SAYANG

SAYANG
Episode 44


__ADS_3

Erlan benar benar tidak main main dengan keniatan nya. Siang itu juga Erlan menyuruh agar Kenzie datang secara langsung ke perusahaan Alex untuk memutus kerja sama antar perusahaan yang sedang berlangsung. Erlan bahkan tidak perduli dengan kerugian perusahaan yang akan dia alami. Tentu saja karena Erlan berpikir kerugian itu tidak seberapa dan masih bisa dia tangani dengan gampang.


Tuan besar Smith yang siang itu kebetulan sedang berada di tempat dan menemui langsung Kenzie sempat kebingungan karena Erlan yang tiba tiba memutuskan begitu saja kerja sama antar perusahaan mereka yang sedang berlangsung. Padahal proyek yang sedang mereka garap bersama cukup besar. Dan jika kerja sama itu putus di tengah jalan tentu saja kedua belah pihak akan mengalami kerugian yang tidak sedikit.


Kenzie juga memberi alasan secara langsung seperti apa yang di perintahkan oleh Erlan bahwa Alex telah menyinggung Lena dan merendahkan harga diri Lena di depan para pekerjanya. Hal itu membuat tuan besar Smith yang selama ini cukup sabar dalam menghadapi tingkah putra tunggalnya langsung terbakar oleh emosinya. Bagaimana tidak? Alex sudah berani merendahkan istri seorang Erlan Dallin Harrison. Pemilik perusahaan terbesar yang sedang menjalin kerja sama dengan perusahaan nya.


“Itu saja tuan yang ingin saya sampaikan. Saya permisi.”


“Tunggu dulu, memangnya tidak bisa lagi di bicarakan secara baik baik? Saya akan menegur anak saya dan menyuruhnya untuk segera minta maaf pada tuan Erlan nanti.” Tuan besar Smith berusaha menahan Kenzie yang sudah akan bangkit dari duduknya. Pria baya itu tidak ingin jika sampai hubungan baik antar perusahaan nya dengan perusahaan Erlan putus begitu saja.


“Maaf tuan, sepertinya keputusan tuan Erlan sudah bulat. Terimakasih untuk kerja samanya selama ini, saya permisi.” Senyum Kenzie yang merasa tugasnya sudah selesai untuk menyampaikan tentang pemutusan kerja sama antar perusahaan Smith dengan perusahaan Harrison.


“Kenzie tolong tunggu dulu sebentar. Kita bisa membicarakan ini secara baik baik..” Tuan besar Smith masih berusaha menahan Kenzie. Namun sayang, Kenzie tetap bergegas bangkit dari duduknya lalu melangkah keluar dari ruangan pria baya itu dengan tenang. Kenzie tidak perduli dengan apapun. Yang terpenting adalah tugasnya menyampaikan keputusan sepihak Erlan untuk menghentikan kerja sama antar perusahaan sudah dia laksanakan dengan baik.


“Argh !!!” Teriak tuan besar Smith marah. Pria itu tidak tau apa yang putranya lakukan pada istri Erlan yang akhirnya membuat Erlan memutus kerja sama antar perusahaan mereka yang saat ini sedang berlangsung. Dan pemutusan itu tidak bisa tuan besar Smith cegah karena orang kepercayaan Erlan sendiri bahkan yang datang untuk menyampaikan keputusan Erlan itu.


“Alex.. Kamu benar benar keterlaluan. Kamu membuat papah malu. Kamu juga membuat perusahaan mengalami kerugian yang tidak sedikit.” Tuan besar Smith merasa sangat geram. Kali ini apa yang Alex lakukan sudah menguras kesabarannya. Alex sudah di luar batas dan tuan besar Smith merasa tidak bisa diam saja. Alex perlu di tegasi.

__ADS_1


Dengan amarah memuncak, tuan besar Smith meraih gangang telepon dan segera menghubungi Melisa sekertaris Alex.


“Katakan pada bocah brengsek itu untuk segera ke ruangan saya.” Ujar tuan besar Smith saking emosinya.


“Mohon maaf pak, tapi pak Alex sedang tidak berada di tempat.” Jawab Melisa dari seberang telepon.


