
Erlan dan Lena berbaring di atas ranjang dengan Lena yang berada di dalam dekapan Erlan. Keduanya sama sama diam dan fokus dengan pemikiran masing masing.
Erlan yang masih memikirkan sikap tidak baik Natasha pada Lena, dan Lena yang sedang memikirkan bagaimana baiknya membicarakan tentan sikap terlalu berani Erlan pada Natasha yang adalah mommy sambungnya. Lena khawatir salah bicara dan akan menyinggung perasaan Erlan yang jelas bersikap demikian pada Natasha karena membelanya.
Erlan menghela napas kasar kemudian sedikit menunduk menatap Lena yang juga diam seribu bahasa.
“Apa ada yang ingin kamu katakan sama aku sayang?” Tanya Erlan pada Lena.
Lena mengangkat kepalanya dari dada Erlan. Wanita itu membalas tatapan lembut penuh perhatian Erlan padanya dengan rasa bingung yang masih menyelimuti hati dan pikirannya. Lena ingin sekali mengatakan perihal tentang sikap Erlan pada Natasha. Tapi sekali lagi, Lena takut menyinggung perasaan suaminya yang sudah berusaha sebaik mungkin menjaga dan melindunginya.
“Jangan di pendam kalau memang kamu ingin mengatakan sesuatu padaku sayang. Katakan dan aku akan mendengarkan.” Kata Erlan sembari membelai lembut pipi Lena.
Lena menelan ludah. Wanita juga sedang berpikir dirinya tidak akan tenang jika terus memendam apa yang ingin di katakan nya. Apa lagi Lena sendiri juga tau kunci kebahagiaan dan keharmonisan sebuah hubungan adalah pasangan yang mau saling terbuka satu sama lain.
“Aku... Aku...” Lena tidak tau harus bagaimana mengatakannya. Karena sekali lagi Lena sadar, sikap Erlan seperti itu karena Erlan melindunginya.
__ADS_1
“Aku apa hem?” Tanya Erlan berusaha tetap tenang dan lembut meski sebenarnya sedang merasa sangat penasaran dengan apa yang ingin Lena katakan padanya. Meski sebenarnya Erlan sendiri sudah bisa menebak pasti yang ingin Lena singgung tidak jauh jauh dari sikapnya pada Natasha.
“Sebelumnya aku minta maaf Erlan. Aku terimakasih banget atas apa yang kamu lakukan dengan terus berusaha membela dan melindungi aku. Tapi sikap kamu tadi siang sama mommy dan daddy itu menurut aku tidak sepatutnya seperti itu. Aku hanya orang baru dalam kehidupan kamu. Sementara mereka, mereka berdua adalah kedua orang tua kamu. Yah.. Meskipun mommy bukan mommy kandung kamu.” Ujar Lena yang akhirnya bisa mengeluarkan apa yang mengganjal di hatinya. Namun bukannya merasa lega sudah mengeluarkan kata kata itu, Lena justru merasa semakin was was. Lena khawatir dengan respon Erlan.
Sesaat Erlan terdiam. Senyuman manis nan lembut yang tadi menghiasi bibir tipisnya kini pudar setelah mendengar apa yang Lena katakan. Itu jelas membuat Lena semakin khawatir. Lena takut Erlan marah padanya karena tidak memahami maksudnya.
Lena menarik napas panjang lalu menghelanya dengan kasar. Pria tampan itu kemudian kembali menyunggingkan senyuman manis di bibir tipisnya.
Cup
Satu kecupan singkat Erlan daratkan di kening Lena.
Lena menyimak dengan seksama apa yang di katakan Erlan. Dan tatapan polosnya membuat Erlan tidak tahan untuk tidak kembali mengecup kening istri tercintanya itu.
“Aku sendiri tau apa yang aku lakukan dengan bersikap seperti itu pada mommy dan daddy itu tidak baik sayang. Tapi kalau aku tidak bersikap seperti itu, mereka berdua akan semakin seenaknya.” Lanjut Erlan.
