
Masih dengan posisi dimana tubuh mereka saling menempel, keduanya juga masih terdiam dan saling bertatapan. Lena tidak bisa memungkiri pesona kuat suaminya yang begitu sempurna di matanya.
“Disini memang hanya ada kita berdua sayang.” Kata Erlan pelan dan lembut.
Lena masih diam. Wanita itu tidak tau harus bagaimana mengalihkan pandangan nya. Rasanya lehernya sangat kaku untuk di gerakan. Tatapan Erlan mengunci tatapan nya.
“Apa kamu takut?” Sekali lagi Erlan bertanya. Pria itu sebenarnya tau apa yang sedang di rasakan istrinya sekarang. Lena bukan takut, hanya merasa khawatir saja.
Lena memejamkan kedua matanya sesaat. Karena hanya dengan begitu dirinya bisa lari dari tatapan dalam suaminya.
“Eum.. Takut? Aku takut?” Tanya balik Lena setelah berhasil menguasai dirinya sendiri. Meski mereka sudah biasa bersama, namun Lena juga kadang merasa salah tingkah jika terus di tatap begitu dalam oleh Erlan.
Erlan hanya diam. Pria itu mengangkat kedua alisnya masih menatap Lena yang sudah berhasil mengalihkan pandangan ke arah lain.
“Enggak, enggak takut kok. Untuk apa aku takut. Aku kan nggak sendiri disini. Ada kamu sama aku.” Jawab Lena kemudian.
Erlan tersenyum geli. Pria itu mengangkat satu tangan nya yang bebas dan mendaratkan nya dengan lembut di pipi Lena. Hal itu membuat Lena kembali terpaku dan akhirnya kembali menatap pada Erlan.
“Ya sayang.. Aku disini sama kamu. Apapun yang terjadi aku akan selalu ada di samping kamu. Aku akan berusaha melindungi kamu bagaimanapun caranya. Bahkan jika memang aku harus bertaruh nyawa, aku akan melakukan nya.” Lirih Erlan yang berhasil menyentuh relung hati Lena yang paling dalam.
__ADS_1
Lena merasa sangat tersentuh dengan ucapan suaminya. Erlan tidak hanya baik dan perhatian. Erlan juga sangat romantis. Pria itu selalu berhasil membuat Lena terbang melayang begitu tinggi.
“Erlan kamu...”
Cup
Ciuman lembut Erlan menyela apa yang ingin Lena katakan. Pria itu menempelkan bibir tipisnya dengan lembut di bibir Lena. Hanya menempelkan saja tanpa melakukan yang lebih.
Lena tidak bisa berkutik karena ciuman itu. Kedua matanya melebar karena terkejut dengan apa yang tiba tiba Erlan lakukan dengan menciumnya.
“Aku mencintai kamu, sangat mencintai kamu Marlena Susianti.” Bisik Erlan setelah melepaskan bibir Lena. Pria itu berbisik tepat di depan bibir Lena sehingga Lena bisa merasakan hangatnya napas Erlan yang mengenai wajah cantiknya.
------------
Melisa tersenyum dan menganggukkan kepalanya setuju dengan apa yang adiknya katakan. Saat ini mereka berdua sedang duduk di teras depan rumah dan merangkai kardus kue yang memang sudah mempunyai nama itu.
Melisa sendiri tidak pernah sedikitpun menyangka bahwa dirinya bisa melakukan itu. Membangun bisnis sendiri dengan bantuan dan dukungan penuh dari David, adiknya. Bahkan sekarang kue nya banjir pesanan yang membuat Melisa sendiri kadang merasa kewalahan. Apa lagi Melisa masih membuat semuanya sendiri tanpa bantuan dari orang lain. Adapun David, dia tidak bisa ikut terjun membantu membuat kue dengan nya. Tapi itu bukan masalah besar menurut Melisa karena David bisa membantu yang lain seperti mengantar dan mencatat pesanan pelanggan. David juga membantu Melisa meletakan kue di wadahnya.
