SAYANG

SAYANG
Episode 137


__ADS_3

Di tempat lain tepatnya di sekitar tempat tinggal Melisa dan kedua adiknya Alex berada sekarang. Menjelang makan siang hari ini Alex sengaja menyempatkan waktu untuk sekedar melihat Melisa. Pria itu masih merasa sangat yakin bahwa Melisa tidak benar benar mempunyai hubungan dengan Alvin. Alex percaya Melisa pasti punya setitik perasaan di dalam hatinya.


Alex terus menatap kearah kediaman Melisa yang tampak sangat sepi. Namun di teras rumahnya motor metik yang biasa Melisa gunakan kemana kemana terparkir dengan rapi yang menandakan bahwa Melisa sedang berada di dalam rumah sekarang.


Tiba tiba kedua mata Alex menyipit. Alex berpikir kenapa Melisa seperti tidak pernah bekerja. Hampir setiap Alex mengawasi kediaman nya motor Melisa pasti ada di depan rumahnya.


“Kenapa aku tidak berpikir sampai kesitu? Apa yang Melisa lakukan sebenarnya? Tidak mungkin dia bisa bertahan dengan kedua adiknya kalau dia tidak bekerja. Apa lagi kebutuhan sekolah David dan Farid pasti semakin banyak.” Gumam Alex dengan terus berpikir.


Alex kemudian menghela napas. Pikiran nya sesaat menjurus pada sosok Alvin yang mungkin saja membantu Melisa. Tapi kemudian Alex menepisnya. Alex yakin Melisa tidak mungkin mau menerima uang dari siapapun jika dirinya tidak merasa bekerja. Alex tau betul bagaimana seorang Melisa, karena Melisa cukup lama bekerja dengan nya.


Ketika Alex berniat turun dari mobil nya, tiba tiba mobil Alvin datang melewati nya kemudian turun tepat di halaman depan rumah sederhana Melisa.


Alex berdecak. Dia merasa Alvin selalu berusaha menjauhkan Melisa darinya. Merasa gerah dengan keberadaan Alvin, Alex pun bergegas turun dari mobilnya kemudian berlari cepat menuju mobil Alvin.


Begitu Alvin turun dari mobilnya, Alex menerjang tubuh Alvin yang hampir saja membuat Alvin jatuh terjerembab ke tanah.


“Apa apaan ini?!” Marah Alvin tidak terima dengan apa yang Alex lakukan padanya karena Alex hampir saja membuat nya terjatuh.


“Jauhi Melisa brengsek. Melisa tidak mencintaimu. Dia hanya mencintaiku. Melisa adalah milikku.” Tekan Alex menatap Alvin tajam.

__ADS_1


Alvin menyipitkan kedua matanya menatap tidak menyangka pada Alex yang entah kenapa tiba tiba marah padanya. Apa lagi tiba tiba Alex menerjang tubuhnya. Sebenarnya Alvin juga bisa membaca bagaimana perasaan Alex pada Melisa. Namun karena Melisa tidak memperdulikan Alex itu membuat Alvin merasa tidak harus patah semangat dalam mengejar Melisa.


Alvin kemudian menepis kasar tangan Alex yang mencengkram kerah kemeja yang di kenakan nya membuat Alex mundur beberapa langkah karena Alvin juga mendorong kasar tubuh Alex. Alvin tidak harus merasa takut pada Alex atau siapapun.


“Dengar baik baik tuan Alexander. Anda bukan siapa siapa Melisa. Dan anda tidak seharusnya melarang saya dekat dengan Melisa. Lagi pula Melisa itu pacar saya. Dan anda, anda hanya mantan bos dari Melisa.” Ujar Alvin yang membuat emosi Alex semakin memuncak.


Dengan rahang mengeras, Alex kembali melangkah mendekat pada Alvin lalu meninju sudut bibir Alvin membuat Alvin terjatuh ke tanah.


“Alvin !!” Pekik Melisa yang saat itu keluar dari dalam rumahnya. Karena terkejut dengan apa yang Alex lakukan pada Alvin, Melisa bahkan sampai menjatuhkan beberapa box kue yang baru saja selesai dia packing. Melisa bergegas berlari untuk menolong Alvin yang terduduk di tanah karena tinjuan keras Alex padanya.


“Sshh..” Alvin meringis karena tinjuan keras itu. Sudut bibirnya bahkan sampai mengeluarkan darah karena tinjuan tersebut.


