SAYANG

SAYANG
Episode 110


__ADS_3

“Oh jadi Melisa ternyata yang menjual kue kue ini..” Batin Sherin menatap satu dus kue yang baru saja di kirim oleh David padanya. Sherin memang tidak mengenal siapa David. Namun Sherin merasa aneh dengan nama Melisa yang tertera di dus bergambar kue lucu tersebut. Sherin pun mencatat nomor yang tertera di dus itu dan menghubunginya, namun di layar ponselnya muncul nama Melisa yang memang sudah Sherin simpan sejak lama.


“Kamu pikir kamu bisa merebut Alex dariku Melisa? Kamu pikir cara kamu mendekati Alex dengan menggunakan jalur mamah akan berhasil? Berpura pura menjual kue untuk mendekati keluarga Smith benar benar cara yang sangat murahan. Tapi aku tidak heran, karena kamu memang perempuan yang tidak punya harga diri.” Gumam Sherin menatap remeh pada kue yang memang nyonya besar Smith alamatkan langsung ke apartemen nya dan Alex.


Ketika Sherin hendak membuka dus kue tersebut, tiba tiba ponselnya berdering. Nama kontak nyonya besar Smith tertera disana membuat Sherin tersenyum. Sherin yakin mamah mertuanya itu pasti berniat untuk menanyakan tentang kue yang dia suruh kirim langsung ke tempat tinggal Alex dan Sherin.


Tidak mau membuat mamah mertuanya menunggu, Sherin pun langsung mengangkat telepon tersebut.


“Halo mah...” Dengan suara yang di buat selembut mungkin Sherin menyapa nyonya besar Smith. Senyuman manis menghiasi bibir berlipstiknya.


“Ya Sherin.. Saya sudah menghubungi mbak Mel dan dia bilang kue nya sudah di kirim dari satu jam yang lalu. Apakah sudah sampai sekarang?” Tanya nyonya besar Smith.


“Ah ya mah.. Ini baru saja sampai. Sherin baru mau buka dusnya. Yang jual kue nya kreatif banget ya mah sampai dusnya aja lucu banget begini. Sherin jadi nggak sabar pengin makan kuenya.” Jawab Sherin dengan nada bicara yang kembali di buat buat. Padahal ekspresinya begitu malas saat mengatakan nya.


“Ya sudah kalau begitu. Kue buatan mbak Mel itu sangat enak dan higenis. Saya sudah mencobanya sendiri begitu juga dengan teman teman saya yang sekarang juga berlangganan.” Kata nyonya besar Smith.


“Ya mah.. Ya sudah mah Sherin makan dulu ya mah.. Terimakasih kue nya mamah..” Sherin memutar jengah kedua bola matanya. Meski memang dirinya juga pernah mencicipi kue buatan Melisa namun Sherin merasa tidak sependapat dengan apa yang mamah mertuanya katakan.

__ADS_1


“Ya...” Balas nyonya besar Smith yang kemudian memutuskan sambungan telepon nya.


Sherin berdecak malas setelah panggilan itu berakhir. Dia meletakan ponselnya diatas meja kemudian membuka kue yang baru saja dia terima dari bibi.


Sherin tersenyum sinis menatap kue lapis legit yang tampak sangat menggoda itu. Namun sedikitpun Sherin merasa tidak selera pada kue buatan tangan Melisa itu.


“Andai saja bukan kamu yang membuat kue ini Melisa, mungkin aku akan langsung memakan nya. Aku akui memang kue buatan kamu enak. Tapi maaf Melisa, aku merasa tidak berselera karena apa yang sudah kamu lakukan dengan menggoda suamiku Alex.” Ujar Sherin menatap kue lapis legit di depan nya.


Sejenak Sherin terdiam. Dia mencoba memutar otak agar bisa menjatuhkan nama Melisa pada mamah mertuanya. Perlahan seulas senyum terukir di bibir Sherin saat pandanganya tertuju pada seekor kecoa yang sudah mati di pojok ruangan.