__ADS_1
Lena mengerjapkan kedua matanya beberapa kali. Dari penjelasan panjang lebar Erlan, Lena tau bahwa berada di posisi suaminya sekarang tidaklah mudah.
“Lalu apa yang harus aku lakukan agar tidak semakin mempersulit kamu?” Tanya Lena menatap Erlan sendu.
“Mudah sayang. Tetap bertahan di samping aku apapun yang mommy dan daddy katakan. Jangan hiraukan yang lain. Yang harus kamu tau dan selalu kamu yakini adalah aku sangat mencintai kamu. Satu lagi, jangan menunjukan sisi lemah kamu di depan mommy. Bisa?”
Lena tidak langsung merespon. Awalnya Lena bingung dengan maksud Erlan yang tidak menginginkan Lena menunjukan sisi lemahnya pada Natasha. Namun setelah mencerna kembali apa yang Erlan katakan, akhirnya Lena mengerti dan paham apa maksud Erlan.
“Tentu saja. Aku bisa melakukan apapun untuk menjaga hubungan kita tetap harmonis seperti sekarang.” Senyum Lena kemudian.
Erlan tertawa mendengarnya. Pria itu kemudian kembali merengkuh tubuh Lena ke dalam dekapan hangatnya. Pria itu sudah bertekad. Apapun yang terjadi, Erlan tidak akan membiarkan siapapun melukai istrinya. Baik itu secara fisik maupun mental. Lena adalah prioritas utamanya sekarang. Dan Erlan akan menghadapi siapa saja yang berani berlaku tidak baik pada Lena sekalipun itu adalah tuan dan nyonya besar Harrison, kedua orang tuanya sendiri.
“Bagus, itu baru namanya nyonya muda Harrison. Sekarang lebih baik kita istirahat. Karena besok pagi pagi sekali kita harus segera pulang. Ingat apa yang kamu katakan tadi. Lakukan apapun untuk membuat hubungan indah kita ini terus harmonis dan terjalin dengan mesra sayang.” Bisik Erlan. Untuk yang kesekian kalinya pria itu mengecup Lena. Namun kali ini di puncak kepala Lena, bukan di kening.
Lena hanya mengangguk saja sebagai jawaban. Tekadnya mulai bulat. Lena ingin bisa mempertahankan apa yang memang sudah menjadi miliknya termasuk Erlan. Oleh karena itu Lena menyanggupi apa yang Erlan katakan. Lena tidak akan memperlihatkan sisi lemahnya pada mommy dan daddy Erlan. Bukan bermaksud tidak menaruh rasa hormat sebagai seorang menantu. Tapi Lena merasa tidak adil jika hanya Erlan saja yang berusaha memperjuangkan hubungan mereka di depan tuan dan nyonya Harrison. Lena merasa harus ikut andil dalam membuktikan pada Natasha bahwa hubungannya dan Erlan tidak bisa begitu saja di pecah.
__ADS_1
Erlan tersenyum diam diam tanpa sepengetahuan Lena. Mendengar Lena menyanggupi untuk tidak terlihat lemah di depan Natasha membuat Erlan merasa semakin percaya diri. Erlan yakin Lena pasti sudah mulai mempunyai rasa padanya. Rasa yang sangat Erlan tunggu. Yaitu rasa cinta Lena untuknya. Mungkin untuk saat ini Lena belum sepenuhnya menyadari tentang perasaannya sendiri pada Erlan. Namun apa yang Lena lakukan dengan mau sama sama membuktikan pada Natasha tentang hubungan mereka tanpa sadar sudah membuktikan pada Erlan bahwa Lena mulai mencintainya.
Erlan menghela napas pelan kemudian mulai memejamkan kedua matanya dengan terus mendekap Lena yang juga mulai di serang oleh rasa kantuknya.