SAYANG

SAYANG
Episode 135


__ADS_3

Setelah mendengar janji yang di lontarkan oleh Erlan pun Lena semakin merasa yakin bahwa Erlan memang pria baik baik yang pasti bisa menjaga kepercayaan darinya. Buktinya Erlan bahkan tidak memperdulikan Chilla yang dulu pernah sangat di cintainya secara diam diam.


“Ya sudah sayang kalau begitu aku berangkat ya? Kamu hati hati di rumah. Kalau kamu butuh sesuatu kamu bisa minta tolong sama mbok atau mbak yang lain nya. Atau kalau kamu merasa bosan dan jenuh di rumah kamu bisa ajak mereka jalan jalan dengan bodyguard. Oke?” Senyum Erlan sambil mengusap sayang pipi halus Lena.


“Iyaa.. Kamu juga hati hati di jalan. Jangan lupa pulang buat makan siang.”


“Hahaha.. Itu pasti sayang. Aku nggak akan mungkin lupa buat pulang. Apa lagi di rumah kan ada istri tercinta aku yang nungguin.” Tawa Erlan.


“Huuu.. Dasar tukang gombal.” Sorak Lena menahan senyum di bibirnya.


“Hey, aku serius sayang.”


“Iya deh iya.. Ya udah sana berangkat. Jangan mentang mentang kamu pemilik perusahaan kamu bisa datang seenaknya. Setidaknya berikan contoh yang baik untuk karyawan di kantor.”


“Siap istriku.” Canda Erlan memberi hormat pada Lena.


Lena tertawa kemudian segera menyalimi Erlan.


“Hati hati di jalan suamiku..” Senyum manis Lena mendongak menatap Erlan.

__ADS_1


“Ya istriku, sayangku, cintaku.” Jawab Erlan lalu mengecup lama kening Lena.


Setelah memberikan kecupan lembut dan lamanya di kening Lena, Erlan pun menjauh dari Lena. Dia melangkah menuju mobil mewahnya yang sedang di panasi oleh bodyguard. Erlan menoleh kembali menatap pada Lena sebelum akhirnya masuk ke dalam mobil mewahnya.


Lena melambaikan tangan nya saat mobil Erlan pelan pelan mulai melaju meninggalkan pekarangan luas rumahnya. Setelah mobil Erlan benar benar tidak lagi terlihat oleh pandangan matanya, Lena pun menghela napas dan kembali masuk ke dalam rumah. Lena berniat untuk melanjutkan niatnya kemarin memetik bunga di taman belakang rumah untuk menatanya di ruang tengah. Keniatan itu memang sempat tertunda karena suasana hati Lena yang mendadak berubah. Dan semua itu karena Chilla.


Tapi sekarang Lena tidak akan lagi terpengaruh dengan apapun yang Chilla katakan. Lena tidak akan perduli lagi dengan apapun cerita manis yang Chilla katakan. Karena yang terpenting baginya adalah Erlan mencintainya. Dan Len yakin tidak akan ada yang lain selain dirinya yang Erlan cintai. Karena Lena percaya pada pria yang juga sangat dia cintai itu.


-------------


“Aku mau kamu berhenti memanfaatkan kebaikan mamahku Sherin. Atau aku akan melakukan sesuatu yang bahkan tidak pernah kamu bayangkan.”


“Apa maksud kamu Alex?” Tanya Sherin pura pura bodoh.


Alex tersenyum sinis mendengar pertanyaan Sherin. Alex tau Sherin hanya sedang berakting. Karena Alex sendiri sudah tau bagaimana sikap Sherin yang sebenarnya.


“Kamu tidak perlu pura pura bodoh di depan ku Sherin. Aku bukan mamah. Aku tau bagaimana dan seperti apa kamu ini. Jadi lebih baik mulai sekarang kamu jangan seenaknya atau aku...”


“Aku juga bisa mengadukan apa yang sudah Kamu lakukan dengan Melisa dulu Alex. Aku punya video kamu dan Melisa yang sedang bergumul panas. Aku juga punya video kamu dengan wanita lain selain Melisa. Apa kamu mau aku tunjukan video itu sama mamah?” Sela Sherin balik mengancam Alex.