“Aku tau apa yang harus aku lakukan sekarang.” Katanya tersenyum puas.


“Setelah ini mamah pasti nggak akan lagi mau membeli kue kamu Melisa. Bahkan mamah juga bisa membuat usaha kecil kamu ini bangkrut dalam sekejap mata.” Senyum lebar Sherin melempar kecoa mati itu ke dalam box kue lapis legit yang di pesankan nyonya besar Smith untuknya.


Awalnya Sherin memang sangat menginginkan nya karena sebelumnya sudah mencicipi rasa kue tersebut. Namun begitu tau yang menjual kue tersebut adalah Melisa, rasa ingin itu langsung sirna seketika.


Setelah melempar kecoa mati tersebut ke kue lapis legit buatan Melisa, Sherin kembali meraih ponselnya yang kemudian dia gunakan untuk mengambil gambar kecoa mati yang berada tepat di samping kue lapis legit itu, tepatnya di pojokan dusnya. Sherin kemudian mengirim gambar tersebut pada nyonya besar Smith yang langsung kembali menelepon nya.

__ADS_1


“Sherin jangan bercanda kamu. Bagaimana mungkin ada kecoa dalam kue itu. Saya sudah pesan dan di beberapa dus kue yang saya mau tidak terjadi apa apa.” Cerocos nyonya besar Smith yang tidak langsung percaya dengan apa yang Sherin perlihatkan padanya.


Sherin tersenyum licik. Nada bicara mamah mertuanya sudah terdengar meninggi yang artinya dia sedang di kuasai oleh amarah.


“Mah.. Mana mungkin Sherin bohong mah.. Sherin percaya rasa kuenya memang enak itu sebabnya Sherin minta sama mamah. Tapi apa yang Sherin lihat di box nya benar benar membuat Sherin merasa geli juga jijik. Ya mungkin memang ini bukan faktor kesengajaan dari si penjual. Tapi ini cukup membuat kita tau saja bahwa makanan dia kurang higenis, atau mungkin memang tempatnya yang kotor dan jorok sehingga sampai ada kecoa mati di dalam dus kuenya mah..” Kata Sherin dengan nada di buat buat namun dengan ekspresi yang siapa saja melihat pasti akan merasa kesal.


“Jangan main main kamu Sherin. Ini menyangkut usaha orang lain.” Tekan nyonya besar Smith.


“Sherin serius mamah.. Mana mungkin Sherin berbohong..” Balas Sherin dengan nada memelas.


Helaan napas kasar terdengar begitu jelas di seberang telepon membuat Sherin semakin merasa yakin bahwa mamah mertuanya sedang sangat di kuasai emosi saat ini. Dan itu membuat Sherin merasa sangat senang karena merasa bahwa rencananya akan berhasil.


“Ya sudah buang saja kue nya. Saya akan pesankan lagi di tempat lain.” Putus nyonya besar Smith akhirnya.


“Ya mah.. Terimakasih banyak ya mah. Maaf sudah membuat mamah repot.”


Nyonya besar Smith tidak menyahut dan langsung memutus sambungan telepon begitu saja. Wanita itu sebenarnya tidak percaya, namun apa yang Sherin perlihatkan padanya tidak bisa di tampik begitu saja. Apa lagi kecoa adalah binatang yang sangat menjijikan juga sarang kuman. Keberadaan nya di makanan membuat siapa saja yang melihat pasti akan merasa langsung tidak berselera pada makanan tersebut. Meski makanan itu seenak apapun.

__ADS_1


“Kamu tidak tau sedang berhadapan dengan siapa Melisa. Sherin tidak akan membiarkan siapapun menghalanginya dalam menuju kebahagiaan. Apa lagi kamu bukanlah siapa siapa. Kamu hanya perempuan murahan yang tidak punya apa apa. Kamu salah jika berani mengusik kehidupanku..” Batin Sherin tersenyum merasa apa yang dia lakukan sudah berhasil.


__ADS_2