SAYANG

SAYANG
Episode 64


__ADS_3

Di meja makan, Lena berusaha bersikap biasa saja. Lena melayani Erlan dengan senyuman yang terus menghiasi bibirnya. Hal itu membuat Natasha merasa gerah. Natasha merasa Lena tidak pantas bersama Erlan karena latar belakang mereka yang jauh berbeda.


Sementara tuan besar Harrison. Dia tidak terlalu ambil pusing. Meski memang tidak menyukai Lena karena hasutan istrinya, namun pria itu bersikap masa bodoh meski Lena dan Erlan begitu sangat mesra di depannya. Pria itu tetap fokus dengan makanannya sendiri.


Setelah selesai sarapan, Lena pun mengantar Erlan sampai depan rumah. Dan seperti biasanya, Erlan tidak pernah lupa mencium kening Lena sebelum masuk ke dalam mobilnya. Erlan juga memberikan petuah cintanya pada Lena yang membuat Lena tertawa geli namun tetap menuruti apa yang Erlan katakan.


Natasha yang melihat pemandangan itu semakin merasa gerah. Bagaimana tidak? Natasha menyaksikan sendiri bagaimana putra sambungnya begitu mesra dengan Lena. Wanita yang tidak dia kehendaki sebagai istri Erlan. Sementara pilihannya yang menurutnya tepat untuk Erlan justru Erlan tolak mentah mentah. Padahal menurut Natasha, wanita pilihannya sudah yang paling baik. Selain keluarga mereka sepadan, wanita itu juga punya nama yang besar di kalangan publik. Dan yang terpenting lagi Natasha dekat dengan wanita itu.


Saat mobil Erlan sudah keluar dari pekarangan luasnya, Natasha pun bergegas mendekat pada Lena. Wanita itu masih tidak ingin menyerah. Natasha yakin dirinya bisa menyingkirkan Lena dan menggantikannya dengan wanita yang dia kehendaki sebagai istri Erlan.


Natasha bertepuk tangan dengan gelengan kepala serta senyuman mengejek pada Lena yang baru saja memutar tubuh dan hendak kembali melangkah masuk ke dalam rumah.


“Hebat hebat.. Seorang perempuan tanpa status yang jelas seperti kamu bisa membuat tuan muda seperti Erlan begitu sangat tergila gila dan bertekuk lutut. Kalau boleh tau apa rahasianya?” Ujar Natasha bertanya dengan hinaan tersirat di dalamnya.


Lena tersenyum dengan tenang mendengar itu. Lena sudah memagari dirinya dengan kepercayaan diri yang begitu kuat. Di tambah lagi dengan dukungan Erlan yang begitu besar padanya. Itu semua Lena lakukan demi menjaga hubungannya dengan Erlan, suaminya. Lena tidak ingin gagal dalam membina kehidupan berumah tangga apapun alasannya.


“Mommy bisa saja. Ya aku lakukan ya sama seperti yang mommy lakukan. Yaitu dengan memberikan cinta yang aku miliki untuk Erlan. Bukankah mommy juga seperti itu pada Daddy? Atau mommy menggunakan cara lain mungkin?” Balas Lena dengan santai.


Ekspresi Natasha langsung berubah. Kedua matanya menyorot tajam pada Lena yang menyamakan caranya dengan cara Natasha dalam mencintai.

__ADS_1


“Apa maksud kamu Lena? Kamu menganggap saya menggunakan cara curang begitu?" Todong Natasha pada Lena dengan nada marah tidak terima.


Lena mengeryit. Natasha sangat sensitif dengan apa yang Lena lontarkan.


“Saya tidak mengatakan mommy melakukan kecurangan? Saya hanya menyamakan cara kita mencintai orang yang kita cintai. Kalau memang tidak sama ya mungkin memang cara orang mencintai itu berbeda beda. Kenapa mommy harus marah?"


“Kamu berani sama saya?” Tantang Natasha.


Lena tertawa pelan.


“Kenapa saya harus takut?” Lena bertanya balik dengan kedua tangan di lipat di depan dada.


