SAYANG

SAYANG
Episode 47


__ADS_3

Pagi ini Sherin berencana akan memeriksakan kondisinya ke dokter. Namun Sherin tidak berniat memberitahu Alex ataupun kedua orang tua Alex yaitu tuan dan nyonya besar Smith. Sherin tidak ingin Alex semakin membencinya dan menganggapnya terlalu mencari perhatian dari tuan dan nyonya besar Smith.


Selesai sarapan, Sherin kembali ke kamarnya. Dia bahkan tidak mengantar Alex sampai depan rumah. Sherin takut menjadi sasaran kemarahan Alex mengingat semalam saja Alex membentaknya hanya karena Sherin menanyakan pada Alex kenapa pria itu tampak seperti sedang memikirkan sesuatu.


Alex mengatakan dengan sangat kasar bahwa Sherin tidak perlu mencampuri apapun urusannya.


Sherin bahkan juga tidak berani menyapa kedua mertuanya karena mereka berdua juga tampak sedang memendam amarah entah pada siapa. Dan untuk yang kesekian kalinya Sherin merasa kehadirannya di rumah itu sama sekali tidak di anggap. Baik Alex maupun kedua orang tuanya mereka sama sama tidak menghargai Sherin sebagai anggota keluarga disana.


Sherin sengaja tidak berdandan dan tetap mengenakan dress simpel. Dia hanya mengambil tas dan ponselnya saja di kamar sebelum akhirnya keluar lagi dari kamarnya dan Alex lalu melangkah dengan santai menuruni satu persatu anak tangga menuju lantai satu rumah mewah itu.


“Mau kemana kamu?”


Tepat saat Sherin menginjakan kakinya di anak tangga terakhir, suara nyonya besar Smith yang bertanya berhasil membuat Sherin berhenti melangkah. Sherin menoleh ke arah kanan dan mendapati mamah mertuanya itu sedang berdiri dengan kedua tangan yang di lipat di bawah dada.


Sherin menelan ludah. Bahkan nyonya besar Smith menatapnya dengan wajah tanpa ekspresi. Padahal biasanya wanita itu meskipun tidak lemah lembut namun masih menatapnya dengan damai saat sedang berbicara pada Sherin.


“Eum.. Sherin.. Sherin ada urusan mendadak mah. Jadi harus pergi sekarang juga.” Jawab Sherin gugup. Sherin tidak mau berbohong sebenarnya. Tapi Sherin juga tidak ingin Alex semakin memandang rendah dirinya.


“Urusan apa? Memangnya sepenting apa urusan kamu sampai kamu terlihat se buru buru itu? Kamu bahkan sepertinya tidak sempat mengganti baju kamu. Dan, apa Alex tau kamu mau pergi sekarang Sherin?”


Sherin gelagapan sekarang. Sherin tidak tau harus menjawab apa. Pertanyaan mamah mertuanya terlalu terkesan menuntut. Wanita itu juga seperti sedang mencurigainya.

__ADS_1


“Eum.. Sherin belum kasih tau Alex mah. Tapi Sherin berencana memberitahu Alex saat di jalan nanti.” Sherin berusaha tenang dan menutupi kegugupan nya. Nyonya besar Smith sedang menginterogasinya.


“Lalu tentang urusan mendadak kamu, kamu belum menjawab pertanyaan saya Sherin.”


Sherin terdiam sesaat. Dirinya sedang tidak melakukan kesalahan. Tapi Sherin merasa posisinya sekarang sedang di salahkan oleh nyonya besar Smith, mamah mertuanya.


“Sherin ada janji dengan Lena mah. Istrinya tuan muda Erlan. Kebetulan kami adalah sahabat yang cukup dekat dan sejak kami sama sama menikah, kami tidak berkomunikasi. Kami juga belum bertemu tepatnya setelah acara resepsi pernikahan Sherin dan Alex.” Ucapan bohong dengan membawa bawa nama Lena itu keluar begitu saja tanpa jeda dari mulut Sherin. Bahkan Sherin seperti tanpa sadar menyebut nama Lena juga Erlan.


“Oh begitu. Ya sudah. Apa perlu saya antar? Atau mungkin kamu butuh supir?”


