SAYANG

SAYANG
Episode 179


__ADS_3

Setelah apa yang di katakan nya pada Chilla, Lena tidak bisa berhenti memikirkan nya. Lena menyesal karena sudah bersikap begitu sombong dan sinis pada Chilla. Padahal seharusnya Lena tidak boleh seperti itu mengingat kedatangan Chilla kemarin adalah dengan tujuan baik yaitu meminta maaf. Chilla bahkan juga membawa buah tangan berupa hadiah untuk Rezvan.


Lena menghela napas. Emosi membuatnya kalap. Bahkan Lena sampai lupa dengan prinsip yang dia pegang teguh selama ini, yaitu tidak boleh menyombongkan apapun yang dia miliki karena sejatinya semua itu hanya titipan dari Tuhan untuk dia jaga dengan baik.


“Sayang...” Panggil Erlan berbaring di belakang Lena yang sedang menyusui Rezvan. Erlan baru saja selesai berbincang tentang perusahaan dengan Kenzie lewat video call. Lalu setelah itu Erlan mendekati istri dan anaknya yang sedang berbaring bersama diatas tempat tidur.


“Kenapa hem?” Tanya Erlan karena kediaman istrinya.


Lena menghela napas sekali lagi. Sungguh ucapan nya yang begitu sombong sinis terus saja terngiang di telinga nya.


“Tentang kemarin. Aku sudah sangat keterlaluan pada Chilla. Aku begitu sombong dan jahat.” Katanya lirih.


Erlan tersenyum mendengarnya. Bagi seorang Lena yang memang tidak punya sikap demikian pada orang yang bahkan sudah berniat tidak baik padanya pasti akan merasa sangat bersalah. Berbeda jika seorang yang memiliki sikap sombong, dia pasti akan merasa puas setelah berhasil membuat lawannya takluk dan menyerah. Tapi istrinya benar benar bukan wanita seperti itu. Istrinya wanita yang berhati lembut dan penuh kasih pada sesama.


“Sudah nggak apa apa sayang.. Lagian kan kita juga awalnya nggak tau maksud kedatangan Chilla untuk apa. Aku juga sempat berprasangka buruk.”


Lena menoleh pada Erlan yang sedang menatapnya. Wanita itu tidak bisa merasa tenang sejak kemarin pagi. Lena bahkan sampai tidak bisa tidur dengan nyenyak.


“Aku harus minta maaf sama Chilla Erlan. Aku sudah sangat keterlaluan.” Katanya dengan ekspresi sendu.

__ADS_1


Erlan terkekeh geli. Menurut Erlan sendiri akan lebih baik jika seperti itu. Karena dengan begitu Chilla tidak akan lagi mengganggu hubungan nya dan Lena.


“Nggak usah sayang.. Kamu nggak perlu minta maaf. Kita juga nggak perlu berkomunikasi dalam bentuk apapun dengan Chilla. Sungguh sayang, aku tidak ingin ada masalah di antara kita berdua hanya karena bagian dari masa lalu aku yang muncul kemudian berulah. Aku ingin hidup tenang dan bahagia sama kamu sayang..”


Lena menatap tepat pada kedua bola mata warna coklat bening suaminya. Ketenangan dan ketentraman adalah suatu hal yang sangat di harapkan seseorang dalam menjalani kehidupan nya. Begitu juga dengan nya dan Erlan. Tapi tentang sikap nya yang sudah sangat begitu sombong dan angkuh pada Chilla, Lena benar benar tidak bisa melupakannya begitu saja.


“Kalau Tuhan menghendaki kamu pasti akan bertemu dengan Chilla sayang. Dan aku berharap saat kalian bertemu nanti sudah dalam keadaan yang berbeda. Saat itulah kamu bisa meminta maaf. Untuk sekarang biarkan saja seperti yang sudah terjadi. Yang penting kamu harus tenang. Aku tau kamu melakukan itu karena kamu juga sangat mencintai aku kan? Sama seperti aku yang juga sangat mencintai kamu. Aku sangat tersanjung sayang dengan usaha kamu untuk menjaga keutuhan rumah tangga kita.” Ujar Erlan panjang lebar. Erlan berusaha menenangkan Lena karena tidak ingin istrinya terus terusan merasa bersalah.


Lena menghela napas pelan kemudian mengangguk setuju dengan apa yang Erlan katakan. Lena merasa apa yang Erlan katakan ada benarnya juga.


