
Setelah memeriksakan kandungan Lena dan memastikan semuanya baik baik saja, Erlan pun segera memberitahu kedua orang tuanya tentang kehamilan Lena. Natasha yang mendapat kabar baik itu pertama kali langsung heboh. Wanita itu bahkan memekik bahagia setelah Erlan memberitahu tentang kehamilan Lena. Dia tidak henti hentinya mengucapkan syukur karena sebentar lagi dirinya juga suaminya akan memiliki seorang cucu.
Lena dan Erlan yang memang sengaja mengeraskan volume ponsel nya agar bisa sama sama mendengar kan suara mommy nya itu hanya tertawa geli saja. Mereka tidak menyangka respon Natasha akan begitu sangat heboh. Padahal sebelumnya Natasha sangat memusuhi Lena. Tapi beruntung nya itu hanya sebentar karena sebelum kembali ke Amerika, Natasha berubah tentunya harus dengan insiden yang saat itu juga membuat Erlan sangat marah pada Daddy nya, tuan besar Harrison.
“Kamu jaga kesehatan selalu ya sayang, jangan melakukan apapun. Kamu tinggal duduk manis saja. Minta tolong sama siapapun yang ada di rumah kalau kamu membutuhkan sesuatu. Ah ya satu lagi, kamu tidak perlu repot-repot memasak. Percayakan semuanya sama si mbok. Oke?” Begitu nyonya Natasha mewanti wanti menantu nya. Wanita itu bahkan mengatakan nya dengan satu tarikan napas.
“Ya mom.. Terimakasih untuk perhatian nya.” Senyum geli Lena menyahuti.
Sedang Erlan, dia hanya mendengar kan saja karena Natasha memang sama sekali tidak menanyakan kabar tentang nya. Natasha hanya mengobrol dengan Lena saja dan seolah melupakan bahwa Erlan juga sedang berada di samping Lena.
“Ya sudah kamu istirahat ya sayang.. Jangan tidur kemaleman loh.. Mommy akan ke Indonesia nanti kalau Daddy sudah ada waktu senggang.”
“Ya mom.. Salam untuk Daddy dan adik adik.”
“Oke sayang..”
Setelah itu Erlan pun langsung memutuskan sambungan telepon nya. Erlan tertawa geli setelahnya membuat Lena mengernyit bingung.
“Kenapa?” Tanya Lena pada Erlan.
“Nggak papa, hanya merasa lucu saja dengan sikap mommy sekarang. Dia bisa begitu sangat menyayangi kamu. Dia bahkan tadi seperti melupakan aku sebagai anaknya.” Jawab Erlan dengan senyuman geli yang masih terukir di bibirnya.
Lena tertawa mendengar nya. Lena sendiri juga tidak menyangka Natasha aka begitu sangat perhatian padanya. Padahal di awal mereka bertemu Natasha sangat sinis padanya. Natasha bahkan dengan sangat terang terangan memperlihatkan ketidak sukaan nya itu pada Lena.
“Tapi aku senang sayang. Aku bahagia dengan perubahan sikap mommy sama kamu. Aku berharap mommy terus seperti ini. Menyayangi kamu dengan tulus dan sepenuh hati.” Ujar Erlan penuh harap.
Lena mengangguk setuju mendengar nya. Dia juga mempunyai harapan yang sama seperti harapan Erlan. Lena ingin terus bisa akur dengan mommy mertuanya. Lena tidak ingin lagi mempunyai masalah yang mengharuskan nya melawan agar tidak di pandang lemah.
__ADS_1
“Ya sudah sayang.. Lebih baik sekarang kita istirahat. Ingat apa kata dokter tadi siang, kamu harus menjaga kondisi kamu.” Kata Erlan.
“Iya iyaa.. Tapi tidurnya di peluk yah?” Senyum Lena mengerlingkan kedua matanya pada Erlan.
Erlan terkekeh geli. Sekarang Erlan tau kenapa istrinya bersikap aneh akhir akhir ini. Erlan menebak mungkin itu karena hawaan bayi yang berada di dalam kandungan Lena.
“Itu sudah pasti sayang..” Angguk Erlan mantap.
Mereka berdua kemudian sama sama naik ke tempat tidur. Erlan membaringkan tubuhnya lebih dulu yang kemudian di susul oleh Lena yang langsung masuk ke dalam dekapan hangat Erlan.
“Sayang...” Panggil Lena yang membuat Erlan terkejut. Pria itu melepaskan dekapan hangatnya pada Lena kemudian menatap wanita itu dengan penuh tanda tanya.
“Kamu bilang apa tadi?” Tanya Erlan tidak percaya dengan apa yang Lena katakan tadi.
“Memangnya aku nggak boleh panggil kamu dengan sebutan sayang?” Tanya Lena dengan polosnya.
