SAYANG

SAYANG
Episode 130


__ADS_3

Masih tidak kapok dengan apa yang Alex lakukan padanya, Sherin tetap saja mencari cara agar bisa menarik perhatian pria itu. Kali ini Sherin bahkan juga melibatkan mamah mertuanya, nyonya besar Smith. Sherin yakin dengan keterlibatan nyonya besar Smith, Alex tidak mungkin bisa menolak. Sherin tau bagaimana Alex yang begitu sangat penurut pada mamahnya itu.


“Mamah..” Alex terkejut begitu membuka pintu ruangan kerjanya karena disana sudah ada mamahnya juga Sherin istrinya. Pria itu mengepalkan kedua tangannya mengerti dengan akal akalan Sherin kali ini.


“Hy nak.. Sudah selesai meetingnya?” Senyum nyonya besar Smith yang merasa sangat bangga pada putra tunggalnya yang bisa menepati ucapan nya sendiri untuk lebih memajukan perusahaan.


“Eum.. Hy mah.. Ini baru saja selesai. Mamah kok nggak bilang dulu mau kesini sih?” Alex tersenyum pada nyonya besar Smith namun tidak pada Sherin yang berdiri di samping mamahnya itu. Alex bahkan terkesan mengabaikan Sherin.


Dengan pelan Alex melangkah mendekat pada nyonya besar Smith dan Sherin yang berdiri dari duduknya di sofa dengan posisi sejajar. Alex kemudian memeluk sang mamah dan bercipika cipiki. Namun sakali lagi tidak pada Sherin.


“Mamah sudah menghubungi kamu beberapa kali Alex. Tapi kamu tidak merespon nya. Sepertinya kamu sangat sibuk jadi mamah sama istri kamu langsung saja datang kesini.” Jawab nyonya besar Smith. Dia memang sudah menghubungi Alex beberapa kali tapi Alex tidak merespon karena memang Alex meninggalkan ponselnya diatas meja kerjanya.


“Ah ya.. Maaf mah, tapi sejak pagi aku memang menaruh handphone ku di atas meja. Aku tidak mau konsentrasi ku buyar saat sedang mendiskusikan tentang pekerjaan jika membawa handphone.” Senyum Alex.


“Oke oke tidak apa apa. Mamah mengerti. Ya sudah lebih baik sekarang kita pergi. Sudah waktunya makan siang. Dan juga, sepertinya kita harus membelikan baju baru untuk Sherin. Lihatlah, baju bajunya sudah sangat jelek sayang. Kamu juga kenapa sangat tidak perhatian sekali. Memangnya kamu mau di anggap pelit sama istri sendiri Hem?”


Alex hanya terkekeh geli. Jangan kan di kira pelit, di kira tidak perduli juga Alex tidak keberatan. Toh memang Alex sama sekali tidak memiliki rasa empati sedikitpun pada wanita yang pernah menjadi selingkuhan nya itu.


“Baiklah.. Ayo mah..” Angguk Alex. Pria itu menatap sekilas pada Sherin yang hanya diam saja sejak tadi. Alex akan memberinya pelajaran nanti di apartemen karena Sherin sudah berani memanfaatkan kebaikan mamahnya.

__ADS_1


“Ayo sayangku..” Ajak Alex pada Sherin sembari mengulurkan tangan nya.


Sherin terkejut dengan panggilan sayang yang Alex lontarkan padanya dengan sangat lembut. Apa lagi Alex juga mengulurkan tangan nya berniat untuk menggandengnya.


Sesaat Sherin terdiam. Dia menatap tangan besar Alex yang masih mengudara menunggu sambutan darinya. Ada rasa hangat yang menjalar di hati Sherin karena panggilan Alex padanya. Tidak mau menyia nyiakan kesempatan langka itu, Sherin pun dengan senang hati menyambut uluran tangan Alex.


Nyonya besar Smith yang melihat itu tersenyum. Meski Sherin sebenarnya bukan lah menantu yang dia inginkan, tetapi wanita itu tetap berharap Alex bisa bersikap baik pada Sherin. Apa lagi Sherin sedang mengandung sekarang. Walau memang keniatan untuk melakukan tes DNA setelah janin dalam kandungan Sherin lahir masih tetap akan nyonya besar Smith lakukan.


Ketika nyonya besar Smith berbalik dan melangkah lebih dulu dari Alex dan Sherin, tiba tiba genggaman lembut tangan Alex berubah menjadi cengkeraman yang begitu keras.


