
Seperti langit dan bumi begitulah kehidupan Lena dan Sherin sekarang. Lena hidup dengan kebahagiaan karena Erlan yang begitu sangat memanjakannya. Sementara Shiren, setiap bersama dengan Alex dia harus menguatkan dirinya karena Alex yang terus menyakitinya baik secara fisik maupun hati. Alex juga begitu kasar sampai melukai tubuhnya saat menyentuh Sherin. Meski Sherin sudah sebisa mungkin menolak mengingat kehamilannya yang masih sangat rentan namun Alex tetap saja memaksa dan berbuat seenaknya.
“Aku sudah bilang berulang kali sama kamu Shiren. Kalau kamu tidak ingin mati di tanganku maka pergilah. Tapi jika kamu tetap memilih bertahan, maka jangan pernah berharap aku akan bersikap baik sama kamu.” Tekan Alex kemudian bangkit dari tubuh Lena dan berlalu begitu saja sambil mengenakan bajunya.
Shiren hanya bisa meneteskan air mata. Sakit pada hatinya sama dengan sakit pada tubuhnya karena perlakuan kasar Alex. Pria itu sedikitpun tidak berbelas kasihan pada Shiren meskipun Shiren sedang mengandung buah hatinya. Alex tetap bersikap seenaknya seolah Shiren adalah budak yang bisa dia perlakukan dengan semena mena.
“Tuhan.. Tolong kuatkan aku Tuhan.. Aku berada disini karena anakku.. Aku juga mencintai Alex..” Batin Shiren memejamkan kedua matanya sembari meremas kencang selimut yang menjadi alas berbaringnya.
Shiren benar benar merasa sangat lemas dan tidak berdaya. Bahkan untuk bangkit saja rasanya Shiren tidak mampu. Seluruh tubuhnya juga terasa sakit akibat dari sentuhan kasar Alex. Lengan dan kakinya pun memar karena cengkraman kuat pria itu.
Shiren tidak tau sampai kapan dirinya akan mendapat perlakuan kasar dari Alex. Tapi yang pasti Shiren tidak akan menyerah begitu saja demi pengakuan dari Alex dan keluarganya untuk janin yang berada dalam kandungannya. Shiren yakin dirinya bisa bertahan demi anaknya juga cintanya pada Alex. Shiren juga yakin suatu saat Alex pasti akan mencintainya. Alex akan membuka hati untuknya. Dan Shiren akan terus menunggu saat itu tiba. Saat dimana Alex akan sangat mencintainya seperti Alex mencintai Lena dulu.
Shiren memejamkan kedua matanya. Shiren tidak perduli dengan tubuh polosnya yang sama sekali tidak tertutup apa apa. Toh di dalam kamarnya tidak ada siapa siapa. Nyonya besar Smith sedang pergi menghadiri pesta dengan tuan besar Smith dan baru akan kembali nanti malam.
Sedang pelayan yang bekerja disana tidak akan mungkin masuk tanpa mengetuk pintu lebih dulu. Mereka juga tidak akan mungkin menghampiri jika tidak ada alasan.
Untuk Alex, setelah merasa puas menyakiti dan menyalurkan birahinya pada Shiren dia keluar begitu saja dari kamarnya. Pria itu pergi begitu saja tanpa sedikitpun memikirkan Shiren yang kesakitan tidak berdaya diatas ranjang.
Deringan ponsel yang berada di genggamannya membuat Alex berhenti melangkah. Pria itu menunduk menatap benda pipih itu dimana nama kontak sekretarisnya tertera disana. Penasaran dengan apa yang akan di beritahukan sekretaris yang juga sering menjadi sasaran Alex dalam menyalurkan birahinya itu.
__ADS_1
“Halo Melisa.. Ada apa?” Tanya Alex tanpa basa basi begitu mengangkat telepon dari sekretarisnya.
“Maaf kalau saya mengganggu waktu istirahat makan siang anda pak. Tadi baru saja orang kepercayaan tuan Erlan datang kesini dan mengantarkan surat pengunduran Lena dari perusahaan.”
Kedua mata Alex melebar mendengarnya. Rahangnya mengeras karena apa yang di beritahukan Melisa padanya. Padahal Alex pikir meski sudah menikah Lena akan kembali bekerja di perusahaannya mengingat Lena yang begitu mandiri dan tidak suka menyusahkan orang lain.