“Sshh.. Aku nggak papa Sa..”


Melisa menggelengkan kepalanya, entah apa yang membuat Alex tiba tiba melayangkan tinjunya pada wajah tampan Alvin. Padahal Melisa yakin Alvin tidak mungkin mencari gara gara lebih dulu pada Alex. Apa lagi Melisa dan Alvin juga memang sudah mempunyai janji akan pergi siang ini untuk mengantar kue pesanan rekan bisnis Alvin yang akan mengadakan acara nanti malam.


Tidak bisa menerima karena apa yang Alex lakukan pada Alvin, Melisa pun langsung berdiri kemudian memutar tubuhnya menghadap pada Alex yang masih di kuasai emosinya.


“Apa apaan anda pak Alexander? Anda memukul pacar saya? Anda melukai orang yang saya cintai.” Tekan Melisa bertanya pada Alex. Melisa juga mengepalkan kedua tangannya berusaha untuk menahan diri agar tidak melayangkan tamparan pada Alex yang begitu sangat menyebalkan dan seenaknya.

__ADS_1


“Kalian berdua tidak pantas bersama. Alvin tidak pantas menjadi pacar kamu Melisa.” Kata Alex dengan begitu lancang.


“Kenapa memangnya? Dimananya kami berdua tidak pantas tuan? Apa karena saya miskin dan Alvin kaya begitu? heh tuan Alexander yang terhormat. Asal anda tau, Alvin tidak seperti anda yang selalu memandang seseorang dari harta. Alvin orang yang baik. Begitu juga dengan keluarganya. Lagi pula pantas atau tidaknya Alvin untuk saya itu adalah urusan saya. Anda tidak perlu repot repot mengurusi hidup saya. Karena anda bukan siapa siapa dalam hidup saya.” Tegas Melisa merasa muak dengan apa yang Alex lakukan selama ini. Bahkan setelah mereka sudah tidak lagi terikat dengan pekerjaan pun Alex masih begitu sangat seenaknya padanya.


Alex tersenyum sinis mendengarnya. Pria itu menghela napas dan menatap dari atas sampai bawah penampilan Melisa.


“Apa kamu yakin Alvin dan keluarganya akan menerima kamu apa adanya Melisa?” Tanya Alex menatap remeh pada Melisa.


Melisa menelan ludah. Ingin sekali dirinya melayangkan tamparan pada wajah memuakan Alex sekarang. Tapi Melisa tetap berusaha untuk menahan nya. Melisa masih menaruh hormat pada Alex yang pernah menjadi bosnya. Apa lagi Melisa juga masih berhutang biaya rumah sakit teman sekelas David yang dulu David pukuli.


Alex menghela napas kasar kemudian merogoh saku dalam jas yang dia kenakan. Alex mengeluarkan ponsel miliknya. Dia memainkan sebentar ponsel miliknya itu sebelum akhirnya memperlihatkan layar ponselnya pada Melisa.


“Setelah dia melihat Video kita ini apa kamu yakin Alvin masih mau sama kamu Melisa?” Tanya Alex tersenyum devil menatap Melisa yang membulatkan kedua matanya karena apa yang Alex tunjukan.


Melisa menggelengkan kepalanya. Di video yang di putar di ponsel Alex terlihat begitu jelas bagaimana Alex yang dengan begitu arogan menguasai Melisa yang tidak berdaya di bawahnya. Dan siapapun yang melihatnya pasti akan tau bahwa yang terjadi di video itu adalah Alex yang sedang memaksa Melisa. Bukan mereka berdua yang sedang melakukan itu atas dasar mau sama mau.


Alvin yang merasa penasaran dengan apa yang Alex maksud segera berdiri. Dia merebut ponsel Alex dengan kasar kemudian melihat apa yang membuat Melisa langsung terdiam seribu bahasa itu.


Setelah melihat video yang sedang di putar itu, Emosi Alvin langsung memuncak. Dia membanting dan menginjak ponsel milik Alex marah.

__ADS_1


“Ku bunuh kamu Alexander Smith.” Katanya kemudian langsung melayangkan pukulan bertubi tubi nya pada Alex. Sementara Melisa, dia menangis dalam diam hingga tubuhnya meluruh dan terduduk di lantai. Melisa tidak menyangka dirinya akan di permalukan oleh Alex seperti itu di depan Alvin.


__ADS_2