SAYANG

SAYANG
Episode 68


__ADS_3

Karena rasa ingin taunya yang begitu besar dengan apa yang sedang terjadi pada Melisa, Alex pun dengan suka rela mengantar Melisa ke sekolahan tempat David menimba ilmu. Alex juga bertanya dengan sangat detail pada Melisa yang akhirnya dengan sangat jelas Melisa jawab.


Begitu sampai di parkiran depan sekolah David, Melisa segera turun di ikuti oleh Alex di belakangnya. Mereka berjalan dengan sangat terburu buru di koridor sekolah menuju ruang kepala sekolah tempat David berada sekarang.


Setelah sampai Melisa langsung menghadap kepala sekolah dengan Alex yang terus berada di sampingnya. Bahkan Alex juga mendengarkan apa yang di jelaskan dengan sangat detail oleh kepala sekolah.


David menganiaya teman sekelasnya sampai terluka parah menggunakan kursi. Dan teman sekelas David sekarang di larikan ke rumah sakit dengan kondisi tidak sadarkan diri karena luka berat di bagian kepalanya.


Melisa sangat shock. Karena selama ini David tidak pernah macam macam. David adalah adiknya yang sangat perhatian juga penurut. Dan David juga tidak pernah terlibat dalam kejadian apapun di sekolahnya. Ini adalah kali pertama David melakukan hal yang bahkan tidak pernah Melisa duga duga.


Setelah mendengar penjelasan dari kepala sekolah, Melisa pun mengajak David ke taman belakang sekolah. Remaja tampan dengan tubuh tinggi tegap itu hanya diam seribu bahasa. Dan Melisa tidak langsung marah dengan apa yang sudah adiknya lakukan. Melisa yakin adiknya pasti mempunyai alasan mengapa sampai melakukan perbuatan tidak terpuji itu.


Untuk Alex, pria itu terus membuntuti kemanapun Melisa pergi. Dia hanya diam dan terus memperhatikan sikap keibuan Melisa. Alex tau Melisa sangat menyayangi adiknya itu.


“Sekarang kamu bisa cerita sama kakak.. Kenapa kamu sampai melakukan itu.. Kakak nggak akan marah kok. Asal kamu berjanji tidak akan mengulanginya lagi..” Dengan tutur kata yang sangat lembut Melisa mencoba bertanya. Melisa selalu percaya pada adiknya sendiri. Karena memang adiknya adalah anak baik dan penurut.


David menoleh menatap Melisa dengan tatapan sendu. Tidak ada sedikitpun niat darinya untuk menyusahkan kakaknya yang sudah banting tulang demi membiayai hidupnya.

__ADS_1


“Maaf kak.. David kalap.. David nggak bisa menahan emosi..” Lirihnya dengan suara bergetar.


Melisa tersenyum namun air mata menetes membasahi pipinya. Dari gurat kesenduan di wajah tampan adiknya, Melisa tau David sedang merasa ketakutan.


“Nggak papa.. Nggak papa kok.. Kakak hanya ingin tau alasan kamu sampai melakukan itu..” Ujar Melisa meraih dan menggenggam tangan adiknya.


David balas menggenggam tangan lembut Melisa. Melisa adalah pahlawannya. Melisa adalah ayah sekaligus ibu untuknya. Melisa adalah segalanya bagi David Erlangga.


“Aku marah sama dia kak.. Aku nggak bisa terima dengan apa yang dia katakan tentang kakak.. Aku nggak mau ada siapapun yang menghina apa lagi sampai merendahkan kakak.. Aku sayang banget sama kakak.. Aku minta maaf..” Kali ini suara David mulai bergetar. Kedua matanya berkaca kaca menatap Melisa yang menangis dalam diam di hadapannya.


“Memangnya apa yang dia katakan?” Tanya Melisa lagi. Wanita itu tetap bersikap lembut dan penuh perhatian meski David sudah melakukan kesalahan fatal, yaitu menganiaya teman sekelasnya. Dan hal itu berhasil membuat Alex merasa sangat tersentuh. Alex tidak menyangka Melisa mempunyai sikap selembut itu. Sangat dewasa dan ke ibuan.


