
Selama kedua orang tua Erlan berada di jakarta, baik Erlan maupun Lena keduanya benar benar merasa sangat terbantu. Erlan yang kadangkala harus pergi keluar sebentar menjadi tenang karena ada Natasha yang pasti bisa membantu istrinya mengurus putranya.
“Jadi Daddy sama mommy mau pulang ke Amerika besok?” Tanya Erlan saat mereka sedang makan malam bersama di meja makan.
“Ya nak, kamu tau sendiri kan Daddy tidak mungkin meninggalkan perusahaan terlalu lama. Apa lagi Jesy dan Liam juga pasti keteteran jika mommy dan Daddy disini terlalu lama. Yah.. Liam sedang dalam masa ujian yang cukup rumit baginya. Kamu sendiri pernah bukan merasakan itu?”
Erlan mengangguk pelan. Dia paham juga mengerti dengan apa yang Daddy nya katakan. Kedua adiknya tentu sangat membutuhkan Mommy dan Daddy nya. Apa lagi Jesy yang masih sangat begitu manja dan tidak bisa menangani permasalahan nya sendiri. Meski Erlan sebenarnya merasa sangat berat jika harus merelakan kepulangan keduanya, tapi Erlan juga tidak mungkin begitu egois.
“Ya sudah kalau begitu. Besok Erlan sendiri yang akan mengantar mommy dan Daddy ke bandara.” Senyum Erlan.
Natasha dan tuan besar Harrison saling menatap sesaat kemudian sama sama tersenyum. Mereka juga merasa berat sebenarnya karena ingin selalu ada untuk cucu pertama mereka, namun sekali lagi, kewajiban mereka juga tidak bisa mereka abaikan begitu saja.
“Kalau libur nanti, mommy pasti akan ajak Jesy dan Liam kesini. Mereka juga sangat ingin bisa bermain dan menggendong Rezvan.” Kata Natasha.
Lena hanya bisa tersenyum saja. Merasakan kehangatan kasih sayang Natasha dan tuan besar Harrison rasanya benar benar sangat luar biasa. Lena seperti menemukan hal baru dalam hidupnya. Yaitu kasih sayang kedua orang tua yang tidak pernah Lena dapatkan lagi sejak kedua orang tuanya meninggal.
“Untuk kamu Lena, kamu jangan lupa rutin minum vitamin yah.. Istirahat yang cukup juga. Kalau Rezvan tidur siang, kamu juga harus ikut tidur siang.” Titah Natasha dengan lembut dan penuh perhatian.
“Iya mommy... Lena juga mau ngucapin terimakasih banyak sama mommy karena mommy sudah banyak bantu Lena selama seminggu ini dalam mengurus Rezvan.” Senyum Lena tulus menatap Natasha yang malah tertawa menanggapi nya.
“Kamu ini ada ada saja Lena. Kamu nggak perlu berterimakasih sama mommy. Rezvan itu cucunya mommy. Jadi sudah seharusnya dong mommy juga ikut andil mengurus Rezvan. Andai saja mommy bisa, mommy bahkan ingin selalu sama sama kalian berdua menyaksikan sendiri tumbuh kembang cucu kesayangan mommy.”
Erlan dan tuan besar Harrison tersenyum mendengarnya. Mereka berdua merasa sangat bahagia karena akhirnya Lena dan Natasha bisa begitu kompak dan saling menyayangi.
Selesai makan malam, mereka pun memutuskan untuk istirahat karena besok pagi pagi sekali tuan dan nyonya besar Harrison harus ke bandara. Ya, mereka mengambil penerbangan pagi.
“Erlan..” Panggil Lena mendekati Erlan yang sedang fokus dengan laptopnya. Lena baru saja selesai menyusui Rezvan yang sudah tenang terlelap di ranjangnya sendiri.
__ADS_1
Erlan yang memang paling tidak bisa mengabaikan istrinya itu segera mengesampingkan laptopnya dan memilih fokus dengan Lena.
“Ya sayang.. Kok kamu nggak langsung tidur hem?” Sahut Erlan sembari merentangkan satu tangan nya menyambut Lena yang mendekat padanya.
“Aku belum ngantuk.” Jawab Lena. Wanita itu masuk ke dalam dekapan hangat Erlan. Mereka berdua duduk diatas sofa panjang yang berada tepat di seberang ranjang berukuran besar tempat biasa mereka memadu cinta.