“Ya sudah sayang.. Rezvan kan sudah tidur, lebih baik sekarang kamu tidur juga. Kamu harus selalu menjaga kesehatan kamu Oke?”


“Iyah..” Angguk Lena lagi.


Setelah Lena membaringkan tubuhnya dengan posisi yang benar, Erlan pun meraih selimut dan menyelimuti Lena sampai batas pinggang. Pria itu terus mengusap lembut bahu Lena mengantarkan wanitanya ke dalam mimpi indahnya.


Tidak menunggu lama, Lena pun terlelap. Usapan lembut tangan besar Erlan di bahunya membuat Lena merasa sangat nyaman hingga akhirnya Lena benar benar terlelap menuju alam mimpi.


Erlan menghela napas kemudian tersenyum. Mengurus sendiri seorang bayi memang tidak mudah. Erlan tau karena Erlan sendiri melihat bagaimana Lena yang begitu sigap terbangun jika mendengar suara tangisan Rezvan. Terkadang Erlan juga merasa sangat kasihan karena dalam keadaan masih terkejutnya Lena harus segera meraih putranya yang menangis karena haus dan lapar. Di tambah lagi rasa sakit yang bisa Erlan pahami begitu Rezvan sudah melahap puncak dadanya karena belum terbiasa itu. Jika bisa Erlan ingin sekali bisa berganti posisi dengan Lena karena tidak tega melihat istrinya yang begitu sangat kerepotan mengurus putranya.

__ADS_1


Setelah memastikan Lena benar benar terlelap dalam tidurnya, Erlan pun bangkit. Pria itu mendekat pada tubuh putranya dan pelan pelan menggendongnya memindahkan nya ke ranjangnya sendiri.


“Selamat malam jagoan..” Gumam Erlan menatap wajah damai putranya yang sama sekali tidak terusik meski Erlan memindahkan nya ke ranjangnya.


Erlan kemudian melangkah kembali menuju ranjangnya dan berbaring di samping Lena yang juga sudah terlelap. Erlan kemudian meraih tubuh Lena dan mendekapnya dengan penuh kasih sayang.


“Tuhan.. Tolong lindungi istri dan putra hamba. Sayangi mereka berdua seperti hamba menyayangi mereka.” Batin Erlan sembari memejamkan kedua matanya.


---------------


Di tempat lain, tepatnya di apartemen Alex. Pria itu menatap wajah terlelap putranya yang semakin hari semakin aktif dan pintar. Arkana, dia bahkan sudah tau jika bertemu dengan Oma nya. Arkana akan sangat lengket dan menangis jika nyonya besar Smith pergi begitu saja tanpa lebih dulu berpamitan padanya.


Alex menelan ludah. Dia merasa semakin besar Arkana semakin mirip dengan Sherin. Arkana bahkan lebih terkesan cantik dan imut dari pada tampan. Jika di pakaikan topi bahkan Arkana persis seperti Sherin, mendiang mamahnya.


“Kenapa kamu harus mirip mamah kamu Arka? Kenapa kamu tidak mirip dengan papah saja?” Batin Alex terus menatap wajah terlelap putranya.


Alex tidak bisa munafik, setiap melihat Arkana yang tertawa Alex menjadi teringat akan sosok Sherin. Bahkan setiap perbuatan kasar yang pernah dia lakukan pada Sherin langsung membayanginya lagi seolah sedang mengingatkan bahwa Alex mempunyai dosa yang begitu besar pada Sherin. Dan jika semua itu sudah berputar di benak Alex, Alex pasti tidak akan bisa tenang. Tidur pun Alex tidak bisa nyenyak. Semua dosa itu terus membayanginya seolah menuntut Alex sebagai suami yang tidak bertanggung jawab atas kesehatan mental dan fisik Sherin semasa Sherin hidup di dunia.


Semua itu selalu berhasil membuat mood Alex memburuk hingga kadang Alex marah marah tidak jelas pada para karyawan nya tanpa alasan.

__ADS_1


Alex sendiri kadang juga bingung kenapa setelah kepergian Sherin, Alex merasa tidak tertarik pada wanita manapun. Namun tidak terkecuali pada Melisa. Tapi pada kenyataannya Melisa bahkan sudah tidak lagi mengingat apa lagi perduli padanya. Melisa sudah bahagia dengan Alvin.


Padahal Alex pikir hidupnya akan tenang dan tentram jika Sherin tidak ada. Tapi nyatanya ketiadaan Sherin justru perlahan menyiksanya tanpa Alex sadari.


__ADS_2