
Sekitar setengah jam perjalanan, mereka pun sampai di depan sebuah hotel berbintang. Hotel megah yang tidak pernah sekalipun Lena datangi sebelum ini.
“Kita mau makan malam kan? Kenapa malah kesini?” Tanya Lena menatap bingung pada Erlan. Padahal Lena pikir Erlan akan mengajaknya ke restoran, bukan ke hotel.
Erlan hanya tersenyum saja. Pria itu memang sudah sangat niat mengajak Lena ke hotel tersebut.
“Yuk turun.” Ajaknya tanpa sedikitpun berniat menjawab pertanyaan dari Lena.
Lena berdecak. Ini kali pertama Erlan mengabaikan pertanyaan-nya. Namun meski sedikit merasa kesal karena di abaikan, Lena pun turun dari mobil mewah Erlan.
Lena menatap bangunan megah di depannya. Sudah bisa di pastikan hotel tersebut pasti adalah hotel yang mahal.
Erlan mendekat pada Lena yang sedang menatap bangunan hotel mewah tersebut. Pria itu merangkul mesra pinggang Lena dan sedikit menariknya agar Lena mengikutinya melangkah.
“Erlan tapi...”
“Sshhhtt.. Nanti kamu juga tau maksud aku.” Sela Erlan tersebut begitu manis pada Lena.
Lena menghela napas. Pada akhirnya dia ikut saja kemana Erlan membawanya. Heran nya Erlan seolah sudah menyiapkan segalanya dengan matang karena langsung nyelonong masuk begitu saja tanpa lebih dulu ke meja resepsionis untuk memesan kamar di hotel tersebut.
Mereka berdua masuk ke dalam lift yang membawa mereka ke lantai dimana kamar yang sudah di pesan oleh Erlan berada.
Pertanyaan demi pertanyaan memenuhi benak Lena tentang kenapa suaminya malah mengajaknya ke hotel padahal di awal dia mengatakan akan mengajak Lena untuk makan malam. Bukan curiga apa lagi tidak percaya, Lena hanya sedikit bingung dan tidak mengerti dengan maksud suaminya itu.
Pintu lift otomatis terbuka ketika mereka sampai di lantai yang mereka tuju. Erlan kembali merangkul mesra pinggang Lena mengajaknya melangkah menuju kamar yang sudah dia siapkan sejak siang tadi.
“Yuk masuk..” Ajak Erlan begitu membuka pintu kamar yang dia pesan.
__ADS_1
Lena terdiam. Bahkan Erlan sudah mengantongi kunci kamar tersebut tanpa lebih dulu meminta dari petugas di hotel tersebut. Itu artinya Erlan mengantongi kunci tersebut sejak menjemputnya di rumah.
“Maaf sebelumnya Erlan. Tapi aku benar benar tidak mengerti dengan maksud kamu. Kenapa kita kesini dan bagaimana mungkin kamu memiliki kunci kamar di hotel ini tanpa lebih dulu memintanya pada petugas hotel?” Lena benar benar tidak bisa menahan diri untuk bertanya kali ini. Lena tidak mau memendam sendiri pertanyaan pertanyaan yang bersarang di kepala cantiknya.
Erlan tertawa geli melihat ekspresi wajah istrinya yang seperti seorang yang sedang curiga. Tapi Erlan memaklumi itu karena sejak tadi Erlan memang tidak menjelaskan apapun pada Lena.
“Kita masuk dulu ya sayang.. Aku akan jelaskan di dalam tentang semua yang ingin kamu tau.”
Lena menelan ludah. Dia merasa seperti sedang di ledek oleh Erlan sekarang. Sedikit sebal juga sebenarnya tapi Lena mencoba untuk tetap tenang.
Karena rasa kesalnya, Lena pun masuk lebih dulu ke dalam kamar hotel mewah itu. Dan begitu sudah berada di dalam kamar itu, Lena terkejut melihat kamar yang sudah di sulap sedemikian indahnya. Ruangan serba putih itu di hiasi dengan bunga bunga. Bahkan di atas tempat tidur berukuran besar itu juga di taburi kelopak bunga mawar merah yang membuat aroma harum lembut dari kelopak mawar merah itu memenuhi ruangan.
