SAYANG

SAYANG
Episode 128


__ADS_3

Erlan baru saja mendudukkan dirinya setelah selesai meeting saat suara ketukan pintu ruangan nya terdengar.


Erlan mengeryit. Tidak mungkin Kenzie mengetuk pintu ruangan nya jika tidak ada yang penting. Namun yang membuat Erlan merasa aneh adalah tadi pagi mereka berdua sudah mendiskusikan tentang pekerjaan yang memang sudah Kenzie lakukan dengan baik. Untuk selanjutnya, Erlan pun belum memberikan perintah pada Kenzie lagi.


Namun Erlan yakin Kenzie pasti punya alasan mengetuk pintu ruangannya.


“Masuk !!” Seru Erlan tegas.


Pintu di buka dan memunculkan sosok Kenzie. Dia berjalan mendekat ke meja kerja Erlan dengan cepat.


“Ada apa Kenzie?” Tanya Erlan penasaran.


“Maaf kalau saya mengganggu waktu istirahat anda tuan. Tapi di loby ada seorang perempuan yang menanyakan anda.”


Erlan mengeryit bingung. Selain rekan bisnis, Erlan tidak merasa memiliki kedekatan khusus dengan wanita lain.


“Siapa?” Tanya Erlan penasaran dengan sosok wanita yang di maksud oleh Kenzie.


“Dia bilang dia teman anda tuan. Namanya nona Chilla.” Jawab Kenzie.


Keryitan kembali muncul di kening Erlan. Pria itu benar benar tidak mengerti kenapa tiba tiba Chilla datang ke perusahaan nya. Padahal Erlan merasa tidak punya urusan apapun dengan wanita yang dulu pernah di cintainya itu. Wanita yang pernah menggores luka di hati Erlan. Wanita yang juga pernah hampir membuat Erlan putus asa karena sakit hati.


Erlan menghela napas. Pria itu masih merasa kesal pada Chilla karena apa yang dia katakan di depan Lena. Beruntung saat itu Lena bisa mengerti dan tidak marah padanya.


“Bilang saja saya sibuk dan sedang tidak ingin di ganggu.” Ujar Erlan tegas.


“Baik tuan.” Angguk Kenzie menurut saja.


Kenzie kemudian berlalu kembali keluar dari ruangan Erlan untuk menemui Chilla dan mengatakan apa yang Erlan perintahkan.

__ADS_1


Sementara Erlan, Dia benar benar tidak ingin lagi ada hubungan apapun dengan Chilla yang adalah bagian dari masa lalunya. Erlan tidak ingin menodai pernikahan nya dengan Lena hanya karena Chilla yang kembali muncul dalam kehidupan nya. Apa lagi Erlan juga dulu pernah sangat dekat bahkan memiliki rasa pada Chilla. Erlan tidak ingin jika sampai istrinya salah paham.


“Chilla.. Untuk apa dia kembali muncul dalam kehidupanku? Apa maksudnya dia datang menemuiku disini.” Gumam Erlan kesal.


Tidak ingin membuang waktu memikirkan Chilla, Erlan pun lebih memilih meraih ponselnya untuk menghubungi istri tercintanya Lena. Apa lagi sebentar lagi waktu makan siang tiba. Erlan ingin tau sedang apa istrinya sekarang sebelum dirinya pulang.


“Halo sayang...”


-----------------


Chilla tersenyum saat Kenzie kembali melangkah mendekat padanya. Dia langsung bangkit dari duduknya di sofa di lobi perusahaan. Chilla berharap Kenzie datang untuk mempersilahkan nya bertemu dengan Erlan.


“Bagaimana? Apa Erlan sudah selesai meetingnya?” Tanya Chilla dengan senyuman yang menghiasi bibir pink nya.


Kenzie tersenyum tipis sebelum mengutarakan maksudnya menghampiri Chilla. Tanpa bertanya pun Kenzie tau Chilla adalah wanita yang sangat ingin Erlan jauhi. Terbukti dengan Erlan yang tidak mau menemui Chilla dengan alasan sibuk. Padahal Erlan sendiri sudah selesai dengan pekerjaan nya dan akan pulang beberapa saat lagi.


“Sebelumnya saya minta maaf nona. Tuan Erlan memang sudah selesai dengan meeting nya. Tapi tuan Erlan kembali di sibukkan dengan pekerjaan lain dan tidak bisa di ganggu.” Jawab Kenzie sopan.


