SAYANG

SAYANG
Episode 116


__ADS_3

Erlan mengeryit ketika Lena menyodorkan sepiring kue lapis legit padanya. Pria tampan itu berpikir mungkin istrinya baru saja membuat camilan untuknya.


“Cobain deh.. Ini rasanya enak banget. Aku juga suka.” Ujar Lena.


Mendengar apa yang Lena katakan pemikiran Erlan tentang Lena yang membuat kue lapis legit itu langsung sirna. Rasanya tidak mungkin jika itu adalah kue buatan Lena sendiri karena Lena sudah lebih dulu mengatakan rasa dari kue tersebut. Kalaupun Lena yang membuat pasti Lena hanya akan memberikan padanya untuk di cicipi kemudian baru menanyakan bagaimana rasanya pada Erlan.


Erlan menatap sepiring kue lapis legit itu kemudian beralih pada potongan yang masih menyisa separuh di tangan Lena. Erlan tersenyum. Erlan yakin yang berada di tangan Lena pasti adalah lebihan dari kue yang sedang di makan oleh istrinya.


“Hem.. Aku boleh minta yang itu sayang?” Tanya Erlan membuat Lena tampak kebingungan sesaat.


“Hah? Yang ini? Tapi ini bekas aku..” Kata Lena yang merasa tidak seharusnya dirinya memberikan bekas gigitan nya pada Erlan.


“Aku maunya yang itu sayang..” Tatap Erlan pada Lena dengan ekspresi penuh harap.


“Tapi Erlan ini...”


Belum selesai Lena berkata, Erlan sudah lebih dulu meraih tangan Lena yang memegang sisa kue yang di makan nya kemudian mengangkatnya dan menyuapkan kue tersebut ke dalam mulutnya dengan sangat lembut.


Lena terdiam karena apa yang Erlan lakukan. Wanita itu terkejut dengan apa yang suaminya lakukan dengan memakan sisa kue yang di tangannya. Padahal itu adalah bekas gigitan nya.


“Eum.. Kamu benar sayang. Rasanya memang sangat enak. Apa lagi di suapin langsung dengan tangan kamu. Rasa nikmatnya bertambah berlipat lipat.” Ujar Erlan sambil mengunyah kue lapis legit tersebut.


Lena tersenyum mendengar ucapan manis yang keluar dari mulut suaminya. Entah kenapa Lena selalu merasa terbang jika Erlan berkata manis padanya. Padahal dulu Lena merasa sangat jijik jika Alex merayunya dengan kata kata manis saat mereka masih pacaran dulu. Tapi jika Erlan yang mengatakan nya, Lena merasa sangat tersanjung.


“Apaan sih? Lebay banget.” Senyum malu malu Lena.


Erlan tertawa geli karena respon menggemaskan istrinya. Pria itu kemudian membelai lembut pipi Lena membuat Lena langsung menatapnya.

__ADS_1


“Malam ini kita makan di luar ya sayang?” Ajak Erlan dengan suara lirih hampir seperti bisikan.


“Memangnya kenapa harus di luar? Kenapa nggak makan malam di rumah aja?” Tanya Lena dengan polosnya.


Erlan tertawa lagi. Entah kenapa kepolosan istrinya selalu membuat Erlan merasa sangat gemas. Rasanya Erlan tidak pernah bosan dengan kepolosan istri tercintanya.


“Mumpung kita belum punya anak sayang, jadi kita harus sering sering pacaran nya. Siapa tau dengan kita sering pacaran begini kamu jadi cepet hamil kan? Tapi ya.. Jangan lupa usaha sesering mungkin juga.”


Lena menyipitkan kedua matanya sembari menahan senyuman di bibirnya. Ucapan Erlan membuat Lena merasa malu namun juga senang secara bersamaan. Erlan selalu berhasil menggodanya.


“Dasar genit.” Ujar Lena kemudian berlalu dari hadapan Erlan yang menertawakan nya.


Erlan kemudian mengejar Lena yang melangkah menuju meja makan. Hal itu membuat si mbok tersenyum merasa ikut bahagia melihat Lena dan Erlan begitu mesra dan harmonis. Si mbok tidak bisa menyangkal bahwa mereka berdua adalah pasangan yang serasi juga romantis.