“Ini...” Lena tidak bisa berkata kata. Ruangan itu benar benar sangat indah juga harum karena bunga bunga yang memenuhi ruangan tersebut.
Erlan yang melihat itu tersenyum. Semuanya benar benar sesuai dengan apa yang dia inginkan. Lena terkejut dengan apa yang dia siapkan.
“Bagaimana sayang? Apa kamu suka?” Tanya Erlan mendekat dan berdiri di samping Lena yang masih terkesima dengan apa yang di lihatnya.
“Ini kamu yang siapin?” Tanya Lena menoleh menatap Erlan yang berdiri di sampingnya dengan tatapan takjubnya.
Erlan memposisikan dirinya berdiri tepat di depan Lena. Pria itu meraih kedua tangan Lena mengangkat dan menggenggamnya dengan lembut.
“Ya sayang.. Ini aku siapin spesial buat kamu karena hari ini adalah hari spesial buat aku..”
Lena mengeryit bingung.
“Hari spesial kamu? Maksudnya?” Tanya Lena tidak mengerti.
__ADS_1
Erlan mengecup punggung tangan Lena dengan kedua mata terpejam secara bergantian. Pria itu sangat bahagia karena di usianya yang genap 31 tahun dirinya bisa merayakannya dengan Lena. Wanita yang memang sejak pertama kali bertemu sudah berhasil menguasai hatinya. Lena bahkan mampu menyembuhkan luka di hati Erlan di masa lalu hanya dengan pertanyaan sederhananya yaitu “Apa kakak tidak apa apa?”.
“Hari ini aku ulang tahun Lena.. Usiaku sekarang genap 31 tahun.” Jawab Erlan.
Lena kembali terkejut mendengarnya. Lena memang tidak tahu menahu sedikitpun tentang Erlan. Jangan hari ulang tahunnya tentang apa saja yang Erlan miliki saja Lena tidak tahu.
“Ya Tuhan...” Lirih Lena.
Erlan tertawa geli. Pria itu kemudian merengkuh tubuh Lena ke dalam pelukan hangatnya.
“Kamu tau sayang? Aku bahkan tidak tau harus bagaimana mengatakan tentang rasa bahagia yang memenuhi hati aku sejak aku bisa memiliki kamu. Aku tidak bisa menggambarkan sendiri kebahagiaan yang aku rasakan sayang..” Ujar Erlan.
Lena memejamkan kedua matanya sesaat kemudian melepaskan diri dari pelukan Erlan. Lena mendongak menatap Erlan yang juga menunduk untuk menatap Lena yang memang jauh lebih pendek darinya yang tinggi tegap.
“Maaf aku...”
Cup
Erlan mengecup singkat bibir Lena tidak ingin mendengar permintaan maaf apapun dari istri tercintanya itu. Erlan sendiri memaklumi jika memang Lena tidak tahu banyak tentangnya. Tentu saja karena bahkan saat mereka hendak menikah Lena baru mengenal sosoknya. Mungkin Lena memang tau sosoknya sejak dulu. Tapi itu hanya dari sosok Erlan seorang pengusaha saja. Lena tidak tau secara detail siapa dan bagaimana Erlan sesungguhnya.
“Tidak perlu ada kata maaf sayang. Aku hanya minta sama kamu untuk selalu ada di samping aku apapun rintangan nya. Karena aku akan mengusahakan segalanya demi keutuhan rumah tangga kita sayang..” Lirih Erlan.
Lena tersenyum mendengarnya kemudian menganggukkan kepala menyanggupi permintaan suaminya.
“Ya udah, lebih baik sekarang kita makan dulu.”
Erlan kemudian menggandeng Lena menuju balkon dimana disana sudah di siapkan makan malam romantis oleh petugas hotel. Mereka berdua makan malam berdua dengan sangat romantis. Setelah itu mereka pun berdansa dengan alunan musik yang menggema di sudut ruangan.
__ADS_1
Lena sempat bertanya dalam hatinya darimana asal musik tersebut namun kemudian Lena tertawa sendiri. Lena hampir saja melupakan siapa suaminya. Erlan bisa melakukan apa saja yang dia mau.
Dan malam ini mereka berdua benar benar menikmati waktu hanya berdua tanpa ada satu orang pun yang mengganggu.