Protes Sherin dengan ekspresi kesalnya begitu Alex sampai di depan nya.


“Lain kali kalau ada janji itu di ingat ingat dong. Jadi aku nggak nungguin sampai panas panasan begini.” Lanjut Sherin dengan helaan napas kasarnya.


Alex mengepalkan kedua tangan nya merasa sangat tidak terima dengan omelan Sherin. Terlebih Sherin bersikap seperti itu di depan bibi. Itu jelas sudah sangat menginjak harga diri Alex dengan mempermalukan Alex di depan asisten rumah tangga mereka.

__ADS_1


Sementara bibi yang mendengar itu hanya bisa diam. Bibi merasa sedikit kasihan pada Alex sebenarnya karena mendapat omelan dari Sherin. Sementara bibi sendiri tau bagaimana sibuknya Alex yang di tuntut oleh tuan besar Smith agar bisa memajukan perusahaan untuk menebus kesalahan nya yang lalu.


“Cukup Sherin. Aku diam bukan berarti aku tidak berani sama kamu. Kamu jangan merasa di atas awan hanya karena aku diam dan menuruti semua yang kamu mau.” Tekan Alex menatap Sherin tajam.


Kedua mata Sherin membulat mendengarnya. Dia tidak menyangka Alex akan mengatakan hal seperti itu. Padahal Sherin pikir Alex akan diam seperti biasanya.


“Alex kamu..”


“Diam !!” Sela Alex marah.


“Kamu pikir kamu siapa bisa bersikap seperti itu sama aku hah?!” Nada suara Alex sedikit meninggi membuat bibi terkejut. Namun bibi juga tidak bisa berbuat apa apa untuk membela Sherin. Karena jika di pikir pikir sikap Sherin memang salah karena begitu sangat semena mena pada Alex.


“Maaf..” Lirih Sherin dengan suara bergetar.


Alex yang melihat itu melengos. Dia tidak akan perduli lagi meskipun Sherin memang sedang mengandung anaknya. Alex tidak akan diam karena itu membuat Sherin bersikap seolah Alex takut padanya.


Setelah merasa puas melampiaskan amarahnya, Alex pun kembali melangkah menuju mobilnya. Pria itu mungkin benar benar akan menghentikan hobi nya bermain wanita. Tapi jika harus bersikap baik pada Sherin, Alex merasa tidak akan bisa. Selain karena Sherin yang adalah penyebab dirinya berpisah dengan Lena, Sherin juga bukan wanita yang Alex inginkan untuk menjadi pendamping hidupnya.


Sherin yang melihat Alex melangkah menuju mobilnya mengeram kesal. Wanita itu tidak menyangka Alex akan kembali bersikap kasar padanya.


“Pasti ini gara gara perempuan murahan itu. Melisa.. Aku nggak akan membiarkan kamu menghancurkan rumah tanggaku dengan Alex.” Batin Sherin penuh amarah.

__ADS_1


----------------


Di jalan menuju pulang, Erlan menghentikan mobilnya tepat di depan sebuah toko bunga. Entah kenapa pria tampan itu tiba tiba berpikir ingin memberikan kejutan pada istri tercintanya. Erlan ingin membuat Lena tersenyum manis menyambut kepulangan nya siang ini. Meski memang setiap bersamanya Lena selalu terlihat bahagia, namun Erlan tetap ingin membuat istri tercintanya itu selalu bahagia.


Pilihan Erlan tertuju pada sebuket bunga dengan campuran berbagai bunga yang menurut Erlan sangat indah. Erlan yakin istrinya pasti akan sangat menyukai bunga pemberian darinya.


Setelah membayar bunga pilihan nya, Erlan pun kembali melangkah menuju mobilnya dan masuk ke dalam nya. Pria itu mencium aroma bunga itu sebelum menaruhnya di jok samping kemudi memastikan bahwa bunga tersebut beraroma seperti rupanya.


“Semoga saja sayangku suka dengan bunga yang aku bawa.” Senyum Erlan.


Pria itu kemudian kembali menghidupkan mesin mobilnya dan berlalu dari depan toko bunga tersebut untuk melanjutkan perjalanan menuju pulang.


Jalanan siang ini sangatlah padat membuat Erlan menjadi tidak sabar. Erlan ingin segera sampai di rumah untuk memberikan kejutan pada Lena. Namun karena jalanan macet, waktu pulang nya menjadi sedikit terlambat. Padahal biasanya saat Erlan pulang jalanan tidak terlalu padat karena Erlan selalu pulang satu jam sebelum waktu makan siang tiba. Tapi siang ini tidak. Erlan keluar dari gedung perusahaan nya 15 menit sebelum waktu makan siang tiba. Dan itu karena kesibukan Erlan yang tidak bisa dia hindari. Ingin melimpahkan sebagian pada Kenzie, tapi itu tidak mungkin mengingat Kenzie yang sudah super sibuk karena banyak me menghandle pekerjaan Erlan dua hari yang lalu.


Satu notifikasi masuk ke ponselnya membuat Erlan langsung merogoh saku dalam jas hitamnya. Satu pesan dari Lena dia terima.


Erlan menghela napas pelan kemudian segera membuka pesan yang di kirim oleh Lena dimana wanita cantiknya itu menanyakan kenapa dirinya belum pulang. Lena bahkan juga mengambil photo hidangan makan siang yang sudah tersaji di meja makan pada Erlan.


Erlan tersenyum merasa sangat senang karena Lena yang sedang menunggunya untuk makan siang bersama. Tidak mau membuat istrinya khawatir karena dirinya yang tidak kunjung datang, Erlan pun segera membalas pesan yang di kirim Lena dan mengatakan dengan jujur bahwa dirinya sudah dalam perjalanan pulang.


Satu pesan manis kembali Erlan terima dari Lena dimana Lena menyuruhnya untuk hati hati dalam mengemudikan mobil di lengkapi dengan emoji bentuk hati yang membuat Erlan semakin berbunga bunga.

__ADS_1


__ADS_2