“Tapi waktu makan siang sebentar lagi tiba. Kenapa Erlan masih sibuk dengan pekerjaan? Bukankah sudah seharusnya Erlan istirahat dari aktivitas perusahaan? Apa lagi Erlan juga adalah pemilik perusahaan ini.” Bantah Chilla begitu sangat keras kepala.


“Ya nona. Tapi pada kenyataannya tuan memang sedang tidak bisa di ganggu.” Senyum Kenzie tetap berusaha tenang memberi pengertian pada Chilla.


Chilla berdecak kesal. Dia merasa sangat kecewa karena Erlan tidak mau menemui nya. Padahal Chilla ingin sekali mengobrol santai dengan Erlan. Chilla juga ingin kembali mengenang masa lalu indahnya dengan Erlan. Dan lagi, Chilla ingin bertanya tentang apa yang ingin Erlan bicarakan padanya dulu yang sampai sekarang tidak pernah Chilla tau apa.


“Ya sudah kalau begitu.” Dengan perasaan kecewa juga marah, Chilla berlalu begitu saja dari hadapan Kenzie. Dia melangkah begitu cepat menjauh dari Kenzie dan keluar dari gedung perusahaan.


Chilla melangkah menuju mobilnya kemudian masuk ke dalamnya. Wanita itu kembali menghela napas. Dia duduk di kursi kemudi sambil memikirkan kenapa Erlan tidak mau menemui nya.


“Apa aku tunggu sebentar lagi saja disini? Erlan pasti sebentar lagi keluar dari dalam.” Gumam Chilla pelan.

__ADS_1


“Yah.. Lebih baik begitu. Aku akan menunggu sampai Erlan keluar.” Senyum Chilla kemudian. Wanita itu masih sangat yakin bahwa ada lagi kesempatan untuk dirinya dan Erlan bisa dekat. Tidak perduli meskipun Erlan sudah memiliki Lena sebagai istrinya.


Chilla terus menunggu dengan sabar di dalam mobilnya. Pandangan nya terus dia arah kan ke pintu kaca gedung perusahaan Erlan berharap Erlan akan segera muncul dari dalam sana. Dan benar saja, sekitar 15 menit menunggu Erlan pun keluar dengan gagahnya. Pria yang mengenakan setelan jas warna navy itu mulai melangkah menuju mobilnya yang ternyata terparkir tidak jauh dari mobil Chilla.


Chilla tersenyum lebar melihat nya. Dengan penuh semangat Chilla keluar dari mobilnya.


“Erlan tunggu !!” Serunya yang berhasil membuat Erlan kembali menutup pintu mobil mewahnya.


Erlan menoleh dan berdecak pelan ketika mendapati Chilla yang sedang melangkah mendekat padanya.


“Aku tau kamu pasti akan keluar.” Senyum Chilla berkata begitu semangat pada Erlan begitu sampai tepat di hadapan Erlan.


Erlan menghela napas kasar. Dia pikir Chilla sudah benar benar pergi dari sana.


“Ada apa?” Tanya Erlan menatap Chilla malas.


“Nggak ada apa apa sih, Aku cuma mau nanya kenapa semalam kamu nggak datang di acara reuni yang di adakan pihak sekolah?”


“Aku sibuk.” Jawab Erlan singkat.


Chilla mengangguk-anggukkan kepalanya. Alasan Erlan sibuk memang cukup masuk akal mengingat siapa Erlan sekarang.


“Ah ya Erlan, ini kan sudah waktunya makan siang. Bagaimana kalau kita makan siang bersama. Udah lama banget kan kita nggak ketemu. Kita ngobrol ngobrol kaya dulu lagi.” Kata Chilla kemudian.


“Maaf Chilla, tapi aku nggak bisa. Aku harus pulang sekarang. Istriku sudah membuatkan masakan enak untukku di rumah. Aku duluan ya..”


Chilla sudah membuka mulutnya hendak mengatakan sesuatu namun Erlan masuk begitu saja ke dalam mobilnya. Erlan memperlihatkan ketidak pedulian nya dengan jelas pada Chilla.


Chilla hanya bisa diam dengan tatapan sendunya saat mobil mewah Erlan berlalu meninggalkan nya. Wanita itu tidak tau kenapa Erlan bersikap seperti itu padanya. Padahal dulu Erlan begitu manis dan selalu ada untuknya.

__ADS_1


“Apa yang sebenarnya terjadi Erlan? Kenapa kamu bersikap begitu acuh tak acuh sama aku?” Gumam Chilla pelan terus menatap mobil Erlan yang semakin menjauh darinya.


__ADS_2