
Lena baru saja keluar dari kamar mandi saat mendapati Erlan yang begitu sangat fokus dengan laptop yang ada di pangkuan nya. Pria itu duduk di atas ranjang dengan punggung yang di sandarkan di pangkal ranjang. Kedua kakinya selonjor lurus. Perhatian nya benar benar berpusat penuh pada laptop yang Lena yakini sedang menampilkan sesuatu yang sangat penting seputar pekerjaan.
Melihat keseriusan suaminya, Lena tiba tiba berinisiatif ingin membuatkan coklat panas untuk suaminya. Apa lagi malam itu juga sedang turun hujan dan udara sedikit dingin. Lena yakin Erlan pasti akan sangat senang jika dirinya membuatkan coklat panas.
Ingin membuat kejutan kecil, Lena pun berusaha sepelan mungkin melangkah agar tidak menarik perhatian Erlan. Lena keluar dari kamar dan menutup kembali pintu kamar mereka dengan pelan.
Setelah berada di luar kamar, Lena pun bergegas turun ke lantai bawah dengan langkah cepat. Lena tidak ingin Erlan menyadari ketidak adaan nya di kamar. Karena jika seperti itu Erlan pasti akan menyusul untuk mencarinya.
Begitu sampai di dapur, Lena segera meracik coklat panas untuk suaminya. Si mbok yang melihat apa yang sedang Lena lakukan hanya tersenyum saja. Wanita tua itu tidak berniat untuk mengatakan apapun karena tau bahwa Lena sedang buru buru. Terlihat dari gerakan nya yang tampak sangat terburu buru membuat coklat panas.
“Nah.. Selesai..” Senyum Lena senang.
Lena kemudian meraih nampan dan meletakan secangkir coklat panas buatan nya di atasnya. Senyuman puas mengembang di bibirnya sembari berlalu dari dapur untuk kembali menghampiri Erlan yang masih berada di kamar.
“Lihat itu, nyonya benar benar sangat beruntung yah. Tuan sangat mencintainya. Andai saja yang menjadi nyonya itu aku..” Ujar seorang pelayan berbisik pada teman nya.
“Huu.. Bangun bangun. Jangan mimpi terus.” Timpal teman nya yang kemudian berlalu meninggalkan nya.
Pelayan tadi terkikik geli karena respon teman nya. Dia tidak benar benar serius mengatakan itu. Tentu saja karena dia sadar siapa dirinya.
Sementara Lena, dengan sangat hati hati namun langkahnya tetap cepat dia menaiki satu persatu anak tangga menuju lantai dua dimana kamarnya dan Erlan berada. Lena tidak sabar ingin tau bagaimana respon Erlan jika dia memberikan coklat panas itu padanya.
Belum sampai di depan pintu kamarnya, langkah Lena terhenti. Harapan nya tidak terwujud. Lena tidak jadi mengejutkan suaminya dengan coklat panas buatan nya karena sekarang Erlan keluar dari kamarnya dengan ekspresi seperti sedang mencari sesuatu. Dan Lena sangat yakin, Erlan pasti sedang mencarinya.
Lena menghela napas pelan. Dengan kadar semangat yang berkurang bahkan hampir hilang Lena melangkah mendekat pada Erlan. Wajahnya yang tadi sangat ceria kini berubah sendu.
__ADS_1
“Sayang...” Senyum Erlan lega begitu mendapati Lena yang sedang melangkah menghampirinya. Pria itu mengeryit melihat Lena yang membawa nampan dimana diatasnya terdapat cangkir yang masih mengepulkan asap diatasnya.
“Kamu darimana sayang? Aku cariin kamu loh..” Kata Erlan saat Lena sampai di depan nya.
Lena hanya diam saja dengan wajah di tekuk. Wanita itu mengangkat lebih tinggi nampan yang di bawanya menunjukan pada Erlan apa yang dia buat.
“Coklat panas?” Tanya Erlan menatap sebentar pada secangkir coklat panas tersebut kemudian kembali memusatkan perhatian nya pada Lena.
“Ini untuk aku sayang?” Tanya Erlan lagi yang hanya di balas dengan anggukan kepala saja oleh Lena.
Meski di landa rasa kebingungan, Erlan tetap meraih secangkir coklat panas itu.
Sedang Lena, dia menaruh nampan yang di bawanya di atas meja panjang yang berada tepat di samping pintu kamarnya. Setelah itu dia masuk ke dalam kamar tanpa mengatakan apapun pada Erlan.