“Kamu jangan mentang mentang anak saya mencintai kamu ya.. Bisa saja dia nanti bosan kemudian memutuskan untuk meninggalkan kamu dan mencari lagi wanita yang jauh lebih baik dari kamu.” Natasha mulai menyerang mental Lena dengan menggunakan nama Erlan.


Rahang Natasha mengatup keras. Wanita itu merasa sangat kesal karena Lena selalu bisa membalikan ucapannya. Lena bahkan sedikitpun tidak menaruh rasa hormat padanya sebagai mommy dari Erlan.


“Ya sudah ya mom.. Aku masuk dulu.” Dengan senyuman manis yang menghiasi bibirnya Lena berlalu begitu saja melewati Natasha yang sedang menahan amarah. Lena juga melihat Natasha mengepalkan kedua tangan yang berada di masing masing sisi tubuhnya. Dari situ Lena yakin bahwa Natasha sangat marah dengan apa yang dia katakan. Dan karena tidak ingin membuat Natasha semakin marah, Lena pun memilih untuk menyudahi perdebatan itu dan masuk kembali ke dalam rumah. Lena tidak mau semakin berani menentang mommy sambung dari suaminya itu.


“Dasar perempuan rendahan.” Umpat Natasha setelah Lena berlalu dari hadapannya.

__ADS_1


Sedangkan Lena, dia beberapa kali menghela napas dengan menggelengkan kepalanya. Apa yang Lena lakukan benar benar sangat bertolak belakang dengan apa yang Lena inginkan. Yang Lena inginkan adalah bisa rukun dan akrab dengan Natasha sebagaimana hubungan mertua dan menantu yang baik. Bukan seperti sekarang. Terus berdebat setiap bertatap mata.


---------------


“Daddy merasa istri kamu itu terlalu berani pada mommy..”


Erlan melirik sekilas pada daddy nya yang duduk di sampingnya. Saat ini mereka berdua sedang dalam perjalanan menuju perusahaan. Tuan besar Harrison mengatakan sangat penasaran dan ingin melihat perkembangan perusahaan yang memang sejak dulu dia pasrahkan sepenuhnya menjadi hak Erlan. Dan itu karena perusahaan tersebut adalah peninggalan mendiang istri pertamanya yang di alihkan menjadi namanya namun tidak ingin sedikitpun tuan Harrison nikmati karena itu memang sepenuhnya hak Erlan.


“Aku rasa daddy cukup mengenal mommy.. Daddy tentu tau bagaimana mommy yang selalu ingin menang sendiri.” Balas Erlan dengan santai.


“Erlan ayolah.. Mommy melakukan itu karena mommy sayang sama kamu. Mommy hanya berusaha memberikan yang terbaik untuk kamu.” Tuan Harrison berusaha memberikan pandangan baik atas Natasha pada Erlan.


“Itu dulu dad.. Mommy bukan menginginkan yang terbaik untuk ku. Dia hanya ingin merasa selalu di andalkan dan berkuasa di keluarga kita.” Erlan tidak mau kalah. Karena memang begitulah Natasha menurutnya.


“Erlan daddy..”


“Daddy mencintai mommy, dan Erlan mencintai Lena. Rasanya akan lebih baik kalau kita tidak saling mengusik. Setidak hargai keputusan masing masing. Erlan sudah dewasa dan Erlan tau pilihan Erlan adalah yang terbaik.” Sela Erlan tidak ingin mendengar apapun tentang istrinya yang di jelek jelekan oleh daddy nya.


Tuan Harrison hanya bisa menghela napas. Dia tidak bisa lagi berkata apa apa karena cintanya pada Natasha dulu juga sempat mendapat kecaman dari keluarganya. Apa lagi Natasha yang hamil di luar nikah saat itu.

__ADS_1


“Baiklah kalau begitu.” Lirih tuan Harrison pasrah.


Erlan hanya diam saja. Erlan merasa tidak perlu mendapat persetujuan dari siapapun untuk hidup bersama Lena. Karena Erlan sendiri memang sudah merasa tidak punya siapa siapa lagi selain istrinya, Lena. Daddy nya sudah seperti orang lain baginya karena hanya memikirkan perasaan istrinya yaitu Natasha Lauren, mommy sambung Erlan.


__ADS_2