SAYANG

SAYANG
Episode 219


__ADS_3

Kebahagiaan Lena dan Erlan semakin bertambah setiap harinya. Di tambah dengan pertumbuhan putra mereka yang sangat pesat. Setiap hari ada saja tingkah Rezvan yang membuat keduanya tidak bisa mengingkari nikmat yang luar biasa dalam kehidupan yang telah Tuhan berikan pada keduanya. Bahkan di usia Rezvan yang baru memasuki 5 bulan balita tampan itu sudah bisa tengkurap dan bolak balik sendiri. Rezvan juga sudah sering mengeluarkan celotehan yang meski Lena dan Erlan tidak tau apa artinya namun mereka bisa mengimbanginya. Sebaliknya, Rezvan justru sepertinya tau apa yang Erlan dan Lena katakan. Karena balita tampan itu selalu bisa merespon apa yang Erlan dan Lena katakan dengan celotehan nya yang sangat menggemaskan.


“Jagoan Daddy pinter banget. Udah wangi, udah ganteng, udah siap jalan jalan sama Daddy sama mommy ya? Iyah?”


Lena tersenyum menatap suami dan putranya yang begitu intens berkomunikasi. Ya, Erlan memang selalu menyempatkan waktunya untuk bersama dengannya juga putranya di tengah kesibukan nya yang begitu sangat padat. Apa lagi sekarang perusahaan yang Erlan pimpin juga banyak berkembang bahkan sangat maju dengan beberapa cabang di berbagai kota. Tidak heran jika nama suaminya semakin melejit seiring dengan kemajuan perusahaan yang di pimpin olehnya. Karena hal itu juga banyak berita berita miring yang menerpa Erlan mulai dari Erlan yang berhubungan dengan wanita lain yang berstatus sebagai sesama pengusaha, sampai model produk yang Erlan bayar. Namun Lena sama sekali tidak menggubris berita berita tersebut karena pada kenyataannya memang Erlan tidak pernah mempunyai hubungan khusus dengan wanita wanita yang di gosipkan dengan nya. Dan Lena tentu saja percaya pada suaminya yang setiap hari selalu bersamanya.


Lena melangkah mendekat pada suami dan putranya yang asik bermain di atas karpet tebal berbulu. Wanita itu baru saja selesai membersihkan dirinya karena memang sejak bisa tengkurap, Rezvan tidak mudah untuk dia tinggal. Rezvan selalu ingin bersamanya sehingga Lena harus menunggu suaminya pulang untuk kemudian bisa membersihkan dirinya di sore hari. Saat pagi hari pun Erlan harus menjaga Rezvan dulu selama Lena mandi. Ya, balita tampan itu tidak mau di tinggal bersama si mbok dan pelayan lain nya. Kalaupun ingin berduaan saja dengan istrinya, Erlan juga harus menunggu dengan sabar sampai Rezvan benar benar terlelap.


“Sudah sayang?” Tanya Erlan pada Lena yang duduk di samping nya.


“Eum..” Angguk Lena tersenyum menjawab pertanyaan suaminya.


Erlan menghela napas pelan. Erlan tau bukan hanya dirinya saja yang merasa lelah setiap harinya karena sibuk bekerja. Tapi juga Lena. Bahkan Erlan juga yakin kelelahan yang dia rasakan tidak ada apa apanya di bandingkan dengan lelahnya Lena yang seharian menjaga Rezvan sendiri.


“Capek banget ya sayang?” Tanya Erlan menatap penuh perhatian pada istrinya. Erlan sudah beberapa kali menawarkan pada Lena agar mencari baby siter saja untuk menjaga Rezvan. Namun Lena menolak dengan alasan ingin menjaga Rezvan sendiri. Lena mengatakan dengan lembut pada Erlan bahwa dirinya ingin menikmati masa masa mengurus Rezvan sendiri. Kalaupun membutuhkan bantuan pasti hanya sedikit.


“Enggak.” Jawab Lena menggelengkan kepalanya.


Erlan tertawa pelan. Pria itu membelai lembut pipi Lena. Erlan tidak habis pikir dengan Lena yang memilih untuk mengurus Rezvan sendiri. Padahal mengurus bayi yang sangat aktif seperti Rezvan sangatlah tidak mudah.


