SAYANG

SAYANG
Episode 127


__ADS_3

Malam itu hati Sherin benar benar di gempur oleh perkataan pedas Alex. Teriakan penuh amarah pria itu menggambarkan bahwa memang tidak ada sedikitpun rasa iba apa lagi cinta untuk Sherin.


Tapi Sherin tetaplah Sherin. Dia membutakan hatinya meskipun pada kenyataannya Alex tidak pernah sedikitpun menghargai nya. Sherin tetap yakin pada pendiriannya. Dia selalu merasa hanya dirinya lah yang berhak memiliki Alex.


Dan tanpa Sherin sadari sebuah balasan atas sikapnya pada Lena dulu dengan mengkhianati persahabatan dan menghancurkan kebahagiaan Lena sedang dia jalani. Sayangnya hati dan pikiran Sherin terlalu keras sehingga dia tidak sadar akan apa yang sedang di jalaninya.


Kehidupan indah yang selalu Sherin idam idamkan benar benar jauh dari jangkauan. Tapi sekali lagi, Sherin buta karena cinta sepihak nya pada Alex. Cinta yang memang dari awal tumbuh di dalam hatinya memang sudah salah.


“Alex sebenarnya sangat mencintai saya bi.. Kalau tidak, mana mungkin dia jauh lebih memilih saya dari pada Lena. Alex hanya belum menyadari perasaan yang ada di hatinya untuk saya bi.. Dan saya, saya tentu saja akan terus menunggu dengan sabar sampai Alex menyadari bahwa hanya saya perempuan yang pantas untuknya bi..” Ujar Sherin sembari menyeka airmata nya menggunakan tisu. Seorang Sherina bahkan untuk dirinya sendiri saja bisa begitu sangat munafik.


Bibi yang mendengar itu hanya bisa menangis dalam diam. Sherin benar benar di butakan oleh cinta. Karena perlakuan kasar Alex bahkan juga tidak membuatnya sadar akan posisinya sebagai wanita yang sangat ingin Alex singkirkan dari kehidupan nya. Bibi ingin sekali menasehati Sherin supaya berhenti begitu percaya diri dengan kenyataan yang ada. Tapi bibi tidak berani. Karena cinta dan obsesi Sherin yang begitu besar untuk terus bisa hidup bersama Alex.


“Ya Tuhan.. Nyonya..” Batin bibi merasa pilu.


---------------


Di kediaman mewah Erlan dan Lena.


“Selain apa yang sudah kita lakukan kemarin, apa ada lagi yang kamu inginkan sayang?” Tanya Erlan sembari mengendus pipi Lena yang berbaring miring menghadapnya.

__ADS_1


Ya, mereka berdua sudah selesai melakukan apa yang Lena mau.


Lena melenguh merasa kegelian karena apa yang pria itu lakukan. Lena kemudian sedikit menjauhkan wajahnya menghindari Erlan yang selalu saja mengendusnya seperti kucing.


“Aku rasa sudah cukup Erlan. Terimakasih karena sudah mewujudkan apa yang sejak dulu aku cita citakan.” Senyum Lena menjawab.


Erlan tersenyum geli. Kata terimakasih selalu saja terlontar dari bibir Lena setiap mereka membahas tentang apa yang sudah mereka lakukan.


Sebenarnya Erlan tidak berniat membahasnya. Erlan hanya ingin tau apa lagi yang di inginkan oleh istrinya.


“Berhenti berterimakasih atau aku akan membuat kamu tidak bisa berjalan besok pagi sayang.”


Lena mendelik mendengarnya. Suaminya benar benar aneh menurutnya. Dia tidak mau mendengar kata terimakasih atas apa yang sudah dia lakukan untuk Lena.


Erlan tertawa merasa sangat lucu dengan ekspresi Lena. Sejujurnya Erlan tidak benar benar serius dengan ancaman manisnya. Tentu saja karena Erlan tidak mungkin melakukan itu tanpa persetujuan dari istri tercintanya. Erlan selalu ingin melakukan nya dengan penuh cinta agar tidak hanya dirinya saja yang menikmati itu, tapi juga Lena.


“Dasar suami mesum.” Judes Lena kemudian membalikan tubuhnya memunggungi Erlan.