Tidak bisa menahan emosinya, Alex pun bergegas masuk ke dalam mobilnya. Pria itu mengendarai mobilnya dengan kecepatan full tanpa memperdulikan jalanan yang siang itu sedang sangat padat. Emosinya benar benar tidak bisa dia kontrol sekarang.
“Brengsek !!” Umpat Alex sembari terus menambah kecepatan laju mobilnya.
Karena kecepatan full mobil yang di kendarainya, Alex pun sampai di perusahaan dalam waktu singkat. Pria itu bergegas turun dari mobilnya dan masuk ke dalam gedung perusahaannya. Alex bahkan mengabaikan sapaan dari semua karyawan yang menyapanya.
Sasha yang melihat itu mengeryit bingung karena Sasha sendiri juga tidak tau perihal tentang Lena yang mengundurkan dirinya dari perusahaan hari ini.
Sasha yang saat itu sedang mengambil minum di dapur kantor mengeryit lagi mendengar apa yang di tanyakan teman kerjanya pada teman yang lainnya.
“Iya.. Aku juga tadi liat. Dia mencari pak Alex. Tapi karena pak Alex sedang tidak berada di tempat, jadi dia menemui Melisa.”
Sasha merasa semakin penasaran mendengar apa yang kedua rekan kerjanya itu bicarakan. Sasha tau siapa Kenzie. Dan Sasha merasa kedatangan Kenzie ada hubungannya dengan Lena. Karena rasa ingin taunya yang begitu besar, Sasha pun mendudukkan dirinya di kursi kosong yang ada di sampingnya untuk mendengarkan lebih lanjut obrolan kedua teman kerjanya itu.
__ADS_1
“Aku juga sempat mendengar apa yang tuan Kenzie dan Melisa bicarakan.”
“Oh ya? Memangnya mereka membicarakan tentang apa? Aku kok jadi penasaran gini ya.. Kamu buruan cerita apa yang mereka berdua bicarakan. Udah terlanjur kepo nih aku..”
Sasha menghela napas. Sasha benar benar ingin segera tau akan tujuan Kenzie menemui Melisa, sekretaris sexy kesayangan Alex.
“Dasar tukang gosip. Nggak bisa denger berita dikit aja. Tapi berhubung aku adalah teman yang baik, aku akan kasih tau kamu supaya kamu nggak mati penasaran. Jadi kedatangan tuan Kenzie itu datang kesini untuk memberikan surat pengunduran diri Lena dari perusahaan. Begitu.”
“Oh ya? Lena mengundurkan diri?”
“Ya iyalah.. Secara sekarang Lena itu sudah menjadi nyonya Harrison. Untuk apa lagi coba dia kerja disini. Kan sekarang dia bisa menunjuk apa saja yang dia mau yang tentu saja tuan Erlan pasti akan memberikannya. Ya kan?”
“Iya juga sih.. Beruntung banget ya jadi Lena. Pernah jadi pacarnya pak Alex, dan sekarang menjadi nyonya Harrison. Coba aja aku yang ada di posisi dia..”
“Huu.. Ngayal aja kerjaannya. Nggak semua orang bisa beruntung kaya Lena. Udah ah aku mau balik kerja.”
“Eh eh tunggu dong. Aku juga mau balik.”
Sasha menghela napas merasa sangat lega mendengar apa yang kedua teman kerjanya bicarakan tentang Lena. Sasha mendukung seratus persen keputusan Lena untuk berhenti bekerja di perusahaan Alex. Sasha juga mendukung apa yang Lena lakukan dengan menyuruh Kenzie yang datang membawakan surat pengunduran dirinya. Karena dengan begitu pasti Alex akan sadar siapa Lena sekarang.
__ADS_1
“Kamu memang pantas bahagia Lena. Tidak pantas orang seperti Alexander menjadi pasangan kamu. Aku selalu mendo'akan yang terbaik untuk kamu Lena. Dan semoga tuan Erlan memang adalah jodoh terbaik yang sengaja Tuhan kirim untuk kamu.” Gumam Sasha penuh harap.
Sasha kemudian tersenyum. Meski sebenarnya Sasha juga merasa sangat merindukan sosok Lena, namun Sasha tau dengan Lena menjauh dari Alex itu adalah keputusan yang sangat tepat.