Tuan besar Smith menghela napas kasar. Bahkan Alex begitu seenaknya. Dia pergi dari perusahaan padahal waktu istirahat makan siang sebentar lagi akan habis.


“Suruh dia menghadap segera jika kembali.” Tegas tuan besar Smith kemudian. Pria itu langsung menutup sambungan telepon tanpa mau mendengarkan balasan dari Melisa. Kali ini apa yang Alex lakukan sudah benar benar membuat kesabaran tuan besar Smith terkuras. Alex membuat kerja sama antar perusahaan dengan perusahaan besar seperti perusahaan Erlan terputus begitu saja karena kebodohannya.


“Apa mau bocah itu sebenarnya? Kenapa dia begitu seenaknya? Apa yang dia lakukan pada nyonya muda Harrison?”


Sementara itu di parkiran perusahaan, Alex baru saja sampai. Pria itu menghela napas dengan di sertai decakan pelan. Rasa nyeri di sudut bibirnya yang terluka tidak sebanding dengan rasa kecewa Alex pada dirinya sendiri. Alex benar benar merasa sangat bodoh karena melontarkan kata hinaan begitu saja pada Lena. Padahal niat Alex mendekat awalnya ingin menanyakan tentang kabar Lena sekaligus meminta maaf dan membujuk Lena agar mau kembali dengannya. Tidak perduli meskipun sekarang mereka berdua sudah sama sama memiliki pasangan.


“Apa yang aku lakukan?” Gumam Alex memejamkan kedua matanya penuh rasa penyesalan. Andai waktu bisa di putar kembali, Alex tidak akan membiarkan kata merendahkan itu keluar dari bibirnya untuk Lena, wanita yang sangat dia cintai dan masih dia harapkan mau kembali lagi bersamanya.


Sekali lagi Alex menghela napas. Pria itu berharap bisa memperbaiki semuanya nanti.

__ADS_1


Tidak ingin membuat sang papah marah, Erlan pun segera turun dari mobilnya kemudian melangkah dengan lebar masuk ke dalam gedung perusahaan milik keluarganya. Alex sempat melihat para karyawan yang menatapnya dengan wajah penasaran. Mungkin itu karena luka lebam di sudut bibir Alex.


Saat Alex sampai di depan ruangannya tepatnya tidak jauh dari meja Melisa, Alex mendapati Melisa yang sedang melepas cardigannya karena kepanasan. Hal itu membuat tubuh sexy Melisa seolah sedang memanggil Alex yang memang selalu tidak bisa menahan birahinya. Terlebih penampilan Melisa yang selalu mengekspos lekuk tubuh sexy nya dengan baju berbelahan dada rendah yang membuat bagian dadanya seolah hendak menyembul keluar.


Alex menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri memastikan tidak ada siapa siapa yang melihatnya sebelum akhirnya melangkah mendekat ke meja Melisa.


Sesaat Alex terdiam menatap tubuh Sexy Melisa yang begitu sangat menggiurkan.


Melisa yang baru menyadari kehadiran Alex di samping meja kerjanya tampak terkejut. Wanita itu dengan segera mengenakan kembali cardigannya yang sempat dia lepas karena merasa kegerahan. Melisa langsung berdiri dari duduknya.


“Pak, selamat siang.” Sapa Melisa ramah dan sopan. Jantungnya masih berdetak begitu cepat karena rasa terkejut akan kehadiran Alex yang begitu tiba tiba di samping meja kerjanya.


Alex tersenyum miring. Sekarang birahinya benar benar sudah tidak bisa lagi dia tahan. Melisa membuat sesuatu dalam diri Alex bangkit dan meminta birahinya segera di tuntaskan.


“Ikut ke ruangan saya sekarang juga.” Perintah Alex tidak ingin di bantah.


Melisa menelan ludah. Wajah Alex tampak sangat mengerikan saat menatapnya tadi. Pria itu bahkan tersenyum seperti orang yang sedang merencanakan sesuatu.

__ADS_1


“Apa aku membuat kesalahan?” Gumam Melisa pelan.


__ADS_2