SAYANG

SAYANG
Episode 40


__ADS_3

Alex benar benar merasa sangat kacau setelah Lena mengirim surat pengunduran dirinya dari perusahaan. Akibatnya, Melisa sebagai orang yang menerima surat pengunduran tersebut dari Kenzie mendapat amukan kemarahan dari Alex. Melisa bahkan hampir saja terkena pukulan Alex yang sedang berada di puncak emosinya.


“Keluar !!” Usir Alex pada Melisa galak. Pria itu bahkan berkata tanpa menatap lawan bicaranya.


Melisa yang tidak mau semakin memancing amarah Alex segera bergegas keluar dari ruangan bos besarnya itu. Melisa juga menggerutu kesal terhadap Lena yang sering dia anggap remeh karena penampilan sederhananya.


“Lena.. Kenapa kamu begitu cepat mengambil keputusan. Kamu tiba tiba menghilang dan tiba tiba menikah dengan Erlan.. Apa kamu ingin balas dendam padaku?”


Alex bergumam dengan tatapan nanar. Alex benar benar masih tidak menyangka jika hubungannya dengan Lena sudah benar benar selesai. Lena bahkan sekarang sudah menjadi milik orang lain.


“Aaarrgghhh...!!!!!” Tidak bisa menahan emosinya, Alex pun menyapu semua yang ada di mejanya dengan kedua tangannya begitu kasar membuat berkas berkas serta barang barang berharga disana terjatuh begitu saja diatas lantai seperti tidak berguna.


“Sherin...” Gumam Alex. Sampai saat ini Alex memang terus saja melimpahkan segalanya pada Sherin. Alex menganggap Sherin lah penyebab Lena pergi meninggalkannya. Alex berpikir jika saja Sherin tidak menuruti permintaannya untuk datang malam itu pasti Lena tidak akan melihat semuanya. Lena masih ada di sampingnya dan mencintainya.


“Sherin.. Kamu benar benar membuat semuanya kacau.. Kamu harus menanggung semuanya Sherin. Kamu harus merasakan apa yang aku rasakan. Kamu harus merasakan bagaimana hancurnya hatiku karena kehilangan cinta yang sangat aku inginkan..” Alex kembali bergumam penuh emosi dengan tatapan nyalang lurus ke depan. Rahangnya mengeras dengan kedua tangan mengepal erat. Berbagai rencana mulai tersusun di otaknya untuk Sherin.


------------


Sore ini Lena berniat menuju taman belakang rumah untuk memetik bunga karena bunga di vas yang ada di kamarnya dan Erlan sudah layu dan harus di ganti. Ya, Lena memang sangat menyukai segala jenis bunga. Terlebih bunga mawar yang mengeluarkan aroma harum menenangkan dari setiap kelopaknya.


“Aku pikir nyonya besar pasti tidak merestui pernikahan tuan Erlan dan nyonya Lena.”

__ADS_1


“Oh ya? Kenapa kamu sampai berpikir seperti itu?”


“Ya.. Buktinya nyonya dan tuan besar tidak hadir kan dalam acara pernikahan tuan Erlan dan nyonya Lena kemarin? Tuan Erlan pulang sendiri bahkan begitu singkat saat menemui mereka berdua.”


“Hey, tolong jangan berpikir seenaknya. Kita semua disini tau bagaimana sibuknya tuan dan nyonya besar. Bisa saja mereka tidak bisa datang karena urusan bisnis kan? Jangan membuat gosip yang belum tentu benar adanya. Kamu tau sendiri bagaimana tuan Erlan kalau sudah marah. Apa lagi kalau sampai nyonya Lena dengar dan merasa tidak nyaman dengan apa yang kamu katakan. Bisa habis kamu.” Peringat pelayan bernama Mina yang tidak ingin temannya berasumsi sendiri tau tau kebenarannya.


“Iisshh.. itu kan cuma dugaan aku saja. Serius sekali sih kamu.”


Mina hanya menggeleng saja. Temannya itu memang suka sekali menggosip dan membesar besarkan masalah dengan asumsinya sendiri tanpa sedikitpun mencari tau tentang kebenarannya.


“Sudahlah cepat selesaikan pekerjaan kamu. Setelah ini kita harus membantu si mbok ke super market. Semua bahan makanan habis.”


“Ck, iya iyaa..”


Lena menghela napas. Niatnya untuk memetik bunga di taman belakang rumah dia urungkan. Lena tidak perduli lagi dengan bunganya yang sudah layu di vas bunga di kamarnya dan Erlan. Lena memilih untuk kembali ke kamarnya dan Erlan.