Begitu malam tiba, Lena dan Erlan pun pergi dengan mengendarai mobil mewah Erlan. Dan seperti biasanya, Erlan lebih memilih mengendarai mobil sendiri saat pergi hanya berdua dengan Lena.


Lena tidak langsung menjawab. Dia tampak berpikir sebelum menjawab pertanyaan suaminya.


“Eum.. Jadi kali ini aku yang tentuin nih kita mau makan dimana?” Tanya Lena tersenyum menatap Erlan yang sedang fokus dengan kemudinya.


“Hem.. Boleh aja.” Jawab Erlan santai.


Lena mengangguk anggukan kepalanya. Memang setiap makan malam di luar Erlan lebih suka jika Lena sendiri yang menentukan apa yang ingin di makan nya.


“Aku tiba tiba pengen sate padang di pinggir jalan dekat rumah yang aku sewa dulu itu loh.. Kamu masih ingat kan jalan nya? Disana satenya enak banget tau. Dan sejak kita menikah, aku nggak pernah lagi makan disana. Kamu mau nggak kalau kita malam ini makan disana saja? Memangnya sih tempatnya nggak seperti restoran restoran langganan kamu, tapi aku jamin rasa sate padang disana itu enak banget. Mau ya.. Please...”


Erlan mengeryit mendengar permohonan di akhir kalimat panjang yang di lontarkan oleh istri tercintanya. Erlan juga tidak menyangka Lena akan memohon padanya. Padahal Lena sendiri pasti tau tanpa dirinya memohon pun Erlan pasti akan menuruti permintaan nya.

__ADS_1


“Memangnya kamu lagi pengen banget makan disana hem?” Tanya Erlan yang langsung di balas anggukan kepala oleh Lena dengan wajah memelasnya. Dan itu berhasil membuat Erlan merasa sangat gemas.


“Oke tapi ada syarat nya.” Senyum Erlan membuat Lena langsung mengeryit dengan ekspresi penasaran bercampur ekspresi kesal.


“Syarat apa?” Tanya Lena.


Erlan menghela napas pelan kemudian melepaskan satu tangan nya dari stir mobil. Erlan menyentuh pipi tirusnya sendiri dengan menggunakan jari telunjuknya memberi kode pada Lena agar memberikan ciuman nya disana.


Lena yang paham dengan maksud suaminya tersenyum malu malu. Tanpa berpikir panjang Lena pun langsung menuruti kemauan suaminya yaitu dengan memberikan ciuman singkatnya di pipi Erlan.


“Sudah..” katanya setelah mengecup singkat pipi tirus Erlan.


“Ada satu syarat lagi sayang tapi..”


Senyuman malu malu yang menghiasi wajah cantik Lena seketika sirna. Lena menatap kesal pada Erlan yang sepertinya memang sengaja mengakalinya dengan memberikan syarat pada dirinya.


“Apa lagi?” Tanya Lena dengan nada kesal.


Erlan tersenyum geli melihat ekspresi kesal Lena. Pria itu sungguh tidak bermaksud membuat istrinya marah.


“Nanti jatah malam aku tambahin ya sayang..”


Blus


Wajah cantik Lena langsung memerah mendengar apa yang Erlan katakan. Bahkan riasan make up yang Lena gunakan tidak mampu menyamarkan rona merah di wajah cantiknya. Ucapan suaminya terlalu terang terangan menurut Lena. Meskipun memang di dalam mobil itu hanya ada mereka berdua, namun tetap saja Lena merasa malu karena Erlan yang begitu blak blakan meminta sesuatu yang sebenarnya tanpa Erlan meminta pun akan dengan senang hati Lena berikan.


“Iiihh.. Kamu mah gitu.. Aku kan malu..” Tidak mau Erlan melihat wajah memerahnya, Lena pun menutupinya menggunakan kedua telapak tangan nya saking malunya. Lena tidak menyangka Erlan akan mengatakan hal yang bersifat intim itu.

__ADS_1


Sedang Erlan, dia malah tertawa karena reaksi malu malu Lena. Entah kenapa Erlan suka sekali menggoda istrinya yang begitu polos dan menggemaskan.


__ADS_2