“Beneran?” Tanya Erlan lagi.


“Kamu tidak percaya sama aku?” Tanya balik Lena yang membuat Erlan tertawa.


“Percaya sama aku, aku baik baik saja, aku tidak merasa lelah hanya karena mengurus anak kita.” Kata Lena meyakinkan suaminya.


“Oke oke.. Aku percaya sayang..” Angguk Erlan dengan tawanya.


“Ya sudah lebih baik sekarang kamu keringin rambut kamu dulu setelah itu tidurin Rezvan. Aku juga ada sedikit pekerjaan yang harus di selesaikan. Setelah itu baru kita bisa berdua sayang.” Senyum Erlan mengedipkan sebelah matanya genit pada Lena.

__ADS_1


Lena tertawa pelan. Waktu berduanya bersama Erlan memang hanya bisa terjalin jika Rezvan tidur. Karena jika balita itu tidak memejamkan kedua matanya tentu saja mereka tidak bisa menghabiskan waktu berduanya yang begitu sangat berharga.


Lena bangkit kembali dari duduknya. Wanita itu membuka gelungan handuk di atas kepalanya kemudian segera mengeringkan rambut nya. Setelah itu Lena meraih alat pengering rambut dan segera mengeringkan rambut nya. Sementara Erlan, dia kembali mengajak putranya berceloteh.


Tidak lama Lena pun selesai mengeringkan rambutnya. Wanita itu mengambil alih Rezvan dari Erlan kemudian segera menyusuinya. Beberapa menit menyusu pada Lena, Rezvan pun tertidur namun itu tidak berarti Lena bisa langsung lepas dari putranya karena memang perlu waktu setengah jam lamanya sampai Rezvan benar benar terlelap dalam tidurnya.


Sementara Erlan, sembari menunggu putranya terlelap dia memilih untuk menyelesaikan pekerjaan nya yang tinggal sedikit lagi itu.


----------


“Kak...” Melisa sedang membereskan meja makan saat David menghampirinya. Wanita itu menoleh mendengar David memanggilnya. Seulas senyum langsung dia ukir untuk adiknya yang semakin hari semakin terlihat gagah itu.


“Eh iya dek. Ada apa?” Tanya Melisa kemudian.


“David bantuin yah?” Tanya balik David sembari meraih piring piring kotor di atas meja makan.


“Oke, boleh boleh aja.” Jawab Melisa mengizinkan.


David pun dengan telaten mengambil piring piring kotor itu dan menumpuknya sebelum akhirnya membawanya ke dapur bersama Melisa. Tidak sampai disitu saja, David bahkan membantu Melisa mencuci piring. Namun sampai beberapa menit mencuci piring bersama, David tidak juga mengatakan apapun pada Melisa.


Melisa yang sudah tidak bisa lagi menahan rasa ingin taunya akan apa yang ingin di katakan adiknya pun merasa sangat gemas. Apa lagi melihat gaya cool adiknya yang begitu sangat kental tersebut.


“Dek, kalau mau ngomong, ngomong aja nggak papa. Kakak siap dengerin kok.” Ujar Melisa akhirnya.


David menghela napas pelan. Ekspresinya mendadak berubah sendu. Remaja tampan bertubuh tinggi tegap itu mematikan kran air karena memang sudah selesai dengan kegiatan mencuci piringnya itu.


David menatap Melisa sebentar sebelum akhirnya dia menundukkan kepalanya seperti orang yang sedang kebingungan.


David memejamkan kedua matanya sebentar sembari menarik napas dalam dalam kemudian menghembuskan nya dengan kasar lewat mulut.

__ADS_1


“Kak, tadi sepulang sekolah David nggak sengaja ketemu sama pak Alex.”


Melisa terkejut mendengar apa yang David katakan. Dia tidak menyangka jika David akan menyebut nama orang yang sangat Melisa benci dan ingin jauhi seumur hidupnya.


