SAYANG

SAYANG
Episode 63


__ADS_3

Pagi pagi sekali Erlan dan Lena sudah sampai di kediaman mewah Harrison. Mereka melangkah memasuki rumah dengan tangan saling bertautan. Dan kepulangan mereka di sambut dengan wajah sinis oleh Natasha yang tampak sudah rapi dan cantik dengan dress maroon yang mencetak jelas lekuk tubuhnya yang langsing itu.


“Selamat pagi mommy..” Senyum Lena menyapa Natasha dengan ramah. Mulai hari ini dan seterusnya Lena tidak akan memperlihatkan kelemahannya pada Natasha atau siapapun.


Bukannya menjawab sapaan ramah Lena, Natasha justru menatap dari atas sampai penampilan Lena. Wanita itu menggeleng dengan senyuman meremehkan pada Lena. Di matanya penampilan Lena terlalu biasa dan tidak mencerminkan sebagai istri dari seorang Erlan Dallin Harrison.


“Sepertinya kamu ini orang yang tidak punya malu ya Lena.. Bisa bisanya kamu terus berpenampilan begitu sangat biasa bahkan saat kamu keluar dengan Erlan. Apa kamu sengaja ingin membuat orang orang di luar sana menatap anak saya sebagai laki laki pelit yang tidak mau memodali istrinya?”


Lena terkekeh geli mendengarnya. Penilaian Natasha sama persis seperti dua wanita yang berkomentar pedas saat di restoran kemarin tentang penampilannya.


Erlan yang berada di samping Lena hanya diam saja. Meski sebenarnya Erlan sudah mulai emosi karena apa yang di lontarkan Natasha pada Lena. Tapi Erlan berusaha untuk menahannya. Erlan ingin tau sejauh mana Lena bisa mempertahankan harga dirinya sendiri di depan Natasha.


“Mommy bisa saja. Terimakasih untuk kritikan bagusnya mom... Tapi saya lebih suka dengan penampilan saya yang simpel seperti ini. Saya tidak perduli dengan apapun tanggapan orang lain. Yang penting Erlan suami tercinta saya tidak merasa keberatan dengan penampilan biasa saya. Dia menerima saya apa adanya mommy.” Balas Lena yang di akhir kalimatnya menoleh dan menatap penuh arti pada Erlan yang juga menatapnya dengan senyuman yang menghiasi bibirnya.


Natasha mendelik mendengarnya. Wanita itu tidak menyangka Lena berani berbicara seperti itu padanya.


“Kamu...”


“Ya sudah ya mommy. Saya dan Erlan ke kamar dulu. Ayo Erlan..” Lena menyela apa yang ingin di ucapkan Natasha kemudian menarik tangan Erlan berlalu dari hadapan Natasha. Lena sengaja menghindar agar tidak semakin berani pada mommy sambung dari suaminya itu.


Natasha mengepalkan tangannya menatap Lena dan Erlan yang berlalu begitu saja dari hadapannya. Wanita itu merasa sangat kesal bahkan marah karena Lena berani bersikap begitu berani padanya.


“Dasar perempuan tidak tau etika. Tidak tau sopan santun.” Gumamnya dengan amarah ber api api.


“Ada apa?”

__ADS_1


Suara berat tuan besar Harrison membuat Natasha langsung menoleh. Helaan napas kasar keluar dari bibirnya.


“Kamu tanya saja sendiri sama anak kamu.” Ketus Natasha memilih berlalu.


Tuan Harrison berdecak pelan. Pria itu tidak tau kenapa hubungan Erlan dan Natasha tiba tiba merenggang. Keduanya bahkan sering berseteru hanya karena hal hal sepele. Sangat berbanding terbalik dengan dulu. Dulu Erlan sangat penurut dan tidak pernah membantah apapun yang Natasha tetapkan padanya. Erlan patuh pada Natasha seperti patuh pada mommy kandungnya sendiri.


“Aku harus bicara dengan Erlan. Ini semua pasti gara gara perempuan itu.” Tuan Harrison bergumam dengan rahang mengeras menahan amarah.


Tuan Harrison memang tidak setuju dengan keputusan Erlan menikahi Lena. Dan semua itu karena Natasha yang mempengaruhinya dengan alasan wanita yang Erlan nikahi tidak sepadan dengan mereka.


Di lantai dua, Lena semakin melangkah cepat begitu sudah dekat dengan pintu kamarnya dan Erlan. Itu membuat Erlan sedikit bertanya tanya karena seperti sedang sangat terburu buru.