“Besok, boleh tidak aku ikut kamu nganterin mommy sama Daddy ke bandara?” Tanya Lena yang membuat Erlan mengernyit. Erlan bukan tidak mengizinkan, hanya saja Erlan masih sangat khawatir mengingat Lena yang baru saja melahirkan.
Erlan menghela napas. Tangan besarnya mengusap lengan terbuka Lena.
“Sayang.. Kamu itu baru melahirkan. Jadi untuk saat ini lebih baik jangan dulu ya.. Biar aku saja yang antar mommy sama Daddy ke bandara. Mereka berdua juga pasti nggak akan ngizinin kamu buat ikut.”
Lena mengerucutkan bibirnya mendengar apa yang suaminya katakan. Padahal Lena ingin sekali bisa mengantarkan kedua mertuanya sampai bandara seperti saat itu.
“Aku bukan ngelarang kamu buat ikut sayang.. Tapi memang akan lebih baik kalau kamu di rumah saja.” Lanjut Erlan yang membuat Lena hanya bisa menghela napas pasrah.
“Ya sudah...” Angguk Lena mengerti.
Erlan tersenyum merasa lega mendengarnya. Lena mengerti maksudnya tidak memperbolehkan ikut untuk mengantarkan ke bandara besok pagi.
“Ya sudah lebih baik sekarang kamu istirahat ya sayang...”
Lena melepaskan diri dari pelukan Erlan kemudian mendongak menatap wajah tampan suaminya yang selalu tersenyum padanya.
“Kenapa?” Tanya Erlan dengan penuh perhatian.
“Memangnya kamu nggak ikut istirahat?” Tanya Lena dengan wajah polosnya.
__ADS_1
Erlan terkekeh geli. Ingin sekali sebenarnya dia istirahat saat itu juga. Karena sebenarnya Erlan juga merasa sangat lelah setelah seharian beraktivitas. Namun pekerjaan nya kali ini benar benar tidak bisa dia abaikan begitu saja. Erlan sudah terlalu banyak merepotkan Kenzie dan Erlan tidak mau lagi menambah pekerjaan asisten kepercayaan nya itu.
“Aku masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan malam ini juga sayang.. Kamu tidurlah dulu. Aku akan disini dan kembali mengerjakan apa yang sudah menjadi tugasku.” Jawab Erlan sambil menoel ujung hidung mancung istrinya.
Lena menghela napas lagi. Dia tau beban suaminya sebagai CEO sekaligus pemilik dari perusahaan yang dia pimpin tidaklah mudah. Erlan banyak mempunyai karyawan yang tentu harus dia pikirkan juga.
“Aku buatin coklat panas yah?”
Erlan menggeleng pelan.
“Tidak perlu sayangku. Kamu tidur saja. Lagi pula sebentar lagi juga selesai kok. Aku tau kamu lelah seharian menjaga Rezvan.” Senyum Erlan yang tidak mau menyita waktu istirahat istrinya barang sedetikpun.
“Atau kamu mau aku temenin dulu hem?” Tanya Erlan yang membuat ekspresi Lena langsung berubah sendu.
Lena menghela napas sekali lagi. Wanita itu tau bagaimana lelahnya Erlan seharian beraktivitas di luar rumah. Dan Lena merasa tidak tega jika harus membiarkan Erlan bekerja sampai larut malam sedangkan dirinya tidur dengan begitu tenang nya di atas kasur yang nyaman.
“Aku temenin kamu aja sampai kamu selesai dengan pekerjaan kamu.” Kata Lena kemudian.
“Sayang tapi...”
“Aku maunya tidur di peluk sama kamu.” Sela Lena yang membuat Erlan kemudian tertawa. Erlan merasa sangat gemas dengan istrinya yang begitu pintar beralasan hanya karena tidak mau membiarkan nya lelah sendiri.
“Ya sudah kalau begitu. Tapi kamu tunggu disini sebentar ya sayang, aku mau minta di buatin camilan sama mbok buat kita.”
“Oke..” Angguk Lena dengan senyuman yang menghiasi bibirnya.
Erlan kemudian bangkit dari duduknya. Pria itu melangkah keluar dari kamarnya untuk meminta camilan pada si mbok untuk nya dan Lena malam ini.
__ADS_1