Tidak mau istrinya merajuk tanpa tau sebabnya, Erlan pun langsung mengikuti Lena masuk kembali ke dalam kamar. Dan di dalam kamar dia melihat Lena yang melangkah membisu menuju ranjang kemudian berbaring disana dengan menutupi seluruh tubuhnya menggunakan selimut.
Kali ini Erlan benar benar tidak tau kenapa Lena tiba tiba bersikap seperti itu. Padahal sebelum masuk ke dalam kamar mandi Lena masih bersikap biasa. Lena bahkan dengan manja bersandar di dada bidangnya ikut memperhatikan laptop yang sedang Erlan pegang.
Merasa tidak tenang dengan sikap istrinya yang tiba tiba berubah itu, Erlan pun bergegas mendekat. Namun sebelum naik ke ranjang mereka, Erlan lebih dulu meletakan secangkir coklat panas buatan Lena di atas nakas. Setelah itu Erlan naik ke atas ranjang dan memposisikan dirinya berbaring miring menghadap pada Lena yang memunggunginya.
“Sayang...” Panggil Erlan sembari melingkarkan lengan kekarnya di tubuh Lena yang tertutup selimut. Erlan tau istrinya masih dalam masa kehadiran tamu bulanan nya. Tidak heran jika mood nya gampang sekali berubah ubah.
“Aku minta maaf yah kalau aku salah..” Erlan tidak perduli salah atau tidak dirinya. Yang terpenting sekarang adalah Lena mau memaafkan nya. Apapun penyebabnya.
“Jangan begini ya sayang.. Aku bener bener minta maaf..” Lanjut Erlan dengan suara lemah lembutnya.
__ADS_1
Lena yang sedang merasa gagal merasa tergugah mendengar permintaan maaf Erlan. Sejujurnya Lena tidak marah pada Erlan. Lena hanya sedang merasa gagal dengan misinya memberikan kejutan kecil pada Erlan. Erlan sama sekali tidak salah dan tidak seharusnya meminta maaf padanya.
Tidak mau Erlan menyalahkan dirinya sendiri, Lena pun langsung membuka selimut yang menutupi seluruh tubuhnya. Lena juga perlahan mengubah posisinya dari memunggungi Erlan menjadi menghadap pada Erlan.
“Kamu nggak perlu minta maaf. Kamu nggak salah. Dan aku nggak lagi marah sama kamu..” Ujar Lena.
Erlan tersenyum merasa sangat lega kalau memang benar dirinya tidak bersalah. Tapi Erlan masih penasaran kenapa tiba tiba istrinya bersikap seperti itu padanya tadi.
“Aku hanya sedang merasa gagal saja.” Jujur Lena dengan suara pelan. Lena bahkan dia memalingkan wajahnya menghindar dari tatapan penuh perhatian Erlan.
Erlan yang mendengar itu kembali mengeryit bingung.
“Merasa gagal dalam hal apa?” Tanya Erlan penasaran.
Lena menghela napas kasar. Dia membalas tatapan penuh rasa ingin tau Erlan dengan tatapan sendu nya.
“Jadi tadi aku itu sengaja keluar kamar diam diam untuk membuatkan coklat panas buat kamu. Aku ingin memberikan kamu kejutan meskipun hanya dengan secangkir coklat. Aku sudah berusaha secepat mungkin membuatnya. Tapi aku gagal karena begitu aku kembali ternyata kamu sudah menyadari ketidak hadiran aku.” Jawab Lena menjelaskan dengan kedua mata berkaca kaca. Perasaan nya benar benar sedang sangat lembut sekarang.
Erlan tersenyum mendengarnya. Pria itu dengan lembut merengkuh tubuh Lena ke dalam dekapan hangat nya.
“Terimakasih atas apa yang sudah kamu lakukan sayang. Aku sangat terkejut dengan hal manis yang kamu lakukan. Terimakasih untuk perhatian kamu. Kamu tidak perlu merasa gagal. Karena kamu berhasil. Aku bukan hanya terkejut, tapi juga sangat bahagia.” Ujar Erlan yang kemudian mengecup kening Lena lama.
Erlan tidak menyangka jika Lena sampai berinisiatif melakukan hal yang sangat manis itu.
Lena tersenyum dalam pelukan hangat Erlan. Lena tidak tau harus bagaimana mengekspresikan rasa bahagia dan syukurnya karena memiliki Erlan di hidupnya. Pria lemah lembut yang selalu memperlakukan nya dengan penuh cinta dan kasih sayang tulus.
__ADS_1