Lena membuka pintu kamarnya menarik Erlan masuk ke dalam kemudian menutup dan menguncinya kembali dari dalam.


“Kamu kenapa sayang?” Tanya Erlan penasaran.


“Apa ucapanku sangat keterlaluan tadi Erlan?” Tanya nya menatap Erlan. Rasa bersalah karena sudah bersikap tidak sopan pada mommy mertuanya mulai menggerogoti hati Lena.


“Aku.. Aku...” Lena gelagapan sendiri. Seumur hidupnya ini kali pertama Lena bersikap begitu sangat kurang ajar pada orang yang jauh lebih tua darinya.


Melihat istrinya yang tampak tidak tenang sendiri, Erlan pun langsung merengkuh dengan lembut tubuh ramping Lena. Pria itu mengusap punggung Lena dan sesekali mencium rambut panjang tergerai Lena. Erlan tau apa yang Lena rasakan sekarang.


“Aku.. Aku..” Lena kembali mencoba mengeluarkan kata katanya namun seperti tidak sanggup dan berhenti begitu saja.


“Tenang... Tidak apa apa sayang.. Apa yang kamu lakukan sudah benar.” Bisik Erlan mencoba menenangkan Lena.

__ADS_1


Lena menggelengkan kepalanya. Meskipun memang Natasha sangat ketus dan sinis padanya, tapi bagaimanapun juga Natasha adalah mommy sambung Erlan. Orang yang sudah seharusnya Lena hormati. Tapi tadi, Lena bersikap begitu sombong di hadapan Natasha.


“Kamu memang harus bersikap seperti itu sayang.. Tidak apa apa.. Karena hanya dengan begitu mommy tidak akan seenaknya sama kamu.” Lanjut Erlan.


Lena kemudian melepaskan diri dari pelukan Erlan. Dia mendongak menatap wajah tampan Erlan yang terus memperlihatkan senyuman manis di bibirnya.


“Tapi...”


“Ssshhttt.. Ingat, nyonya muda Harrison tidak boleh lemah. Kamu harus berani. Dengan begitu kamu tidak akan mudah tertindas jika aku sedang tidak ada di rumah.” Sela Erlan lembut.


Lena menghela napas pelan. Lena mengingat kembali saat kemarin pertama kali bertemu dengan Natasha. Wanita itu langsung bersikap sinis padanya. Natasha juga begitu ketus dan seenaknya pada si mbok.


Lena memejamkan kedua matanya kemudian menganggukkan kepalanya. Pemikirannya beralih pada dirinya sendiri. Erlan tidak bisa selalu ada di sampingnya setiap saat. Erlan mempunyai tanggung jawab di luar rumah yaitu perusahaan yang di pimpinnya. Untuk itu Lena berpikir dirinya memang harus bisa melindungi dirinya sendiri. Apa lagi sekarang juga ada Natasha yang bisa saja merubuhkan mentalnya dengan ucapan pedasnya.


“Baiklah kalau begitu..” Lirih Lena.


Erlan meraih kedua tangan Lena, menggenggam dan mengangkatnya menciumnya satu persatu dengan kedua mata terpejam.


Lena yang di perlakukan selembut dan se istimewa itu hanya diam saja. Hatinya selalu menghangat setiap Erlan bersikap lembut padanya. Dan rasa hangat itu yang kemudian menjalar dari hati ke seluruh tubuhnya menimbulkan rasa nyaman itu ada.


“Aku percaya sepenuhnya sama kamu sayang. Lakukan yang terbaik. Demi hubungan kita.” Senyum Erlan membuka kedua matanya.


Perlahan Lena ikut tersenyum. Senyuman manis yang begitu tulus untuk suaminya. Sekali lagi Lena menganggukkan kepalanya. Saat ini hanya hubungan mereka yang penting dalam hidup Lena. Karena memang Lena tidak punya siapa siapa lagi di dunia ini selain Erlan. Lena juga tidak punya lagi harapan besar selain harapan pada hubungan mereka yang pasti akan membuat masa depannya bahagia.


“Terimakasih Erlan.” Katanya kemudian kembali masuk ke dalam pelukan Erlan.

__ADS_1


Erlan hanya tertawa pelan. Pria itu langsung membalas pelukan erat Lena dengan lembut. Meski Lena bisa bersikap tegas di depan Natasha, namun bukan berarti Erlan lepas tangan. Erlan akan tetap menyuruh si mbok sebagai mata mata kalau kalau Natasha berbuat kasar pada Lena.


__ADS_2