“Ini juga karena dukungan kamu dan Farid. Tanpa dukungan dari kalian berdua kakak nggak mungkin bisa seperti ini. Terimakasih yah.. Kakak janji kakak akan menjadi kakak yang lebih baik lagi untuk kalian berdua.”
__ADS_1
David tertawa mendengar itu. Remaja yang masih duduk di sekolah menengah atas merasa sangat lucu dengan apa yang Melisa katakan. Karena sebenarnya selama ini Melisa sudah menjadi kakak terbaik yang pernah David dan Farid miliki.
“Kakak ini ngomong apa sih? Mau lebih baik seperti apa lagi coba? Asal kakak tau ya, kakak itu bukan cuma seorang kakak buat David dan Farid. Kakak itu juga kedua orang tua bagi kita berdua. Kakak adalah perempuan terbaik di dunia ini bagi David dan Farid. Kami janji kak, suatu saat nanti kalau kami sudah menjadi orang yang sukses, kami akan memenuhi semua yang kakak mau. Kami akan menjaga kakak dengan sebaik baiknya.” Ujar David panjang lebar.
Melisa merasa sangat tersentuh mendengar penuturan adiknya. Melisa tidak menyangka jika ternyata David memiliki pemikiran sedewasa itu.
“Kamu dan Farid terlalu berlebihan menilai kakak. Kakak nggak sebaik itu. Kakak masih punya banyak kekurangan.” Geleng Melisa menatap David lembut.
“Kak, nggak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Dan di dunia ini yang David dan Farid punya hanya kakak. Jadi kami berdua nggak punya alasan untuk mengadili tentang kekurangan kakak. Yang kami tau hanya kakak adalah perempuan paling baik di dunia ini.” David kembali melontarkan pujian tulus pada kakak satu satunya itu. Kakak yang juga adalah pengganti kedua orang tuanya yang telah tiada.
Mendengar ungkapan tulus adiknya, Melisa pun meneteskan air matanya. Rasa terharu, bercampur sedih menjadi satu. Mengingat kedua adiknya yang tidak sempat merasakan kasih sayang kedua orang tuanya membuat Melisa merasa sedih. Itulah yang membuat Melisa bertekad ingin melakukan segala hal demi bisa membahagiakan kedua adiknya. Melisa rela banting tulang demi bisa membiayai kedua adiknya.
Melihat sang kakak meneteskan air mata, David pun segera mendekat. Remaja itu bersimpuh di samping kursi yang di duduki Melisa lalu mengusap lembut air mata yang membasahi pipi Melisa dengan ibu jarinya. Dan tindakan manis David itu membuat Melisa tersenyum haru.
“Jangan nangis dong.. Nanti cantiknya ilang loh..” Canda David dengan senyuman yang menghiasi bibirnya.
Mendengarnya, air mata Melisa justru semakin deras menetes. Melisa kemudian berhambur memeluk David yang bersimpuh di samping kursi yang di dudukinya. Melisa memeluk tubuh David dengan sangat erat. Adiknya yang kini jauh lebih tinggi darinya begitu sangat manis dan penuh kasih sayang. Melisa sangat bersyukur karena mempunyai adik yang baik dan penuh perhatian seperti David dan Farid.
Tanpa Melisa dan David ketahui, tidak jauh dari rumah sederhana terparkir mobil mewah Alex. Pria itu sedang memperhatikan Melisa dan David sejak tadi, bahkan sejak Melisa dan David baru keluar dari rumah. Yang artinya Alex sudah berada disana sekitar satu jam yang lalu.
__ADS_1
Alex memang sengaja datang dan diam diam memperhatikan Melisa. Alex tidak bisa menahan keinginan hatinya untuk melihat Melisa. Tentu karena Alex juga merasa sangat merindukan sosok cantik Melisa yang memang sudah tidak lagi bekerja di perusahaan nya. Alex merasa kehilangan Melisa yang tidak hanya cantik, tapi juga sangat tanggap dalam segala hal.
“Perasaan apa ini sebenarnya?” Batin Alex bertanya tanya sendiri.