
Pagi ini Erlan dan Lena mengantar tuan besar Harrison dengan Natasha ke bandara. Mereka bahkan pergi pagi pagi buta karena memang penerbangan pesawat yang akan membawa mereka berdua ke Amerika akan terbang pagi pagi sekali. Selain itu jarak dari kediaman mewah Erlan ke bandara juga cukup memakan waktu.
“Andai saja kedua adik kalian mau ikut kesini. Mereka pasti akan sangat bahagia mengenal kamu Lena. Dan juga mommy sama daddy nggak akan buru buru kembali pulang ke Amerika sehingga kita bisa lebih lama berkumpul.” Ujar Natasha saat sudah sampai di bandara.
Lena tertawa pelan. Meski dalam hatinya dia tidak yakin kedua adik Erlan akan bisa menerimanya.
“Lain waktu kalau Erlan tidak sibuk kita berdua yang akan datang berkunjung ke sana mom..”
Natasha tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Hampir sebulan tinggal seatap dengan Lena namun Natasha merasa tidak secuilpun memberi kesan baik. Sebaliknya, Natasha terus memusuhi Lena yang akhirnya membuat Natasha merasa menyesal sendiri. Natasha kadang berpikir andai waktu bisa di ulang kembali, dirinya tidak akan gegabah dengan berpikir buruk tentang Lena.
“Untuk yang kesekian kalinya mommy benar benar sangat sangat meminta maaf atas semua yang pernah mommy lakukan dan mommy katakan sama kamu sayang. Mommy sudah sangat menyakiti hati kamu. Mommy tidak bisa menjadi mommy yang baik untuk kamu.”
Lena hanya tersenyum saja. Natasha selalu saja meminta maaf setiap bersamanya. Dan itu sangat berlebihan menurut Lena.
Erlan dan tuan Harrison hanya bisa diam saja. Mereka berdua menatap Lena dan Natasha yang saling berhadapan dengan pemikiran yang berbeda.
Tuan besar Harrison yang merasa bersyukur karena akhirnya istrinya sadar akan kesalahannya. Sedang Erlan, dia masih saja belum bisa menerima begitu saja apa yang sudah di alami Lena. Tekanan, hinaan dan yang terakhir adalah secara tidak langsung di suruh mengorbankan nyawa walaupun itu Erlan dan tuan besar Harrison lakukan sendiri.
“Berjanjilah sama mommy sayang.. Tetaplah bersama Erlan apapun yang terjadi. Mommy sangat percaya kamu bisa membuat anak mommy bahagia.” Natasha menggenggam erat kedua tangan Lena dengan tatapan penuh harap. Wanita itu benar benar berharap dari relung hatinya yang terdalam Lena dan Erlan tetap bisa menjaga dengan baik hubungan manis itu.
__ADS_1
“Mommy nggak perlu khawatir. Lena juga Erlan akan terus mencintai sampai kapanpun.” Kata Lena dengan yakin.
Natasha menganggukkan kepalanya yakin kemudian berhambur memeluk erat tubuh Lena. Dan lagi lagi air mata itu menetes namun kali ini segera Natasha usap.
Setelah berbincang cukup panjang dengan Lena, Natasha beralih pada Erlan. Wanita menatap Erlan dengan tatapan penuh penyesalan.
“Erlan.. Mommy.. Mommy..” Natasha tidak bisa berkata apa apa sekarang. Penyesalannya begitu dalam karena sudah membuat Erlan sangat kecewa dengan sikapnya pada Lena. Wanita yang menjadi pilihan hati Erlan.
Natasha sadar akan semua kesalahannya. Oleh karena itu air mata selalu mendahuluinya setiap berbicara dengan Lena.
“Maaf.. Mommy minta maaf Erlan..” Dan akhirnya tangis Natasha kembali pecah. Dari hatinya yang paling dalam Natasha benar benar merasa sangat menyesal. Keegoisan selalu saja membuatnya merasa paling benar dan harus di dengarkan. Dan apa yang terjadi kemarin benar benar berhasil menyadarkannya.
