SAYANG

SAYANG
Episode 211


__ADS_3

Sepanjang perjalanan menuju tempat yang Sasha sendiri tidak tau akan kemana itu, Kenzie terus saja diam. Hal itu berhasil menimbulkan rasa tidak nyaman pada diri Sasha. Bagaimana tidak? Kenzie seolah sengaja mendiamkan nya. Padahal biasanya pria itu selalu berusaha mencari topik obrolan yang kemudian membuat mereka berdua larut dalam kebersamaan.


Sasha menghela napas pelan. Wanita itu benar benar tidak tau kenapa Kenzie sama sekali tidak mengajaknya mengobrol.


Diam diam Sasha melirik Kenzie yang begitu fokus dengan kemudinya. Sekarang Sasha juga bingung harus bagaimana caranya mencari topik obrolan antara dirinya dan Kenzie.


Sasha sudah membuka mulutnya hendak mengajak Kenzie mengobrol namun kemudian Sasha kembali menutup mulutnya. Dia mengurungkan niatnya untuk mengajak Kenzie mengobrol dan memilih kembali diam.


Sekali lagi Sasha menghela napas. Kali ini dengan kasar. Setelah itu Sasha pun memilih untuk membuang muka ke kaca pintu mobil. Sasha memilih menatap jalanan ramai malam ini.


Sedangkan Kenzie, tanpa Sasha ketahui pria tampan itu sebenarnya sedang berpikir keras dalam diam nya. Kenzie sendiri merasa sudah tidak tahan untuk menahan perasaan nya pada Sasha. Tapi sekarang Kenzie justru bingung harus bagaimana mengungkapkan perasaan nya pada Sasha.


Kenzie juga belum menyiapkan apapun sebenarnya. Dia hanya bermodalkan tekad ingin membuat Sasha tau bagaimana perasaan nya sekarang. Tapi sekarang Kenzie justru tidak tau harus bagaimana mengatakan nya pada Sasha.


Kenzie pun tidak bisa menampik rasa khawatirnya. Dia takut Sasha menolaknya. Kenzie takut jika ternyata Sasha sudah punya pria idaman lain. Namun Kenzie juga merasa jika dirinya tetap diam dan menahan perasaan nya dia akan di permainkan sendiri oleh harapan nya bisa memiliki Sasha.


Tidak tau harus membawa Sasha kemana, Kenzie pun memilih mengajak Sasha ke taman yang ada di pusat kota. Dan lagi lagi mereka berdua sama sama diam. Keduanya sama sekali tidak memulai obrolan apapun. Sasha yang diam dengan kebingungan nya begitu juga dengan Kenzie yang bingung harus bagaimana memulai topik pembicaraan dengan Sasha.

__ADS_1


“Ini sudah malam. Sepertinya akan lebih baik kalau kita pulang saja. Aku juga sedikit capek dan ingin istirahat.” Tidak mau terus terusan merasa bingung, Sasha pun akhirnya memilih untuk melontarkan kata tersebut. Sasha juga tidak mau terus berharap sesuatu yang tidak pasti. Harapan yang terkadang Sasha tampik sendiri karena ketidak percayaan dirinya.


“Oh begitu ya?” Kenzie tersenyum kecewa. Pria itu menggaruk tengkuknya bingung. Ingin menahan tapi alasan Sasha juga sangat logis mengingat siang tadi mereka sudah seharian bekerja.


“Iya...” Angguk Sasha tersenyum paksa. Dalam hatinya Sasha berharap Kenzie menahan nya dengan alasan masih ingin mengatakan apa yang sejak awal menjadi keniatan nya.


Kenzie tidak bisa berkutik sekarang. Dirinya tidak mungkin menahan Sasha agar tetap berada di sisinya sekarang. Sementara Kenzie sendiri masih bingung harus bagaimana mengutarakan perasaan nya yang sudah cukup lama dia pendam pada Sasha.


“Ya sudah kalau begitu. Aku akan antar kamu pulang.”


“Oh enggak, nggak usah Ken. Aku bisa pulang sendiri naik taksi. Kalau begitu aku pulang ya.. Bye..” Sasha menolak di antar pulang oleh Kenzie. Dia tidak ingin kembali merasa tidak nyaman karena kediaman Kenzie. Karena hal itulah Sasha memilih untuk pulang sendiri dengan menggunakan kendaraan umum.


