
Pagi ini Erlan datang ke perusahaan dengan senyuman penuh kebahagiaan yang terus menghiasi bibirnya. Erlan bahkan membalas setiap sapaan ramah dan hormat para karyawan padanya. Hal itu membuat beberapa karyawan merasa aneh karena Erlan yang tersenyum terlalu berlebihan menurut mereka. Namun sebagian besar dari mereka memaklumi itu mengingat Erlan baru saja menikah.
Kenzie Afriansyah selaku asisten merangkap sekretaris Erlan merasa ikut bahagia melihat Erlan yang begitu sumringah dan berbunga bunga pagi ini. Apa lagi Kenzie juga tau penyebab Erlan begitu sangat bahagia. Tentu saja karena Erlan akhirnya bisa memiliki Lena seutuhnya.
“Selamat pagi Tuan..” Sapa Kenzie begitu Erlan sampai tepat di depan meja kerjanya yang memang berada tepat di depan ruangan kerja Erlan.
“Ah ya.. Selamat pagi. Saya langsung masuk ya..” Saut Erlan tersenyum lebar. Pria itu bahkan menepuk pelan bahu Kenzie sebelum masuk ke dalam ruangan kerjanya sendiri.
Kenzie tersenyum geli melihat tingkah Erlan. Kentara sekali jika bos besarnya itu sedang bahagia. Sebagai orang yang juga mengetahui bagaimana Erlan yang begitu sabar menunggu kehadiran Lena di sisinya, Kenzie ikut merasa bahagia dengan pernikahan antara Erlan dan Lena. Meskipun memang banyak pihak yang bertanya tanya kenapa tiba tiba Erlan menikah. Apa lagi Erlan menikah dengan Lena, salah satu karyawan di perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaannya.
“Tuhan sudah menjawab setiap do'a anda Tuan.. Semoga anda bisa menjaga semuanya dengan sebaik mungkin.” Gumam Kenzie.
Kenzie kembali duduk di kursinya. Namun beberapa detik mendaratkan bagian belakangnya di kursi, Kenzie harus kembali berdiri karena kemunculan Jojo.
“Jo..” Kenzie mengeryit. Dia tau jika Jojo sudah datang secara langsung ke perusahaan pasti ada sesuatu yang sangat penting.
“Hey.. Rajin sekali jam segini sudah membaca kertas.” Canda Jojo begitu sampai tepat di depan meja kerja Kenzie.
Kenzie berdecak pelan mendengarnya.
“Beginilah pekerjaanku setiap hari.”
“Ya.. Itu sebabnya aku lebih memilih menjadi bartender. Sambil bekerja sambil melirik perempuan sexy.” Senyum tengil Jojo yang membuat Kenzie hanya bisa menggelengkan kepala saja. Mereka berteman sudah lama, tepatnya sejak Kenzie bekerja menjadi orang kepercayaan Erlan di perusahaan.
“Terserah apa katamu saja lah.” Kata Kenzie tidak perduli.
__ADS_1
Jojo tertawa mendengarnya.
“Ah ya.. Erlan sudah ada di dalam kan?” Tanya Jojo kemudian.
“Ya.. Tuan baru saja masuk sekitar 5 menit yang lalu.” Jawab Kenzie.
“Oke kalau begitu. Aku masuk ya.. Selamat bercumbu dengan berkas berkas itu.” Jojo kembali melontarkan candaan sebelum masuk ke dalam ruang kerja Erlan.
Kenzie menghela napas. Kenzie yakin, sesuatu pasti telah terjadi. Namun Kenzie tidak ingin terlalu ikut campur jika memang Erlan sudah mempercayakannya pada Jojo.
Tidak ingin memikirkan apa yang tidak menjadi tanggungannya, Kenzie pun kembali mendudukkan dirinya di kursi kerjanya kemudian mulai fokus kembali dengan berkas yang lebih dulu harus dia teliti sebelum di berikan kepada Erlan untuk di tanda tangani.
Sedang Jojo, dia masuk ke dalam ruangan kerja Erlan tanpa lebih dulu mengetuk pintu. Dalam perjalanan menuju perusahaan, Jojo masih sudah memberitahu Erlan bahwa dirinya akan datang untuk membicarakan masalah orang yang mencoba meracuni para tamu undangan saat acara pernikahan Erlan dan Lena di gelar.
