
“Ayo duduk sayang. Tidak perlu takut. Kamu akan aman sama Tante disini.” Senyum nyonya Genie mengajak Melisa untuk duduk di sofa panjang.
Melisa lagi lagi hanya menurut saja. Meski rasa takut dan pemikiran negatif itu terus menggerogoti hatinya, namun Melisa berusaha sebisa mungkin untuk tenang. Melisa percaya Tuhan akan selalu melindunginya.
Tidak lama kemudian datang seorang pelayan klub malam yang mengenakan baju serba ketat menghampiri nyonya Genie. Dia meletakan satu botol minuman beralkohol dengan dua gelas yang pasti di maksudkan untuk nyonya Genie juga Melisa.
“Terimakasih.” Senyum nyonya Genie pada wanita dengan baju serba ketat tersebut sehingga lekuk tubuhnya terlihat begitu jelas. Bahkan bagian dadanya yang bulat seolah hendak menyembul keluar karena baju yang dia kenakan.
“Sama sama nyonya.” Angguknya kemudian melangkah menjauh dari meja tempat nyonya Genie dan Melisa berada.
Melisa menatap ke sekitarnya. Disana di penuhi dengan pria dan wanita yang saling berpasangan. Sebagian besar dari para pria itu bahkan mengenakan baju formal. Sedang wanitanya tentu saja mengenakan baju yang mengundang hasrat para pria pria tersebut. Melisa menebak para pria itu adalah para pengusaha yang sedang mencari hiburan dan kesenangan sesaat yang sebenarnya bukan suatu perbuatan yang bisa di maklumi.
Melisa memejamkan sesaat kedua matanya. Dia ingin sekali berlari keluar dari dalam klub itu. Tapi itu tidak mungkin dia lakukan. Melisa tidak mau menyinggung nyonya Genie yang sudah begitu baik padanya.
“Tante maaf sebelumnya. Kenapa Tante sama temen Tante memilih bertemu di tempat seperti ini?” Tanya Melisa dengan sangat hati hati. Melisa benar benar sangat penasaran akan sosok yang akan di temui oleh nyonya Genie.
“Ya.. Karena tempat ini adalah milik teman Tante sayang. Kamu tenang saja. Tante nggak akan menjual kamu kok. Tante hanya ingin kamu tau sesuatu.” Senyum nyonya Genie menjawab.
Melisa mengeryit penasaran. Entah apa yang di maksud oleh nyonya Genie sekarang.
“Genie...”
Suara lembut seorang wanita berhasil menarik perhatian Melisa. Melisa langsung menoleh kearah sumber suara begitu juga dengan nyonya Genie. Wanita itu tersenyum dan langsung berdiri dari duduknya menyambut kedatangan teman nya. Sedangkan Melisa, dia hanya mengikuti saja apa yang nyonya Genie lakukan. Melisa ikut berdiri untuk menyambut wanita dengan baju sexy nan glamour itu.
__ADS_1
“Ini siapa?” Tanya wanita itu setelah ber cipika cipiki dengan nyonya Genie.
Nyonya Genie tersenyum dan menatap pada Melisa sebentar.
“Namanya Melisa, dia adalah kekasih dari putraku.” Jawab nyonya Genie.
Melisa kemudian segera menyalimi wanita yang adalah teman dari nyonya Genie. Meski sampai sekarang Melisa tidak tau apa maksud pertemuan itu namun Melisa mencoba untuk sabar menunggu sampai nyonya Genie selesai dengan urusan nya.
“Ini teman Tante sayang. Namanya Sinta. Kamu bisa panggil dia Tante sinta.” Ujar nyonya Genie memperkenalkan teman nya pada Melisa.
“Iya tante.” Angguk Melisa menurut saja.
Mereka bertiga kemudian kembali duduk di sofa dengan nyonya Genie dan wanita glamour bernama Sinta itu duduk berdampingan di sofa panjang. Sedang Melisa, dia duduk sendiri di sofa tunggal yang ada di samping sofa panjang tersebut.
Melisa beberapa kali menghela napas mendengar obrolan asik nyonya Genie dan teman nya yang bernama Sinta itu. Rasanya sangat aneh bagi Melisa karena dari sekian banyaknya tempat nyonya Genie malah memilih bertemu dengan teman lamanya di tempat seperti itu. Tempat yang di penuhi oleh wanita wanita penghibur dan pria yang tidak setia dengan pasangan nya.
“Melisa, kamu tau kenapa Tante mengajak kamu kesini?” Tanya nyonya Genie.
Melisa yang kebingungan dengan pertanyaan itu hanya bisa menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. Melisa benar benar tidak mengerti kenapa tiba tiba nyonya Genie bertanya demikian padanya.