Senyum Sherin mengembang. Rasa gugup karena di interogasinya seketika sirna karena mamah mertuanya menganggukkan kepala yang berarti wanita itu percaya dengan apa yang di katakan oleh nya. Sherin benar benar merasa terselamatkan hanya karena menyebut nama Lena dan Erlan.


“Oh enggak mah. Nggak perlu. Biar Sherin naik taksi online saja. Sherin sudah biasa pergi menggunakan angkutan umum.” Jawab Sherin.


“Tidak perlu membantah. Saya akan menyuruh supir untuk mengantar kemanapun kamu pergi mulai sekarang.” Tegas nyonya besar Smith.


Pada akhirnya Sherin tidak bisa lagi menolak. Wanita yang sedang berbadan dua itu diam saja saat nyonya besar Smith menghubungi supir dan menyuruhnya untuk mengantar kemanapun Sherin pergi.


Sherin hanya bisa pasrah saja. Di perhatikan hanya karena tidak ingin keluarganya malu itu benar benar membuat Sherin merasa sangat tidak di hargai. Keluarga Smith terlalu menjunjung tinggi nilai harta dan kekayaannya sehingga selalu berprasangka buruk pada orang lain. Mereka menganggap orang lain akan memandang remeh jika kekayaannya tidak di tunjukan.


“Sudah sampai nyonya.”

__ADS_1


Lamunan Sherin buyar seketika begitu mendengar suara berat supir yang mengantarnya. Sherin kemudian bergegas turun dari mobil koleksi tuan besar Smith itu dan melangkah lebar masuk ke dalam gedung rumah sakit guna memeriksakan kondisinya.


Tidak perlu mengantri karena Sherin sudah membuat janji dengan dokter yang menanganinya sejak semalam. Terlebih dokter itu juga adalah dokter yang di percaya oleh nyonya Smith bisa menangani Sherin dan kandungannya dengan baik.


“Bagaimana dokter?” Tanya Sherin setelah selesai di periksa secara menyeluruh oleh dokter kandungan tersebut.


Dokter itu menghela napas menatap hasil dari pemeriksaan Sherin.


“Nyonya muda Smith, mungkin anda harus menambah lagi waktu istirahat anda. Hindari dulu berhubungan badan dengan kasar karena itu akan sangat membahayakan janin dalam kandungan anda. Dan juga timbangan anda kurang begitu juga dengan tensi anda. Saya akan menulis resep tambahan untuk vitamin anda. Saya harap anda rutin meminumnya. Jangan lupa juga untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi tinggi. Jangan terlalu setres. Usahakan tidur lebih awal setiap malam.” Ujar dokter memberikan petuah yang tentu sangat bermanfaat untuk Sherin.


Sherin hanya menganggukkan kepalanya saja. Kondisinya melemah karena perlakuan Alex padanya yang begitu sangat seenaknya. Di tambah dengan sikap nyonya besar Smith yang begitu ketus dan terkesan tidak menghargai kehadiran Sherin di rumahnya. Itu semua membuat Sherin tidak bisa berhenti memikirkannya. Sherin bahkan beberapa kali begadang sampai pagi karena tidak bisa memejamkan kedua matanya akibat dari pikirannya yang terus saja memikirkan tentang sikap Alex dan keluarganya.


Selesai memeriksakan kondisi tubuh juga kandungannya, Sherin pun bergegas keluar dari rumah sakit tentunya setelah menebus resep vitamin dari dokter.


Sherin melangkah menuju mobil mewah milik tuan besar Smith. Ketika tangannya hendak membuka pintu mobil, deringan ponsel yang ada di dalam tas kecilnya berhasil menarik perhatiannya. Sherin segera merogoh tasnya mengeluarkan benda pipih itu dari dalam sana.


“Alex..” Sherin mengeryit bingung saat mendapati nama Alex yang tertera di layar ponselnya. Sejak perselingkuhan mereka di lihat secara langsung oleh Lena, ini pertama kalinya Alex menghubunginya lagi.


Penasaran karena Alex yang tiba tiba meneleponnya, Sherin pun segera mengangkatnya.


“Halo..”

__ADS_1


“Temui aku di restoran biasa sekarang juga.”


__ADS_2