SAYANG

SAYANG
Episode 149


__ADS_3

Seperti keniatan di awal, tes DNA pun segera di lakukan. Alex yang sejati nya tidak mempunyai perasaan apapun pada Sherin begitu sangat percaya diri dengan keyakinan nya bahwa bayi laki laki yang baru beberapa jam di lahirkan oleh Sherin itu bukanlah putranya. Pria itu bahkan sudah berancang-ancang akan menceraikan Sherin saat itu juga tidak perduli dengan kondisi Sherin yang masih kritis setelah operasi itu selesai di lakukan.


Keluarga Sherin yang sedang di rundung pilu tidak perduli dengan apapun yang di lakukan Alex. Yang sedang mereka pikirkan adalah kondisi Sherin sekarang yang masih juga belum sadarkan diri. Mereka bahkan sudah bertekad akan mengurus sendiri bayi Sherin tanpa meminta pertanggung jawaban dari Alex.


Sementara nyonya dan tuan besar Smith, mereka tidak lagi perduli dengan apa yang Alex lakukan. Mereka merasa sudah lelah memberitahu Alex sekarang. Karena itu mereka hanya diam saja saat Alex meminta agar tes DNA segera di lakukan. Mereka lebih fokus pada kondisi Sherin yang belum juga menunjukkan adanya tanda tanda dia akan siuman.


“Nyonya saya..” Nyonya besar Smith tidak tau harus berkata apa pada besan nya itu. Meski memang mereka tidak pernah saling mengenal karena saat pernikahan Alex dan Sherin di laksanakan satu pun keluarga Sherin tidak datang. Rasa bersalah juga merayapi hati nyonya besar Smith atas apa yang sudah di lakukan oleh putranya. Meski memang Sherin bukan menantu yang dia inginkan, tapi status Sherin yang sudah sah menjadi istri Alex membuat nyonya besar Smith merasa bahwa Sherin memang adalah tanggung jawab keluarga nya. Baik secara materi maupun finansial nya. Tapi sekarang Sherin terbaring tidak berdaya di brankar nya dengan berbagai alat medis yang menempel di tubuh nya. Itu memang bukan kesalahan keluarga nya karena kecelakaan yang di alami Sherin juga terjadi masih di sekitar kompleks perumahan tempat keluarga Sherin tinggal.


“Saya minta maaf nyonya. Saya sudah lalai menjaga Sherin.” Dengan suara tercekat nyonya Smith melanjutkan ucapannya.

__ADS_1


Bunda Sherin yang mendengar itu hanya bisa diam dengan senyuman mirisnya. Air mata kembali menetes di pipinya mengingat keadaan putri sulungnya sekarang. Wanita bertubuh ringkih itu juga tidak tau harus menyalahkan siapa sekarang. Karena sebelum pernikahan itu terjadi, baik dirinya maupun suaminya bahkan sampai pada Reyhan adik Sherin sudah melarang keras keputusan Sherin. Bahkan saking jengkelnya ayah Sherin sampai mengusir Sherin karena Sherin yang begitu sangat keras kepala. Selama berumah tangga dengan Alex, Sherin juga tidak pernah menghubungi keluarganya. Sherin seperti sudah melupakan bahwa dirinya masih punya keluarga hanya karena seorang Alexander Smith.


“Saya akui putra saya memang keterlaluan nyonya. Tapi saya dan suami saya...”


“Sudahlah nyonya, tidak perlu anda minta maaf. Anda juga tidak perlu merasa bersalah dengan apa yang sudah terjadi. Karena semua ini adalah konsekuensi untuk Sherin karena memilih untuk hidup dengan putra nyonya.”


Untuk pertama kalinya ada orang yang berani menyela ucapan nyonya besar Smith dan wanita itu tidak marah. Dia hanya bisa diam dan menelan ludah dengan rasa bersalah yang terus bersarang di hatinya.


Wanita itu berkata dengan jujur sejujurnya. Dalam hatinya memang tidak ada rasa benci ataupun dendam dengan keadaan putri sulungnya sekarang. Setiap hembusan napasnya hanya dia gunakan untuk berdo'a memanjatkan harapan besarnya pada Tuhan akan kesembuhan Sherin.