Sembari menertawakan tingkah istrinya, Erlan pun mendekat pada Lena. Dia memeluk dengan lembut tubuh berbalut selimut Lena. Tidak ada perlawanan dari Lena yang membuat Erlan yakin bahwa Lena percaya Erlan tidak akan mungkin menyakitinya.

__ADS_1


“Selamat malam sayangku.” Bisik Erlan mesra.


Lena tersenyum tanpa sepengetahuan Erlan. Pilihan yang Tuhan siapkan sebagai jodohnya benar benar sangat langka. Erlan bukan pria egois yang mementingkan dirinya sendiri. Erlan adalah pria yang lemah lembut dan penuh cinta. Erlan juga adalah pria peka dan penuh dengan pengertian terhadap pasangan. Dan tiba tiba Lena berpikir tidak heran jika Chilla kembali berusaha agar bisa kembali dekat dengan Erlan.


Tidak ingin membantah suaminya, Lena pun mulai memejamkan kedua matanya untuk tidur dalam pelukan hangat Erlan. Lena selalu memanjatkan do'a pada sang pemberi kehidupan supaya hubungan nya dengan Erlan senantiasa di lindungi dan di jauhkan dari orang yang berniat merusaknya, termasuk Chilla.


-------------


Di tempat lain tepatnya di sebuah hotel tempat diadakan nya acara reuni Chilla terus berusaha mencari cari keberadaan Erlan. Pria yang sangat di harapkan kehadiran nya. Chilla memang sengaja menghubungi pihak sekolah nya dulu dan Erlan menimba ilmu dan mengutarakan idenya mengadakan reuni yang tentu langsung di setujui oleh pihak sekolah. Apa lagi dalam acara reuni itu juga Chilla mengharuskan teman teman sekolahnya dulu yang sudah sukses menjadi pembisnis menjadi donatur agar sekolah tempat dulu mereka menimba ilmu semakin maju.


Rencana itu memang berhasil dan sesuai dengan apa yang Chilla harapkan. Semua teman satu angkatan nya hadir dan setuju untuk menjadi donatur sekolah agar semakin maju. Namun sepertinya rencana inti dari ide yang Chilla cetuskan tidak sesuai dengan apa yang Chilla harapkan karena Erlan tidak terlihat menghadiri acara yang cukup mewah itu.


Chilla menghela napas merasa sangat tidak bersemangat karena satu satunya sosok yang sangat dia tunggu tidak juga menampakan batang hidung mancungnya.


Chilla berdecak pelan di sertai dengan helaan napas. Chilla tidak menyangka Erlan tidak hadir malam ini. Padahal dia pikir Erlan akan semangat dengan acara yang di adakan oleh sekolah nya dulu. Apa lagi di surat undangan yang Chilla kirim juga tertera jelas ide yang pasti akan sangat di minati oleh Erlan sebagai pria yang terkenal dengan kedermawanan nya sejak sekolah dulu.


“Erlan.. aku capek capek mencari ide ini agar bisa bertemu lagi dengan kamu tanpa harus ada pengganggu di antara kita. Aku kangen kamu yang dulu. Kamu yang selalu bisa membuat aku tersenyum.” Gumam Chilla murung.


Detik itu juga kilasan masa lalu tentang kedekatan nya bersama Erlan kembali membayanginya. Kedekatan yang Chilla harapkan bisa terjalin kembali setelah pertemuan tidak terduga nya kemarin.

__ADS_1


Sampai sekarang Chilla sebenarnya masih bertanya tanya kenapa tiba tiba Erlan menjauh darinya. Tepatnya setelah Erlan keluar dari rumah sakit karena mengalami kecelakaan saat mengendarai motornya. Padahal Chilla tidak merasa menyinggung Erlan. Chilla juga tidak merasa bertengkar dengan Erlan dulu karena malam sebelum Erlan mengalami kecelakaan tunggal itu Erlan menghubunginya dan mengatakan ingin berbicara penting dengan nya. Namun sampai sekarang Chilla tidak pernah tau apa yang ingin Erlan bicarakan padanya karena setelah kecelakaan tiba tiba Erlan menjauh darinya. Sikap Erlan berubah derastis padanya. Erlan bersikap seperti pada teman teman lain nya padanya.


“Apa Erlan tidak datang karena perempuan dekil itu?”


__ADS_2