“Tante sudah tau semua tentang kamu Melisa. Tentang masa lalu kamu dengan Alexander. Alvin juga menceritakan apa yang sudah dia tau tentang apa yang pernah terjadi antara kamu dan Alexander.”
Melisa menelan ludah mendengar apa yang nyonya Genie katakan. Itu artinya nyonya Genie sudah tau segalanya tentang Melisa termasuk Melisa yang sudah tidak lagi suci sebagai seorang wanita yang masih lajang.
__ADS_1
“Tante aku...”
“Tante nggak butuh penjelasan apapun dari kamu Melisa.” Sela nyonya Genie yang berhasil membuat Melisa langsung menundukkan kepalanya. Melisa tidak tau apa yang akan terjadi setelah ini. Yang pasti, nyonya Genie pasti akan memintanya menjauhi Alvin.
“Melisa, di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna. Semua orang punya masa lalu, Masa kelam yang mungkin tidak pantas untuk di ingat.”
Melisa hanya diam saja. Pikiran pikiran buruk akan kemungkinan dirinya yang akan kembali merasa kecewa sudah memenuhi kepalanya.
“Begitu juga dengan tante.”
Melisa menoleh menatap pada nyonya Genie. Ucapan nyonya Genie membuat Melisa benar benar bingung sekarang.
“Melisa, Tante percaya sama kamu. Kamu pasti adalah perempuan baik baik. Buktinya Alvin mau menerima kamu apa adanya. Alvin tidak mempermasalahkan tentang masa lalu kamu bersama Alexander. Dia bahkan jujur dan terbuka pada tante.”
Melisa tidak tau harus berkata apa sekarang. Bisa bisanya Alvin menceritakan apa yang tidak seharusnya pada mamahnya yang bisa saja membuat nyonya Genie memandang rendah padanya.
“Oke, Tante terus terang saja. Tante juga bukan perempuan yang baik dulu. Tante adalah bagian dari klub malam ini. Yah.. Tante bisa di katakan adalah perempuan penghibur disini sebelum akhirnya Tante bertemu dengan papahnya Alvin. Tuhan itu begitu adil Melisa. Tuhan lebih tau tentang niat baik hambanya. Kalau boleh memilih dulu Tante juga nggak mau hidup menjadi perempuan yang dimana pun Tante berada selalu mendapatkan cemoohan dari orang lain. Tapi demi masa depan Tante dan adik Tante, Tante rela melakukan itu. Apa lagi dulu Tante juga punya nenek yang sakit sakitan. Bekerja dengan cara yang benar gajinya tidak cukup memenuhi kebutuhan kami Melisa.”
Mulut Melisa terbuka mendengar apa yang nyonya Genie katakan. Dia tidak menyangka jika ternyata nyonya Genie yang dia pikir adalah wanita elegant yang memang sudah bergelimang harta dari lahir ternyata juga adalah mantan seorang wanita malam.
“Kehadiran papahnya Alvin benar benar sebuah pertolongan dari Tuhan untuk Tante Melisa. Papahnya Alvin laki laki yang baik yang mau menerima Tante apa adanya. Dia juga tidak mempermasalahkan bagaimana pekerjaan Tante. Baginya asal Tante mau berubah menjadi perempuan yang baik dia akan menerima apapun kekurangan Tante. Itulah kenapa Tante sangat mencintai suami Tante, papahnya Alvin. Dia benar benar seperti malaikat untuk Tante. Dia penolong hidup Tante. Itulah sebabnya Tante tidak keberatan meski Alvin mencintai kamu. Alvin sama persis seperti papahnya. Tante yakin dia bisa menjaga dan mencintai kamu dengan tulus. Sama seperti papahnya Alvin yang mencintai Tante dengan segala kekurangan yang Tante miliki.” Senyum nyonya Genie pada Melisa.
Tanpa sadar Melisa meneteskan air matanya. Dia tidak menyangka akan bertemu dengan keluarga sebaik keluarga Alvin.
__ADS_1
“Jadi mulai sekarang kamu nggak perlu ragu apa lagi takut ya sayang.. Tante dan om sudah tau semuanya. Dan kami berdua menerima kamu apapun masa lalu kamu. Yang penting kamu dan Alvin bisa saling mencintai dan saling menerima kekurangan masing masing. Jangan pernah menuntut kesempurnaan. Karena kesempurnaan itu sejatinya hanya milik Tuhan yang satu.” Tambah nyonya Genie meraih tangan Melisa dan menggenggamnya erat namun juga lembut.
Melisa hanya bisa mengangguk saja. Melisa sangat bersyukur karena bertemu dengan orang orang baik yang tidak memandangnya hina.