“Aku harus menanyakan semua ini pada Erlan.” Batin Lena sembari melangkahkan kedua kakinya menaiki satu persatu anak tangga menuju lantai dua dengan sedikit berlari.


Pemikiran tentang kedua orang tua Erlan yang tidak merestui pernikahan mereka langsung menguasai benak Lena. Dan Lena merasa tidak tenang sekarang. Karena menurut Lena sendiri sebuah hubungan itu akan bahagia dan harmonis jika mendapat restu dari kedua orang tua.


Setelah tidak sengaja mendengar obrolan dua pekerja di rumah mewah itu, Lena menjadi uring uringan. Rasa takut bahkan mulai menguasai Lena karena terlalu merasa was was jika memang apa yang di katakan oleh pelayan tadi benar bahwa memang kedua orang tua Erlan tidak merestui pernikahan mereka. Bahkan sampai menjelang malam Lena sama sekali tidak keluar kamar. Hal itu membuat para pelayan merasa khawatir karena yang mereka tau sejak siang tadi Lena sama sekali tidak keluar kamar. Ya, satu pun dari mereka tidak menyadari bahwa Lena berdiri di belakang dua pelayan yang sore itu sedang berbincang tentang kedua orang tua Erlan.

__ADS_1


Tidak tau harus melakukan apa? Pelayan itu memutuskan untuk mengubungi Erlan karena memang mereka sudah beberapa kali mengetuk pintu kamar namun tetap saja tidak mendapat sautan dari Lena.


Erlan yang khawatir bergegas pulang. Bahkan saking khawatirnya dan ingin segera memastikan sendiri istrinya baik baik saja, Erlan menolak untuk di supiri dan lebih memilih mengendarai sendiri mobilnya.


Bak orang kesetanan Erlan terus menambah kecepatan laju mobil mewahnya. Tidak ada yang lain yang Erlan pikirkan kecuali keadaan Lena sekarang.


Dalam waktu yang cukup singkat Erlan sampai tepat di depan rumah mewahnya. Pria itu turun dari mobil dan melangkah dengan cepat dan lebar masuk ke dalam mobilnya. Hal itu membuat para body guard yang bertugas berjaga di luar rumah saling bertanya tanya. Ya, pelayan memang tidak memberitahu mereka.


Ketika Erlan masuk, para pelayan sedang berkumpul dengan sangat was was. Mereka sudah selesai menyiapkan makan malam dan seharusnya sudah bisa beristirahat. Namun karena Lena yang tidak kunjung keluar kamar dan tidak menyahut saat mereka mengetuk pintu itu tentu saja menambah pekerjaan mereka. Belum lagi jika nanti mereka terkena amukan Erlan begitu Erlan mendapati Lena kenapa napa di dalam kamarnya.


“Ambilkan kunci cadangannya.” Perintah Erlan tegas. Erlan tidak bisa sabar sekarang. Pria itu bahkan memilih langsung membuka pintu tanpa mengetuk dan memanggil Lena lebih dulu.


Saat Erlan membuka pintu dan masuk ke dalam kamar, Erlan mendapati Lena yang sedang duduk di tepi ranjang dengan tatapan lurus ke depan. Erlan menghela napas merasa sangat lega melihat istrinya baik baik saja.


Pelan pelan Erlan menutup kembali pintu kamar mereka kemudian melangkah mendekat pada Lena yang terus saja diam dengan posisinya.


“Sayang...” Panggil Erlan berlutut tepat di depan kedua kali Lena. Pria itu menatap penuh perhatian pada Lena yang kemudian langsung memusatkan tatapan padanya.


“Kamu kenapa sayang?” Tanya Erlan sembari meraih dan memeluk lembut pinggang Lena.


Lena menelan ludah. Obrolan dua pelayan itu kembali terngiang di telinganya tentang kedua orang tua Erlan yang tidak datang saat acara pernikahan mereka di langsungkan.

__ADS_1


“Kedua orang tua kamu, kenapa mereka tidak datang saat acara pernikahan kita di adakan Erlan?”


Erlan terkejut mendengar pertanyaan itu. Kedua mata elangnya melebar sesaat namun akhirnya meneduh kembali. Erlan akui hubungannya dengan Lena memang mendapat tentangan dari kedua orang tuanya. Mereka menolak dan tidak memberi restu saat Erlan datang dan mengatakan akan menikah dengan Lena saat itu.


__ADS_2