Erlan mengerjap beberapa kali. Panggilan yang Lena lontarkan benar benar membuatnya sangat terkejut. Panggilan tidak biasa yang Lena sebutkan padanya benar benar membuat Erlan merasa melayang secara mendadak.
“Lagi sayang... aku mohon.. Panggil aku lagi..” Pinta Erlan dengan sangat terharu.
“Sayangku.. Cintaku.. Suamiku..” Kata Lena yang kemudian memanggil Erlan dengan sederet sebutan yang membuat Erlan tanpa sadar meneteskan air matanya.
Lena yang melihat itu langsung panik. Wanita itu mengusap air mata yang menetes dari kedua sudut mata suaminya.
“Kenapa menangis?” Tanya nya pelan.
Erlan malah tertawa mendengar pertanyaan itu. Apa lagi melihat wajah penuh kepanikan istrinya.
__ADS_1
Erlan meraih tangan Lena yang mengusap air matanya. Pria itu menggenggamnya kemudian mengecup berkali kali punggung tangan Lena penuh rasa syukur.
“Aku tidak menangis sayang. Aku bahagia. Aku sangat bahagia dengan sambutan cinta dari kamu. Terimakasih.. Terimakasih karena sudah memberikan kebahagiaan yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya.” Lirih Erlan.
Lena tersenyum mendengarnya. Wanita itu menganggukkan kepalanya kemudian kembali masuk ke dalam dekapan hangat Erlan. Sedang Erlan, tentu saja pria tampan itu langsung menyambutnya dengan senyuman bahagianya. Erlan kembali mendekap Lena dengan penuh kebahagiaan.
Kebahagiaan silih berganti datang menghampirinya membuat hidup Erlan terasa sangat sempurna. Apa lagi dengan kehadiran Lena yang menjadi istrinya. Dimana untuk menjadikan Lena sebagai istrinya itu Erlan harus menanti dengan sangat sabar. Erlan bahkan hampir saja putus asa karena penantian panjangnya itu.
“Tidurlah sayang...” Bisik Erlan yang di angguki kepala oleh Lena sebagai balasan nya. Wanita itu kemudian memejamkan kedua matanya menuruti apa yang Erlan katakan untuk beristirahat. Karena saat itu juga hari sudah malam dan sudah waktunya untuk mereka berdua istirahat.
Dua hari kemudian.
Lena di buat bertanya tanya karena beberapa paket yang di tujukan untuknya. Namun begitu mengecek siapa pengirim paket tersebut Lena langsung tertawa. Paket tersebut adalah paket kiriman dari luar negeri untuknya. Paket dengan pengirim atas nama mommy mertuanya yaitu Natasha Harrison. Lucunya lagi untuk penerimanya, Natasha menuliskan nama Lena Susianti Harrison. Wanita itu menambah sendiri nama belakang Harrison pada nama Lena yang menurut Lena sendiri sangat berlebihan namun juga sangat lucu.
Lena menghela napas kemudian meraih ponselnya yang ada di atas meja kaca di depan nya. Saat ini Lena sedang berada di ruang keluarga karena saat si mbok dan pelayan lainnnya memberikan paket itu padanya Lena sedang menonton TV sembari bersantai menikmati camilan sehat buatan si mbok di sana.
Lena segera menghubungi Natasha yang tentu langsung mendapat respon dari wanita itu tanpa Lena harus menunggu lama.
“Ya sayang, apa kiriman mommy sudah sampai?” Ujar Natasha langsung begitu mengangkat telepon dari Lena.
“Ini baru sampai mom. Tapi mom, harusnya mommy tidak perlu begitu repot repot. Apa lagi ini sangat banyak.” Balas Lena yang merasa tidak enak hati karena merasa merepotkan mommy mertuanya.
Natasha yang mendengar itu tertawa. Lena benar benar menantu yang sangat luar biasa baginya. Menantu yang pasti sangat di idam idamkan oleh semua mertua.
“Ayolah sayang.. Itu sama sekali tidak merepotkan. Tolong jangan membuat mommy kecewa dengan rasa tidak enak hati kamu. Kamu adalah anak mommy dan daddy juga. Kamu bagian dari keluarga Harrison. Kamu bahkan adalah pemeran utama setelah Erlan di keluarga kita. Jadi terima apa saja yang mommy dan Daddy berikan yah. Itu mommy dan Daddy berikan sebagai tanda terimakasih kami berdua karena sebentar lagi kami akan mempunya gelar baru yaitu grandma dan grandpha.” Sahut Natasha.
Lena tersenyum mendengarnya. Tuhan benar benar sangat baik padanya.
__ADS_1
“Ya mom.. Terimakasih juga. Salam untuk Daddy dan adik adik ya mom.” Kata Lena dengan tulus.
“Ya sayang...”