Melisa tertegun mendengarnya. Bagaimana mungkin sampai ada isu seperti itu yang menyebar. Sedang apa yang selalu Alex lakukan padanya saja tidak pernah ada satupun orang yang tau.


Namun ternyata tidak hanya Melisa saja yang tertegun dengan apa yang David katakan. Tapi juga Alex. Pria itu tidak menyangka jika ada isu seperti itu.


“Yang lebih parahnya lagi dia juga menyebarkan photo kakak dan atasan kakak yang keluar dari hotel berbintang. Tapi aku percaya kakak bukan perempuan seperti itu. Kakak adalah kakak terbaik buat David. Kakak segalanya buat David. Dan David tidak akan pernah membiarkan ada satupun orang yang menghina apa lagi sampai menyakiti kakak..”

__ADS_1


Melisa hanya bisa menangis terharu mendengarnya. Dari situ Melisa tau bahwa David memang sangat menyayangi dan menjunjung harga diri Melisa sebagai seorang wanita. Itu benar benar membuat Melisa merasa sangat bersyukur memiliki adik sebaik David.


Melisa kemudian langsung berhambur memeluk David dengan sangat erat. Meski memang tidak bisa di pungkiri bahwa Melisa merasa sangat bersalah karena memang isu yang di sebarkan oleh teman David benar adanya. Melisa memang adalah wanita yang selalu Alex pakai untuk menyalurkan hasrat terlarangnya.


“Terimakasih.. Terimakasih karena sudah membela kakak..” Lirih Melisa dengan suara bergetar yang juga di dengar dengan jelas oleh Alex.


Alex melengos melihat pemandangan menyedihkan di depannya. Pria itu kemudian bangkit dari duduknya enggan mendengarkan lagi obrolan Melisa dan adiknya.


Saat Alex sedang melangkah di koridor sekolah David, tiba tiba Alex teringat dengan apa yang kepala sekolah katakan yaitu tuntutan kedua orang tua teman David yang menginginkan segala biaya pengobatan di tanggung oleh keluarga David. Karena itu, Alex pun kembali memutar arah dan melangkah menuju kembali ke ruangan kepala sekolah.


Di ruang kepala sekolah, Alex menanyakan dimana rumah sakit tempat teman David di tangani.


“Memangnya anda siapanya David tuan?” Tanya kepala sekolah mengeryit bingung. Bukan tidak tau siapa Alex. Hanya saja kepala sekolah itu merasa bingung kenapa tiba tiba Alex menanyakan tentang rumah sakit dimana teman yang David aniaya di larikan.


“Saya bukan siapa siapanya. Saya hanya atasan dari Melisa, kakaknya David.” Jawab Alex tenang.


Kepala sekolah itu sesaat terdiam. Dalam benaknya pria berkaca mata itu mulai merasa ada yang aneh dengan hubungan Alex dan Melisa. Apa lagi penganiayaan yang David lakukan juga di dasari oleh hinaan dan tersebarnya isu tentang Melisa dan Alex oleh si korban penganiayaan yaitu teman sekelas David sendiri.

__ADS_1


“Begitu ya tuan.. Baik kalau begitu, ini alamat rumah sakitnya tuan.” Angguk kepala sekolah sembari menyerahkan secarik kertas berisi alamat rumah sakit tempat teman sekelas David di larikan.


Alex menerima secarik kertas tersebut kemudian segera pamit undur diri pada kepala sekolah itu. Alex berencana akan segera ke rumah sakit untuk menemui keluarga teman David. Namun sebelum pergi menuju rumah sakit itu, Alex kembali ke taman belakang sekolah itu untuk melihat Melisa dan David, adiknya. Disana mereka berdua masih duduk di kursi panjang tidak jauh dari pohon besar yang ada di belakang sekolah. Entah kenapa Alex merasa tergugah melihat Melisa dan adiknya. Alex merasa ingin sekali membantu Melisa yang pasti akan menghadapi kenyataan yang tidak mudah. Yaitu tuntutan dari keluarga teman sekelas David.


__ADS_2