Melisa ingin mencegah David untuk membicarakan tentang pria itu, namun Melisa juga tidak ingin David tau bahwa dirinya masih merasa sangat dendam dan benci pada pria yang pernah menghancurkan hidupnya itu.


“Memangnya kenapa sama dia?” Tanya Melisa pura pura penasaran ingin tau apa yang ingin David bicarakan tentang Alex padanya.


David menghela napas pelan. David sebenarnya sama sekali tidak bertegur sapa dengan Alex. Hanya saja David merasa ada yang berbeda dari seorang Alex. Tubuhnya yang dulu begitu segar, bugar, juga kekar tiba tiba menjadi ringkih. Wajahnya yang tampan juga menjadi terlihat menua dengan wajah yang terlalu tirus. Bahkan penampilan nya yang begitu sangat elegan dan berwibawa dulu juga berubah seperti orang yang tidak punya apa apa.


“Pak Alex udah nggak kaya dulu lagi kak.” Lirih David. Bagaimanapun David merasa berhutang pada Alex yang pernah meringankan beban nya juga Melisa saat di tuntut untuk bertanggung jawab atas apa yang David lakukan pada teman sekelasnya yang dia pukuli karena menghina Melisa.


“Dia seperti orang yang sedang sakit sakitan kak. Wajahnya terlihat tua juga pucat. Penampilan nya juga sangat jauh berbeda dari yang dulu.” Sambung David.


Melisa menghela napas. Sebenarnya Melisa sedikitpun tidak ingin lagi mendengar nama Alex. Melisa merasa muak bahkan dendam pada sosok brengsek pria itu. Jika saja membunuh tidak berdosa mungkin Melisa sudah melakukan nya sejak dulu agar hatinya puas karena berhasil menyingkirkan pria brengsek seperti Alex dari dunia ini.


“Apa kakak tau sesuatu tentang pak Alex. Mungkin apa yang terjadi pada pak Alex yang kakak tau?” Tanya David kemudian.


Melisa tersenyum kemudian menggelengkan kepalanya.


“Kakak nggak tau apa apa tentang dia dek. Lagian mana mungkin sih kakak masih berhubungan sama dia sementara kakak saja sudah menikah dengan kak Alvin. Bukannya perempuan yang baik itu adalah perempuan yang bisa menjaga diri dari pergaulan yang memicu ketidak baikan untuk rumah tangganya?” Melisa berusaha juga tenang menanggapi ucapan David. Dia tidak ingin David tau bahwa rasa benci itu masih menguasai hati dan pikiran nya jika sudah berhubungan dengan Alex.


David tertawa pelan dan menganggukkan kepalanya. Dia sendiri tidak tahu kenapa tiba tiba menanyakan tentang Alex pada kakaknya yang jelas jelas tidak pernah lagi berhubungan dengan Alex, mantan bosnya. Namun David juga tidak bisa bohong bahwa dia sempat mengira kakaknya mempunyai hubungan khusus dengan pria itu.


“Ya juga ya kak. Ya sudah kalau begitu aku ke kamar ya kak, ada tugas yang harus aku selesaikan.”


“Oke..” Angguk Melisa mengiyakan. Wanita itu menghela napas setelah adiknya berlalu. Melisa benar benar tidak ingin lagi mengingat apapun tentang Alex. Karena mengingat pria brengsek itu hanya akan membuat pikiran nya kacau karena apa pernah Alex lakukan padanya. Melisa hanya ingin menjalani hidupnya dengan bahagia dengan suaminya Alvin, juga kedua adiknya David dan Farid.


Melisa ingin melihat kedua adiknya sukses di kemudian hari. Karena hanya dengan begitu Melisa akan merasa berhasil sebagai seorang kakak yang memang bertugas menggantikan kedua orang tuanya untuk David dan Farid. Beruntung nya Melisa bertemu dengan Alvin yang sedikitpun tidak pernah merasa keberatan meski setelah mereka menikah Melisa masih harus tetap membiayai kehidupan kedua adiknya. Alvin bahkan juga sangat mendukung keduanya untuk terus semangat dalam menimba ilmu dan berencana akan memasukan David ke universitas yang ada di luar negeri tempat nya dulu kuliah.

__ADS_1


__ADS_2