Sherin yang terkejut hanya bisa meringis merasakan sakit akibat cengkeraman tangan Alex pada tangan kecilnya. Padahal Sherin pikir Alex benar benar bersikap baik padanya karena sedang berada di depan mamah nya.


“Sakit ini belum seberapa dengan sakit dan hancurnya hati juga harapanku karena kamu Sherin. Dan sekarang kamu mau memperalat mamah ku agar aku bersikap baik sama kamu? Jangan pernah berharap seperti itu Sherin bahkan meski kamu berharap dalam mimpi.” Bisik Alex penuh penekanan.


Nyonya besar Smith yang merasa Alex dan Sherin tidak mengikutinya pun berhenti melangkah begitu sampai di ambang pintu ruangan kerja Alex. Wanita itu menghela napas menatap Alex dan Sherin yang dia kira sedang mengobrol pelan.


“Apa kalian berdua menganggap mamah ini obat nyamuk?” Tanya nyonya besar Smith dengan nada kesal.


Alex langsung menoleh pada sang mamah yang sudah berdiri menunggunya dan Sherin di ambang pintu. Pria itu kemudian tertawa merasa lucu dengan apa yang mamahnya katakan. Jika saja Sherin adalah wanita yang dia cintai mungkin itu akan terjadi. Tapi karena Sherin bukan wanita yang dia cintai, ucapan mamahnya justru terdengar menggelikan namun juga menjengkelkan secara bersamaan.

__ADS_1


“Ah maaf maaf mah.. Ya sudah Sherin ayo.. Jangan sampai mamah tercantikku merasa menjadi orang ketiga di antara kita.”


Sherin menelan ludah. Alex benar benar sangat pandai ber akting. Bahkan Alex tidak merasa bersalah pada mamahnya karena sudah membohonginya.


Alex menarik dengan kasar tangan Sherin. Genggaman tangan nya bahkan tetap sangat erat yang menimbulkan rasa nyeri di tangan kecil Sherin.


Mereka kemudian berlalu dari perusahaan yang di pimpin Alex dengan menggunakan mobil Alex. Tempat yang ingin mereka tuju untuk yang pertama adalah restoran karena memang sudah waktunya untuk makan siang.


Setelah selesai makan siang, Nyonya besar Smith mengajak Sherin dan Alex untuk berkeliling di mall guna mencari baju baju yang menurut nyonya Smith pantas untuk menantunya. Ya, wanita itu tidak memberi kebebasan pada Sherin untuk memilih baju sendiri dengan alasan takut selera Sherin tidak sesuai dengan posisi Sherin sebagai istri seorang Alexander.


Alasan itu cukup membuat hati Sherin berdenyut ngilu sebenarnya. Karena secara tidak langsung mamah mertuanya itu menghinanya. Tapi Sherin tidak bisa berkutik. Baginya nyonya besar Smith jauh lebih menakutkan dari Alex, suaminya yang selalu berbuat kasar padanya.


“Oke.. Anggap saja apa yang mamah katakan itu hanya angin lalu. Tidak perlu di pikirkan Sherin.” Batin Sherin tidak mau memikirkan apapun yang di katakan oleh mamah mertuanya.


Ketika sedang mengikuti nyonya besar Smith yang sibuk memilih baju untuk Sherin, pandangan Sherin tidak sengaja tertuju pada sosok Melisa. Wanita itu tersenyum penuh arti karena Melisa tidak sendiri. Dia sedang tertawa begitu bahagia dengan seorang pria berbaju formal di samping nya. Sherin melirik sekilas pada Alex. Sherin yakin Alex pasti akan merasa jijik jika melihat apa yang sedang Melisa lakukan dengan pria asing itu.


“Melisa..” Gumam Sherin yang sengaja agar di dengar oleh Alex.


Mendengar nama Melisa di sebut, Alex pun menoleh pada Sherin. Pria itu kemudian mengikuti arah pandang Sherin yang mengarah pada Melisa dan Alvin yang sedang berbelanja dengan posisi yang tidak jauh dari mereka bertiga.

__ADS_1


Alex mendelik. Pria itu menelan ludah kemudian mengetatkan rahangnya melihat kebersamaan Melisa dengan Alvin. Bahkan kedua tangan Alex juga mengepal begitu erat saking tidak terimanya melihat mereka berdua bersama.


__ADS_2