“Ya ampun.. Kenapa aku begitu bodoh. Kenapa hanya untuk mengatakan aku cinta dia saja aku seperti orang yang kehilangan mental?”


Kenzie mengusap kasar wajah tampan nya. Jika sudah seperti itu, Kenzie tidak yakin besok besok masih punya kesempatan untuk dekat lagi dengan Sasha. Apa lagi Kenzie melihat sendiri bagaimana ekspresi Sasha tadi. Kenzie tidak bodoh. Dia tau Sasha merasa kecewa karena sikapnya malam ini.


“Sial !” Umpat Kenzie yang marah pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Tidak tau harus melakukan apa sendirian di taman pusat kota, Kenzie pun memilih untuk berlalu dan melangkah kembali menuju mobilnya. Kenzie akan kembali memikirkan secara matang bagaimana cara mengungkapkan perasaan nya pada Sasha. Dan Kenzie akan kembali menemui Sasha besok untuk kemudian mengungkapkan segala isi hatinya pada wanita itu.


“Aku harap, aku masih punya kesempatan untuk memberitahu kamu tentang perasaan aku yang sebenarnya Sha.” Batin Kenzie sembari menghidupkan mesin mobilnya kemudian melaju dengan kecepatan sedang berlalu dari sekitar taman.


----------


“Ya ampun... Aku bodoh banget sih? Kenapa juga aku sampai punya pikiran seperti itu? Kenzie nggak mungkin suka sama aku. Dia deketin aku karena memang pada dasarnya dia orang yang baik. Aku harusnya nggak boleh GR begini..” Sasha membatin sendiri di dalam taksi yang sedang di tumpanginya.


Wanita itu merasa sangat bodoh karena berpikir Kenzie akan mengungkapkan perasaan padanya. Parahnya lagi Sasha bahkan sudah gelisah sendiri dan gusar memikirkan jawaban jika Kenzie mengungkapkan perasaan padanya sebelumnya. Sasha merasa dirinya terlalu berkhayal tinggi tentang kedekatan nya dengan Kenzie. Padahal Kenzie saja terlihat tenang dan biasa saja. Pria itu sama sekali tidak menunjukan sikap seorang pria yang sedang jatuh cinta.


“Enggak, ini benar benar enggak baik kalau terus terusan di biarin. Aku terlalu bodoh untuk dekat dengan laki laki. Mungkin akan lebih baik kalau aku menjauh saja. Aku nggak mau sakit apa lagi kecewa. Apa lagi aku bukanlah siapa siapa.” Sasha kembali membatin sembari menarik napas dalam dalam yang kemudian dia hembuskan secara perlahan.


“Kenzie.. Mungkin ini terakhir kali kita dekat. Aku akan mencoba menjauh dan menghindar dari kamu. Yah.. Ini pasti yang terbaik.” Sasha memejamkan kedua matanya. Dia sedang mencoba meyakinkan dirinya sendiri tentang keputusan untuk menjauh dari Kenzie.


Sasha merasa akan sangat fatal akibatnya jika dirinya terus terusan dekat bahkan berharap pada Kenzie yang tidak pasti. Sasha tidak mau membuang buang waktunya untuk sesuatu yang jelas jelas sangat mustahil dan tidak mungkin.


“Oke Sasha.. Kamu cukup fokus kerja saja tidak perlu memikirkan yang lain.” Sasha kembali membatin. Dia menganggukkan kepala merasa apa yang menjadi keputusan nya kali ini sudah benar. Menjauh dari Kenzie adalah satu satunya cara mencegah hatinya kecewa dan terluka.

__ADS_1


Sasha benar benar sedikitpun tidak tau bahwa sebenarnya Kenzie sangat mengidam idamkan nya. Itulah sebabnya Kenzie selalu berada dimana saja untuk Sasha. Kenzie selalu menyetting seolah olah pertemuan nya dengan Sasha adalah sebuah kebetulan. Padahal jelas jelas semua itu sudah Kenzie rencanakan dengan matang.


__ADS_2