__ADS_1


Mendengar ancaman yang di lontarkan oleh Sherin, rahang Alex seketika mengeras. Selama ini tidak pernah ada satupun orang yang berani mengancam nya. Tapi Sherin, dia dengan sangat berani melontarkan ancaman yang membuat darah Alex langsung mendidih.


“Apa kamu bilang?” Tanya Alex penuh penekanan dengan tatapan tajam yang mengarah pada Sherin.


“Alex. Aku tau aku memang tidak sebaik Lena. Aku juga mungkin tidak sehebat Melisa saat melayani kamu. Tapi apa tidak bisa kamu menghargai aku sebagai istri kamu? Sebagai ibu dari calon anak kamu. Aku sakit Alex, aku terluka melihat kamu bergumul dengan Melisa dan wanita lain diluar sana. Aku ingin kamu hanya melakukan itu padaku. Aku ingin kamu bisa melihatku sebagai istri kamu.” Ujar Sherin dengan suara bergetar menahan tangis.


Alex melengos. Alex akui apa yang di lakukan ya selama ini memang salah. Alex terlalu membebaskan dirinya sendiri. Alex bahkan tidak pernah berpikir tentang akibat fatal yang bisa saja menimpa dirinya karena terlalu sering Gonta ganti wanita.


“Aku sudah rela kehilangan sahabat sebaik Lena. Aku mengkhianatinya untuk bisa bersama kamu Alex. Aku serahkan semuanya sama kamu. Bahkan sampai mahkota yang paling berharga yang harusnya aku jaga dengan baik aku berikan ke kamu. Tapi kenapa? Kenapa sampai sekarang kamu tidak juga bisa menatap aku? Setelah Lena, sekarang Melisa. Kamu mengharapkan seseorang yang salah Alex.. Tapi aku.. Aku yang harusnya kamu jaga dan kamu cintai dengan benar malah seenaknya kamu sakiti. Aku juga perempuan biasa Alex. Aku sama seperti Lena dan Melisa. Aku ingin bahagia. Aku ingin di cintai dan mencintai. Aku ingin hidup tenang tanpa ada rasa benci apa lagi dendam.”


Alex melengos. Malas sekali rasanya jika harus melihat wajah menyedihkan Sherin. Alex sendiri sebenarnya ingin hidup bahagia dengan penuh cinta dan kasih sayang. Tapi bukan dengan Sherin. Alex ingin hidup bahagia dengan orang yang menurut Alex tepat.


“Alex.. Aku bahkan sekarang sudah tidak punya siapa siapa lagi. Keluargaku menjauh dan tidak lagi perduli padaku. Hanya kamu harapan aku satu satunya Alex. Aku ingin kamu mencintai aku, menerima aku apa adanya.” Sherin kembali melanjutkan. Kali ini air mata bahkan sudah menetes membasahi kedua pipinya berharap Alex akan mengerti dirinya.


“Aku...”


“Cukup.” Sela Alex tegas. Alex menatap Sherin yang menangis dengan wajah tanpa ekspresi. Sedikitpun Alex tidak merasa iba apa lagi kasihan mendengar kalimat memilukan yang Sherin lontarkan tadi. Justru sebaliknya, Alex merasa semakin muak pada Sherin yang menurutnya terlalu pintar memainkan peran layaknya seorang yang tersiksa dan tersudutkan.


“Dari awal aku sudah bilang sama kamu Sherin. Aku tidak mau menikah dengan kamu. Aku bahkan sudah beberapa kali memperingati kamu. Tapi kamu tetap keras kepala. Jadi kamu tidak berhak menuntut apapun dari ku. Apa lagi cinta. Karena perempuan yang aku cintai itu bukan kamu. Dulu aku hanya ingin bermain main saja. Aku tidak pernah serius menyukai kamu. Aku hanya melampiaskan hasratku sama kamu yang begitu gampang untuk aku rayu kemudian aku kuasai. Dan tentang Melisa, mulut kotor kamu itu tidak pantas menyebut namanya.” Ujar Alex dengan sangat tidak berperasaan. Setelah berkata demikian, Alex pun bangkit dari duduknya dan berlalu begitu saja meninggalkan Sherin di meja makan sendiri.

__ADS_1


Sherin menelan ludah nya susah payah. Bahkan meski sudah mengatakan tidak memiliki siapa siapa Alex tetap tidak perduli padanya.


__ADS_2