__ADS_1


Mendengar itu air mata nyonya besar Smith mulai berjatuhan menyeberangi kedua pipinya dengan begitu deras. Wanita itu tidak menyangka jika ternyata keluarga Sherin adalah keluarga yang sangat baik. Padahal di awal pernikahan Sherin dengan Alex, nyonya besar Smith juga pernah beranggapan bahwa Sherin menikah dengan Alex karena harta. Tapi nyatanya, sedikitpun keluarga Sherin tidak mengharapkan apapun dari keluarga nya.


“Jujur nyonya, saat Sherin memutuskan untuk menikah dengan tuan Alex, kami sudah melarang dengan sangat keras. Saya dan suami saya tidak setuju dengan apa yang Sherin inginkan untuk menikah. Kami bahkan sempat berdebat. Suami saya bahkan sangat murka sampai akhirnya mengusir Sherin dari rumah dengan begitu keras. Tapi dasarnya memang Sherin yang keras kepala. Dia tetap melanjutkan niatnya tidak perduli dengan larangan kami. Dia bahkan keluar dari rumah dengan kepala tegak seolah tidak merasa takut sedikitpun dengan bentakan ayahnya. Saya juga tau beberapa masalah yang menimpa anak saya setelah menikah dengan tuan Alex nyonya. Saya tau saat tuan Alex memilih membawa wanita lain dalam acara resmi nyonya. Tentu saja, karena itu juga di sorot oleh media. Dan lagi, kami pun tau saat Sherin masuk kerumah sakit setelah apa yang tuan Alex lakukan. Tapi karena suami saya yang masih kecewa dengan keputusan Sherin makanya dia melarang saya dan adik Sherin untuk menjenguk Sherin.” Cerita bunda Sherin panjang lebar dengan di iringi air mata yang mengucur deras dari kedua matanya yang sembab.


Nyonya besar Smith yang mendengar cerita itu hanya diam saja. Dia ikut menangis dalam diam. Dia bisa merasakan bagaimana terluka nya bunda Sherin dengan apa yang sudah terjadi. Nyonya besar Smith yakin batin bunda Sherin sebagai seorang ibu pasti sangat terguncang sejak saat itu. Karena sejatinya tidak pernah ada satupun seorang ibu yang rela anaknya terluka meski luka itu karena ulah anaknya sendiri.


Bunda Sherin menghela napas berat setelah meluapkan segala apa yang menjadi beban di hatinya selama ini. Rasanya begitu sangat lega setelah mencurahkan semuanya pada orang yang tepat. Yaitu nyonya besar Smith, orang tua dari Alexander Smith yang notabene nya adalah pria yang berstatus sebagai suami Sherin.


Bunda Sherin tersenyum sedih menatap Sherin yang begitu tenang memejamkan kedua matanya. Konsekuensi yang Sherin ambil memang sangat fatal karena nyawa dan bayinya lah yang menjadi taruhan. Bahkan dalam keadaan seperti sekarang pun Alex sama sekali tidak perduli. Jangan kan untuk melihat langsung keadaan Sherin. Menanyakan tentang keadaan nya saja tidak. Alex sibuk dengan urusan nya sendiri seolah tidak mau tau apa yang sedang menimpa istrinya.

__ADS_1


“Nyonya. Kalau nanti hasil tes DNA nya sudah keluar dan anak anda masih tidak mau mengakuinya, keluarga saya tidak akan menuntut apapun dari keluarga anda. Hanya kami minta jangan persulit kami untuk merawat cucu kami. Tolong sampaikan itu juga pada tuan Alex.” Ujar bunda Sherin.


Nyonya besar Smith terus saja diam. Terlalu banyak kesalahan yang sudah di lakukan oleh putranya juga keluarga nya pada Sherin. Penyesalan memang selalu datang di akhir. Tapi nyonya besar Smith tidak sedikitpun putus harapan. Dia berharap masih ada waktunya untuk keluarga nya memperbaiki semuanya.


__ADS_2