Erlan hanya diam saja. Bukan tidak mau memaafkan kesalahan Natasha karena sudah bersikap tidak baik pada Lena. Erlan hanya masih tidak bisa menerima kenyataan bahwa kedua orang tuanya begitu semena mena pada Lena. Dan untuk percaya pada Lena mereka bahkan harus membuktikan dengan cara membuat Lena takut dan tertekan hingga akhirnya memutuskan untuk mengorbankan dirinya.
Mendengar itu Erlan merasa tergugah. Meski memang kejadian kemarin belum bisa dia lupakan, tapi Erlan menyadari bahwa menyimpan rasa kecewa dan benci hanya akan menumbuhkan rasa dendam yang tidak berkesudahan. Dan Erlan tidak ingin mempunyai rasa itu pada orang tuanya sendiri.
“Sudahlah mom.. Lupakan saja apa yang sudah terjadi. Kita buka lagi lembaran baru. Erlan juga mau minta maaf kalau terlalu keras pada mommy. Tapi apapun itu, Erlan akan tetap menyayangi mommy. Terimakasih untuk semua yang sudah mommy korbankan untuk Erlan. Untuk rasa lelah mommy mengurus Erlan sejak Erlan kecil, juga untuk kesabaran mommy mendidik Erlan hingga Erlan bisa seperti sekarang. I love you mommy..”
Tubuh Natasha bergetar mendengar apa yang Erlan katakan. Wanita itu menggeleng kemudian berhambur memeluk Erlan dengan erat. Natasha menangis terisak di balik punggung lebar Erlan. Natasha tidak pernah mempermasalahkan apa yang sudah dia lakukan untuk Erlan. Natasha juga tidak pernah mengharap balasan apapun dari Erlan. Karena memberikan yang terbaik untuk anak anaknya adalah kewajiban baginya sebagai seorang mommy. Sekalipun Erlan bukan anak yang lahir dari rahimnya sendiri.
__ADS_1
“Terimakasih sayang.. Terimakasih untuk semuanya. Mommy juga mencintai kamu..”
Erlan tersenyum tipis kemudian membalas pelukan erat Natasha padanya. Erlan tidak bisa menampik meski Natasha memang sangat egois, namun Natasha jugalah yang mengurusnya dengan penuh kesabaran sewaktu dirinya kecil.
Lena dan tuan Harrison tersenyum melihat adegan di depannya. Mereka berdua merasa sangat lega karena akhirnya Erlan dan Natasha berpelukan penuh rasa haru.
“Lena..” Panggil tuan besar Harrison membuat Len langsung menoleh padanya.
“Boleh daddy memeluk kamu juga?” Tanya tuan besar Harrison.
Sesaat Lena terdiam sebelum akhirnya tersenyum dan menganggukkan kepalanya mengiyakan. Lena kemudian mendekat pada tuan besar Harrison dan masuk ke dalam pelukan tuan besar Harrison yang merentangkan kedua tangannya. Rasa nyaman dan aman langsung Lena rasakan begitu berada dalam pelukan tuan besar Harrison. Tapi bukan rasa aman dan nyaman seperti saat berada dalam pelukan Erlan. Rasa itu jelas sangat berbeda Lena rasakan.
“Jadilah istri yang baik untuk Erlan. Daddy percaya kamu bisa membuat Erlan bahagia, Lena.” Kata tuan besar Harrison.
“Ya dad..” Jawab Lena menganggukkan kepalanya.
Suara menggema yang memberitahukan bahwa pesawat yang akan di tumpangi oleh tuan dan nyonya besar Harrison membuat pelukan mereka terlepas.
Tuan dan nyonya besar Harrison kemudian segera pamit dan berlalu dari hadapan Lena dan Erlan.
__ADS_1
Erlan menghela napas. Dengan tatapan terus mengarah pada kedua orang tuanya Erlan meraih tangan Lena. Pria itu menggenggamnya dengan erat namun lembut.
Lena yang merasakan genggaman itu menunduk dan tersenyum melihat tangan besar Erlan yang melingkupi tangan kecilnya. Lena semakin yakin sekarang bahwa dirinya memang sudah benar benar jatuh cinta pada Erlan, suaminya sendiri.