Erlan yang melihat Jojo masuk ke dalam ruangannya tersenyum. Kabar apapun yang akan Jojo berikan padanya, Erlan akan tetap berusaha untuk tenang.
“Jangan bercanda. Duduklah. Aku juga sedang menunggu kedatanganmu.” Jawab Erlan tertawa kecil.
Jojo ikut tertawa mendengarnya. Pria itu kemudian mendudukkan dirinya di kursi yang ada di depan meja kerja Erlan.
“Oke.. Aku langsung ke intinya saja ya.. Jadi aku langsung menahan orang yang mencoba membuat onar di pesta kemarin. Dan kamu tau siapa orang di balik semua itu? Dia adalah Alexander, mantan kekasih Lena, istri kamu."
Erlan menghela napas pelan mendengarnya. Sudah bisa dia tebak Alex pasti tidak akan diam saja. Pria itu pasti akan berulah demi bisa mengacaukan hubungannya dengan Lena.
“Aku langsung mengirimnya ke kantor polisi. Dan orang itu langsung menghubungi Alex meminta untuk di bebaskan. Aku yakin Alex merasa sangat di permalukan. Alex juga pasti akan terus berusaha mengganggu kamu dan Lena. Jasi saranku lebih baik kamu waspada dan hati hati. Aku khawatir Alex akan berbuat lebih dari apa yang dia lakukan kemarin.” Tambah Jojo.
__ADS_1
Erlan mengangguk anggukkan kepalanya. Meski lebih dulu mengkhianati Lena, sepertinya Alex bukan tipe orang yang mau mengakui kesalahannya, begitu pikir Erlan. Erlan yakin Alex pasti akan tetap merasa menjadi orang yang benar.
“Apa perlu aku melakukan sesuatu?” Tanya Joho kemudian.
“Ah tidak, tidak perlu Jo. Hanya saja tolong perintahkan orang untuk memantau Alex dari kejauhan. Jika memang ada pergerakan Alex yang mencoba mengganggu hubunganku dengan Lena, maka aku sendiri yang akan menindak lanjuti.”
Jojo mengangguk anggukan kepalanya mengerti dengan apa yang Erlan perintahkan padanya. Jojo yakin Alex memang tidak akan diam saja. Dia akan terus mengganggu hubungan Erlan dan Lena.
“Baik, ada lagi?” Tanya Jojo kemudian.
“Untuk saat ini itu saja. Terimakasih karena sudah mau membantuku Jo.. Aku tidak tau apa yang terjadi di pesta kemarin jika tidak ada kamu disana.” Jawab Erlan menatap Jojo serius.
“Ayolah.. Jangan berlebihan. Kita kan teman. Dan teman yang baik adalah teman yang siap ada untuk teman dalam keadaan apapun. Bukan begitu?”
Erlan tertawa mendengarnya. Memiliki teman yang sekaligus juga adalah orang kepercayaannya benar benar membuat segala sesuatunya terasa mudah. Dan Erlan berharap semua itu bisa terus terjadi hingga ke masa depan nanti.
“Kalau begitu aku pulang.”
Erlan bangkit dari duduknya saat Jojo juga bangkit. Pria itu hanya menganggukkan kepala menerima pamitan dari Jojo yang memang harus segera kembali setelah selesai membicarakan apa yang memang harus dia sampaikan pada Erlan.
Erlan menghela napas kasar menatap Jojo yang melangkah menjauh hingga akhirnya benar benar keluar dari ruangannya. Setelah itu Erlan kembali mendudukkan dirinya di kursi kebesarannya.
“Sayang.. Aku tidak akan membiarkan siapapun mengusik kebahagiaan dan ketenangan rumah tangga kita. Tidak perduli siapapun itu, aku akan mematahkannya hingga dia benar benar terpuruk dan tidak berdaya.” Batin Erlan penuh tekad.
Sejatinya Erlan bukanlah orang pendendam. Tapi jika sudah menyangkut Lena, Erlan merasa tidak bisa tinggal diam. Erlan tidak akan membiarkan siapapun berusaha masuk dan mengacau dalam kehidupan berumah tangganya dengan Lena. Karena untuk bisa memiliki Lena, Erlan sudah meluaskan kesabaran dengan ke putus asaan yang selalu saja menghantui.
__ADS_1
Erlan menyandarkan punggungnya di sandaran kursi kerjanya. Apa yang Jojo katakan tentang Alex berhasil membuat moodnya memburuk.